
Chapter 144. Benua Venus.
Swosh...
Muncul sebuah altar dan seseorang pria di tengahnya, pria itu adalah Tian Zhi, dia segera mengedarkan pandangan untuk memeriksa sekitarnya, namun dia mengunci alisnya saat tidak mengenali tempat yang dia pijak.
"Dimana ini?" gumam Tian Zhi yang kebingungan.
Apa yang dia lihat adalah sebuah benua yang miskin akan energi spiritualnya, jauh jika dibandingkan dengan Benua Peri maupun Benua Bintang. Energi di tempat ini biasa saja dan Tian Zhi melihat kekuatan tertinggi berada pada tingkat Holy Dao.
"Sayang, ini adalah Benua Venus masih dalam lingkup Alam Semesta Aurora!" sahut He Hua yang telah selesai berkultivasi.
Tian Zhi yang merindukan kekasihnya akan masuk ke dalam cincin dimensi, tapi dia terkejut melihat altar tiba-tiba menjadi abu sebelum dia bergerak.
"Aduh! Gimana aku nanti menemui anak-anakku!" batin Tian Zhi yang panik, "sudahlah, pasti ada altar lain milik Ordo Kegelapan yang lain." lanjutnya dan yakin akan menemui altar lagi.
Segera Tian Zhi masuk ke dalam cincin dimensi dan melihat He Hua yang tersenyum, dia langsung memeluk He Hua untuk melepaskan kerinduannya selama tiga tahun yang tidak berkomunikasi.
Mereka berdua saling melepaskan rindu, tapi terhenti ketika Miao Jiang juga telah berhenti berkultivasi, dan Tian Zhi segera memeluk dan mencium Miao Jiang.
"Aku sangat merindukan kalian dalam tiga tahun ini," kata Tian Zhi kepada kekasihnya.
He Hua dan Miao Jiang tertawa ringan, sebab waktu tiga tahun bagi kultivator sangatlah singkat, tapi sudah membuat Tian Zhi seolah-olah lama tidak bertemu.
"Aku akan menjalani Kesengsaraan Petir sebelum menerobos ke Ranah Keabadian!" ungkap He Hua dan di anggukan oleh Tian Zhi yang sudah tahu.
Sedangkan Miao Jiang masih satu tingkat lagi baru menerobos ke Ranah Keabadian. "Aku akan kembali berkultivasi, perkiraan paling cepat dalam waktu empat bulan akan menerobos ke Ranah Keabadian," kata Miao Jiang, dia juga ingin segera menyusul He Hua dan Tian Zhi.
"Kita bersama untuk satu hari ini sebelum kamu kembali berkultivasi!" pinta Tian Zhi yang ingin bersama dengan kedua kekasihnya.
"Baiklah, kita nikmat satu hari ini untuk bersama-sama!" jawab Miao Jiang yang tidak menolak permintaan Tian Zhi.
"Aku juga baru lusa menjalani Kesengsaraan Petir, jadi hari kita buat hari ini untuk bersantai saja!" sahut He Hua.
Tian Zhi kembali memeluk kedua kekasihnya dan mencium pipi mereka, dia sangat bahagia, dan berkata, "setelah Jiang-er menerobos ke Ranah Keabadian, aku akan nikahi kalian secara resmi dan dengan acara besar-besaran!" keinginan Tian Zhi sebagai bentuk kasih sayang kepada kekasihnya.
He Hua dan Miao Jiang jelas senang, mereka memeluk erat Tian Zhi dan mencium pipinya. Akhirnya suasana menjadi panas disaat Tian Zhi melucuti pakaian mereka berdua...
Benua Venus di Alam Semesta Aurora dianggap sebuah benua miskin dan dikenal dengan sebutan Dunia Bawah, disebut demikian karena faktor energi alamnya.
Di Benua Venus, dibagi menjadi tiga kekuatan, Kerajaan Wei, Kerajaan Li dan Kerajaan Ling. Seperti di benua lainnya, tiga kerajaan itu selalu berperang untuk merebutkan wilayah, padahal Benua Venus wilayahnya sangat luas dan masih banyak tempat yang belum dijelajahi kultivator.
Tiga kerajaan itu yang paling kejam dan bengis adalah Kerajaan Wei, dan mengharuskan dua kerajaan lain untuk membentuk aliansi melawan kekejaman Raja Wei dan kroninya.
Kebetulan Tian Zhi tiba di wilayah Kerajaan Li, kerajaan yang dianggap paling lemah, walaupun dianggap lemah, Raja Li sangat cerdas dalam menangani kekejaman Raja Wei, dan wilayahnya selalu berhasil dipertahankan.
Setelah berkultivasi ganda selama enam waktu dupa, Tian Zhi dan kekasihnya keluar dari cincin dimensi, mereka bertiga berniat jalan-jalan dan berburu makanan.
"Tampaknya wilayah ini menjadi medan peperangan," kata Tian Zhi yang melihat di depan benteng pertahanan pertama Kerajaan Li telah porak-poranda.
Tian Zhi melihat banyak tenda prajurit Kerajaan Wei dan terpaut jarak satu kilometer dari benteng pertahanan pertama. Prajurit Kerajaan Wei tampak sedang merakit Catalpult untuk menghancurkan benteng pertahanan, sembilan unit sudah siap pakai.
Sedangkan dikubu Kerajaan Li sudah berbaris banyak prajurit di dalam benteng bertahan, Tian Zhi melihat salah satu jenderal Kerajaan Li sedang berdiri di pintu gerbang.
Jika melihat kekuatan dua belah pihak, Kerajaan Wei lebih kuat, apalagi dengan dukungan Catalpult untuk menghancurkan dinding pertahanan, jumlah pasukannya juga lebih banyak sekitar 30.000 prajurit, sedangkan di benteng pertahanan hanya memiliki 5.000 prajurit dengan di pimpin satu jenderal Kerajaan Li.
"Liburan hari ini tampaknya tidak seindah yang kita bayangkan!" ujar Miao Jiang yang malas jalan-jalan jika melihat kegaduhan.
Tian Zhi tersenyum dan memiliki rencana untuk memprovokasi Kerajaan Wei, lalu dia berkata, "kenapa kita tidak ikut serta dalam hiruk-pikuk situasi saat ini?"
Kedua wanita itu menjadi tersenyum dan mendukung kekasihnya, "tapi kalian tidak perlu menyamar...!" sambung Tian Zhi yang dipahami oleh kekasihnya.
Tian Zhi ingin menjadikan kekasihnya sebagai pemicu masalah bagi prajurit di tiga kerajaan, dengan begitu dia memiliki alasan logis untuk menghancurkan siapapun yang memprovokasi-nya.
Selama berkultivasi ganda, Tian Zhi sudah menceritakan perjalanannya di Dunia Wanita. Awalnya mereka marah, tapi setelah melihat manfaatnya selama di Dunia Wanita, He Hua dan Miao Jiang memaklumi, bahkan mereka berdua sangat senang jika Tian Zhi telah menerobos ke tingkat Dewa Absolute 10.
"Lebih baik kita modifikasi kapal perang yang masih memiliki lambang Kekaisaran Kun!" saran He Hua, dia juga ingin sekali menggunakan kapal perang yang tidak pernah dia lihat.
Akhirnya ketiga orang itu kembali ke dalam cincin dimensi dan Tian Zhi mengeluarkan kapal perang. Mereka bertiga menggantikan nama kapal perang dan juga warnanya.
"Kita ganti nama menjadi 'Kapal Perang Kaisar Api Asyura' saja!" celetuk Miao Jiang dan disetujui oleh He Hua.
"Aku setuju! Aku bermimpi memiliki sebuah wilayah Kekaisaran di Alam Keabadian. Jadi, mulai saat ini harus mendeklarasikan nama Kaisar Api Asyura, karena kamu adalah pemilik garis darah Kasta Kaisar!" keinginan He Hua yang ternyata memiliki ambisi sebagai seorang ratu dan Tian Zhi sebagai kaisar.
He Hua menjadi seorang ratu juga sangat mendukung dengan wajah cantik dan juga berbakat. Sedangkan Miao Jiang juga sama, dia terinspirasi dari tiga ratu di Dunia Wanita.
He Hua menggunakan nama 'Kaisar Api Asyura' dikarenakan tidak ada yang menyamai kekasihnya dalam hal garis darah, dan akan menjadi identitas unik bagi Kekaisaran.
Tian Zhi dengan senang hati menyetujuinya, karena dia juga telah memiliki banyak sumberdaya yang didapatkan dari Dunia Wanita selama tiga tahun ini, termasuk mendapatkan Buah Suci tingkat Bumi. Dengan sumberdaya yang melimpah, Tian Zhi bisa dengan mudah mendirikan Kekaisaran.
"Baiklah, kini misi kita ada tiga, yaitu mencari empat Batu Keabadian, menghancurkan portal dimensi ke dunia lain, dan mendirikan Kekaisaran di Alam Keabadian," kata Tian Zhi setelah berpikir, tapi dia teringat akan statusnya sebagai anggota Organisasi Tangan Hitam, "lalu bagaimana dengan status kita yang menjadi pembunuh bayaran, kan kita tidak bisa lari dari Master Yan jika keluar kita belum mencapai angka kontribusi yang telah ditentukan, bukan?" lanjutnya dengan bertanya kepada kekasihnya.
"Tenang saja, mudah keluar dari Organisasi Tangan Hitam. Cukup ganti dengan sumberdaya sebesar 1 miliyar Batu Roh!" jawab He Hua yang lebih tahu aturan Organisasi Tangan Hitam.
Tian Zhi mengangguk paham, karena dia memiliki banyak Batu Roh yang angkanya fantastik, mencapai angka 100 miliyar Batu Roh dan termasuk yang lainnya.
"Untuk menunjang perbendaharaan Kekaisaran kita nanti, kita harus mendirikan banyak usaha, seperti mendirikan Paviliun Pil, senjata dan juga lelang," saran Miao Jiang.
Tian Zhi garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ternyata mendirikan Kekaisaran tidak semudah membalikkan tangan. Melihat kekasihnya yang tampak malas menangani Kekaisaran mereka nanti, He Hua berbicara, "kamu cukup dukung kita berdua dengan kekuatanmu dan juga sumberdaya, sisanya biar kita yang mengurus pemerintah dan pendapatan negara."
Tian Zhi menghela nafas lega dan mengangguk sebagai tanda mengiyakan. Sambil menghapus warna dan lambang kapal perang, mereka bertiga merencanakan masa depan, dan Tian Zhi sesekali menimpali.
Akhirnya kapal perang telah selesai dimodifikasi warna dan lambangnya, termasuk peralatan senjata yang bisa digunakan dalam sekali kontrol tanpa harus menggunakan personil untuk mengendalikannya.
Kini telah menjadi warna merah gelap dengan serat berwarna keemasan, dan lambangnya berganti nama menjadi Kaisar Api Asyura. Nama Kaisar Api Asyura diukir di bagian lambung kapal disisi kanan, kiri dan bawah.
"Apakah kamu pernah datang ke Benua Venus?" tanya Tian Zhi kepada He Hua sambil melihat hasil modifikasi yang sederhana.
"Dulu waktu mendapatkan misi dari Ketua Wei Yan untuk mendukung keponakannya mendirikan Kerajaan Wei disini!" jawab He Hua, dan membuat Tian Zhi melihatnya.
"Jadi kita juga yang akan menghancurkan Kerajaan Wei nantinya, bukan?" tanya Tian Zhi ingin tahu perasaan kekasihnya.
"Tidak masalah! Sejak awal aku tidak suka dengan keponakan Ketua Wei Yan, yang kini menjadi Raja Wei!" jawab He Hua yang tampak kesal.
Dulu sewaktu membantu keponakan Ketua Wei Yan, He Hua dan Miao Jiang selalu digoda tanpa henti, dan membuat kedua wanita itu risih dan kesal. Berhubung keponakan dari guru sendiri, He Hua dan Miao Jiang tidak berani bertindak walaupun sebenarnya mampu membunuhnya.
Keponakan Ketua Wei Yan bernama Wei Nan seseorang yang sebenarnya bodoh dalam prestasi, kekuatannya waktu itu berada di tingkat Saint level 8. Sedangkan He Hua dan Miao Jiang sudah berada di Ranah Raja Dewa, kekuatan yang mudah membunuh Wei Nan.
"Lalu apa tujuannya mendirikan kekuasaan di benua yang miskin?" tanya Tian Zhi yang penasaran.
"Tentu karena Batu Keabadian. Konon ada satu disini, tapi entah dimana tempatnya, sebab itu Ketua Wei Yan mendukung keinginan keponakannya mendirikan kekuasaan di Benua Venus!" jawab He Hua, "aku sampai melupakan tempat ini jika tersembunyi Batu Keabadian!" lanjutnya sambil mendekati Tian Zhi dan memeluknya.
Tian Zhi langsung bersemangat, mungkin berada disini merupakan suatu kebetulan dan keberuntungan. Dengan cincin dimensi sebagai petunjuk arah lokasi Batu Keabadian, Tian Zhi yakin akan menemukannya.
Tian Zhi jadi teringat tentang Master Yan yang juga mencari Batu Keabadian, dia bertanya, "Master Yan dan Wei Yan, mereka berdua memiliki tujuannya sama, jangan-jangan mereka berdua adalah orang yang sama, apakah kalian tidak mencurigainya?"
Disaat mereka bertiga membicarakan Master Wei Yan, pasukan Kerajaan Wei telah bergerak menuju benteng pertahanan pertama Kerajaan Li, Catalpult sebagai senjata penghancur sangat dilindungi oleh para prajurit Kerajaan Wei.
"Ayo kita buat kocar-kacir mereka!" ajakan Miao Jiang yang sudah tidak sabar membalas perbuatan Wei Nan sebagai Raja Wei.
"Sekalian hancurkan! Anggap saja kita tak sengaja!" sahut Tian Zhi dan tertawa setelah berbicara, kedua kekasihnya juga ikut tertawa.
Namun, Tian Zhi tidak menyadari jika pertanyaannya telah dialihkan oleh Miao Jiang, mungkin dia terlalu bersemangatnya untuk menemukan Batu Keabadian atau ... Memang terlalu bodoh!