
Chapter 300. Meninggalkan Alam Mahadewa.
Zhi Zixuan melihat jelas gestur wajah Tian Zhi yang terkejut, walaupun hanya sesaat.
"Tindakanmu tidak bisa dimaafkan, Hukumannya berat dan pihak Klan Zhi akan mengusut tuntas kasus ini. Jika pihak Kuil Alam Es menuntut kita untuk bertanggungjawab atas kematian dari muridnya si Dewa Es Abadi, apa yang harus kita lakukan? Apakah kamu tidak memikirkan konsekuensi akan tindakanmu ini?" ucap Zhi Zixuan yang ingin membuat Tian Zhi ketakutan.
"Dan lagi, mereka adalah orangtuamu kenapa kamu tega membunuhnya?" sambungnya dengan nada tinggi.
Tian Zhi merasakan tekanan aura kekuatan True Alfa level 91 yang terfokus kepadanya. Untungnya, Zhi Zixuan tidak memaksimalkan aura kekuatannya dan membuat Tian Zhi masih mampu bertahan.
Tian Zhi memikirkan perkataan Zhi Zixuan, memang benar kalau dipikir-pikir, kenapa tega membunuh kedua orangtuanya? Masalahnya, dia bukanlah Xiang Tianzhi dan ibunya juga bukan Zhi Xiancai. Dalam jiwa Xiang Tianzhi, hanya mengakui Xue Mei sebagai ibu kandungnya.
"Ibuku adalah Xue Mei bukan Zhi Xiancai dan Lu Xu Pang. Dan lagi, kalian pasti sudah tahu asal-usul adanya garis darah Kasta Kaisar? Langsung saja apa tujuan Anda menemui ku, tidak perlu bertele-tele seperti ini! Jika pihak Kuil Alam Es menuntut pertanggungjawaban, datang saja kepadaku, mereka akan tahu kenapa aku membunuh murid mereka!" ucap Tian Zhi yang tidak perlu lagi sopan santun kepada orang tua yang selalu memainkan kata-kata mengintimidasi.
Zhi Zixuan tertawa sampai mata menyipit, dia sebenarnya terkejut dengan sikap Tian Zhi yang tidak mudah ditakut-takuti. Lalu dia meraih kendi arak dan meminumnya hingga tercecer.
"Bagus... Bagus! Kamu satu-satunya orang yang sulit untuk dimanipulasi psikologisnya. Ya, kami tahu asal-usul garis darahmu...," ujar Zhi Zixuan sambil meletakkan kendi arak, dengan wajah serius dia berkata, "tapi memang benar, tindakanmu tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Membunuh sesama anggota sangat dilarang keras dan hukumnya penjara selama 100 tahun, serta menghapus akar budidaya mu...,"
Zhi Zixuan berhenti berbicara untuk melihat respon Tian Zhi yang ternyata tidak ada rasa takutnya terhadap hukuman dari Klan Zhi.
Apa yang dimaksud menghapus akar budidaya adalah mengestrak kekuatannya tanpa menyakiti, tapi masih bisa berkultivasi secara normal dari awal. Hukum yang sangat berat, tapi tidak bagi Tian Zhi.
"Tapi, aku sebagai penasihat Klan Zhi, bisa mengaturnya karena kamu pemilik garis darah Kasta Kaisar... Asal kamu datang ke pertemuan yang akan datang lebih awal, paling lambat dua tahun dari sekarang kamu sudah harus berada di Klan Zhi. Apa kamu bisa datang lebih awal?" lanjutnya yang memberikan jaminan agar Tian Zhi lolos dari hukuman.
Tian Zhi mengetuk meja makan sambil merenungkan ucapan Zhi Zixuan, dia melihat lawan bicaranya tersenyum kemenangan. Yang menjadi pertanyaan besar dihatinya, kenapa dia harus datang lebih awal? Jika ini terkait dengan garis darah Kasta Kaisar, apa tujuan mereka? Apakah mereka ingin menjadinya sebagai ternak pejantan?
"Aku akan jamin kamu tidak akan dihukum...," ucap Zhi Zixuan dengan menyakinkan sambil meletakkan batu giok hijau berbentuk naga.
"Ini adalah Giok Naga yang akan membebaskan mu dari segala hukuman, berlaku untuk dua kali lepas dari jeratan hukum. Selain itu, Giok Naga ini adalah identitas tertinggi keanggotaan Klan Zhi, dengan ini kamu bisa keluar masuk ke wilayah khusus Kasta Raja dan lainnya, tapi ini hanya berlaku di wilayah Klan Zhi!" jelasnya yang tidak secara detail, dia memberikan Giok Naga agar Tian Zhi tidak ragu dan mau memenuhi keinginannya.
Pemilik Giok Naga memiliki status yang sama dengan para tetua dari Kasta Raja. Selain yang disebutkan oleh Zhi Zixuan, ada hak-hak istimewa jika memilikinya, antara lain; mendapatkan sumber daya setiap bulan, keamanan ekstra baginya dan keluarga, dan diperbolehkan untuk memiliki wilayah sendiri serta membentuk pasukan.
Tian Zhi yang hanya dijelaskan dua hal keistimewaan memiliki Giok Naga, tampak tidak tertarik sama sekali. Padahal, tujuannya diadakan pertemuan besar hanya untuk mendapatkan Giok Naga Kasta Raja.
Namun, karena teringat masa depan putranya, Tian Zhi mengambil Giok Naga. "Baiklah, aku akan datang sebelum waktu yang ditentukan. Tapi, aku ada satu kondisi, apa bisa dikabulkan?" ucapnya dan menyimpan Giok Naga, dia meminta sesuatu sebagai jaminan.
"Selama aku bisa, pasti kan ku kabulkan. Katakan, kondisi seperti apa yang kamu inginkan?" dengan yakin Zhi Zixuan mampu mengabulkan keinginan Tian Zhi.
"Aku ingin Klan Zhi melindungi Benua Dewa dan Alam Mahadewa. Aku kira permintaan ku hal sepele bagi pihak Klan Zhi!" jawab Tian Zhi, dia ingin memberikan kedamaian bagi dua benua yang menjadi kekuasaannya.
"Memang hal sepele. Percayalah kepadaku!" jawab Zhi Zixuan dengan menyakinkan.
Tian Zhi tidak tahu jika pemilik Giok Naga memiliki otoritas yang diinginkan olehnya.
Zhi Zixuan tertawa ringan sambil mengambil kendi arak dan meminumnya, didalam hatinya sangat bahagia, beberapa langkah lagi tujuannya untuk menjadi Zhi Shirong pengganti Patriark Klan Zhi akan terwujud.
Usut punya usut, Zhi Shirong adalah putra kesayangannya, sebab itu dia semenjak dulu berharap putranya bisa menjadi pemimpin Klan Zhi. Dengan menjadi penguasanya, maka Zhi Zixuan akan bebas menggunakan segala kekayaan Klan Zhi. Zhi Shirong menjadi Patriark dan dia menjadi penasihat Klan Zhi, maka siapapun tidak akan bisa menggeser kekuasaannya di dalam tubuh Klan Zhi.
Sedangkan untuk Zhi Shaosheng, Zhi Zixuan tidak khawatir akan ikut campur, sebab leluhur pertama Klan Zhi telah melepaskan diri dari hal-hal duniawi. Zhi Shaosheng akan ikut campur manakala menyangkut keutuhan Klan Zhi saat dalam keadaan kritis, misalkan sedang mendapat bencana maupun ada pihak lain yang ingin meruntuhkan Klan Zhi.
"Karena kamu sudah menerima Giok Naga, aku sudah menganggap kamu bagian dari keluarga besar Kasta Raja. Sampai jumpa lagi dua tahun yang akan datang." pamit Zhi Zixuan tanpa memberikan kesempatan Tian Zhi untuk berbicara, dia tiba-tiba menghilang dari pandangan.
Tian Zhi menghela napas panjang setelah kepergian Zhi Zixuan. Lalu dia melihat pemilik kedai dan dua pelayan pingsan karena aura kekuatan milik Zhi Zixuan sesaat yang lalu.
Kemudian, ia meletakkan kantong kain berisi ribuan keping emas di meja makan, itu sebagai pembayar hidangan yang dipesan oleh Zhi Zixuan.
Tian Zhi keluar dari Kedai Tengah Hutan, dia berjalan menyusuri jalan menuju ke arah Kerajaan Guang. Dia sedang merenung tentang pembicaraannya dengan Zhi Zixuan...
.....
He Hua dan yang lainnya dengan cemas menunggu suaminya yang belum datang, sudah empat batang dupa habis, namun Tian Zhi belum juga menampakkan batang hidungnya. Mereka berjalan mondar-mandir di dalam lantai tiga Paviliun Pil Langit.
Sedangkan Xiang Ri Kui dan Guo Shun bermain di luar sambil jalan-jalan sekitar di Paviliun Pil Langit, mereka hanya diawasi oleh dua dayang istana dan Hei Bao sebagai pengawalnya yang selalu mengikuti.
Tiba-tiba Tian Zhi muncul di sebelah Hei Bao, lalu dia berbicara, "tugas kalian untuk menemani ku telah usai, waktunya kalian kembali ke Dunia Jiwa dan berkultivasi lagi."
"Yang Mulia!" sapa Hei Bao yang sedikit terkejut dengan kehadiran Zhi Shimo.
"Sejujurnya, kami bertiga malu tidak bisa banyak membantu Anda, kami tidak menyangka di Alam Semesta Aurora banyak kekuatan yang mumpuni!" ujar Hei Bao dengan nada menyesal.
"Jangan berpikir seperti itu, kalian yang selalu melindungi keluarga ku merupakan kontribusi yang luar biasa. Tanpa kalian, aku akan selalu khawatir saat bertindak!" hibur Zhi Shimo yang ingin memberikan semangat bagi Hei Bao.
Hei Bao mengembangkan senyuman yang dipaksakan, dia paham betul jika ucapan Tian Zhi hanya menghibur hatinya.
"Apa saudara Fung juga ikut?" tanya Hei Bao.
"Tidak, biarkan dia dan pasukan Burung Gajah tetap berada di Benua Dewa. Aku memiliki rencana bagi mereka untuk masa depanku nanti!" jawab Tian Zhi yang jauh hari telah mengatur tugas Raja Fung dan pasukan Burung Gajah.
"Nikmati waktu kalian disini sebelum kembali ke Dunia Jiwa. Kurang dua tahun lagi." Imbuhnya sambil terus mengikuti Xiang Ri Kui yang membuat dua dayang istana kewalahan.
"Itu Ayah!" seruan Xiang Ri Kui saat dia membalikkan badan dan melihat ayahnya yang sedang mengobrol dengan Hei Bao.
Tian Zhi tersenyum bahagia melihat putranya yang energik, dia berjongkok untuk menyambut putranya yang berlari ke arahnya. Guo Shun segera menyusul adiknya.
Hei Bao ikut bahagia melihat Tian Zhi yang memeluk putranya. Dia mengingat masa-masa awal bertemu dengan Dewa Binatang, dimana dia dulu ditaklukkan.
Setelah itu, Tian Zhi menjemput istrinya yang berada di Paviliun Pil Langit. Sambil menuju ke Istana Api Asyura, dia menceritakan tentang pertemuannya dengan Zhi Zixuan.
Tian Zhi segera membuat pengaturan untuk memperkuat pertahanan Kerajaan Guang, dia juga mengundang High King of Qing Fei dan juga Hing King Kaili, bahkan Dewa Air dan Permaisuri Zhou Liu Changhai juga diundang.
Selama waktu kurang dari dua tahun, Tian Zhi tidak hidup bersantai-santai saja, dia merekrut banyak kultivator untuk dijadikan sebagai prajurit Kerajaan Guang dan Kekaisaran Tian di Benua Dewa.
Raja Fung juga datang bersama pasukan Burung Gajah. Kehadiran Raja Fung makin membuat semua orang mengagumi kehebatan Kaisar Tian dan Keluarga Besar Guang.
Sedangkan Xiang Ri Kui dan Guo Shun kegirangan dengan kehadiran Burung Gajah, bahkan putri-putrinya yang baru berusia satu tahun lebih ikut naik ke punggung Burung Gajah. Sun Yao yang kini menjadi pengawalnya, dimana dia memerintahkan Burung Gajah mengelilingi Alam Mahadewa.
Ternyata, Guang Liem menyerah tahta kerajaan kepada ayahnya, sebab dia tidak ingin jauh dari suaminya. Guang Liang yang tahu, sudah mempersiapkan diri menjadi raja baru bagi Alam Mahadewa.
Tian Zhi tidak mempermasalahkan keputusan Guang Liem, dia segera mengeluarkan dekrit kekaisaran untuk mengesahkan Guang Liang sebagai raja bagi Alam Mahadewa khusus wilayah daratan.
Guang Liang yang menjadi Raja di Alam Mahadewa, beritanya terdengar hingga ke Alam Keabadian. Lu Bai, Yuan Shao, Yang Wei dan Zhu Rong segera datang untuk memberikan ucapan selamat kepada Guang Liang.
Tapi, sejujurnya kedatangan mereka berempat ingin menemui Tian Zhi. Tian Zhi segera membawa mereka bertiga ke ruang rahasia untuk berbicara secara pribadi. Sedangkan Zhu Rong berbaur dengan istrinya.
Saat berada di ruang rahasia, Tian Zhi berpesan kepada mereka untuk melindungi Zhu Rong dan memberikan kebebasan, dia juga memberikan sumber daya besar untuk modal mereka selama menjadi pemimpin Istana Surgawi.
Ya, Lu Bai dan kedua sahabatnya telah disahkan menjadi pengganti dari Dewa Bintang untuk memimpin Istana Surgawi.
Setelah berbicara dengan Lu Bai dan kedua sahabatnya, Tian Zhi berbicara empat mata dengan High King Kaili. Lalu berlanjut berbicara dengan Zhu Rong selama waktu empat dupa, mereka lama berbicara karena sedang berkultivasi ganda.
Kemudian, Tian Zhi memanggil Dewi Alkemis dan Zhou Bersaudari. Sama seperti sebelumnya, mereka berkultivasi ganda. Awal Zhou Qionglin terkejut mengetahui jika kakaknya adalah kekasih gelap Tian Zhi. Tapi anehnya, Zhou Qionglin justru bahagia.
Hari berikutnya, Tian Zhi melantik Guang Liang sebagai Raja Kerajaan Guang. Pesta dirayakan selam tujuh hari tujuh malam dan menjadi pesta paling meriah di Alam Mahadewa dan Benua Dewa.
Setelah pesta, Raja Fung dan pasukan Burung Gajah berpamitan kepada Tian Zhi untuk kembali ke Benua Dewa, termasuk High King Kaili yang terlihat sangat bahagia. Tian Zhi telah memberikan kepada Raja Fung sumber daya yang sangat besar.
Lalu disusul oleh Lu Bai dan kedua sahabatnya, termasuk Zhu Rong yang dengan enggan berpisah dengan Tian Zhi. Selanjutnya, Dewa Air dan Zhou Liu Changhai yang kembali ke Kerajaan Air.
Akhirnya hari yang dinantikan telah tiba, waktunya untuk pergi ke Alam Keabadian.
Tian Zhi dan semua keluarganya berpamitan kepada Keluarga Besar Guang, dengan isak tangisan mewarnai kepergian Tian Zhi.
Keluarga Besar Guang merasakan perpisahan ini untuk selamanya, namun mereka membuang pikiran negatif. Mereka yakin Tian Zhi dan Guang Liem akan kembali.
Yang paling bersedih hati adalah Marquis Guo Bojing, dimana putrinya mengikuti Tian Zhi. Tapi, demi masa depan Guo Shun, Marquis Guo Bojing merelakan kepergian putrinya.
Setelah itu, Tian Zhi memasukkan semua istrinya, ketiga jenderal binatang, Pasukan Phoenix dan pasukan binatang ke dalam Dunia Jiwa. Ternyata, Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin menjadi bagian dari Keluarga Besar Tian, mereka juga masuk ke dalam Dunia Jiwa untuk berkultivasi.
Tian Zhi sengaja memasukkan semua istrinya ke dalam Dunia Jiwa agar tidak menarik perhatian saat berada di Alam Keabadian.
Saat ini, Tian Zhi hanya didampingi oleh He Hua, Guo Shun dan putranya yang digendong dipunggung. Lalu Tian mengandeng tangan kiri He Hua, dan He Hua menggandeng Guo Shun dengan tangan kanan. Lalu Tian Zhi berteleportasi.
Selama waktu kurang dari dua tahun ini, Tian Zhi memprioritaskan He Hua agar meningkatkan kekuatannya dengan cepat, saat ini kekuatan He Hua telah mencapai tingkat Half Alfa level 30.
Sedangkan Tian Zhi tidak banyak peningkatan, saat ini dia berada di tingkat Half Alfa level 89 dari level 63. Untuk istrinya yang lain, berada di tingkat Half Alfa 20 level, dibawah He Hua...
Bersambung.