Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 299. Menemui Zhi Zixuan.


Chapter 299. Menemui Zhi Zixuan.


Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin saling bertukar pandangan, lalu mereka menatap Tian Zhi. Jika Tian Zhi tidak memiliki Api Suci Petir Asyura dan lebih kuat, mereka berdua sudah pasti akan memukulinya.


Berhubung Api Suci Petir Asyura sangatlah langka dan tidak mungkin ditemukan dalam kurun waktu 1.000 tahun lebih, maka mereka berdua memutuskan untuk mendapatkan tunas Api Suci Petir Asyura.


Zhou Qionglin menarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Dengan hati berdebar-debar, dia berjalan mendekati Tian Zhi. Lalu dia duduk di paha kiri Tian Zhi.


Zhou Qionglin tersentak kaget saat Tian Zhi memeluk pinggangnya, dia hanya bisa memegang pakaian untuk menahan rasa gelisah, baru kali ini dia berdekatan dengan pria lain, selain ayahnya.


Sedangkan Dewi Alkemis, dia perlahan membuka topengnya untuk pertama kali dihadapan pria. Tian Zhi yang melihat wajah asli Dewi Alkemis tidak heran, sebab dia sejak awal sudah mengetahuinya dengan Mata Langit.


"Kalian berdua memang kecantikan dari langit!" pujian Zhi Shimo kepada mereka, lalu dia menepuk paha kanan agar Dewi Alkemis duduk.


Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin tidak menanggapi ucapan Tian Zhi. Dewi Alkemis melihat wajah Zhou Qionglin yang menjadi merah karena malu, lalu mendekati Tian Zhi dan duduk di paha kanannya.


Seperti Zhou Qionglin, perasaan Dewi Alkemis juga berdebar-debar, seumur hidupnya baru pertama kali ditaklukkan oleh pria. Biasanya dia selalu pegang kendali setiap pria yang mendekatinya.


Kedua tangan Tian Zhi mulai bergerilya di tubuh mereka berdua. Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin memejamkan mata agar tidak melihat apa yang akan dilakukan oleh Tian Zhi, tapi mereka masih bisa merasakan tangan Tian Zhi yang menjelajahi tubuhnya.


Tiba-tiba Tian Zhi berhenti saat akan memegang buah kenyal mereka, lalu dia bertanya, "aku dengar kalian berdua memiliki suami, apakah benar?


Spontan Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin membuka mata dan melihat wajah Tian Zhi. Mereka tidak menyangka Tian Zhi akan bertanya seperti ini.


"Aku belum menikah, tapi dulu memang sempat akrab dengan pria, tapi tidak pernah sedekat ini!" jawab Zhou Qionglin dengan jujur.


Tian Zhi tersenyum tipis karena dia telah membaca ingatan Zhou Qionglin. Lalu dia menunggu jawaban Dewi Alkemis. Zhou Qionglin menatap wajah Dewi Alkemis, dia tahu sejarah sahabat ini.


"Apakah kamu akan membenci wanita yang sudah tidak lagi ...?" tanya Dewi Alkemis yang enggan melanjutkan perkataannya, sebab dia sangat malu.


Tian Zhi paham dengan perkataan Dewi Alkemis, lalu dia berkata, "gadis atau tidak, itu bukan masalah bagiku. Jadi, apakah benar kamu sudah bersuami?"


Dewi Alkemis menghela napas lega, lalu dia menceritakan tentang masa lalunya dengan singkat, "dulu aku memang pernah memiliki suami, tapi dia terbunuh oleh musuhnya. Sejak itu aku selalu menggunakan topeng."


Ya, Dewi Alkemis memang dulu pernah menikah saat usia 19 tahun dan suaminya berusia 425 tahun, terpaut sangat jauh. Suaminya bernama Ming Jinghai, salah satu peserta Konferensi Tianwu.


Setelah menikah dan hidup bersama kurang dari satu tahun, Ming Jinghai pergi menuju ke Alam Tianwu bersama ayahnya yang bernama Ming Zihan, dengan tujuan untuk mengikuti kompetisi antar galaksi.


Singkat cerita, Ming Jinghai dibunuh oleh musuhnya yang bernama Zhi Shimo si Dewa Binatang. Terbunuhnya Ming Jinghai setelah Konferensi Tianwu berakhir, dimana dia berniat untuk membalas dendam setelah dikalahkan sebanyak tiga kali. Selain itu, ayahnya dibunuh oleh Dewa Binatang saat Konferensi Tianwu baru saja berakhir.


Karena dendam membutakan mata hati, Ming Jinghai tetap saja untuk membalas dendam kepada Dewa Binatang. Ya, pada akhirnya dia mati menyusul ayahnya. Sedangkan Keluarga Besar Ming dimusnahkan oleh Dewi Cahaya.


Semenjak saat itu Zhi Xinxin menjadi seorang janda dan menutup wajahnya dengan topeng karena malu akan statusnya, lalu dia mendeklarasikan dirinya sebagai Dewi Alkemis. Sejak itu, nama Zhi Xinxin menghilang dari kehidupan, yang ada hanya nama Dewi Alkemis sebagai identitas baru.


Tian Zhi terbatuk-batuk saat mendengar nama Ming Zihan dan Ming Jinghai, sebab dialah pelaku yang membunuh suami dan ayah mertua dari Dewi Alkemis.


"Kenapa kamu?" tanya Dewi Alkemis yang merasa aneh melihat reaksi Tian Zhi.


"Tidak kenapa-kenapa! Aku hanya membayangkan berada pada di posisi mu dan membuat dada ini sesak. Aku merasakan apa yang kamu rasakan!" alasan Tian Zhi dengan nada iba mendengar masa lalu Dewi Alkemis.


Hati Dewi Alkemis merasa terharu dengan sikap Tian Zhi. Lalu dia tiba-tiba mencium bibir Tian Zhi. Zhou Qionglin melongo melihat reaksi sahabat yang ternyata lebih agresif.


Tian Zhi menyambut ciuman Zhi Xinxin, dia tidak lagi canggung seperti sebelumnya. Dengan Zhi Xinxin yang akhirnya ditaklukkan, Tian Zhi lebih bisa menikmati saat bercinta.


Dihadapan Zhou Qionglin, Tian Zhi melepaskan pakaian Zhi Xinxin dan membelai lembut buah kenyalnya yang padat berisi, lalu dia melepaskan ciuman bibir dan berganti pada buah kenyalnya.


Zhi Xinxin melenguh lirih saat buah kenyalnya dilahap oleh Tian Zhi dengan rakus, dia menekan kepala Tian Zhi di dadanya. Tangan kiri Tian Zhi tidak tinggal diam, dia memasukkannya dibawah pakaian Zhi Xinxin.


"Hmm!!" lenguhan panjang Zhi Xinxin saat gua surganya yang basah tersentuh tangan Tian Zhi.


Zhi Xinxin melihat Zhou Qionglin yang melongo saja. Dia meraih leher Zhou Qionglin agar mendekat bibir dan menciumnya.


Sontak Zhou Qionglin kaget, ingin menarik kepalanya tapi kalah tenaga. Namun, dia merasakan sensasi kenikmatan saat berciuman. Zhou Qionglin tidak tinggal diam, dia melepaskan pakaian Tian Zhi.


Saat melihat tongkat besar milik Tian Zhi, mereka berdua terbelalak untuk sesaat. Zhi Xinxin yang telah berpengalaman, dia berinisiatif untuk memegang tongkat Tian Zhi dan kembali mencium bibir Zhou Qionglin...


...****************...


Saat berada di depan pintu Paviliun Pil Langit, He Hua melihat Zhou Qionglin dan Dewi Alkemis yang terlihat kelelahan. Mereka juga melihat He Hua yang bersama dengan keluarga besarnya.


"Apa kalian mencari Yang Mulia?" tanya Dewi Alkemis.


"Iya, bukannya suamiku menemui mu, kemana dia?" jawab He Hua dan bertanya balik, sambil dia mengamati perubahan fisik Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin.


"Yang Mulia tadi keluar terburu-buru! Beliau mengatakan, ada seseorang yang ingin bertemu dengannya!" jawab Dewi Alkemis dan sedikit menceritakan tentang pertukaran Api Asyura.


Setelah Tian Zhi berkultivasi ganda, dia memberikan tunas Api Suci Petir Asyura kepada Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin, dia juga mendapatkan benih Api Benturan Komet.


Ketika baru selesai menyatu dengan benih Api Benturan Komet, Tian Zhi mendengar suara telepati dari seseorang pria tua yang ingin bertemu dengannya. Biasanya Tian Zhi tidak memperdulikan komunikasi telepati dari siapapun yang tidak berkepentingan, berhubung pria yang ingin bertemu memiliki kekuatan True Alfa level 91, mau tidak mau dia harus menyempatkan diri untuk menemui.


".... Beliau hanya berkata, agar kita semua tidak keluar dari Formasi Perlindungan sebelum dia kembali," kata Dewi Alkemis yang menyampaikan pesan Tian Zhi kepada He Hua dan semua istrinya.


"Bagaimana gestur wajahnya, apa serius atau tampak biasa saja?" selidik He Hua setelah Dewi Alkemis selesai berbicara.


"Sangat serius! Aku tidak pernah melihat beliau seserius ini!" jawab Dewi Alkemis, sebelum He Hua bertanya lagi, dia mengajak keluarga besar Tian Zhi masuk ke Paviliun Pil Langit.


He Hua dan keluarga besarnya memutuskan untuk menunggu Tian Zhi di Paviliun Pil Langit...


...****************...


Jauh dari ibukota Kerajaan Guang, tepatnya berada di sebuah Kedai Tengah Hutan. Kedai Tengah Hutan dibangun di pinggir jalan yang menghubungkan antara dua kota kecil, tapi masih termasuk wilayah Kerajaan Guang.


Pemilik kedai dan para pengunjung segera berdiri saat melihat Kaisar Tian yang tiba-tiba muncul di depan kedai. Mereka membungkuk sebagai penghormatan. Tian Zhi mengangkat tangan kanan agar mereka melanjutkan aktivitasnya.


Namun, mereka malah meninggalkan Kedai Tengah Hutan karena ketakutan, hanya tersisa pemilik kedai dan dua pelayannya.


Lalu Tian Zhi melihat salah satu pria tua yang tidak ikut memberikan hormat, dia menduga jika orang tersebut yang ingin bertemu dengannya. Lalu dia menghampiri orang itu.


Pria tua itu berbadan gemuk, tinggi badannya 167 cm, matanya sipit dan tatapan tajam, kekuatan jauh dari Tian Zhi, berada di tingkat True Alfa level 91. Sedangkan Tian Zhi berada di tingkat Half Alfa level 63, naik 3 level setelah menyatu dengan benih Api Benturan Komet dan berkultivasi ganda. Pria tua itu adalah Zhi Zixuan.


"Maaf, telah membuat Yang Mulia harus datang menemui saya! Silahkan duduk, Yang Mulia," sapa Zhi Zixuan tanpa berdiri.


Tian Zhi segera duduk dan melihat di meja telah tersedia dua porsi hidangan daging tumis bawang putih dan dua kendi arah. Lalu Tian Zhi bertanya dengan sopan, "kalau boleh tahu, siapa nama Yang Mulia?"


Zhi Zixuan sedikit terkejut Tian Zhi tidak mengenali, padahal namanya terkenal di Alam Keabadian dan Alam Mahadewa, bahkan dikenali sampai ke Benua Dewa. Namun dia teringat jika Tian Zhi lahir di Benua Awan Timur dan mungkin memang tidak mengenalinya.


Sebelum menemui Tian Zhi sesuai perintah dari Zhi Shaosheng, dia telah menyelidiki identitasnya dengan bertanya kepada Zhi Shirong, dia juga meminta informasi dari Patriark Zhi Boqin yang pernah bertemu dengan Tian Zhi.


"Zhi Zixuan, panggil saja senior Zixuan. Saya penasihat Klan Zhi," ucap Zhi Zixuan dengan menyebut identitas aslinya.


Tian Zhi sedikit terkejut mengetahui status orang tua dihadapannya, dia menduga Zhi Zixuan ini melihatnya saat berada di lokasi ledakan Piramida Sihir tempo hari.


"Maaf, Senior Zixuan, saya memang baru mengenali Anda! Kalau boleh tahu, apa tujuan Anda memanggil saya?" tanya Tian Zhi yang tidak perlu berbasa-basi dihadapan orang yang lebih kuat darinya.


Zhi Zixuan tertawa ringan sambil mengambil supit dan mencapit daging tumis lalu memakannya. Setelah itu, dia bertanya, "apakah Yang Mulia tahu tentang acara pertemuan besar Keluarga Besar Zhi?"


"Iya, saya mendengar acara tersebut yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini!" jawab Tian Zhi.


"Apakah Anda mengenal leluhur pertama Klan Zhi, Zhi Shaosheng?" tanyanya sekali lagi.


"Tidak!" jawab Tian Zhi yang berbohong, karena tidak ingin siapapun tahu jika dialah yang memusnahkan Klan Xiang dan Mu.


Zhi Zixuan tersenyum tipis saat tahu Tian Zhi telah berbohong, lalu dia mengambil satu kendi arak dan meminumnya tanpa perlu menuangkan ke dalam cangkir.


Sebenarnya, didalam hatinya sangat marah telah dibohongi, namun demi tujuannya yang menginginkan Zhi Shirong menjadi Patriark, dia berusaha menahan emosinya.


Setelah meletakkan kendi arak, dia berbicara, "aku tahu siapa kamu... Putra tunggal yang telah membunuh kedua orangtuanya sendiri...,"


Zhi Zixuan berhenti berbicara untuk melihat reaksi Tian Zhi. Jelas Tian Zhi terkejut, saat orang dihadapannya tahu dia telah membunuh Dewi Salju dan Dewa Es Abadi, padahal dia sudah menggunakan ilusi dan Tubuh Ganda untuk mengelabuhi Zhi Shirong dan Dewi Seribu Wajah.


Namun keterkejutannya segera menghilang. Tian Zhi mengingat-ingat kembali kejadian sebelum membunuh Dewa Es Abadi dan Dewi Salju. "Apakah Zhi Jianying tahu?" batinnya.


"Atau... Jangan-jangan dia berhubungan dengan si Yaksa?" tebaknya di dalam hati saat teringat kalau Maharaja Yaksa selalu mengawasinya, dia segera mencari cara untuk menjauhkan Zhi Zixuan dari wilayah Kerajaan Guang.