Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 161. Polosnya si Meyleen.


Chapter 161. Kepolosan Meyleen.


Kota Beladiri tidak beda dengan kota lainnya, ada banyak fasilitas untuk memenuhi kebutuhan para peserta kompetisi Duel Sage. Dan, satu-satunya kota yang ada di Dunia Duel Sage.


Tian Zhi ditempatkan di kamar mewah dengan fasilitas penginapan kelas satu di lantai tujuh, dia dan kekasihnya sangat menyukainya. Tempat tidur besar, lemari pakaian, meja rias, tempat duduk panjang dan mewah, kamar mandi yang dilengkapi dengan fasilitas berendam dengan air hangat.


Disaat He Hua dan Miao Jiang melihat kamar yang akan menjadi tempat mereka sementara, Tian Zhi melihat keluar jendela, dia melihat jauh diluar Kota Beladiri untuk mengetahui ada apa disana. Tidak beberapa saat, dia sedikit terkejut karena Mata Dewa-nya terblokir Formasi Penghalang.


"Mungkin disana kompetisi Duel Sage diadakan sehingga perlu dibuatkan Formasi Penghalang Mata Dewa!" tebakan Tian Zhi didalam hatinya, dia makin tidak sabar untuk mengetahui aturan dan kompetisi macam apa yang akan diperjuangkan oleh setiap peserta.


Disaat Tian Zhi melihat-lihat Kota Beladiri, kekasihnya menghampiri, mereka memeluk lengannya dan ikut melihat keluar jendela. Mereka bertiga menikmati matahari yang mulai terbenam secara perlahan.


"Sayang...!" panggil He Hua dengan mesra dan manja.


Tian Zhi yang tahu akan arti panggilan He Hua langsung mencium bibirnya. Miao Jiang yang melihat mereka berciuman, tidak mau ketinggalan, dia menanggalkan pakaian Tian Zhi, lalu dengan lihainya membelai tongkat Tian Zhi yang mulai berdiri.


Akhirnya, setelah matahari terbenam, ketiga kekasih itu melepaskan hasrat yang sudah lama terpendam karena banyak hal yang menghalanginya...


Meyleen yang berada di kamar sebelah Tian Zhi, jelas mendengar suara ribut percintaan satu pria dan dua wanita. Meyleen yang penasaran segera membuka Mata Dewa dan mengamati hubungan intim mereka bertiga.


Meyleen melihat Tian Zhi sedang berada di atas tubuh He Hua, lalu melihat tongkat besar dan panjang menghajar lembah surga milik He Hua. Sedangkan Miao Jiang menempatkan pantatnya di wajah He Hua sambil berhadapan dengan Tian Zhi dan saling berciuman.


Meyleen yang tidak tahu dan tidak pernah melihat hubungan intim, dia makin penasaran dan memperhatikan setiap gerakan Tian Zhi yang membuat He Hue menyemburkan air surganya ketika mencapai puncak.


Kemudian Tian Zhi menarik Miao Jiang setelah membuat He Hua mencapai puncak dan masih lemas. Meyleen melihat Tian Zhi terbaring dengan Miao Jiang berada diatasnya. Lalu melihat tongkat besar yang masih berdiri kokoh perlahan masuk ke dalam lembah surga milik Miao Jiang.


Meyleen melihat Miao Jiang begitu senang dan menikmati saat lembah surga tertusuk tongkat besar dan panjang, dia tidak menyangka sebesar itu bisa masuk.


Karena penasaran, Meyleen membuka jubah hitamnya dan memperlihatkan pakaian yang berwarna merah. Lalu dia membuka pakaiannya untuk melihat lembah surganya yang halus tanpa ada sedikit rambut.


"Kecil sekali... Bagiamana mungkin benda besar itu bisa masuk tanpa membuat wanita itu kesakitan...!" gumam Meyleen saat melihat lembah surganya yang masih suci dan memiliki lubang kecil tempat air kencing keluar.


Meyleen memasuki jari telunjuk ke lembah surganya, dia sedikit tersentak saat merasakan nikmat yang tidak pernah dia rasakan, lalu dia penasaran makin memasukkan lebih dalam jari telunjuknya dan sedikit merasakan sakit ketika menyentuh selaput daranya.


"Sakit ... !" gumam Meyleen dengan menarik jarinya, dan kembali mengamati hubungan intim Tian Zhi dan Miao Jiang.


Jelas Meyleen kesakitan, sebab lembah surganya masih kering dan tidak ada cairan pelumas yang keluar ketika hasrat berhubungan intim mulai terpacu.


Meyleen melihat jari telunjuknya dan membandingkan dengan tongkat milik Tian Zhi. Dia makin kebingungan, bagaimana bisa tongkat sebesar itu bisa masuk dengan lancar di lembah surga yang sempit dan membuat kedua wanita itu kenikmatan serta puas.


Karena tidak mengerti dan kebingungan, Meyleen berbicara kepada Tian Zhi melalui telepati, "apakah nikmat yang kalian lakukan ini?" tanyanya dengan minat.


Tian Zhi yang mendengar transmisi suara telepati, sedikit kaget dengan menghentakkan pinggulnya sangat keras hingga membuat Miao Jiang melenguh keras dan menyemburkan air surganya.


Tian Zhi menoleh kebelakang dengan membuka Mata Dewa, dia melihat Meyleen sedang memperhatikan. Lalu Tian Tian melihat lembah surga milik Meyleen yang tidak ditutupi pakaiannya, halus, bersih dan tembem. Spontan Tian Zhi bersemangat dengan menghentakkan pinggulnya lebih keras di lembah surga milik Miao Jiang.


"Oh... Sayang keluar lagi... Ah!" pekik Miao Jiang ketika Tian Zhi dengan gencar menghentakkan pinggul dan membuatnya mencapai puncak dengan menyemburkan air surga lebih deras.


Tian Zhi melihat lagi Miao Jiang yang sangat puas dengan memejamkan mata sambil terengah-engah. Lalu Tian Tian melihat He Hua yang mulai pulih dengan tubuh telentang dengan kedua kaki terbuka lebar, sama seperti milik Meyleen yang halus, bersih dan tembem, lembah surganya masih basah karena air surganya sendiri.


Tian Zhi melepaskan tongkatnya dari lembah surga milik Miao Jiang hingga berbunyi "Plop". Dia berpindah ke He Hua yang tersenyum menggoda, tanpa basa-basi dia mengangkat kedua kaki He Hua dan meletakkan di bahunya. Lalu menancapkan tongkatnya dengan sekali hentak dan "bless".


Tubuh He Hua melengkung ke atas dan merasakan nikmat luar biasa dengan diiringi suara merdu dan keras. Kepalanya bergerak liar setiap kali Tian Zhi menghentakkan tongkat lebih kencang dan brutal dari sebelumnya.


"Jika kamu ingin merasakan sesungguhnya sebagai seorang wanita, aku bisa melakukannya! Dan bisa menikmati apa yang dirasakan oleh kekasihku," kata Tian Zhi kepada Meyleen dengan suara telepati.


"Ah ... Lebih keras ... Aku ... Mau sampai!" pinta He Hua dengan menarik leher Tian Zhi dan menciumnya.


Tian Zhi menuruti permintaan He Hua dengan makin gencar menghajar lembah surganya yang makin basah kuyup dan merasakan dinding rahim berkedut-kedut, tanda mau mencapai puncak kenikmatan.


Tian Zhi merasakan tongkatnya disedot dan membenamkan seluruh tongkat besar hingga memenuhi rahim He Hua dan membuat tonjolan di perut.


"Baiklah jika kamu bisa membuatku seperti kedua wanitamu!" jawab Meyleen setelah melihat He Hua dan Miao Jiang sangat menikmati hubungan intim, dia makin penasaran dengan rasa yang dijanjikan oleh Tian Zhi.


Tian Zhi yang mendapatkan tantangan, jelas tidak menolak, dia menyeringai. "Jika aku sebagai pria tidak mampu membuat wanita puas berkali-kali... Jangan sebut aku pria sejati!" batin Tian Zhi yang penuh semangat, dia menyerap energi Yin yang melimpah milik kedua kekasihnya.


Kemudian, Tian Zhi terus mengulangi aksinya menghajar lembah surga milik He Hua dan Miao Jiang dengan berbagai gaya, hingga mereka menyerah dan tertidur karena kelelahan. Tempat tidur mereka telah basah kuyup dengan air surga kedua wanita itu, dan Tian Zhi telah dua kali mengeluarkan energi Yang untuk kedua kekasihnya. Lalu Tian Zhi beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Meyleen dengan sabar menunggu, dia sedang mempelajari apa yang dilakukan oleh Tian Zhi setelah melihat He Hua dan Miao Jiang terpuaskan. "Mereka lemah dan wajar jika kalah dengan si Tian," gumam Meyleen yang mengira Tian Zhi menumbangkan He Hua dan Miao Jiang karena basis kultivasi lebih tinggi.


Wajar jika Meyleen tidak tahu dan belum berpengalaman, padahal wanita tidak selalu membutuhkan besar dan panjang tongkat milik pasangannya, wanita membutuhkan perhatian dan tahu apa yang dibutuhkannya...


Tian Zhi keluar dari kamar mandi dan tidak segera menemui Meyleen, dia duduk di kursi panjang dan empuk sambil berpikir. Dia memikirkan keanehan Meyleen yang seperti boneka dan bukan wanita pada umumnya.


"Apa karena dia baru keluar dari tempat tinggal dan tidak mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan orang lain... Tapi, tatapannya kosong seperti boneka...!" batin Tian Zhi sambil membelai dagunya ketika berpikir serius.


Lalu Tian Zhi tersenyum ketika mendapatkan solusi untuk mengatasi keanehan Meyleen. Dia segera beranjak dari tempat duduk, sebelum keluar dari kamar masih menyempatkan untuk melihat kekasihnya yang tidur pulas dengan tubuh memakai selimut tebal. Lalu Tian Tian membuatkan Formasi Perlindungan agar kekasihnya aman.


Meyleen yang selalu memperhatikan gerak-gerik Tian Zhi sedikit terkejut saat tidak bisa melihat lagi situasi di dalam kamarnya. "Hmm! Seorang ahli Formasi Spiritual!" tebaknya.


Lalu dia melihat keluar kamar, dia segera membuka pintu ketika Tian Zhi berada di depan pintu. Namun, saat membuka pintu, Meyleen melihat Tian Zhi berhadapan dengan Dewi Pesona, mereka bertiga saling bertatapan mata saat hati selalu berdetak kencang saat berdekatan, seolah-olah sangat akrab dan saling mengenali.


Kemudian, datang Lu Bai dan kedua sahabatnya. Akhirnya Dewi Pesona teralihkan dengan kedatangan musuhnya. Meyleen mengeluarkan aura kekuatannya untuk mengusir kelima peserta itu. Dewi Pesona dan ketiga pria itu segera pergi entah kemana karena ketakutan kepada Meyleen.


"Masuk saja ... Mereka menganggu saja," kata Meyleen dengan nada datar dan meminta Tian Zhi untuk masuk ke dalam kamarnya.


Tian Zhi masuk dengan mengunci alisnya dan membatin, "dia memiliki emosi ... Jika boneka tidak mungkin memilikinya!"


"Silakan duduk," kata Meyleen dengan nada yang sama.


Tian Zhi tersenyum tipis dan duduk dengan nyaman. Lalu Meyleen duduk disebelah Tian Zhi dengan kembali melihatnya seperti tidak pernah bertemu dengan pria.


Tian Zhi mengeluarkan feromon afrodisiak secara perlahan. Meyleen langsung mencium aroma feromon afrodisiak yang wangi memasuki rongga hidung. Secara perlahan wajah putih menjadi memerah.


Tian Zhi melihatnya dan sedikit terkejut dengan kemampuan Meyleen yang bisa menahan feromon afrodisiak, hanya wajahnya yang berubah merah, tapi nafasnya tetap stabil.


"Kenapa kamu selalu menatapku?" tanya Tian Zhi yang ingin tahu.


"Karena kamu harus menjadi milikku!" jawabnya tanpa pikir panjang.


Tian Zhi sedikit terkejut sambil terus mengeluarkan aroma feromon afrodisiak yang terfokus kepada Meyleen. Meningkatnya aroma feromon afrodisiak, membuat Meyleen mulai berkeringat di wajahnya, tapi nafasnya masih stabil.


"Atas dasar apa kamu berkata begitu? Kamu tahu aku sudah memiliki dua pasangan Dao!" tanyanya sekali lagi, dia heran jika baru bertemu sudah memiliki perasaan.


"Atas dasar kamu tercipta untukku." Sekali lagi Meyleen menjawab dengan datar dan tanpa pikir panjang.


Tian Zhi tertawa ringan, lalu tangan kanan meraih dagu Meyleen dan mencium bibirnya. Meyleen tidak bergeming, diam seperti patung saat Tian Zhi menciumnya.


Tian Zhi sendiri merasakan bibir Meyleen sangat dingin dan melepaskan ciumannya karena rasanya sungguh ambigu, tidak menolak tapi tanpa reaksi, sungguh tidak nyaman mencium Meyleen.


"Apakah kamu pernah berciuman?" tanya Tian Zhi yang ingin tahu hubungan sosialnya.


"Tidak pernah ... Apa itu berciuman?" tanya balik Meyleen dengan nada datar.


Tian Zhi menghela nafas berat dan memijat kepalanya, dia tidak heran jika Meyleen tidak ada reaksi saat dicium, tampaknya Meyleen kurang dalam bersosialisasi dengan lingkungan dan banyak orang.


"Apa yang barusan aku lakukan disebut berciuman atau mencium. Jika saling mengasihi dan mencintai, pasangan umumnya sering berciuman. Apakah kamu paham!" kata Tian Zhi, dia ingin memberikan pelajaran tentang hubungan dengan pasangan dan orang lain, "benar-benar polos wanita ini!" lanjutnya dengan membatin.


Meyleen mengangguk paham. Lalu dia langsung mencium Tian Zhi dengan menempelkan bibir saja. Tian Zhi mendorong dagu Meyleen dan menghela nafas panjang.


"Buka bibirmu sedikit saat berciuman, maka sensasi lebih nikmat. Apa yang kamu lakukan itu tidak membuat pasangan mu senang," kata Tian Zhi yang kembali mengajarkan kepada Meyleen cara berciuman...