Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 49. Kesepakatan.


Chapter 49. Kesepakatan.


Dihari berikutnya, Tian Zhi segera bangun saat mendengar suara kicauan burung, dia melihat sarang Annchi tapi kosong. Tian Zhi segera keluar dari goa pohon, dan melihat Annchi terbang dengan membawa dua ekor ikan dan sebuah tas kain kecil.


"Setelah makan, kembali tingkatkan kekuatanmu, di tas kecil ini banyak inti binatang."


Annchi melemparkan ikan dan tas kepada Tian Zhi dan kembali pergi, Tian Zhi penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Thunderbird selama ini, dia buru-buru berubah menjadi udara dan mengikutinya.


Annchi terbang dengan sangat cepat seperti petir, hingga Tian Zhi tidak bisa mengikuti, biarpun kehilangan jejak, Tian Zhi tetap mengikuti sesuai arah kepergian Annchi.


Tidak berselang lama, Tian Zhi melihat sesuatu yang aneh di dataran tinggi yang luas, lalu dia melihat sekelebat sosok Annchi dan menghilang saat berada di tengah daratan.


Tian Zhi makin penasaran dan kembali mengikuti dimana Annchi menghilang, namun setelah mencari sekian lama, dia tidak menemukan jejaknya. Dengan menghela nafas berat, Tian Zhi kembali, dan sebelum kembali dia melihat lagi daratan tinggi.


"Aku kira memiliki binatang mitos akan selalu mengikuti ku, kenapa aku merasa dia selalu mengawasi dan mengendalikan ku! Apa tujuannya?" gumam Tian Zhi dengan bertanya kepada dirinya sendiri.


Tian Zhi terbang dengan cepat menuju pohon Pinus Putih, agar Annchi tidak menaruh curiga jika telah diikutinya. Saat dalam perjalanan, Tian Zhi bertanya kepada Inti Kehidupan, tapi tidak ada jawaban dari mereka.


Dengan perasaan dongkol, Tian Zhi hanya bisa menghela nafas berat dan membuang segala pikiran negatif.


Wajar jika Tian Zhi selalu menaruh curiga kepada siapapun, sebab dia masih traumatis akan pengkhianatan, dia tidak mau mengulangi lagi peristiwa masa lalu.


"Lihat saja saat aku menjadi kuat ... Aku akan melakukan apapun yang aku suka, aku tidak perduli dibilang bejat dan lain sebagainya. Asal aku tidak akan mengulangi rasa sakit!"


Tekad Tian Zhi dengan mengeluarkan tungku, dia hanya ingin segera menjadi kuat sesegera mungkin, dan bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa beban ketakutan maupun diintimidasi oleh siapapun, bahkan jika harus menjadi musuh seluruh alam semesta, asal dirinya tidak lagi mengalami rasa sakit hati.


Tian Zhi membuat banyak pill dan tidak kuatir akan kekurangan ramuan, sebab di pulau ini semuanya melimpah. Thunderbird juga sering datang dengan membawakan kebutuhan Tian Zhi, dan Tian Zhi hanya perlu meningkatkan kekuatannya, dan keluar untuk menguji kekuatan baru.


Tanpa terasa Tian Zhi telah berusia 20 tahun, dan satu tahun lebih sudah dia berada di pulau Tanah Dewa. Semenjak kekuatannya meningkat, Annchi juga jarang datang menemuinya, di saat bertanya, Annchi selalu mengulangi ucapannya, yaitu 'jangan bertanya tentang pulau ini'"


Tian Zhi hanya geleng-geleng jika Annchi selalu saja menjawab dengan ucapan yang sama. Selama waktu itu, Tian Zhi sering bertemu dengan dua ratu serangga dan jelas dia langsung kabur.


Dia juga sering ketemu dengan Ras Golem dan sering beradu pukulan untuk berlatih. Tapi, di saat Kepala Suku Golem datang, Tian Zhi selalu bisa dengan mudah kabur, padahal sering dijebak dan terkepung, bahkan empat suku saling berkolaborasi untuk menangkap Tian Zhi, tapi dia selalu saja lolos dengan Teknik Perubahan Wujud.


Kini pengalaman juga semakin melimpah, pondasinya dalam beladiri juga meningkat pesat, kekuatannya telah berada pada tingkat Supreme Immortal tahap sepuluh, dan dalam beberapa hari dia akan menjalani Kesengsaraan Petir lagi.


Walaupun Tian Zhi sangat bosan karena tidak ada wanita, dia selalu mampu menghilangkan kebosanan dengan bertarung, terutama yang sering dia buat pusing pasti Ras Golem, sebab Ras Golem cocok untuk sparing.


Sudah hampir dua bulan si Annchi tidak terlihat, dan Tian Zhi sudah mencarinya kemana-mana, bahkan Pulau Tanah Dewa sudah dia jelajahi, sayangnya Annchi tidak dia ketemukan.


Setiap kali Tian Zhi menjelajahi pulau, tidak ada tempat yang tenang jika ada kehadirannya, Tian Zhi selalu menjarah apapun yang bermanfaat, tapi hanya satu yang tidak berani dia usik, yaitu Suku Pohon.


Nama Tian Zhi sudah sangat terkenal di pulau Tanah Dewa, dan banyak penghuninya memburunya, hingga akhirnya banyak orang yang tahu jika Tian Zhi bersembunyi di Pohon Pinus Putih, dan saat ini di sekitar wilayah keramat telah dikepung.


Namun, setelah hingga saat ini Annchi tidak pernah muncul, dan membuat Tian Zhi menjadi cemas. Tian Zhi berada di puncak pohon Pinus Putih melihat banyak penghuni pulau ini mengepungnya.


"Annchi, kemana kamu selama ini?" gumam Tian Zhi sambil melihat kearah dimana Annchi selalu menghilang saat diikuti.


"Tian, apa kamu mau Api Inti Bumi Asyura, tapi ada syaratnya!"


Tiba-tiba di saat Tian Zhi melamun, suara merdu Ratu Laba-laba terdengar di benaknya, seketika Tian Zhi tersenyum senang, sebab Api Inti Bumi Asyura sangat berharga, lebih berharga dari Api Surgawi.


Tian Zhi melihat kebawah, dimana Ratu Laba-laba di luar wilayah pohon Pinus Putih. "Apa syaratnya?" tanya Tian Zhi sambil melihat tubuh Ratu Laba-laba yang menggoda naluri kebinatangan-nya.


"Mudah dan hanya sekali saja ... Dan tidak seperti apa yang kamu ucapkan tempo hari, hanya aku seorang diri!" jawab Ratu Laba-laba melalui komunikasi telepati.


Seketika Tian Zhi cemberut saat tahu keinginannya, dan Ratu Laba-laba ingin mendapatkan benih Tian Zhi. Tian Zhi pun berpikir dan membuat rencana terbaik agar tidak masuk ke dalam jebakan.


"Kakak, apakah tidak membahayakan jika aku berkultivasi ganda dengan Ratu serangga?" tanya Tian Zhi kepada Inti Kehidupan.


"Asal Tuan tidak mengeluarkan benih ke dalam rahimnya!" jawab Inti Kehidupan.


Seketika Tian Zhi kegirangan, bukan karena jawabannya, tapi karena Inti Kehidupan mau berbicara setelah sekian lama diam saat diajak berbicara. Namun, sebelum Tian Zhi bertanya lagi, Inti Kehidupan kembali berbicara.


"Tapi, Tuan harus mempu mengendalikan emosi saat merasakan ... Sebab Ratu Laba-laba dan Ratu Semut Merah pandai membuat Anda ... Yang penting kendalikan pengaruh sifat kebinatangan!"


Tian Zhi paham apa yang dikatakan Inti Kehidupan, memang dia belum sepenuhnya mengendalikan sisi negatif dari penggunaan Teknik Dual Cultivasion. "Aku akan berusaha sebaik mungkin mengendalikannya, ini juga tantangan yang baik untukku!" jawab Tian Zhi dan Inti Kehidupan kembali diam.


"Bagaimana, apa mau Api Inti Bumi Asyura? Ini kesempatan langka, dan tidak akan muncul bahkan jika harus menunggu ribuan tahun!" tanya Ratu Laba-laba, dan apa yang dia katakan benar.


Kemunculan Api Inti Bumi Asyura tidak bisa ditebak, bisa muncul kapan saja, dan akan muncul lagi setelah ribuan tahun dengan tempat yang berbeda-beda.


Tian Zhi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan.


"Baik, tapi aku ingin tempat yang nyaman tanpa diketahui siapapun!" jawab Tian Zhi.


"Bagus," kata Ratu Laba-laba yang tampak menahan kegembiraan, "sebenarnya Ratu Semut Merah dan Ratu Lebah juga mengetahui tempat dua jenis api yang berbeda, kamu bisa bertanya kepada mereka jika mau." lanjutnya.


Sontak tubuh Tian Zhi bergetar menahan kegembiraan, dan dia melihat kearah dua ratu yang melihatnya dengan tersenyum manja. Tapi, dia menjadi curiga, sebab, bagaimana bisa ada api yang langka bisa berada di satu tempat bermunculan.


"Api apa itu?" tanya Tian Zhi melalui komunikasi telepati kepada Ratu Semut Merah dan Ratu Lebah.


"Api Tulip Biru Langit!" jawab Ratu Lebah.


"Api Awan Hitam Petir!" Ratu Semut Merah juga segera menjawab.


Tian Zhi terbelalak mendengar jawaban mereka, tiga jenis api yang langka yang berbeda. Api Inti Bumi Asyura berada pada peringkat sebelas, Api Tulip Biru Langit perintah kesepuluh dan Api Awan Hitam Petir berada pada perintah sembilan.


Tiga api muncul bersamaan adalah hal yang mustahil terjadi, dan semakin membuat Tian Zhi curiga, dia mengangkat alis kiri saat melihat ketiga ratu serangga. "Bagaimana mungkin ada api bermunculan secara bersamaan! Apa kalian akan menipuku?" tanya Tian Zhi dengan tegas.


"Tidak, aku tidak menipumu, kamu akan tahu sendiri saat melihatnya!" jawab Ratu Laba-laba dengan lembut dan meyakinkan.


Dan kedua ratu lainnya juga menjawab hal yang sama, dan ucapan mereka sangat meyakinkan Tian Zhi. "Baiklah, tapi kita tidak bisa berkultivasi ganda bersama-sama, jadi Ratu Laba-laba yang terlebih dahulu," kata Tian Zhi.


Ya, walaupun Tian Zhi bisa kabur dari mereka, tapi dia masih kuatir terjebak, dia juga ingin tahu apa yang dikatakan mereka benar atau tidak, jikalau tidak, Tian Zhi juga tidak dirugikan.


"Baiklah, aku tunggu di sisi Utara dekat dengan bukit!" jawab Ratu Laba-laba dengan wajah berseri-seri, dia langsung pergi setelah berpamitan dengan kedua saudarinya.


Setelah melihat Ratu Laba-laba menuju ke Utara, Tian Zhi seketika menghilang dari mata semua penghuni pulau Tanah Dewa, dia berubah menjadi angin menyusul Ratu Laba-laba.


Tian Zhi yang selalu menghilang secara tiba-tiba tidak lagi membuat penghuni pulau panik, mereka sudah terbiasa, sebab seluruh pulau sudah mereka tempatkan banyak tentara dan jebakan, jadi di saat Tian Zhi muncul pasti akan mereka ketahui.


Dan tempat yang paling aman bagi Tian Zhi hanya berada di wilayah pohon Pinus Putih.


Wushh...


Tian Zhi muncul agak jauh dari Ratu Laba-laba yang sudah menunggunya, melihat orang yang ditunggu sudah datang membuat Ratu Laba-laba kegirangan.


"Aku ingin tubuhmu berubah seperti wujud wanita manusia sepenuhnya sebelum kita berkultivasi ganda. Kamu juga harus tahu, racun mu tidak berpengaruh lagi bagiku!" pinta Tian Zhi dan juga memberikan peringatan.


"Tentu, kamu bisa yakin!" jawab Ratu Laba-laba, lalu dengan tubuhnya berputar-putar, dan setelah beberapa saat dia berhenti.


Kini, tubuhnya telah sepenuhnya wujud wanita manusia, tidak memiliki lagi enam kaki laba-laba, hanya rambut merah asli dan mata merah yang tidak berubah. Melihat perubahan Ratu Laba-laba membuat Tian Zhi menelan salivannya, sebab penampilan wanita ini sangat menggoda iman pria manapun.



"Luar biasa!" pujian Tian Zhi yang spontan.


Ratu Laba-laba tersenyum senang dipuji oleh pria yang telah membuatnya jatuh cinta sejak pertama kali, apalagi dia sudah sering mencium Tian Zhi waktu dulu, dia berjalan mendekat dan memeluk Tian Zhi.


"Lalu, dimana Api Inti Bumi Asyura berada?" tanya Tian Zhi dengan membalas pelukan.


"Ayo ikuti aku!" ajak Ratu Laba-laba dengan menarik tangan Tian Zhi.


Mereka berdua menuju dinding bukit dan setelah dekat, Ratu Laba-laba menghentakkan kakinya pada dinding bukit, dan dinding bukit yang tidak rata terbuka membentuk lingkaran.


Segera Ratu Laba-laba masuk dengan menggandeng tangan Tian Zhi, lalu dia membalikkan badan untuk menutup pintu dengan menendang baru sebagai pemicunya.


Di Alam Semesta Aurora memiliki tingkat kekuatan dari terendah hingga tertinggi, dan setiap tingkat dibagi menjadi sepuluh tahap.


Budidaya Bumi;



Body Refining.


Foundation Establishment.


Golden Core.


Nascent Soul.


Soul Formation.


Body integritas.


Great Ascension.


Crossing Tribulation.



Kultivasi Dunia Abadi;



Earth Immortal.


Celestial Immortal.


Profound Immortal.


Golden Immortal.


Great Principle Golden Immortal.


Supreme Immortal.



Kultivasi Alam Ilahi.



Deity.


True God.


Great God.


Heavenly God.


Golden God


Profound God.


Dan seterusnya, hingga masih ada delapan tingkat lagi, yang tertinggi atau puncak adalah Almighty God.



(Author: Halo Sobatku, mulai bulan depan saya akan up 2 bab setiap harinya. Maaf, selama bulan puasa saya hanya bisa up 1 bab. Terus dukung saya agar terus berkarya. Sehat selalu dan banyak rejeki. Salam.)