Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 138.


Chapter 138. Sepakat!


Selama satu hari, Tian Zhi duduk bersila untuk mempraktekkan Teknik Melahap Alam, dan memang sangat cepat untuk meningkatkan basis kultivasi, tapi berlaku bagi orang lain. Bagi Tian Zhi yang memiliki dantian luas, Kitab Emas ini tidak banyak berarti apa-apa baginya, lambat seperti siput jika mengandalkan teknik ini.


Ratu Shima Yao akhirnya datang dengan membawa dua pelayan pribadi untuk melayani Tian Zhi. Kedua pelayan itu juga normal seperti layaknya wanita sebenarnya, tidak berotot dan bertubuh gempal.


Tian Zhi membuka matanya dan melihat kedua pelayan yang tinggi badan sama 168 cm, wajah cantik dan kulit berwarna putih, rambut hitam panjang sepinggan dengan dibiarkan tergerai, tidak cocok jika dijadikan seseorang pelayan, pikirnya.


Ratu Shima Yao menghampiri Tian Zhi dan duduk di tempat tidur di sampingnya, lalu dia bertanya, "bagaimana, apakah kita bisa melakukan kesepakatan?"


Dia melihat wajah Tian Zhi yang terlihat banyak pikiran, dan lanjut berbicara, "kamu jangan kuatir segala kebutuhanmu bisa aku penuhi. Jujur saja, di Dunia Wanita, ada tiga Ratu sebagai penguasanya, termasuk aku di dalamnya. Kami mencari sosok pria tangguh sepertimu selama beberapa ratus tahun ini...,"


"Bagaimana ceritanya di dunia ini bisa didominasi oleh wanita?" tanya Tian Zhi yang memotong perkataan Ratu Shima Yao.


"Ya memang aneh bagimu saat baru menginjakkan kaki disini dan wajar jika tidak mengenal sejarah dunia ini. Dulu..., " jawab Ratu Shima Yao dan bercerita tentang sejarah Dunia Wanita.


Sepuluh ribu tahun lalu. Dunia ini awalnya sama seperti tempat lainnya, dimana pria selalu mendominasi sebagian pemimpin dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan rumah tangga. Lambat laun kaum pria mulai secara sewenang-wenang menjadikan wanita sebagai alat, entah untuk tujuan pribadi maupun untuk mencapai kesepakatan dalam urusan mereka.


Kaum wanita jelas tidak menerimanya, berawal dari nenek moyang mereka yang mulai memberontak terhadap kaum pria, dengan membentuk wilayah sendiri yang tersembunyi dari kaum pria.


Nenek moyang ada tiga orang yang menjadi pemimpinnya, mereka adalah Shima, Bai dan Juan. Selama persembunyian, ketiga pelopor dalam pemberontakan itu banyak merekrut wanita dari yang termuda hingga lanjut usia.


Sedikit demi sedikit kaum wanita mulai menjauh dari kaum pria, dan membuat kebingungan kaum pria, hingga menyisakan sedikit kaum wanita yang sudah lanjut usia


Kaum pria sudah berusaha mencari istri, putri dan semua wanita, tapi tidak pernah diketemukan dan jejaknya pun tidak ada. Karena kaum pria kekurangan wanita, maka mereka melakukan hubungan sesama jenisnya, dan menganggap tidak membutuhkan lagi kaum wanita.


Namun, lambat laun yang muda menjadi tua, tanpa adanya generasi penerus, hingga kaum pria sedikit demi sedikit mulai berkurang. Sedangkan kaum wanita yang bersembunyi, mereka dengan gila-gilaan meningkatkan kekuatan untuk mengalahkan kaum pria.


"... Setelah ketiga nenek moyang memiliki kekuatan yang melebihi kaum pria dan juga semua wanita, maka mereka keluar dari tempat persembunyiannya dan mengalahkan para pemimpin kaum pria. Ketiga nenek moyang itu hanya menyisakan 20℅ kaum pria," kata Ratu Shima Yao yang selesai bercerita tentang sejarah Dunia Wanita.


Setelah kaum pria dikalahkan, kehidupan mereka serta basis kultivasi dibatasi. Dan, setiap wanita melahirkan seseorang anak laki-laki, maka harus membunuh kaum pria yang sudah tidak produktif lagi sebagai pengganti bayi laki-laki sebagai generasi masa depan. Karena itu jumlah kaum wanita semakin banyak dan kaum pria tidak pernah meningkat lebih dari 30℅.


Jadilah Dunia Wanita...


"Termasuk kaum pria dari Ras Asyura yang akhirnya menghilang dari dunia ini." lanjut Ratu Shima Yao yang sedikit menambahkan ceritanya sebelum Tian Zhi berbicara.


"Karena itu, aku membuat kesepakatan dengan kamu. Bagaimana? " tanya Ratu Shima Yao yang tidak memberikan kesempatan Tian Zhi berpikir lagi, sebab dia sudah memberikan waktu.


"10 tahun ... Begini saja, kamu kan hanya menginginkan keturunan berkualitas tinggi ... Jadi, setelah kamu melahirkan anak entah itu jenis kelamin laki-laki atau perempuan, maka segera antar aku kembali ke tempat asal ku. Bagaimana?" jawab Tian Zhi yang langsung pada inti kesepakatan yang diinginkan oleh Ratu Shima Yao dan dia bertanya balik.


Ratu Shima Yao menunduk untuk memikirkan ucapan Tian Zhi, tapi di dalam hati dia tersenyum, entah apa yang direncanakan-nya. Setelah beberapa saat berpikir, Ratu Shima Yao melihat Tian Zhi yang sedang memperhatikan dua pelayannya.


"Baiklah, tapi kamu sebagai pasangan Dao, tidak harus berhubungan intim denganku saja, tapi dengan beberapa wanita pilihan...," jawab Ratu Shima Yao dan menyetujui keinginan Tian Zhi.


Tian Zhi tersenyum senang di dalam hatinya, karena diperbolehkan berhubungan intim dengan banyak wanita, namun dia teringat dengan wanita berotot dan kekar, segera dia berbicara, "aku tidak mau berhubungan dengan wanita seperti di luar ... Minimal fisik wanita seperti mereka berdua!"


Tian Zhi menunjuk kedua pelayan sebagai kriteria minimal sebagai mitra-nya untuk berkultivasi ganda. Seketika kedua pelayan itu yang selalu menunduk menjadi malu dan juga senang akan menjadi pasangan juga, harapannya di dalam hati.


"Kan aku sudah katakan, aku hanya memilih wanita terbaik dan juga memiliki kekuatan minimal tingkat Dewa Sejati. Tapi, kita akan berhubungan tiga kali dalam seminggu sampai aku hamil!" jawab Ratu Shima Yao.


Tian Zhi langsung mengulurkan tangan kanannya sebagai bentuk sepakat dengan kondisi yang diinginkan oleh Ratu Shima Yao, dan dengan senang hati Ratu Shima Yao membalas uluran tangan Tian Zhi dan bersalaman.


"Xiang, mulai saat ini kita adalah pasangan Dao. Kita tidak perlu melakukan ritual pernikahan, cukup aku akan memberitakan kepada dunia ini jika kamu adalah raja dan sekaligus pendamping hidupku!" ujar Ratu Shima Yao dengan wajah berseri-seri, dia langsung mencium bibir Tian Zhi setelah berbicara.


Aksi Ratu Shima Yao dan Tian Zhi dilirik oleh pelayan dan membuat mereka gelisah dengan nafas yang terengah-engah. Setelah beberapa saat ciuman, Ratu Shima Yao melepaskan ciumannya ketika Tian Zhi mulai meraba area yang paling sensitif.


Tian Zhi tersenyum dan mengangguk paham. Kemudian Ratu Shima Yao keluar dari ruang rahasia dan meninggalkan Tian Zhi bersama kedua pelayan pribadinya.


"Yang Mulia, hamba berdua akan memandikan Anda sebelum melayani Sang Ratu. Silakan menuju ruang kamar mandi!" pinta si pelayan kepada Tian Zhi dengan hormat.


"Baik. Siapa namamu?" kata Tian Zhi dan bertanya.


"Panggil saja hamba Meimei."


"Hamba bernama ... Panggil saja Bingbing."


Kedua pelayan itu tampak tidak canggung berhadapan dengan Tian Zhi, sebab baginya kaum pria hanyalah sebagai alat untuk berkembangbiak dan status kaum wanita lebih tinggi.


Tian Zhi hanya tersenyum dan segera menuju kamar mandi dengan diikuti oleh Meimei dan Bingbing. Sesampainya di kamar mandi, kedua pelayan itu melepaskan pakaian Tian Zhi.


Mereka langsung syok melihat bagian tubuh Tian Zhi yang super besar dan panjang, mereka berdua tidak pernah melihat ukuran ini dimiliki oleh kaum pria manapun. Meimei dan Bingbing menelan salivanya dan kedua matanya tidak berkedip.


"Kenapa? Apa tidak pernah melihat ini!" tanya Tian Zhi yang melihat kedua mata pelayan yang menatap tongkatnya, dengan menyunggingkan senyum bangga.


"Tidak pernah! Hamba hanya mendengar maupun mengetahui beberapa pria rata-rata memiliki ukuran ... Kurang dari 14 cm dan ketebalan 2 cm!" jawab Bingbing dengan jujur tanpa mengalihkan matanya saat berbicara.


Tian Zhi makin bangga dengan ukuran tongkatnya. Segera dia masuk ke dalam kolam khusus mandi, lalu membenamkan tubuhnya dengan bersandar di tepi kolam.


Kedua pelayan itu segera menanggalkan pakaiannya agar tidak basah saat membersihkan tubuh Tian Zhi, hanya menyisakan penutup bagian dada dan bawah.


"Benua Dewa ... Semoga aku mendapatkan Batu Keabadian yang tersisa ... Oh iya, Kitab Suci, aku menjadi penasaran isi di dalamnya, apakah benar berisi tentang pengetahuan alam semesta!" gumam Tian Zhi di dalam hatinya sambil memejamkan mata, dia selalu mengingat misinya.


Tian Zhi membuka mata ketika Meimei dan Bingbing menggosok tubuhnya dengan cairan sabun yang wangi dan khusus untuk wanita. Karena perlakuan khusus ini, Tian Zhi mulai terpengaruh, apalagi tongkatnya dengan sengaja selalu disentuh oleh mereka.


Tian Zhi yang diberikan kebebasan memperlakukan kedua pelayan Ratu Shima Yao, dia langsung menghajar lembah surga mereka tanpa ampun, dia ingin menunjukkan dominasi pria terhadap wanita.


Meimei dan Bingbing mengeluarkan suara erangan tanpa henti saat mencapai puncak berturut-turut. Dalam waktu singkat tidak sampai waktu satu dupa, Meimei dan Bingbing pingsan dengan wajah puas.


Tapi Tian Zhi yang belum mencapai puncak, terus menghajar lembah surga Meimei dan Bingbing tanpa henti, hingga lubang kotornya juga menjadi sasaran...


"Sayangnya mereka sudah tidak gadis lagi ... Tapi lumayanlah daripada tidak sama sekali!" ujar Tian Zhi sambil keluar dari kolam mandi setelah mengeluarkan air surganya.


Setelah waktu empat dupa berlalu, Ratu Shima Yao masuk ke dalam ruang rahasianya dan melihat Tian Zhi yang telah siap untuk melewati malam pertama mereka berdua.


Tian Zhi melihat Ratu Shima Yao yang telah berpakaian jenis Zhuyou - pakaian dalam ber-sulam yang biasa dikenakan oleh wanita istana, tubuhnya ramping dan tinggi semampai, dada berukuran 34B.


Tian Zhi melihatnya jelas berbinar-binar, apalagi dia mencium aroma kegadisan yang merembes diantara paha Ratu Shima Yao, dia tidak menduga jika Ratu Shima Yao masih suci.


Disaat Tian Zhi menikmati tubuh indah wanita yang berjalan menghampirinya, Ratu Shima Yao langsung duduk di pangkuannya dan mencium bibir Tian Zhi sambil melingkari leher dengan kedua tangan.


Tian Zhi dengan senang hati menyambut ciuman Ratu Shima Yao. Aksi mereka berdua dilihat oleh Bingbing dan Meimei yang selalu berdiri disudut ruangan, mereka tidak pergi karena diperintah oleh ratunya.


Entah sejak kapan kedua pasangan itu telah melepaskan pakaiannya, kini mereka tidak memakai sehelai kain yang menutupi tubuh. Tian Zhi yang memiliki segudang pengalaman dalam memuaskan wanita, dia membuat Ratu Shima Yao selalu berteriak kenikmatan ketika merasakan sentuhan.


Perlakuan Tian Zhi jelas berbeda dengan dua pelayan yang telah kehilangan kegadisannya, dia lebih lembut menangani Ratu Shima Yao dan telah membuatnya mencapai puncak berturut-turut tanpa mengandalkan tongkatnya. Dirasakan Ratu Shima Yao sudah siap, Tian Zhi mulai berjongkok diantara kedua kaki Ratu Shima Yao dengan memegang leher tongkatnya, lalu menggesek-gesek kepala tongkat di bibir lembah surganya...


Ratu Shima Yao melenguh ketika kepala tongkat suaminya menembus lembah surganya... Tian Zhi menghajar lembah surga Ratu Shima Yao berulang-ulang tanpa mengeluarkan air surganya, hingga membuat kekuatan setingkat Dewa Absolute level 95 kewalahan.


Tian Zhi juga tidak lupa menyerap energi Yin milik Ratu Shima Yao yang besar manfaatnya, apalagi masih murni. Seketika dantian-nya bergejolak, tanda akan menerobos, tapi Tian Zhi menahannya sampai Ratu Shima Yao kelelahan...