
Chapter 158. Third Eye Stone.
Tian Zhi menuju kamar pribadinya sambil menunggu He Hua yang sedang mengantar Permaisuri Ling, Li Jiancheng dan Ling Xuan untuk memilih kamar pribadi selama mengikuti Tian Zhi.
Tian Zhi membaringkan tubuhnya sambil menunggu He Hua, dia sedang memikirkan metode pemanggilan peserta kompetisi Duel Sage yang unik. Melihat lubang portal dimensi yang sama seperti di Benua Bintang, Tian Zhi menerka-nerka jika pelaku yang membuat lubang portal dimensi adalah orang yang sama, tapi dia tidak tahu tujuan si pelaku.
Karena tidak bisa menebak tujuan si pelaku pembuat lubang portal dimensi, Tian Zhi segera menyerap patung emas Dewa Binatang tanpa harus menuju ruang pembendaharaan, karena dia berada di dalam cincin dimensinya sendiri.
Tian Zhi tersenyum melihat reaksi cincin dimensi mengeluarkan sinar berwarna biru muda, merupakan tanda Batu Keabadian jenis Third Eye Stone. Lalu Jirah Perang Dewa Binatang juga berubah, kini memiliki sayap.
Tian Zhi buru-buru beranjak dari tempat tidur dan keluar dari mansion untuk mencoba perubahan Jirah Perang Dewa Binatang yang memiliki sayap.
He Hua yang akan masuk sempat kaget melihat reaksi kekasihnya yang keluar dari kamar dengan tergesa-gesa, dia pun mengikuti dan terpesona melihat sayap berwarna keemasan dipunggung Tian Zhi yang terhubung dengan jirah-nya.
"Wow! Indahnya!" seruan He Hua yang melihat Tian Zhi terbang sangat cepat dan kembali ke posisi semula dalam sekejap mata.
"Coba serang aku dengan kekuatan penuh!" pinta Tian Zhi kepada He Hua sambil sayapnya mengepak dengan lembut.
He Hua mengangguk dan mengepalkan tangan kanannya yang mengeluarkan kekuatan penuh. Ketiga wanita yang berada di dalam mansion segera keluar lagi saat mendengar suara Tian Zhi yang tampak menantang seseorang. Saat ketiga wanita itu keluar, He Hua melepaskan serangan dari bawah ke atas.
Swosh...
Kepalan tangan He Hua berubah bentuk menjadi seperti kepala burung Merak. Tian Zhi yang menjadi sasaran uji coba mengepakkan sayapnya dengan cepat dan telah muncul di belakang serangan He Hua.
Boom...
Ledakan hebat di dalam cincin dimensi, ketika serangan He Hua tidak mengenai sasaran. Tian Zhi tersenyum puas dengan kecepatannya setelah memiliki sayap.
Permaisuri Ling, Li Jiancheng dan Ling Xuan melongo, mereka seakan-akan melihat Tian Zhi menembus serangan He Hua tanpa terluka. Sedangkan He Hua terbang menghampiri Tian Zhi dan langsung meminta gendong di depan.
"Hebat kecepatan sayap emas ini! Apakah sayap ini juga bagian dari patung emas Dewa Binatang?" pujian He Hua dan bertanya.
"Iya benar!" jawab Tian Zhi dengan tubuh kembali normal, lalu dia turun dengan berlahan sambil mengecup bibir He Hua.
"Apakah kamu tidak bisa membuatnya? Aku juga ingin memilikinya!" minta He Hua dengan manja, dia berharap kekasihnya mampu membuat jirah seperti yang dilihat.
Tian Zhi berpikir sejenak untuk memperkirakan waktu dan kemampuan membuat jirah bagi kekasihnya. Selain itu, bahan juga dia perhitungan, dia tidak memiliki bahan seperti Sky Stone, Fuse Stone, Enhance Stone silver dan lain sebagainya.
Jika hanya besi tempa, kristal hitam dan giok kasar dia masih memiliki banyak, ketiga bahan itu tidak bisa ditinggalkan karena dasar untuk membuat persenjataan jenis apapun.
"Aku bisa membuatnya, tapi material yang dibutuhkan menjadi kendala," kata Tian Zhi dengan jujur.
"Apa yang dibutuhkan untuk membuat jirah bersayap?" tanya He Hua, dia akan mencarikan apa yang dibutuhkan dalam pembuatan jirah bersayap jika dia bisa.
"Tidak perlu dipikirkan sekarang, kita bisa cari di Dunia Duel Sage!" jawab Tian Zhi yang tidak ingin kekasihnya kebingungan mencari materialnya.
He Hua tersenyum dan mengangguk, lalu dia memberi ciuman sebagai bentuk rasa sayangnya, dan berbisik, "aku ingin ... !" dengan tersipu malu setelah berbisik dia membenamkan wajahnya di leher Tian Zhi.
Tian Zhi tertawa bahagia memiliki He Hua yang cantik dan menggemaskan. Mengingat sewaktu di pertemuan pertama kali, mereka bertiga seperti kucing dan anjing yang tidak bisa akur jika bertemu.
Tian Zhi sambil menggendong He Hua menuju mansion, namun melihat ketiga wanita di depan pintu terlihat cemburu membuat Tian Zhi berhenti di depan mereka.
He Hua menoleh kebelakang dan berbicara, "dia milikku dan aku yang pertama?" kata He Hua yang ingin menunjukkan dominasinya terhadap Tian Zhi, dia ingin mengingatkan mereka bertiga akan statusnya di hati Tian Zhi. Lalu dia kembali membenamkan wajahnya di leher Tian Zhi dengan tersenyum puas bisa meluapkan isi hatinya.
Ketiga wanita itu mendengus dan menghiraukan ucapan He Hua dengan melihat Tian Zhi kembali, mereka hanya berharap Tian Zhi bisa berperilaku adil.
Tian Zhi yang dilihat ketiga wanita sedikit berpikir, lalu dia berbicara, "ya, dia memang yang pertama. Tapi, aku janji akan selalu memberlakukan sikap adil dan merata bagi pasangan Dao-ku. Namun segala aturan dan keputusan tetap berada di tangan Hua'er?"
Ucapan Tian Zhi yang tegas membuat He Hua kembali tersenyum puas dan mencium lehernya hingga meninggal tanda kepemilikan berbentuk ******.
Ketiga wanita itu yang selalu menjadi prioritas di tempatnya sedikit cemberut, namun apa boleh buat, cinta memang buta dan mereka hanya mengangguk paham.
"Bagus! Memang sikap seorang pria harus seperti ini jika ingin terus dihargai oleh pasangannya!" pujian Permaisuri Ling.
He Hua melihat Permaisuri Ling dan tersenyum tipis, lalu dia turun dari gendongan Tian Zhi dan menggenggam tangannya.
"Tenang saja, aku tidak akan egois...!" kata He Hua yang enggan melanjutkan ucapannya karena menyangkut hubungan intim, dia dan Miao Jiang saja tidak sanggup melayani Tian Zhi saat berhubungan intim bagaimana dengan mereka yang memiliki basis kultivasi rendah.
"Ayo kita kembali ke kamar!" ajak He Hua yang tidak sabaran ingin berduaan dengan Tian Zhi.
Baru beberapa langkah, medali emas milik Tian Zhi dan perak milik He Hua bergetar dan mengeluarkan cahaya dalam sekejap. He Hua menghela nafas berat saat keinginannya selalu tertunda. Tian Zhi tertawa ringan mengetahui perasaan He Hua.
Lalu keluar suara dari medali emas dan perak.
("Seluruh peserta kompetisi Duel Sage diharapkan segera berkumpul di Kota Beladiri ... Jika tidak datang lebih dari dua hari, maka peserta akan dipulangkan otomatis secara acak.")
Tian Zhi dan He Hua saling bertukar pandangan, karena orang yang berbicara itu tidak memberitahukan tujuannya memanggil semua peserta kompetisi Duel Sage. Yang membuat He Hua dan Tian Zhi, ucapan orang itu ada sedikit ancaman jika tidak datang.
"Berarti tidak hanya kita saja yang dipanggil dengan cara unik?" tanya Tian Zhi.
"Iya, tapi tidak semua pemilik medali tahu. Beruntung kita dipanggil dengan cara yang menghebohkan ... Jika tidak, sampai kapanpun kita tidak akan tahu dan gagal mengikuti kompetisi Duel Sage. Kompetisi yang diidamkan oleh semua orang yang usianya di bawah seribu tahun, takkan ada yang mau melewatkan karena prestisius bagi para pesertanya...," jawab He Hua dan kembali menceritakan pengalamannya.
Kompetisi Duel Sage sungguh misterius; tidak ada yang tahu kapan mulai akan diadakan. Aturannya juga selalu berubah-ubah dalam setiap kali diadakan. Hadiahnya juga bervariasi, tergantung aturan. Setiap peserta selalu memiliki kekuatan yang tidak terduga.
Tian Zhi mengangguk paham dan makin penasaran dengan kompetisi Duel Sage. Ketiga wanita itu tampak ingin ikut.
"Apakah kita bisa ikut?" tanya Li Jiancheng yang berharap bisa membuat namanya dikenali banyak orang.
"Tidak bisa, karena minimal peserta memiliki kekuatan di tingkat Dewa Matahari yang bisa mengikuti kompetisi Duel Sage dan semua peserta adalah pilihan dan lulus seleksi yang super ketat dan berat!" jawab He Hua kepada Li Jiancheng.
Li Jiancheng dan Ling Xuan menghela nafas tak berdaya. Kekuatan setingkat Nirwana sangatlah jauh dari kekuatan Dewa Matahari, ibarat langit dan bumi, cukup terkena aura kekuatan saja mampu membunuhnya. Ini seperti Tian Zhi dan Raja We, dimana Tian Zhi hanya menepuk bahu Raja Wei sudah mampu menyegel semua kekuatan, padahal kekuatan Raja Wei berada di tingkat Holy Tyrant, apalagi jika kekuatannya berada di tingkat Nirwana...
Tian Zhi mengeluarkan lima belas botol giok yang berisi Pil Kultivasi tingkat Peri Langit, pil yang mampu membuat kekuatan menerobos dengan cepat hingga naik ke tingkat Monarch. Setiap botol giok berisi sepuluh butir pil.
"Jika kalian tidak ingin ketinggalan semakin jauh dari He Hua dan Miao Jiang, berkultivasi lah disini dengan giat. Segala kebutuhan kalian akan aku cukupi sampai kekuatan kalian berada di tingkat Dewa Absolute," kata Tian Zhi dengan memberikan lima botol giok setiap orang.
Li Jiancheng, Ling Xuan dan Permaisuri Ling kegirangan, mereka langsung menerima pemberian Tian Zhi. Lalu Li Jiancheng memberikan ciuman sebagai bentuk ucapan terima kasihnya. Ling Xuan juga tidak ketinggalan, dia mencium sambil diam-diam menggoda tongkat Tian Zhi.
Setelah Ling Xuan, disusul ibunya yang juga memberikan ciuman di pipi sebagai bentuk rasa terima kasihnya. Setelah itu, Permaisuri Ling berbicara dengan telepatinya kepada Tian Zhi, "aku akan selalu melayani kamu sampai puas ... Apapun yang kamu minta asal masuk akal, aku akan berikan."
Tian Zhi tersenyum puas dan mengangguk paham. Lalu dia kembali memberikan janji, "setelah kalian menerobos ketingkat Prajurit Dewa, aku akan berikan kalian teknik kultivasi khusus yang bisa dengan cepat naik tingkat."
"Baiklah, kita keluar! Kalian jangan pernah kendur dalam berkultivasi!" sela He Hua yang tidak ingin kekasihnya selalu memberikan banyak janji, dia juga tidak ingin Tian Zhi menerima lagi ciuman dari ketiga wanita itu.
Permaisuri Ling yang berpengalaman hanya tertawa renyah, dia paham betul perasaan He Hua sebagai sesama wanita, karena itu dia tidak pernah tersinggung dengan ucapan He Hua yang selalu ingin menang sendiri.
Miao Jiang tiba-tiba berhenti dari kultivasi tertutup dan buru-buru keluar dari kamar pribadi, dia melihat semua orang, "apakah kalian juga mendapat panggilan?" tanyanya sambil berjalan tergesa-gesa.
"Iya, ayo kita menuju ke Kota Beladiri!" ajak He Hua yang makin bersemangat dengan adanya Miao Jiang.
Namun, Miao Jiang terlihat murung, bukan karena tidak senang mengikuti kompetisi Duel Sage, tapi dia tidak percaya diri dengan kekuatannya yang sekarang.
"Tapi... Kekuatan ku jauh dari kalian dan akan menjadi beban saja jika ikut!" ungkap hati Miao Jiang yang membuatnya murung.
He Hua tertawa kecil dan memeluk Miao Jiang, "dulu kamu juga berkata begitu... Tapi nyatanya, kita mampu menduduki peringkat lima besar waktu itu. Sudahlah ikut saja, toh, kita dan semua peserta tidak tahu apa yang akan terjadi di kompetisi Duel Sage!" ucap He Hua untuk memberikan semangat.
Memang dulu mereka berdua tidak pernah membayangkan menjadi juara di lima besar. Kompetisi Duel Sage mereka ikut lima tahun yang lalu, entah kebetulan atau tidak, setiap lawan-lawannya mampu dikalahkan dengan mudah, walau masih harus dengan susah payah, tapi tidak sampai membahayakan jiwa.
"Juara satu sampai tiga, siapa mereka?" tanya Tian Zhi kepada He Hua dan Miao Jiang, dia penasaran dengan lawan kekasihnya.
"Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao!" jawab He Hua.
"Lu Bai pandai dalam hal strategi membaca kekuatan lawan. Yang Wei sebagai eksekutor. Sedangkan Yuan Shao ahli dalam Formasi Array dan andalannya membuat ilusi," sambung Miao Jiang yang masih hafal dengan lawannya dulu.
"Apakah kalian tidak bertemu dengan Ketua Wei Yan jika menjadi peserta?" tanya Tian Zhi, hal ini yang selalu mengganjal pikirannya.
"Tidak masalah, kan kompetisi ini bebas dan tidak ada hubungannya dengan mantan murid atau yang lainnya!" jawab He Hua yang tidak peduli jika bertemu dengan mantan gurunya.
Tian Zhi hanya mengangguk paham dan juga tidak peduli dengan status. Lalu dia berpamitan kepada Permaisuri Ling dan dua kekasih kecilnya. Kemudian Tian Zhi keluar dari cincin dimensi bersama He Hua dan Miao Jiang...
Tian Zhi telah mendapatkan petunjuk untuk menemukan Third Eye Stone, selanjutnya dia akan mencari Batu Keabadian setelah mengikuti kompetisi Duel Sage, yang sebenarnya tidak pernah dia duga-duga menjadi salah satu pesertanya.