
Chapter 213. Kedai Teh Pelangi, Bocah Tua.
...****************...
Di suatu tempat terlarang yang dilindungi oleh Formasi, tempat itu disebut Forest Peach Blossom, hutan yang menghasilkan banyak Buah Suci tingkat Langit setiap seratus tahun sekali. Forest Peach Blossom adalah milik dua penguasa dan tidak ada satupun orang yang diperbolehkan untuk masuk, kecuali penjaga dan beberapa orang terpercaya untuk merawat pohon persik.
Terlihat dua orang pria dengan pakaian yang compang-camping, mereka adalah Dewa Surya dan Dewa Air. Mereka berdua mengumpat kesal setelah lolos dari serangan He Hua dan pasukannya.
Terutama Dewa Surya yang gagal mendapatkan Raja Api Kemarahan Asyura. Sudah gagal mendapatkan Api Asyura, mereka harus mengalami serangkaian serangan petir, setelah itu mereka juga harus susah payah menghindari serangan He Hua dan pasukannya.
Seandainya mereka tidak terluka karena disambar petir, maka akan dengan mudah mengalahkan He Hua dan pasukannya. Dan baru kali ini mereka dipermalukan di Alam Mahadewa selama hidupnya.
Saat ini mereka berdua sedang dirawat oleh tabib istana, luka mereka cukup dalam, dantian terluka dan mengakibatkan kekuatan mereka menurun dua level. Seandainya mereka tidak segera memblokir dantian nya, maka bisa dipastikan kekuatan akan menurun drastis.
Luka mereka bukan karena serangan He Hua dan pasukannya, melainkan serangan badai petir yang tiba-tiba menjadi sangat kuat setelah Tian Zhi mengeluarkan Api Suci Petir Asyura.
Saat ini mereka membutuhkan Pil Penyembuh Dantian setingkat Celestial Supreme, dan mustahil mendapatkannya tanpa seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme yang membuatnya. Ya, mereka membutuhkan ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme untuk meramu Pil Penyembuh Dantian, sebab kekuatan mereka telah berada di tingkat Sang Void.
Jika tidak segera disembuhkan, maka kekuatan mereka secara perlahan akan menurun, hal yang tidak ingin mereka alami. Apalagi mereka berdua memiliki banyak musuh.
Tabib Istana Kekaisaran Qing diperintah oleh Dewa Surya untuk mencari seorang ahli Alkemis yang mampu membuat Pil Penyembuh Dantian dan berapapun biayanya akan mereka penuhi.
"Dengan keadaan kita seperti ini, lebih baik kita jangan membuat masalah dengan Keluarga Besar Guang yang kini memiliki dukungan kuat!" saran Dewa Air kepada Dewa Surya.
"Aku akan kirim mata-mata untuk menyelidiki siapa pria itu dan darimana asalnya. Lalu kita kumpulkan pasukan di Pelabuhan Jalur Sutra untuk menghentikan pergerakan perdagangan mereka!" rencana Dewa Surya.
Namun, Dewa Surya yang baru selesai berbicara, Dewa Air mendapatkan laporan dari menteri pertahanan, jika kota dan Pelabuhan Jalur Sutra telah dikuasai oleh binatang Kera.
Akhirnya Dewa Surya mengubah rencana, dimana dia dan Dewa Air akan menjadi Kota Qingshan dan pelabuhan sebagai basis berkumpulnya pasukan untuk mengantisipasi Keluarga Besar Guang membalas dendam.
Dewa Surya segera memerintahkan kepada mata-matanya untuk menyelidiki kekuatan lawan, dia juga meminta bantuan kepada Dewa Bintang untuk mengirimkan beberapa orang kuat setingkat Sang Void.
Sayangnya, Dewa Bintang tidak memiliki banyak bawahan yang memiliki kekuatan Sang Void, jadi hanya akan mengirimkan dua orang yang memiliki kekuatan Sang Void level sepuluh. Seseorang yang memiliki kekuatan Sang Void sangatlah langka dan berbeda dengan Dewa Absolute yang terbilang banyak, mudah ditemui di Benua Dewa, Alam Mahadewa dan Alam Keabadian.
"Dua orang cukup dengan bersatu dengan kita, apalagi kita memiliki banyak pasukan," kata Dewa Air yang senang mendapatkan dukungan dari Dewa Bintang penguasa Alam Keabadian.
"Oh iya, kita minta bantuan kepada Bocah Tua, dia kan menyukai wanita dan mudah kita bodohi!" saran Dewa Surya.
Dewa Air menyetujuinya, lalu dia bertanya, "masalahnya, dimana kita bisa menemuinya?"
Dewa Surya tertawa, setelah itu dia berbicara dengan percaya diri, "mudah menemukannya, biar aku perintah orang untuk mencarinya di tempat-tempat bordil."
Kemudian Dewa Surya memanggil bawahannya untuk mencari Bocah Tua. Lalu mereka berdua kembali berdiskusi.
...****************...
Di Paviliun Pil Langit, Tian Zhi keluar dari kamar setelah Qing Huan pulang saat dipanggil oleh ayahnya, Qing Fei khawatir jika putrinya dimanfaatkan oleh Tian Zhi.
"Marga Zhi...," gumam Tian Zhi sambil menuruni anak tangga, dia menduga jika Zhi Yinping masih anggota keluarga Xiang Tianzhi.
Disaat akan keluar dari Paviliun Pil Langit, Zhi Yinping melihatnya. "Master Tian." panggilnya.
Semua orang yang berada di Paviliun Pil Langit segera teralihkan dengan melihat Nyonya Zhi Yinping yang mendekati seseorang pria yang tidak dikenali. Mereka pun penasaran dengan identitas orang yang panggil Master oleh Ketua Paviliun Pil Langit.
Tian Zhi berhenti dan membalikkan badan, lalu melihat Zhi Yinping yang berjalan menghampirinya dengan senyuman hangat.
"Tidak perlu memanggil ku seperti ini, panggil saja Tian," pinta Tian Zhi saat Zhi Yinping berhenti didepannya, disaat dekat dia mencium aroma obat dari pakaian Zhi Yinping yang menenangkan pikiran.
Lalu Zhi Yinping berpikir sejenak. "Tidak sopan saya harus memanggil nama seorang ahli Alkemis seperti Anda," terangnya dan kembali mengembangkan senyuman.
"Ya, terserah Nyonya Zhi saja. Apa ada sesuatu yang mengharuskan Nyonya Zhi memanggil saya?"
"Iya, pesanan Master Tian telah disiapkan, tinggal menunggu dari pusat untuk mengirimkan pesanan Anda. Perkiraan akan datang dalam sepuluh hari paling cepat!" jelas Zhi Yinping, "saat ini saya memiliki banyak waktu menemani Master Tian untuk menggantikan Putri Huan." lanjutnya yang ingin mengenal Tian Zhi lebih jauh.
"Hmm!! Kita ke kedai terkenal di kota ini, tidak jauh dari sini!" ajak Zhi Yinping, lalu mereka jalan beriringan keluar dari Paviliun Pil Langit.
Disaat Zhi Yinping berjalan bersama Tian Zhi, banyak penduduk dan kultivator yang berbisik-bisik membicarakan hubungan Zhi Yinping, sebab baru kali ini mereka melihat Ketua Paviliun Pil Langit dekat dengan seorang pria, apalagi terlihat begitu akrab dan wajah Tian Zhi sangat mirip dengan Zhi Yinping, dan mereka pun menebak jika Zhi Yinping masih ada hubungan saudara.
Sampailah mereka berdua di depan kedai terkenal, Kedai Teh Pelangi. Zhi Yinping dan Tian Zhi segera masuk. Saat didalam Kedai Teh Pelangi, suasananya begitu ramai pengunjung yang menikmati teh hangat. Dilantai dasar terdapat sebuah platform tinggi yang dikelilingi meja tamu, tampaknya digunakan untuk panggung hiburan.
Pemilik Kedai Teh Pelangi segera menyambut kedatangan Ketua Paviliun Pil Langit yang lama tidak berkunjung. Pengunjung kedai pun melihat kedatangan orang penting dan seperti penduduk disepanjang jalan mereka juga berbisik-bisik.
"Selamat datang, Nyonya Zhi, lama tidak berkunjung!" sapa pemilik kedai dengan ramah dan wajah berseri-seri, dia melirik sekilas kearah Tian Zhi.
"Ya... Aku memang sangat sibuk dan Anda sudah tentu mengetahuinya!" balas Zhi Yinping.
Kemudian, Zhi Yinping dan Tian Zhi diantar oleh pemilik kedai menuju lantai tiga, tempat yang biasanya ditempati oleh Zhi Yinping saat berkunjung. Di lantai tiga hanya dikhususkan untuk tamu terhormat, seperti bangsawan dan keluarga terpandang.
Dilantai tiga banyak bilik kamar yang berukuran tiga meter persegi, tempat yang biasanya digunakan oleh Zhi Yinping adalah bilik nomer lima. Pemilik kedai mempersilakan Zhi Yinping masuk dan meminta waktu untuk menyiapkan pesanan.
Disaat masuk bilik kamar itu, perhatian pertama kali melihat kaca lebar dan difungsikan untuk melihat hiburan dilantai dasar. Dari luar, seseorang tidak akan mampu melihat kedalam bilik kamar dan privasi tamu terhormat sangat dijaga ketat oleh pemilik kedai, ini sebagai bentuk pelayanan.
Lalu Zhi Yinping mempersilakan Tian Zhi duduk terlebih dahulu.
Tian Zhi pun duduk sofa panjang, di depannya ada sebuah meja yang seukuran dengan sofa, dan pandangan bisa bebas melihat kebawah, lalu Zhi Yinping duduk disebelah Tian Zhi.
"Biasanya setelah sore hari, akan ada hiburan drama dan tarian... Jika ada waktu longgar, saya akan berada disini dari siang hingga malam hari untuk merelaksasi pikiran," kata Zhi Yinping membuka obrolan ringan.
"Berarti sebentar lagi akan ada hiburan... Pelayanan yang istimewa dari pemilik kedai!" pujian Tian Zhi, baginya ini baru pertama kali berkunjung di satu tempat yang menawarkan pelayanan terbaik bagi pengunjung.
"Kalau boleh tahu, darimana asal Master Tian?" tanya Zhi Yinping yang ingin mengenal Tian Zhi lebih jauh, dan apakah benar jika Tian Zhi adalah orang yang dia pikirkan selama ini.
Tian Zhi memiringkan kepalanya untuk melihat wajah cantik Zhi Yinping yang mengeluarkan aura dewasa, lalu dia kembali melihat pengunjung dilantai dasar.
"Asal ku sangat jauh dari Alam Mahadewa dan tidak seindah benua ini... Dulu, sebelum invasi binatang monster, asal ku begitu subur dan makmur, setelah itu... Humph! Benua Awan Timur tidak layak dihuni dan butuh waktu puluhan tahun untuk pulih. Biarpun begitu, masih ada yang menetap dan bekerjasama untuk kembali bangkit," terang Tian Zhi panjang lebar.
Zhi Yinping tersenyum bahagia saat dugaannya tidak salah, jika Tian Zhi adalah Xiang Tianzhi yang selama ini dia tunggu-tunggu. Ingin rasanya dia memeluk Tian Zhi, namun jelas tidak berani, sebab dia khawatir jika Tian Zhi berpikiran negatif.
"Iya, aku mendengar tentang lubang portal dimensi yang menuju ke dunia lain. Tapi, banyak orang yang bertanya-tanya, siapa gerangan yang mampu menghancurkan lubang portal dimensi! Sungguh luar biasa penyelamatan itu!" ucap Zhi Yinping yang telah mendengar bencana yang dialami empat benua secara bersamaan.
Tian Zhi tersenyum tipis, karena dialah orang yang dimaksudkan oleh Zhi Yinping, tapi Tian Zhi tidak mau berbicara, jika dirinyalah yang menghancurkan lubang portal dimensi.
Tok... Tok...
"Masuk saja."
Pintu kamar diketuk, lalu dua pelayan kedai masuk setelah diijinkan, mereka membawa pesanan mewah yang dipilih oleh Zhi Yinping. Kedua pelayan itu meletakkan pesanan dimeja lalu segera keluar dari bilik kamar.
Zhi Yinping segera menuangkan teh hangat kedalam cangkir dan memberikan kepada Tian Zhi. Bagi Zhi Yinping, baru kali ini dia melayani seorang pria, tapi demi Tian Zhi dia berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik.
Setelah menyesap teh hangat, Tian Zhi berbicara, "bisakah Nyonya Zhi menceritakan tentang Keluarga besar Zhi dan Kekaisaran Qing? Harap maklum, saya tidak mengenal Alam Mahadewa, sebab baru tiba disini."
Zhi Yinping kembali mengembangkan senyuman saat tahu arah pertanyaan Tian Zhi yang ingin mengenal Keluarga Besar Zhi. Namun sebelum bercerita, Zhi Yinping dan Tian Zhi melihat seseorang pria tua.
Pria itu itu tampak seperti seorang pertapa, rambut putih panjang yang digelung melingkar di kepalanya, jenggot putih sepanjang perut.
"Dia lagi!!" gerutu Zhi Yinping saat mengenali siapa pria tua itu.
Tian Zhi melihat Zhi Yinping yang terlihat wajahnya menjadi kusam setelah kedatangan pria tua pertapa, dengan penasaran dia pun bertanya, "siapa dia?"
"Bocah Tua mesum!" jawab Zhi Yinping yang terlihat kesal kepada pria tua itu.
Tian Zhi mengaktifkan Mata Langit dan terkejut saat melihat kekuatan Bocah Tua yang berada di tingkat Sang Void level tiga puluh. "Banyak kekuatan yang bersembunyi!" batinnya, dia pikir hanya Dewa Surya dan Dewa Air yang memiliki kekuatan Sang Void di Alam Mahadewa.