
Chapter 215. Rencana Zhi Yinping!
Zhi Yinping yang terhanyut dalam kesenangan pun tersadar saat merasakan gua surganya tersentuh, dia mendorong tubuh Tian Zhi dan segera mengambil pakaiannya untuk menutupi tubuh.
Tian Zhi tersenyum dan mengambil cangkir teh, lalu meminumnya dalam sekali tegukan. Kemudian dia berbicara, "Bocah Tua itu sudah pergi... Apakah kita masih berpura-pura menjadi pasangan kekasih?"
Zhi Yinping tidak menjawab karena dia sibuk memakai pakaian dibelakang Tian Zhi sambil berjongkok. Lalu setelah selesai, dia kembali duduk di sebelahnya.
"Terima kasih!" ucapnya, lalu mengambil cangkir teh miliknya, dia meminumnya dalam sekali tegukan untuk meredam hasratnya yang masih terbawa naluri sebagai wanita dewasa yang sudah waktunya menikah.
"Justru aku yang harus berterima kasih, sebab kamu mempercayai ku," kata Tian Zhi yang bersyukur mendapatkan ciuman pertama Zhi Yinping, bahkan telah menjelajahi seluruh tubuh dan hampir saja merusak kesuciannya.
Tian Zhi menuangkan kendi teh kedalam cangkirnya dan milik Zhi Yinpin, lalu berbicara tentang pertanyaannya yang belum dijawab oleh Zhi Yinping, "bisakah kamu menceritakan tentang Keluarga besar Zhi dan Kekaisaran Qing?"
"Terima kasih!" ucapnya sekali lagi yang telah dilayani oleh Tian Zhi, setelah menyesap teh hangat dengan santai dia menatap wajahnya dan mulai bercerita...
"Keluarga Besar Zhi atau orang mengenalnya sebagai klan besar yang bernama Klan Zhi. Klan Zhi telah ada semenjak puluhan ribu tahun dan dianggap sebagai klan kuno. Generasi tua dan muda menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk mencari pengalaman. Semua anggotanya akan kembali setiap lima puluh tahun sekali untuk beradu beladiri...,"
Klan Zhi adalah keturunan Ras Asyura murni, dan melahirkan banyak bakat-bakat terbaik. Sebelum anggota Klan Zhi keluar untuk menimba pengalaman, mereka telah dibekali dengan berbagai ketrampilan beladiri khusus milik Keluarga Besar Zhi, yaitu Kitab Sembilan Api Asyura.
Kitab ini mempelajari beberapa keterampilan, seperti beladiri, Alkemis, Smelting dan Beast Tamer. Dan yang menjadi andalannya adalah ketrampilan beladiri dan Alkimia. Salah satu generasi muda berbakat adalah Zhi Yinping.
Klan Zhi sangat ditakuti oleh banyak kekuatan, bahkan penguasa Alam Keabadian akan berpikir ulang untuk berurusan dengannya.
Selama waktu lima puluh tahun, banyak anggota Klan Zhi menguasai wilayah dan menjadi tuan atasnya, salah satunya yang berada di Benua Awan Timur, banyak Ras Asyura berada disana sebelum invasi binatang monster.
Setelah lima puluh tahun berlalu, semua anggota akan kembali ke tempat asal dan membawa keturunannya untuk beradu ketrampilan beladiri dan lain sebagainya. Tujuannya untuk meningkatkan status keanggotaan, misalkan dari Kasta Rakyat Jelata menjadi Kasta Prajurit hingga naik ke Kasta Raja.
Disaat naik ke Kasta Raja, anggota tidak lagi keluar dari wilayah Klan Zhi, yang berada di Alam Keabadian dan jaraknya sangat jauh dari pusat Istana Surgawi. Anggotanya yang telah naik ke Kasta Raja, mereka akan diberikan posisi penting di Klan Zhi dan juga diberikan wilayah khusus.
"... Tinggal lima tahun lagi semua anggota Klan Zhi akan kembali dan tidak ada satupun yang akan melewatkannya!" jelas Zhi Yinping panjang lebar, lalu dia kembali meminum tehnya.
Tian Zhi akhirnya mengetahui silsilah keluarga Xiang Tianzhi, dia menduga jika Raja Xiang akan datang saat waktu itu tiba. Lalu Tian Zhi dan Zhi Yinping melihat beberapa pria dan wanita naik dipanggung hiburan.
"Acaranya akan dimulai," kata Zhi Yinping dan tanpa sadar kepalanya bersandar di bahu kiri Tian Zhi, dia ingin menikmati drama sesantai mungkin.
"Lalu bagaimana dengan Kekaisaran Qing? Sekalian ceritakan tentang Kerajaan Air," pintanya, lalu mencium kening Zhi Yinping.
Zhi Yinping begitu senang diperlakukan mesra dan hangat oleh Tian Zhi, hari ini dia sangat bahagia dan tidak ingin waktu cepat berlalu. Zhi Yinping memegang tangan kiri Tian Zhi dan tidak lagi merasa canggung.
"Sebenarnya, Dewa Surya adalah seorang pemimpin yang bijak, namun semuanya berubah semenjak istrinya meninggal, menjadi ambisius, kejam dan serakah. Untungnya, sifat buruknya masih bisa terkendali, karena memiliki seorang putri. Putrinya bernama Qing Lin dan orang mengenalnya dengan sebutan Putri Qinglin. Namun semua kembali berubah saat Putri Qinglin diculik oleh Dewa Iblis dan hingga saat ini masih belum diketemukan...,"
Zhi Yinping juga menceritakan kekuatan pasukan Kekaisaran Qing, tapi sebatas yang dia ketahui dan juga menceritakan tempat terlarang yang tidak lain adalah Forest Peach Blossom. Tian Zhi yang mendengar Dewa Surya memiliki kebun Buah Suci, seketika hatinya kegirangan, dia berniat menjarah kekayaan Dewa Surya untuk memulihkan kondisi Kerajaan Guang.
Sedangkan kekuatan Kerajaan Air terletak pada pasukan gurita, paus, hiu dan kepiting, tapi mereka lemah jika berada di daratan.
Panjang lebar Zhi Yinping berbicara sambil melihat drama percintaan yang menjadi favoritnya, dia makin erat memegang tangan Tian Zhi, sebab dia kini telah menyerahkan hatinya hanya untuk Tian Zhi.
Setelah mendengar apa yang perlu diketahui, Tian Zhi membuat rencana; pertama, menjarah kekayaan Dewa Surya untuk memperkuat Kerajaan Guang dan juga menjarah kekayaan Kerajaan Air. Kedua, membuat dua musuhnya bangkrut. Ketiga, dia akan menggunakan Paviliun Pil Langit sebagai sumber pendapatan Kerajaan Guang. Dan keempat yang tidak kalah penting, mendapatkan kedua patung emas Dewa Binatang, salah satunya berada di Kekaisaran Qing dan satunya lagi berada didasar samudera dekat dengan Kerajaan Air.
Setelah rencananya di Alam Mahadewa terealisasi, maka saatnya menuju ke Alam Keabadian. Mengetahui adanya Klan Zhi, maka untuk mendirikan kekaisaran perlu dipikirkan ulang, dan Tian Zhi perlu membicarakan hal ini kepada istrinya.
"Apakah kamu mengenal Raja Xiang?" tanyanya.
Zhi Yinping tersenyum tipis dan tahu Tian Zhi akan bertanya tentang hal ini. "Tidak terlalu kenal, hanya beberapa kali pernah melihatnya! Memangnya ada apa?"
"Tidak ada apa-apa!" jawab Tian Zhi dan melihat drama telah dimulai.
Setelah keluar dari Kedai Teh Pelangi dan baru beberapa puluh langkah, Tian Zhi merasakan sedang diikuti oleh seseorang, lalu dia berbisik kepada Zhi Yinping, "pegang tanganku, kita sedang diikuti oleh Bocah Tua!"
Zhi Yinping jelas kaget dan ketakutan, lalu dia buru-buru memegang tangan kanan Tian Zhi. Kemudian Tian Zhi mengajak Zhi Yinping melewati jalan kecil dan langsung menggendongnya seperti seorang putri.
Zhi Yinping tidak meronta saat Tian Zhi menggendongnya, lalu dia langsung berubah wujud menjadi udara tanpa disadari oleh Zhi Yinping.
Sedangkan Bocah Tua itu jelas marah melihat pujaannya telah memiliki kekasih yang lebih muda dan tampan. Dia buru-buru mengikuti Tian Zhi yang melewati jalan kecil. Bocah Tua itu terkejut saat tidak melihat lagi Zhi Yinping dan Tian Zhi, dia segera mempercepat langkah kakinya untuk menyusul.
Sayangnya, setelah sampai diujung jalan kecil, Bocah Tua itu telah kehilangan jejak. "Sial... Sial?! Aku pasti akan membunuhmu!?" umpatannya yang tidak terima pujaan memiliki kekasih yang lebih muda, dia berniat membunuh Tian Zhi agar tidak memiliki pesaing berat.
Bocah Tua itu segera menuju ke Paviliun Pil Langit untuk memeriksa Zhi Yinping...
Sedangkan Tian Zhi dan Yin Yinping sedang melayang di udara sambil melihat Bocah Tua yang marah. Zhi Yinping awalnya ketakutan jika diketemukan oleh Bocah Tua dan Tian Zhi menenangkan dirinya agar tidak panik.
"Maaf!!" sesal Zhi Yinping yang telah membuat masalah bagi Tian Zhi.
"Tidak perlu minta maaf! Lebih baik kita tidak kembali ke Paviliun Pil Langit sampai dia meninggal kota ini!" sahut Tian Zhi dan memberikan saran.
Zhi Yinping mengangguk paham, lalu dia berpikir sejenak. "Aku ada tempat lain dibelakang Paviliun Pil Langit, lebih baik kita kesana!" pintanya sambil menunjukkan lokasi.
Tempat yang ditunjuk oleh Zhi Yinping adalah kediaman keduanya yang tidak banyak orang tahu, tempat untuk menenangkan pikiran selain di Kedai Teh Pelangi. Tian Zhi segera menuju ke lokasi tersebut.
"Bagaimana caranya kamu tidak diketahui bocah mesum itu?" tanya Zhi Yinping saat melewati Bocah Tua tanpa diketahui.
"Aku memiliki skill yang mampu memanipulasi pikiran target!" jawab Tian Zhi dengan singkat.
"Seperti ilusi... Skill andalan Ras Rubah dan Ular ... Apakah kamu memiliki pasangan Dao dari salah satunya?" tanyanya sekali lagi dengan rasa penasaran, sebab skill yang digunakan Tian Zhi hampir mirip dengan Ras Rubah.
Selain itu, Tian Zhi juga sangat berpengalaman dalam bercinta dan menebak jika memiliki istri dari Ras Rubah.
"Benar."
Mereka berdua telah tiba dikediaman Zhi Yinping yang sangat sederhana, bangunan kecil yang terbuat dari kayu dan atap jerami, tapi dikelilingi dinding setinggi tiga meter. Bangunan itu lebih tepat dibilang pondok, disaat Tian Zhi masuk melalui celah-celah dinding kayu, langsung terlihat satu ranjang kayu yang muat dua orang, satu meja dan dua tempat duduk yang juga terbuat dari kayu.
Tian Zhi menurunkan Zhi Yinping dan melihat kediamannya yang sederhana. "Kamu disini saja, aku akan jauhkan dia dari Kota Qingshan," katanya setelah Zhi Yinping duduk.
"Jangan cari masalah dengannya, dia sangat kuat dan juga kejam!" cegah Zhi Yinping yang tidak ingin hal buruk terjadi pada Tian Zhi.
"Tenang saja! Dia tidak mungkin bisa menangkap ku!" terang Tian Zhi yang tak khawatir jika Bocah Tua bisa menangkapnya.
"Tapi ...!"
Sayangnya, Tian Zhi telah menghilang dari hadapan Zhi Yinping yang terlambat mencegahnya. Zhi Yinping menghela nafas dan meyakinkan dirinya jika Tian Zhi baik-baik saja, setelah mengetahui kemampuannya dalam memanipulasi pikiran. Lalu dia membaringkan tubuhnya dan mengeluarkan Siput Penghantar Suara.
"Selangkah lagi aku bisa mengendalikannya dan sesuai rencana! Ingat janjimu!" kata Zhi Yinping yang berkomunikasi dengan seseorang.
Tidak berselang lama Siput Penghantar Suara bergetar dan keluar suara seseorang pria tua.
("Bagus. Sesuai kesepakatan dan setelah dia kembali, akan ku penuhi keinginan mu.")
Zhi Yinping tersenyum tipis setelah mendapatkan kepastian dari pria tersebut, lalu dia bergumam, "kalian mencari kematian dengan menunggunya kembali... Saat itu tiba, siapa yang paling diuntungkan!"
Zhi Yinping menyimpan Siput Penghantar Suara dan memejamkan mata dengan raut wajah bahagia, seakan-akan rencana telah berhasil.
Pria tua yang berkomunikasi dengan Zhi Yinping adalah jajaran petinggi dari Klan Zhi dan dia sudah lama menunggu Tian Zhi. Mereka berdua memiliki tujuan yang berbeda tapi satu target, entah apa yang direncanakan mereka berdua. Intinya mereka berdua menunggu Tian Zhi kembali ke Klan Zhi.