Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 269. Tekad Qing Guozhi.


Chapter 269. Tekad Qing Guozhi.


Patriark Zhi Bingwen dan yang lainnya juga ikut gemetaran melihat ratusan ribu mayat ditumpuk, mereka baru pertama kali melihat kebrutalan dalam peperangan. Mereka melihat Tian Zhi yang berdiri seorang diri dengan tangan bersilang dada dan menyunggingkan senyum manis.


"Jika kalian masih terus memburu ku, kematian kalian akan lebih mengerikan! Aku tidak akan berhenti setelah membunuh kalian, keluarga kalian juga akan seperti mereka, aku tumpuk dan orang yang kalian sayangi jelas lebih dari mereka!" ancam Tian Zhi kepada semua orang yang berasal dari Alam Keabadian.


Semua orang menatap Tian Zhi dengan kontemplasi, mereka tahu ucapannya tidak sekedar omong kosong setelah melihat kebrutalannya dalam membantai pasukan.


"Melawannya dengan kekuatan kita mungkin unggul, tapi jika kita menghadapi kemampuannya dalam Formasi Array ... Lebih baik kita berpikir ulang!" ucap Patriark Bai yang tidak ingin keluarganya menjadi seperti apa yang dilihat dengan mata kepala sendiri.


Tanpa menunggu jawaban dari pemimpin lainnya, Patriark Bai meninggalkan pelabuhan Jalur Sutra menuju ke pelabuhan Qingshan, dia ingin membawa gerbong kereta untuk kembali ke Alam Keabadian.


Sebelum yang lainnya mundur karena ancaman dari Tian Zhi, Qing Guozhi segera mencegah pendukungnya, "tunggu! Kita masih memiliki kesempatan dengan mengandalkan alat yang dibuat oleh saudara Nanggong, lebih baik kita tunggu sebentar."


"Kita juga telah mengeluarkan sumber daya untuk membuat alat penghancur Formasi!" sambung Dewa Air agar pendukungnya tidak kembali ke Alam Keabadian.


"Pikiran baik-baik sebelum terlanjur! Ingat, kalian sudah tahu kehebatan Formasi Array setingkat Celestial Supreme, jika ingin mencobanya, silakan masuk ke dalam... Tapi tidak ada jaminan kalian bisa keluar hidup-hidup!" sela Tian Zhi sebelum Qing Guozhi menyakinkan pendukungnya agar tidak pergi.


"Bajingan?! Awas kamu! Aku akan mencincang tubuhmu dan menyiksa semua Istrimu!?" bentak Qing Guozhi sambil menatap tajam kearah Tian Zhi.


"Apakah Keluarga Besar Qing banyak wanita cantiknya? Jika iya, setelah aku berurusan denganmu dan dewa palsu itu, aku akan bersenang-senang dengan wanita milik kalian!" ancaman Tian Zhi sekali lagi, lalu dia membalikkan badan untuk meninggalkan musuhnya.


Dewa palsu yang dikatakan oleh Tian Zhi adalah Dewa Air, dia berkata demikian dikarenakan Dewa Air tidak sesuai dengan namanya, sebab kemampuan dalam elemen air jauh darinya.


"Oh iya! Jika kalian ingin masuk, teriak saja, aku pasti akan menjamu kalian dengan teh hangat dan daging mereka!" Imbuhnya sambil menunjuk tumpukan mayat.


Qing Guozhi dan Dewa Air sangat marah dengan mengendor dinding Formasi Perlindungan. Patriark Zhi Bingwen menghela nafas berat telah menciptakan musuh baru, seandainya dia tahu bahwa Tian Zhi adalah seorang ahli Formasi Array tingkat Celestial Supreme, jelas dia tidak akan mau mendukung Qing Guozhi.


"Pantas saja Dewi Alkemis tidak mau berurusan dengannya!" batin Patriark Zhi Bingwen dan segera menuju ke pelabuhan Qingshan untuk menjemput putrinya.


Kepergian Patriark Zhi Bingwen diikuti oleh semua orang yang mendukung Qing Guozhi. Namun mereka melihat Patriark Nanggong terbang sangat cepat dan berhenti dihadapan Patriark Zhi Bingwen.


"Aku sudah berhasil membuat alat penghancur Formasi Array," kata Patriark Nanggong sambil mengeluarkan benda berbentuk cakram hitam seukuran telapak tangan, pinggiran cakram terdapat simbol lima elemen, setelah ukiran simbol terdapat ukiran Yin Yang dan ditengahnya ada cekungan yang difungsikan untuk menyerap energi Formasi Array.


Semua orang melihat alat penghancur Formasi, lalu Patriark Zhi Bingwen berbicara, "apa yakin alat ini mampu menghancurkan Formasi Array setingkat Celestial Supreme? Sedangkan kamu hanya setingkat Dewa Leluhur."


Patriark Zhi Bingwen skeptis dengan ucapan Patriark Nanggong, sebab tidak mungkin alat yang dibuat oleh ahli Formasi Array setingkat Dewa Leluhur mampu mengalahkan tingkat Celestial Supreme


Semua pemimpin mengangguk sebagai bentuk membenarkan ucapan Patriark Zhi Bingwen. Mereka tidak tahu jika alat penghancur Formasi Array telah dibuat oleh Patriark Nanggong ketika berada dikediamannya, dia hanya memperalat semua orang untuk mengembalikan modalnya.


"Jika kalian tidak percaya denganku, kenapa repot-repot memberikan sumber daya material yang mahal? Ayo, kita uji dulu!" ajak Patriark Nanggong yang tidak ingin prestasinya dipertanyakan.


Segera dia terbang ke arah pelabuhan Jalur Sutra dengan rasa percaya diri. Patriark Zhi Bingwen ragu-ragu untuk mempercayai ucapan Patriark Nanggong, dia melihat Patriark Xiang mengikuti dan disusul oleh Patriark Mu dan Patriark Bai.


"Terserah jika kalian berhasil, aku yakin harga yang kalian derita akan lebih mahal dari apa yang akan kalian dapatkan dari dia!" gumam Patriark Zhi Bingwen yang memutuskan untuk kembali ke Alam Keabadian.


Sesampainya di pelabuhan Jalur Sutra, Patriark Nanggong melihat dua orang yang dianggapnya lemah masih saja mencoba untuk menghancurkan Formasi Perlindungan.


"Aku sudah membuatnya," kata Patriark Nanggong kepada Qing Guozhi, namun dia terkejut melihat tumpukan mayat yang menggunung di dalam pelabuhan.


Dalam sekali pandangan Patriark Nanggong tahu apa yang telah terjadi, tubuhnya bergetar hebat manakala membayangkan jika dirinya terjebak di dalam Formasi Ilusi dan Pembunuh. Seketika kepercayaan dirinya runtuh dan teringat perkataan Patriark Zhi Bingwen, dimana setingkat Dewa Leluhur tidak mungkin mampu mengalahkan tingkat Celestial Supreme.


"Hebat! Cepat hancurkan Formasi Array ini!" seruan Qing Guozhi dan melihat Patriark Nanggong yang linglung, lalu dia mengangkat tangan agar pasukan berhenti menyerang Formasi Perlindungan.


Patriark Nanggong tersadar dari lamunannya yang takut mati didalam Formasi Ilusi dan Pembunuh, namun semua sudah terlanjur menunjukkan alat penghancur Formasi. Dia menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati.


"Tidak masalah selama kita bisa menghancurkan semua Formasi Array!" sahut Qing Guozhi yang tidak sabar ingin mencabik-cabik tubuh Tian Zhi dan semua istrinya.


Patriark Xiang dan yang lainnya meliputi Patriark Nanggong berjalan mendekati Formasi Perlindungan, lalu dia menempelkan alat penghancur Formasi dindingnya sambil mengalirkan energi spiritual.


Setelah menunggu beberapa saat, alat penghancur Formasi tidak ada reaksi apapun dan terdengar helaan nafas berat, mereka menebak jika alat penghancur Formasi tidak berfungsi. Namun tiba-tiba alat penghancur Formasi mulai menyerap energi Formasi Perlindungan, tapi sangat lambat sekali.


Tian Zhi muncul di atas tembok pertahanan kota sambil membawa karung, lalu berkata, "wow, hebat! Kalian memang layak sebagai seorang yang lama hidup dan banyak pengalaman. Aku memiliki sekarung Batu Kuno sebagai bahan energi Formasi Perlindungan, jika kalian lelah, lapar dan langsung pingsan, teriak saja, aku akan memberikan pertolongan pertama!"


Semua orang melihat Tian Zhi yang membawa karung, lalu dia mengambil satu Batu Kuno dan memainkannya. Patriark Nanggong ingin rasanya menangis mendengar lelucon Tian Zhi, satu Batu Kuno saja sudah membutuhkan waktu berhari-hari untuk alat penghancur Formasi menyerap habis, apalagi sekarung Batu Kuno. Bisa-bisa dia mati hanya untuk menunggu satu Formasi Perlindungan hancur.


Ucapan Tian Zhi membuat istrinya tertawa dibalik tembok pertahanan kota, mana ada orang pingsan bisa berteriak?


Akhirnya Patriark Xiang dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke Alam Keabadian, sebab tidak mungkin mereka menunggu Formasi Perlindungan bertahun-tahun dan itupun belum tentu mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Tinggal Patriark Nanggong, dia sebenarnya ingin sekali kembali ke Alam Keabadian, sebab malu kepada Master Tian, seorang ahli Formasi Array setingkat Celestial Supreme seharusnya dia hormati sebagai senior.


"Kalian lihat alat penghancur Formasi ini bekerja! Jadi, aku akan kembali dan tidak mungkin bertahun-tahun menunggu disini. Jika kalian berhasil mendapatkannya, tidak perlu membaginya, cukup untuk kalian saja," kata Patriark Nanggong dengan muka yang terlihat merah karena menahan malu.


"Tidak masalah! Seumur hidupku bersedia untuk menunggu dia!" sahut Qing Guozhi yang bertekad seumur hidup untuk menangkap Tian Zhi.


Qing Guozhi sudah mengalami kerugian yang sangat besar dan tidak mungkin melepaskan Tian Zhi begitu saja tanpa mendapatkan apa yang menjadi miliknya. Sumber kekayaan Keluarga Besar Qing telah dijarah oleh Tian Zhi, banyak pasukannya yang telah terbunuh dan pasti akan menurunkan status kekaisaran menjadi kerajaan, belum lagi rasa harga diri dan prestasi besar nama marga Qing sangat dipertaruhkan dalam hal ini, apalagi kematian jenderal besar sangat memalukan, jelas Qing Guozhi tidak akan melepaskan Tian Zhi.


"Baiklah, aku pergi dulu." Pamit Patriark Nanggong dan langsung terbang.


Qing Guozhi segera mengambil alih kendali alat penghancur Formasi, lalu dia mengalirkan energi spiritual pada alat. Dengan tangan kirinya yang mengarah kebawah dan seakan-akan menarik sesuatu.


Lalu air laut sedikit bergejolak, lalu muncul tanah dari dalam laut selebar empat meter yang berbentuk seperti pilar, lalu Qing Guozhi melambaikan tangan pada permukaan pilar agar kering, lalu dia menjadikannya sebagai tempat duduk.


Dewa Air segera duduk bersila disampingnya dan memejamkan mata untuk menenangkan pikiran dan hatinya, dia juga mengalami kerugian besar yang telah kehilangan panglima besar dan jutaan prajurit.


Sejujurnya kerugian Dewa Air lebih besar dibandingkan dengan Qing Guozhi, namun dia memilih untuk diam karena lemah.


Dewa Air melihat membuka mata dan melihat perwira menengah, lalu memberikan perintah, "kalian kembali ke kerajaan dan berikan ini kepada putra mahkota untuk menggantikan posisi ku."


Perwira menerima dekrit kerajaan, lalu dia membungkuk sebagai bentuk penghormatan. Perwira menengah segera memerintahkan pasukan binatang air untuk kembali.


Demikian juga dengan Qing Guozhi yang memerintah pasukannya untuk kembali, dia memberikan token perekam suara kepada ajudannya untuk diberikan kepada Dewa Surya...


Banyak penduduk melihat Qing Guozhi dan Dewa Air yang duduk di pilar, namun itu hanya sesaat dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Demikian juga dengan Tian Zhi yang ingin beristirahat untuk beberapa hari. Setelah itu dia akan memberikan keamanan ekstra bagi Keluarga Besar Guang.


Ya, rencananya Tian Zhi tidak membawa Guang Liem saat ke Alam Keabadian, agar disini ada yang memimpin, kecuali Guang Liem memiliki kandidat calon penggantinya yang mumpuni dalam pemerintahan.


Tian Zhi yang duduk di atas tembok pertahanan disusul oleh He Hua dan ketiga jenderalnya. Mereka melihat sekilas Qing Guozhi yang bersikeras ingin menangkap Tian Zhi.


"Ancaman mu tidak juga membuat orang tua itu takut, apa yang akan kamu lakukan?" kata He Hua dan bertanya setelahnya, lalu dia menuangkan teh hangat di cangkir.


"Biar semuanya tenang dulu untuk beberapa hari, setelah itu ibukota Kekaisaran Qing akan tinggal sejarah!" jawab Tian Zhi sambil menerima cangkir teh dari istrinya.


"Jika terjadi, maka ramalan leluhur Klan Zhi akan tergenapi!" sahut Zhi Yinping yang tiba-tiba muncul di samping He Hua.


Semenjak kedatangan Patriark Zhi Bingwen, Zhi Yinping selalu menyembunyikan dirinya agar tidak diketahui, dia baru muncul saat Patriark Zhi Bingwen tidak ada...