Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 283. Ramalan Xu Weici!


Chapter 283. Ramalan Xu Weici!


Tian Zhi kembali ke dalam setelah menemui empat wanitanya, dia melihat Jiang Chen Mei yang sudah tertidur disampingnya dan melihat Zhu Rong sedang tersenyum.


Zhu Rong telah mengganti pakaiannya yang lebih sopan, model pakaian Hanfu berwarna biru muda.


"Tuan Lu Bai sudah datang," kata Zhu Rong.


Tian Zhi segera berdiri dan disusul oleh Jiang Chen Mei yang bangun. Lalu mereka bertiga menuju lantai satu untuk menemui Lu Bai. Di lantai satu, Tian Zhi melihat Lu Bai waspada terhadap Zhe Zong yang mengelilinginya.


Zhe Zong segera keluar dari lantai satu setelah kedatangan raja dan ratunya. Lu Bai menghela napas lega telah terbebas dari kepungan mayat hidup jenis Zhe Zong.


"Yang Mulia!" sapa Lu Bai dan buru-buru mendekatinya.


Tian Zhi tersenyum melihat Lu baik yang ketakutan kepada Zhe Zong, lalu dan memberikan cincin dimensi, Lu Bai segera menerima pemberiannya.


"Didalam ada beberapa botol berisi cairan khusus untuk menangkal indera penciuman mayat hidup, gunakan disaat aliansi melawan mayat hidup. Aku ingin kamu dan sahabatmu menonjol agar dikenali oleh semua orang. Apa kamu paham dengan rencana ku?" jelas Tian Zhi dan bertanya.


"Hamba memahami, Yang Mulia!" jawab Lu Bai yang paham tujuan Tian Zhi.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Tian Zhi kepada Zhu Rong sambil memberikan cincin dimensi yang berisi banyak Pil Kultivasi tingkat Jenderal Surgawi tahap puncak dan berbagai macam kebutuhannya.


"Aku sudah siap sampai kamu kembali!" jawab Zhu Rong dan menerima cincin dimensi tingkat tinggi.


Saat Tian Zhi berkomunikasi dengan alam bawah sadar milik Zhu Rong, dia telah banyak memberikan tugas dan petunjuk apa yang harus dilakukan selama berada di Istana Surgawi.


"Saudara Bai, aku minta kamu bawa serta Zhu Rong kembali ke Istana Surgawi. Karena dia dulunya murid akademi maka akan dengan mudah masuk ke wilayah Istana Surgawi. Jika ditanya pihak mereka, bilang saja kamu menyelamatkannya dari kepungan mayat hidup saat bersembunyi... Atau kalian buat cerita yang meyakinkan mereka!" pinta Tian Zhi kepada Lu Bai.


"Serahkan kepada hamba, Yang Mulia. Kebetulan pihak Istana Surgawi membutuhkan banyak kultivator. Dengan kembalinya Nyonya Zhu, pihak istana pasti menyambutnya!" jawab Lu Bai yang paham.


"Bagus! Kamu tunggu dulu di luar!" ucap Zhi Shimo dan segera Lu Bai keluar dari lantai satu menunggu Zhu Rong.


Setelah Lu Bai keluar, Tian Zhi memeluk Zhu Rong dan mencium bibirnya dan disambut hangat. Setelah itu mereka berdua saling memandang dengan mata yang penuh kasih sayang.


"Aku akan menjemputmu setelah semuanya selesai!" janji Tian Zhi.


Jiang Chen Mei kebingungan dengan apa yang direncanakan oleh Tian Zhi, dengan segera dia bertanya, "apa rencana mu?"


Tian Zhi memandang Jiang Chen Mei dan menjawab, "ini untuk masa depan dan tugasnya selama berada di Istana Surgawi. Aku hanya ingin dia merekrut banyak wanita berbakat dari akademi."


Lalu Tian Zhi melihat Zhu Rong dan berkata tanpa menunggu respon Jiang Chen Mei, "didalam cincin dimensi semua kebutuhan mu telah aku sediakan. Jadi, jangan khawatir tidak dipedulikan pihak Istana Surgawi. Baiklah, kamu bisa berangkat sekarang."


Zhu Rong memeluk Tian Zhi dan meneteskan air mata. Tian Zhi membalas pelukan dengan erat dan melepaskan diri.


"Aku akan selalu menunggumu!" ucap Zhu Rong untuk terakhir kalinya dan Tian Zhi mengangguk sambil tersenyum.


Zhu Rong membalikkan badan untuk keluar dari lantai satu. Di luar, para pelayan memeluk Zhu Rong dan mengucap selamat tinggal. Tian Zhi menghela napas panjang dan melihat kepergian Zhu Rong bersama Lu Bai.


"Rawat semua pelayan dengan baik karena mereka adalah keluargamu!" pinta Tian Zhi kepada Jiang Chen Mei.


"Tentu!" jawab Jiang Chen Mei singkat dan memegang tangan kanan Tian Zhi, "semua pasukan ku telah mulai bekerja, untuk membuat terowongan bawah tanah menuju ke wilayah Keluarga Besar Mu." Lanjutnya.


"Bagus, lebih cepat lebih baik! Empat hari lagi aliansi akan datang ke tempat ini, pindahkan semua orang ketempat rahasia mu!" ucap Tian Zhi dan segera membuat pengaturan.


Jiang Chen Mei mengangguk paham, lalu dia melihat Kepala pelayan baru, "Xinxin, pimpinan semua orang menuju tempat persembunyian kita!" perintahnya.


"Laksanakan, Yang Mulia Ratu." Xinxin segera menjalankan perintah.


"Ayo, kita bantu pasukan mu agar cepat membuat jalur bawah tanah!" ajak Tian Zhi yang ingin sesegera mungkin menyelesaikan urusannya, yaitu membalas perbuatan Raja Mu yang telah mengakibatkan kematian Xue Mei dan bukan karena Xiang Tianzhi. Selain itu, Tian Zhi melakukan semua ini demi masa depan anak-anaknya.


Rencananya setelah membinasakan Keluarga Besar Mu, berikutnya adalah Dewa Bintang dan Keluarga Besar Zhi, terutama Zhi Shirong dan semua orang yang terlibat.


Tian Zhi dan Jiang Chen Mei telah berada di bawah tanah yang baru digali oleh mayat hidup. Kali ini kedalaman lorong lebih dalam dari sebelumnya, kedalaman mencapai 500 meter dari permukaan tanah, lebar 50 meter dan tinggi 7 meter.


Tian Zhi langsung ikut campur dalam pembuatan terowongan, sedangkan pasukan mayat hidup membuat banyak lorong-lorong yang untuk membingungkan pihak lawan.


Tian Zhi yang memiliki kemampuan dalam mengendalikan banyak elemen, dia dengan cepat dan mudah membuat terowongan, hingga hari menjelang pagi. Tian Zhi, Jiang Chen Mei dan pasukan mayat hidup telah berada di depan dinding Formasi Perlindungan milik Keluarga Besar Mu.


Kini Tian Zhi dan Jiang Chen Mei bersantai sambil melihat mayat hidup bekerja tanpa kenal lelah. Tian Zhi bertanya kepada Jiang Chen Mei, "jika tidak bisa membunuh si Wei Yan, kenapa tidak memusnahkan Sekte Wei?"


Jiang Chen Mei tersenyum, lalu dia menjawab, "dulu sebelum kamu memberikan solusi untuk menghancurkan Formasi, aku mengurungkan niat ini. Setelah ada solusi, maka berikutnya adalah Sekte Wei."


Jiang Chen Mei tersenyum karena bisa sedikit membalas dendam kepada Wei Yan, walaupun bukan target utamanya. Hitung-hitung untuk mengurangi rasa sakit di hati, dimana seluruh keluarga besarnya telah dimusnahkan oleh Dewa Binatang dikarenakan ulah si Wei Yan.


...****************...


Perwakilan dari Keluarga Besar Mu telah kembali, dia segera melaporkan kepada Kepala Keluarga mengenai aliansi.


Di ruang Balai Keluarga Mu, berkumpul banyak orang penting, salah satunya mantan Raja Mu, paman dari Mu Bingyun, nama aslinya adalah Mu Aming.


Mu Aming seperti Xiang Dongjun, dimana dia dianggap hanya sebagai junior dikarenakan kekuatannya yang rendah, lebih tinggi dari Xiang Dongjun, berada di tingkat Dewa Biru.


Berkumpulnya semua orang penting bukan berita tentang pembentukan aliansi, tapi terkait musnahnya Keluarga Besar Xiang dalam satu malam.


"Menurut hasil penyelidikan dan jelas buktinya ... Mayat hidup, musnahnya Keluarga Besar Xiang karena mayat hidup!" kata Patriark Mu.


"Bagaimana mungkin mayat hidup bisa menerobos Formasi Perlindungan mereka? Jika mayat hidup bisa menerobos pertahanan mereka, Formasi Perlindungan di wilayah kita juga bisa dibobol, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya wakil Patriark Mu yang terlihat sangat khawatir.


Tidak hanya dia saja yang khawatir semua orang merasakan hal yang sama, sebab Formasi Perlindungan pada tingkat yang sama seperti milik Keluarga Besar Xiang.


Sebelum Patriark Mu berbicara, datang orang yang paling penting dan kuat bagi Keluarga Besar Mu, dia adalah leluhur Mu. Semua orang segera berdiri dan membungkuk sebagai bentuk penghormatan.


Patriark Mu berdiri dan mempersilahkan tempat duduknya digunakan oleh leluhur Mu.


"Tujuanku keluar dari kultivasi tertutup dikarenakan berita dari Nyonya Xu Weici. Beliau meramal tentang keluarga kita yang menjadi sasaran mayat hidup... Sejujurnya, aku tidak mempercayai ramalan apapun, berhubungan musnahnya Keluarga Besar Xiang, aku sedikit mempercayainya!" ungkap leluhur Mu tanpa basa-basi dan langsung berbicara pada inti tujuannya.


Sontak semua orang terkejut dengan ramalan dari Xu Weici, terlihat tangan beberapa orang yang hadir gemetaran karena takut. Ruang Balai Keluarga menjadi ribut dengan berbagai macam ucapan.


"Leluhur, kira-kira kapan mayat hidup akan tiba di wilayah kita?" tanya Patriark Mu.


"Beliau tidak mengatakan kapan tepatnya! Tapi, beliau berkata jika mayat hidup telah bergerak menuju wilayah ini!" jawab leluhur Mu dan melihat keturunannya makin khawatir.


"Kepala Keluarga Xiang yang memiliki kekuatan Half Alfa level 75 bisa dikalahkan ... Apa Leluhur bisa menanganinya?" tanya Patriark Mu dengan penuh harap.


Leluhur Mu tertawa kecil, lalu dia mengeluarkan sedikit aura kekuatannya yang berada di tingkat Half Alfa level 90. Seketika Semua orang terdiam sesaat, lalu berganti memberikan ucapan selamat kepada leluhur Mu yang telah berhasil meningkatkan kekuatannya sebanyak 10 level.


"Selamat atas keberhasilan Leluhur, tidak sia-sia berkultivasi tertutup selama ini!" ucap Patriark Mu dengan tulus.


"Bukan pencapaian yang luar biasa!" ujar leluhur Mu dengan rendah hati, padahal di dalam hatinya bangga akan pujian, "lebih baik persiapkan diri untuk menghadapi serangan mayat hidup yang sewaktu-waktu datang entah dari mana. Perketat penjagaan di setiap lokasi yang strategis dan jalur keluar masuk." Imbuhnya.


"Laksanakan, Leluhur." Serempak semua orang menjawab.


Segera semua orang keluar dari ruang Balai Keluarga Mu, termasuk Mu Aming yang ikut keluar. Tinggal Patriark Mu dan leluhurnya.


"Leluhur, pihak Istana Surgawi telah membentuk aliansi sementara dengan banyak kekuatan, termasuk kita. Apa kita perlu mengabarkan kepada Dewa Bintang agar mengirimkan bantuan?"


"Iya! Kamu segera kabarkan kepada Dewa Bintang untuk mengirimkan Pasukan Surgawi, lalu segera atur generasi muda untuk bersiap-siap bersembunyi ketika mayat hidup menyerang!" perintah leluhur Mu.


"Baik, Leluhur."


Patriark Mu segera keluar dari ruang Balai Keluarga. Setelah tidak ada satupun orang di ruang Balai Keluarga, leluhur Mu menghela napas berat, sebab dia menyembunyikan ramalan Xu Weici yang sebenarnya.


Xu Weici meramalkan jika Keluarga Besar Mu akan mengalami hal yang sama seperti Keluarga Besar Xiang, semua ini terkait dengan satu orang yang tidak lain adalah Tian Zhi. Keluarga Besar Mu masih berhubungan baik dengan Klan Xu, sebab itu Xu Weici membantu leluhur Mu akan masa depan keluarganya.


"Kenapa aku dulu terlibat ...!" gumam leluhur Mu yang menyesal telah membantu Dewa Es Abadi.


"Aku harus menemui Zhi Shirong, hanya dia satu-satunya orang yang tahu caranya menaklukkan Kasta Kaisar!" harapannya kepada Zhi Shirong.


Tubuh leluhur Mu bergetar dan menghilang dari tempat duduknya, dia akan menemui Zhi Shirong sebelum mayat hidup datang. Sayangnya, mayat hidup telah berada dibawah wilayah Keluarga Besar Mu dan bersiap keluar ketika hari menjelang malam.


Ramalan Xu Weici bisa dikatakan tepat sesuai dengan ucapan Jiang Chen Mei, butuh waktu dua hari paling cepat untuk membuat banyak lorong-lorong menuju ke wilayah Keluarga Besar Mu. Akan tetapi Tian Zhi ikut campur dalam membuat terowongan bawah tanah, sehingga ramalan Xu Weici lebih cepat dari perkiraan.


...****************...