
Chapter 192. Dimulainya Peperangan.
Di lantai dua puluh, Tian Zhi dan istrinya sedang beristirahat. Di bandingkan lantai dibawahnya, lantai dua puluh memiliki ruang yang lebih kecil tapi cukup menampung banyak orang.
Tian Zhi menjulurkan kepalanya untuk melihat kebawah dan seluruh Benua Dewa. Dari lantai dua puluh bisa melihat perbatasan Hutan Bambu yang akan menjadi medan peperangan, terlihat pasukan Kekaisaran Shang telah berkumpul diperbatasan.
"Banyak orang belum menyadari akan ada menara disini," kata He Hua yang berdiri di samping Tian Zhi.
Tian Zhi mengangguk paham, sebab hari telah menjelang malam dan jelas belum diketahui banyak orang. Seandainya Tian Zhi tidak memiliki lima elemen, dia belum tentu mampu membuat menara logam baja dengan mudah.
"Ayo, kita coba Pilar Petir!" pinta Shan Luse yang penasaran dengan kemampuan Pilar Petir.
"Aku belum membuat Formasi Deteksi gerakan, jadi Pilar Petir masih belum bisa digunakan!" jawab Tian Zhi dan segera mengeluarkan banyak bahan pembuatan Formasi.
Tian Zhi memang belum membuat Formasi sebagai pemicu Pilar Petir, dikarenakan dia seharian sibuk membuat Menara Kaisar Api Asyura. Semua istrinya pun membantu membuat bahan Formasi Deteksi gerakan.
Rencananya bahan-bahan Formasi akan melingkari wilayah pusat Danau Mistik. Tian Zhi mengeluarkan miniatur kapal angkasa Kaisar Api Asyura untuk membuat simbol-simbol yang tidak akan diserang oleh Pilar Petir dan meriam pertahanan menara.
Setelah selesai membuat bahan-bahan Formasi Deteksi gerakan, Tian Zhi meminta Sun Yao untuk memendam bahan-bahan sedalam tiga ratus meter.
Sun Yao dengan senang hati menerima tugas yang sepele baginya, lalu dia memerintahkan pasukan Kera untuk mengikuti petunjuknya.
Lalu Tian Zhi mengeluarkan banyak Batu Mistik sebagai bahan bakar Formasi dan juga Menara Kaisar Api Asyura. Tian Zhi juga membuat Formasi Perlindungan untuk menara. Setelah tengah malam, akhirnya Formasi Deteksi gerakan telah aktif.
Empat jenderal dan semua orang berkumpul di puncak menara untuk menguji kekuatan Pilar Petir dan meriam.
"Aku dan semua Paman akan keluar untuk menjadi bahan uji cobanya, gunakan Batu Roh, Batu Mistik dan Batu Kuno secara bergantian untuk mengetahui kekuatan Pilar Petir!" pinta Tian Zhi kepada istrinya.
Segera Tian Zhi, Mey bersaudari dan keempat jenderalnya menyebar dan mengelilingi pusat Danau Mistik, mereka keluar dari Formasi Deteksi gerakan.
Sedangkan di puncak menara, Miao Jiang, Yu Bao, Mu Bingyun, Jun Mei Lin, Ling Xuan, Li Jiancheng, Meyleen dan Zhu Rong telah mengisi bahan bakar delapan Pilar Petir dengan Batu Roh terlebih dahulu.
Shan bersaudari memimpin para selir untuk menempati posisi meriam dari lantai dua hingga lantai sembilan belas. Sedangkan He Hua yang akan menjadi komandannya.
"Mulai!" teriak He Hua agar Tian Zhi dan yang lainnya segera memasuki Formasi Deteksi.
Tian Zhi dan tim uji coba persenjataan segera masuk ke dalam Formasi Deteksi gerakan. Bola Pilar Petir segera berputar dan mengeluarkan listrik saat pertahanan diterobos, lalu menyerang targetnya.
Cedarrr... Cedarrr...
Suara petir menggelegar ketika Pilar Petir menyerang targetnya yang telah menerobos Formasi Deteksi gerakan. Namun, Tian Zhi dan timnya tidak terluka sama sekali.
Boom... Boom...
Moncong meriam juga melepaskan tembakan dengan bahan bakar Batu Roh. Sekali lagi Tian Zhi dan yang lainnya tidak terluka sama, sebab kekuatan mereka berada di tingkat Dewa Absolute.
Pilar Petir dan meriam terus melepaskan serangannya ketika Tian Zhi dan yang lainnya merangsek mendekati Menara Kaisar Api Asyura.
Swosh... Swosh
Delapan orang mendarat di puncak menara tanpa terluka sama sekali, bahkan serangan Pilar Petir dan meriam tidak merobek pakaian.
"Bahan bakar Batu Roh hanya akan melukai di bawah kekuatan tingkat Dewa Sejati," kata Tian Zhi yang telah mengukur kemampuan pertahanan Menara Kaisar Api Asyura.
"Kita gunakan Batu Mistik kalau begitu!" pinta He Hua kepada saudarinya untuk menggantikan bahan bakarnya.
Tian Zhi dan timnya segera kembali keluar dari Formasi Deteksi gerakan. He Hua segera berteriak agar Tian Zhi dan timnya memasuki Formasi Deteksi gerakan. Namun, untuk kedua kalinya Tian Zhi dan timnya baik-baik saja setelah diserang Pilar Petir dan meriam secara bertubi-tubi.
"Batu Mistik akan melukai di bawah kekuatan tingkat Kaisar Dewa, tapi masih bisa membuat kekuatan dibawah Jenderal Dewa terluka parah. Gunakan Batu Kuno," analisa Tian Zhi yang telah mengukur kekuatan persenjataan dengan menggunakan Batu Mistik.
Kemudian, He Hua dan semua istrinya mengganti bahan bakar dengan Batu Kuno. He Hua kembali berteriak untuk memerintahkan Tian Zhi dan timnya kembali masuk ke dalam Formasi.
Kali ini, Tian Zhi dan timnya kewalahan menghadapi serangan Pilar Petir dan meriam yang bertubi-tubi, namun masih tidak melukainya, hanya pakaiannya saja yang banyak robekan setelah terkena serangan.
"Bagus kali ini, setidaknya mampu membuat penyusup kewalahan menghadapi serangan pertahanan Menara Kaisar Api Asyura!" urai Tian Zhi yang telah mengetahuinya batas kekuatan persenjataan Menara Kaisar Api Asyura dengan bahan bakar Batu Kuno.
Kemudian, Tian Zhi membuat plat identitas untuk istrinya dan juga semua pasukan binatang. Plat identitas itu dibuatkan banyak simbol Formasi, dengan tujuan agar tidak diserang persenjataan Menara Kaisar Api Asyura saat masuk ke wilayah pusat Danau Mistik.
...****************...
Tiga hari berlalu.
Di perbatasan Hutan Bambu telah berkumpul banyak kekuatan dari pihak Kekaisaran Shang. Setelah Hutan Bambu ada sungai besar yang menjadi batas pihak Kekaisaran Song.
Banyak juga dibangun meriam pertahanan dan akan menyulitkan siapapun yang berusaha melewati sungai besar.
Di pihak Kekaisaran Song membawa banyak armada kapal angkasa yang diperlengkapi persenjataan Ballista.
"Mereka hanya pasukan lapis kedua yang dipimpin satu jenderal, apa meremehkan kekuatan kita!" Nanggong Kaili kesal diremehkan oleh pihak Kekaisaran Song
"Wajar jika mereka meremehkan pihak kita, karena belum mengetahui sejatinya kekuatan di pihak kita!" sahut Zheng Deng sambil melihat ke arah seberang sungai.
Kemarin Nanggong Kaili telah datang bersama dua ribu murid, sepuluh guru dan juga lima ketua Perguruan Lima Elemen. Sebelumnya, sudah datang terlebih dahulu dari Akademi Awan Surga membawa lima ribu murid, lima puluh guru dan lima ketua.
Perguruan Seni Tapak Dewa membawa empat ribu murid, tiga puluh guru dan lima ketua. Sedangkan Perguruan Tinju Pelebur Langit paling banyak membawa muridnya, mencapai sepuluh ribu murid, dua ratus guru dan enam ketua.
Kekaisaran Shang hanya membawa lima puluh ribu prajurit yang dipimpin langsung oleh Kaisar Shang, setiap sepuluh ribu prajurit dipimpin satu jenderal. Sedangkan Kekaisaran Song membawa tiga puluh ribu prajurit yang dipimpin satu jenderal.
Semuanya telah berkumpul dikarenakan pihak Kekaisaran Song menolak untuk gencatan senjata dengan Kekaisaran Shang. Jenderal dari Kekaisaran Song bernama Jenderal Zhou Fan. Jenderal Zhou Fan menolak gencatan senjata tanpa perlu melaporkan kepada Kaisar Song.
Walaupun kalah dalam jumlah dan medan pertempuran yang belum dikenali, Jenderal Zhou Fan tidak gentar melawan musuhnya. Jenderal Zhou Fan yang juga telah mengalahkan pasukan Kekaisaran Shang yang berniat menyerang terlebih dahulu.
"Perguruan Phoenix Surga telah datang!" teriak salah satu murid dari Perguruan Tinju Pelebur Langit saat melihat sepuluh kapal angkasa.
Semua orang melihat kearah Timur dan bendera lambang Perguruan Phoenix Surga terlihat jelas. Mereka datang dengan membawa seribu murid wanita, lima guru dan lima ketua, mereka di pimpin oleh Juan Nuwa sebagai wakil dari pemimpin Perguruan Phoenix Surga.
Kedatangan Perguruan Phoenix Surga jelas menambah semangat kaum pria, mereka melihat banyak kecantikan berdiri di geladak kapal angkasa; anggun, mempesona serta menggunakan seragam yang sama.
Kaisar Shang segera menyambut kedatangan Perguruan Phoenix Surga yang sudah dinanti-nantikan sejak kemarin...
Siput Penghantar Suara milik Jenderal Zhou Fan bergetar, segera dia mengeluarkannya dan mendapatkan perintah untuk segera menyerang, lalu dia memerintahkan semua perwira mempersiapkan pasukannya.
Kaisar Shang segera berdiri di atas tembok pertahanan saat melihat Jenderal Zhou Fan memobilisasi pasukan, lalu dia berkata kepada, "kalian telah membuat keempat putraku menjadi gila demi tujuan untuk menguasai Benua Dewa... Benar-benar licik!"
Jenderal Zhou Fan tersenyum sinis dengan tuduhan Kaisar Shang, lalu membalas perkataan Kaisar Shang, "apapun alasanmu ... Iya, kami memang ingin menguasai Benua Dewa sejak lama. Lebih baik kalian tunduk kepada Kekaisaran Song dan Yang Mulia pasti akan mengampuni kalian."
Jenderal Zhou Fan tidak membantah ucapan Kaisar Shang yang memang benar, pihaknya justru senang saat penguasa Benua Dewa berinisiatif menyerang terlebih dahulu.
Kaisar Shang jelas geram dan segera memerintahkan para jenderalnya untuk bersiap-siap melawan musuh. Namun, sebelum pasukan bergerak, salah satu ketua dari Perguruan Seni Tapak Dewa menunjukkan kepada semua orang, saat melihat kearah wilayah Surga Kematian.
Semua orang melihat sebuah bangunan pencakar langit yang tiba-tiba muncul setelah awan tebal menghilang, mereka melihat sebuah besar yang bernama Menara Kaisar Api Asyura.
Nanggong Kaili dan jajarannya segera mengenali nama Kaisar Api Asyura, mereka tersenyum saat tahu siapa yang telah membuat menara itu.
Namun, Menara Kaisar Api Asyura kembali ditutupi awan tebal dan kabut, sehingga semua orang kembali melihat kearah pasukan musuh.
"Selidik wilayah Surga Kematian!" perintah Kaisar Shang kepada Menteri Dalam Negeri.
"Laksanakan, Yang Mulia."
Menteri Dalam Negeri segera memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki wilayah Surga Kematian. Lalu Kaisar Shang segera memerintahkan para jenderalnya untuk menyiapkan pasukan.
Lima puluh ribu prajurit berbaris rapi di depan tembok pertahanan, sedangkan kekuatan pendukung berada di dalam tembok pertahanan untuk memberikan serangan kejutan.
Menara Turret dan senjata meriam juga telah siap melepaskan serangan terhadap musuh yang akan melewati sungai besar.
Jenderal Zhou Fan segera memerintahkan perwiranya untuk bergerak. Kapal angkasa segera mengaktifkan pertahanan dan perlahan mulai lepas landas. Kapal angkasa Kekaisaran Song bergerak dengan senjata Ballista telah siap menyerang.
"Tembak!" perintah panglima tertinggi kepada pasukan Menara Turret dan senjata meriam.
Boom... Boom...
Ledakan segera terdengar ketika kapal angkasa pihak musuh melewati sungai besar. Namun, pertahanan kapal angkasa itu sangat kuat dan hanya bergetar saja.
Kaisar Shang memerintahkan untuk menggantikan bahan bakar dengan Batu Mistik. Setelah mengganti bahan bakar, Menara Turret dan senjata meriam menembak sekali lagi.
Boom... Boom...
Ledakan hebat ketika pertahanan kapal angkasa pihak musuh mampu dihancurkan, tapi tidak merusak kapal angkasanya. Senjata Ballista segera memberikan serangan balasan terhadap pasukan Kekaisaran Shang.
Boom... Boom...
Suara ledakan terus-menerus menggema di perbatasan Hutan Bambu. Sedangkan pasukan Jenderal Zhou Fan telah turun kapal angkasa dan langsung menerjang targetnya dengan dipimpin oleh para perwira.
*****