
Chapter 150. Kura-kura Hitam.
Seketika area dimana Tim Lima Falcon terkena serangan senjata menjadi porak-poranda, kepulan asap menutup area titik pusat ledakan. Setelah kepulan asap menghilang, terlihat tubuh Tim Lima Falcon sudah tidak utuh lagi, lengan, kaki dan sebagian dadanya telah terlepas dari tubuhnya.
Raja Li dan semua orang gemetaran melihat kekuatan senjata utama, mereka tidak menyangka kekuatan Dewa Tahta bisa dikalahkan dengan meriam.
Jelas mereka tidak tahu, sebab sumber kekuatan senjata utama berasal dari sepuluh energi Batu Kuno, sedangkan senjata meriam di lambung kanan dan kiri kapal perang menggunakan satu Batu Mistik setiap meriam, sebab itu daya tembaknya sangat kuat.
Jika Raja Li dan semua orang tahu bahan bakar meriam, mereka pasti muntah darah, karena Batu Mistik di Benua Venus sangat langka dan Batu Kuno tidak ditemukan di Benua Venus.
He Hua dan Miao Jiang segera keluar dari kapal perang, mereka berdua menghampiri musuhnya. Tian Zhi mengikuti dan disusul oleh semua orang.
Ketua Tim Lima Falcon yang masih hidup melihat He Hua dan Miao Jiang, dia ingin bicara tapi tidak mampu, akhirnya dia menutup mata untuk selamanya dengan tatapan penuh kebencian.
"Ini akibatnya jika kalian selalu berniat buruk kepada kita waktu itu!" geram He Hua dengan menendang kepala ketua Tim Lima Falcon.
Miao Jiang mengeledah tubuh musuhnya dan tidak menemukan sesuatu yang berharga di dalam lima cincin dimensi milik mereka. Lalu Miao Jiang memberikan lima cincin dimensi kepada Raja Li.
Raja Li dengan senang hati menerimanya, ketika diperiksa dia terkejut dengan banyaknya Batu Roh dan Pil Kultivasi. Raja Li langsung mengucapkan terima kasih kepada Tian Tian dan kekasihnya.
Pil Kultivasi tidak ada manfaatnya bagi kekuatan Tian Zhi dan kekasihnya, sedangkan Batu Roh mereka bertiga memiliki banyak, apalagi Tian Zhi yang memiliki segunung Batu Roh.
Kembali Tian Tian masuk ke dalam kapal perangnya dan diikuti oleh semua orang, dia ingin menyisir wilayah Barat untuk menemukan sumber cahaya. Li Jiancheng menunjukkan arah dimana tempat danau yang menjadi sumber cahaya hijau keluar.
"Disana ada binatang mistik yang menjadi penunggu danau, Kura-kura Hitam yang memiliki kekuatan Holy Dao," kata Li Jiancheng kepada Tian Zhi.
Tian Zhi mengangguk dan menggerakkan kapal perang menuju danau tidak terlalu cepat. Raja Li menceritakan tentang wilayah Barat terutama sejarah danau tersebut.
Danau itu bernama Danau Kura-kura Hitam dan penguasa wilayah Barat. Walaupun Kura-kura Hitam penguasa wilayah Barat, dia tidak pernah keluar dari tempatnya, sebab itu banyak Kultivator bebas berburu binatang mistik untuk mendapatkan intinya dan dagingnya untuk dijual. Selain berburu binatang mistik, biasanya kultivator menemukan tanaman langka.
Seandainya Benua Tengah ada jalur untuk menghindari lautan, sudah pasti akan menjadi tempat utama bagi kultivator untuk berburu.
"Kenapa tidak menggunakan kapal angkasa atau terbang saja untuk menuju Benua Tengah?" tanya Tian Zhi yang heran jika tidak ada yang menjelajahi Benua Tengah.
Raja Li geleng-geleng, dia berkata jika lautan tersebut dihuni banyak ikan terbang yang selalu menjatuhkan banyak kapal angkasa dan membunuh kultivator disaat melewati lautan. Selain ikan terbang, masih banyak binatang air yang mampu melompat tinggi untuk memangsa kultivator, salah satunya yang berbahaya adalah gurita raksasa.
"Nanti aku buatkan jalur kesana!" janji Tian Tian kepada Raja Li bisa menjelajahi Benua Tengah, "tapi jangan katakan kepada siapapun jika aku yang membuat jalur. Katakan saja jika dua bidadari yang membuat jalurnya." lanjutnya dan mewanti-wanti Raja Li.
Tian Zhi bertujuan untuk mengharumkan nama kekasihnya agar dikenal banyak orang, dia tidak ingin namanya dikenali. Raja Li dan semua orang jelas senang dengan bantuan dari Tuan Muda.
Tidak terasa sambil berbicara kapal perang telah dekat dengan Danau Kura-kura Hitam. Tian Zhi menghentikan laju kapal perangnya dan memeriksa Danau Kura-kura Hitam yang tampak tenang.
Di danau itu terlihat Kura-kura Hitam sedang mengambang tampak menikmati hidupnya, ukurannya sangat besar lebar diameter cangkangnya mencapai tujuh meter, panjang dari kepala hingga ekor menjadi empat belas meter, warnanya memang hitam dan setiap lekukan cangkangnya berwarna kehijauan.
"Itu dia penguasanya," ucap Li Jiancheng.
"Mungkin sinar hijau itu keluar dari cangkangnya ketika terkena cahaya bulan!" tebak He Hua saat melihat serat hijau pada cangkang Kura-kura Hitam sedikit memantulkan cahaya.
Tian Zhi mengangguk paham, dia telah memeriksa kedalaman Danau Kura-kura Hitam dengan Mata Dewa dan tidak ada hal istimewa, hanya beberapa tanaman langka usia dibawah 500 tahun, Tian Zhi tidak berniat untuk mendapatkan tanaman langka, sebab dia sudah banyak memilikinya yang dia dapatkan dari Dunia Wanita.
Berbeda dengan Raja Li dan semua orang, mereka terlihat ingin mengambilnya tapi takut dengan Kura-kura Hitam. Sebelum Tian Zhi memutar kapal perangnya, He Hua berbicara, "taklukkan saja Kura-kura Hitam, kan lumayan buat binatang penjaga mu, dia memiliki pertahanan yang kuat."
Semua orang mengangguk mendukung ucapan He Hua, padahal mereka berharap Tian Zhi menjinakkan Kura-kura Hitam, lalu bisa memanen tanaman langka.
Tian Zhi yang ditatap banyak mata hanya bisa menghela nafas berat, dia enggan menjinakkan bintang yang lemah, jika seperti Long De dan Bai Hu yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute tanpa diminta pun sudah pasti menjinakkan Kura-kura Hitam.
Akhirnya Tian Zhi keluar dari kapal perang dan diikuti banyak orang yang seperti tidak mau lepas darinya. Sedangkan si Kura-kura Hitam yang merasakan kehadiran banyak orang segera menenggelamkan diri ke dalam air.
"Roar!"
Raungan Naga Bumi setelah keluar dari tubuh tuannya. Sontak Raja Li dan semua orang terduduk lemas melihat naga yang besar sedang melayang di atas Danau Kura-kura Hitam.
"Taklukkan binatang kecil yang bersembunyi di dalam air!" perintah Tian Zhi kepada Naga Bumi.
Naga Bumi mengangguk paham dan melihat ke dalam danau. Si Kura-kura Hitam yang tahu ada naga jelas ketakutan dengan bersembunyi di dalam cangkangnya.
Heh Hua dan Miao Jiang melirik Li Jiancheng yang juga terduduk lemas melihat Naga Bumi, kedua wanita itu senang bisa membuat pesaingnya ketakutan.
"Roar!"
Sekali lagi Naga Bumi mengaum, lalu menukik ke danau, "Byurr!" suara cipratan air ketika Naga Bumi membuat air Danau Kura-kura Hitam meluber keluar. Dengan santainya Tian Zhi dan kekasihnya menepis dengan tangan agar air danau tidak mengenainya. Sedangkan Raja Li dan semua orang buru-buru terbang menghindar air danau.
Tidak butuh waktu lama Naga Bumi telah keluar dari danau dengan mengigit Kura-kura Hitam, "Swosh" lalu melemparkannya di tanah. Cangkang Kura-kura Hitam bergetar ketika menancap tanah, sedangkan Naga Bumi kembali ke dalam tubuh Tian Zhi.
Kemudian Tian Zhi menghampiri si Kura-kura Hitam dan berdiri di cangkangnya. Raja Li dan semua orang buru-buru mengambil tanaman langka, kecuali Li Jiancheng yang melompat ke punggung Tian Zhi.
"Kamu hebat!" pujian Li Jiancheng dan memberikan ciuman di pipi Tian Zhi.
"Hei! Cepat lepaskan!" bentak He Hua dan Miao Jiang sambil menarik pergelangan Li Jiancheng yang telah terkunci rapat di leher kekasihnya, sambil menyembunyikan wajahnya di leher Tian Zhi.
Tian Zhi menghela nafas tak berdaya melihat tiga wanita selalu bersaing semenjak bertemu. Disaat dua wanita saling menarik Li Jiancheng agar turun dari punggung kekasihnya, si Kura-kura Hitam bergerak.
"Tuan, ampuni aku! Aku akan tunduk!" mohon si Kura-kura Hitam yang bisa berbicara.
Suaranya seperti anak laki-laki usia 7 tahun. He Hua dan Miao Jiang berhenti menarik pergelangan tangan Li Jiancheng, mereka melihat si Kura-kura Hitam yang masih bersembunyi di cangkangnya.
Tian Zhi turun dari cangkang dan membuat si Kura-kura Hitam mengeluarkan nafas lega. Kemudian kepala Kura-kura Hitam keluar perlahan dari Cangkang untuk melihat sekeliling.
Si Kura-kura Hitam melihat tangan Tian Zhi terangkat dan buru-buru dia menyembunyikan kepalanya, dia pikir Tian Zhi akan memukul. Padahal Tian Zhi hanya menepuk-nepuk cangkangnya saja.
"Ki... kita buat kontrak jiwa," kata Tian Zhi kepada Kura-kura Hitam, nada suaranya sedikit tergagap ketika Li Jiancheng mencium lehernya hingga membekas dengan tanda merah.
He Hua dan Miao Jiang kembali menarik Li Jiancheng agar turun dari punggung kekasihnya, mereka berdua makin jengkel mengetahui tindakan Li Jiancheng.
"Kurang ajar kamu! Kita saja tidak pernah melakukannya...!" bentak Miao Jiang yang tidak terima leher kekasihnya di beri ******.
Akhirnya Tian Zhi melerai mereka dengan meminta Li Jiancheng turun. Tian Zhi garuk-garuk kepalanya melihat kekasihnya dan Li Jiancheng masih beradu mulut.
Lalu Tian Zhi mengalirkan energi spiritual kepada Kura-kura Hitam untuk mengikat kontrak jiwa. Demikian juga dengan Kura-kura Hitam yang menyatukan energi spiritual.
Tidak berselang lama, si Kura-kura Hitam mengecil dan masuk ke dalam tubuh tuannya, dia tinggal di bagian perut dengan membentuk sebuah tato. Saat Kura-kura Hitam membentuk tato di perut, Tian Zhi merasakan dantian terlindungi oleh cangkang.
Tujuan kura-kura Hitam berada di perut Tian Zhi untuk memberikan perlindungan. Berhubungan memiliki Jirah Perang Dewa Binatang, Tian Zhi sebenarnya tidak perlu dilindungi lagi, tapi dia tidak mempermasalahkannya menganggap ini sebagai perlindungan ekstra.
Tian Zhi membalikkan badan dan melihat ketiga wanita itu tiba-tiba akur, "apa yang terjadi dengan mereka?" batinnya yang heran. Tian Zhi mengangkat kedua bahunya tanda tidak mau mengurusi masalah wanita.
Kini Tian Zhi memiliki tiga binatang penjaga yang akan selalu bersamanya hidup dan mati. Segera Tian Zhi berkomunikasi dengan Kura-kura Hitam perihal cahaya hijau.
Kura-kura Hitam mengatakan, jika cahaya hijau itu keluar dari cangkangnya ketika terkena pantulan sinar bulan, dia juga memperkenalkan dirinya yang ternyata memiliki nama, namanya Zhou Gui.
Tian Zhi dan semua orang akhirnya kembali ke Kerajaan Li, setelah Raja Li dan semua orang selesai memanen tanaman langka di Danau Kura-kura Hitam dan sekitarnya.