
Chapter 102. Lumayan!
Di dalam cincin dimensi, Tian Zhi melepaskan Katak Naga Keberuntungan, dia tidak kuatir jika Katak Naga tidak bisa tangkap, sebab selama berada di dalam cincin dimensi, dengan pikirannya saja Tian Zhi mampu menangkap Katak Naga.
"Katak, mulai saat ini aku adalah Tuan-mu," kata Tian Zhi.
"Kwok! "
Katak Naga melompat untuk kabur, tapi dengan pikirannya Katak Naga melayang dan kembali, Tian Zhi segera mengeluarkan sebutir Pil Langit Jiwa yang disukai semua binatang.
"Aku akan memberikan ini, asal kamu tunduk dan menjadi peliharaan ku! " Tian Zhi memainkan Pil Langit Jiwa di tangannya.
Katak Naga menelan salivanya sambil menatap Pil Langit Jiwa, tapi dia geleng-geleng tanda menolak dijadikan peliharaan, dia lebih suka bebas daripada dikekang dan hanya diperintahkan untuk memperkaya Tian Zhi.
Tian Zhi tersenyum dan mengeluarkan lagi sebutir pil dan meletakkan di telapak tangan kanannya, dia berkata:
"Aku hanya membutuhkanmu untuk mencari Token Giok di Hutan Peperangan, setelah itu kamu bebas. Sebagai pembayarannya, aku akan berikan kamu 20 butir Pil Langit Jiwa, dan 2 pil ini sebagai kesepakatan. Bagaimana, apakah kamu mau? Tenang saja, aku tidak menjadikan kamu pelihara. "
"Kwok... Kwok!! "
Katak Naga segera merespon dengan bersuara, dia menjulurkan lidahnya dan melahap dua butir pil sekali teguk. Setelah menelan dua butir pil, Katak Naga bersendawa dengan mengelus perutnya.
Tian Zhi terkekeh melihat tingkat lucu si Katak Naga, dan berbicara:
"Apakah kamu bisa dipercaya jika kita keluar dari sini untuk berburu Token Giok? "
"Kwok... Kwok! " jawab Katak Naga dengan membusungkan dadanya sebagai tanda sangat bisa dipercayai.
Segera Katak Naga melompat dan hinggap di atas kepala Tian Zhi, dia segera berubah menjadi mahkota kecil yang melingkar kepala Tian Zhi, di depan dahinya berbentuk katak.
Ketika Katak Naga menjadi mahkota, Tian Zhi merasakan koneksi akan kemampuan si Katak Naga, dia melihat keluar cincin dimensi dan bisa melihat tempat persembunyian Token Giok, tidak hanya itu saja, Tian Zhi bisa melihat Emas, Batu Roh, Batu Mistik dan Batu Kuno yang berada di dalam tanah.
Selain itu, Tian Zhi juga bisa berkomunikasi dengan Katak Naga layaknya manusia.
"Kenalkan namaku si tampan Kwok. Siapa namamu? " si Katak Naga berbicara dengan sombongnya, dan bertanya balik.
Tian Zhi terkekeh mendengar suara si Kwok seperti anak kecil, dan menjawab:
"Panggil saja aku Tian. Ayo kita kalahkan mereka dan hancurkan harga diri semua peserta yang akan menangkap mu tadi. "
"Kwok, hancurkan mereka ... Tapi kamu yang menghajar mereka, ya. Kan kesepakatan kita hanya mencari Token Giok! "
Tian Zhi tertawa, awalnya, dia pikir si Kwok bersemangat, tapi ujung-ujungnya tidak berani menghajar para peserta.
Setelah melihat sekitar Danau tidak ada satupun peserta, Tian Zhi segera keluar dari cincin dimensi dengan wujud menjadi udara, si Kwok tidak tahu jika dirinya juga menjadi udara, hanya merasakan sangat nyaman berada di kepala Tian Zhi.
Setelah terhubung dengan kemampuan si Kwok, Tian Zhi dengan mudah menemukan Token Giok, seperti dia sendiri yang menyembunyikannya.
Selama mencari Token Giok, Tian Zhi banyak berbicara dengan si Kwok, ternyata si Kwok sudah lama berada di Hutan Peperangan, dan akan dimanfaatkan oleh peserta yang berhasil menangkapnya.
Tapi, hanya ada dua orang yang berhasil menangkapnya, yaitu Ketua Wei Yan dan dua pria jenius dari Benua Keabadian bernama Yu Guan dan sahabatnya bernama Yang Wei.
Si Kwok juga berbicara, saat berhasil di tangkap oleh Wei Yan dan Yu Guan, dirinya tidak berubah wujud menjadi mahkota seperti saat ini, sebab kedua orang itu tidak memberikan apa-apa dan dirinya dipaksakan untuk mematuhi perintah saja.
...
Selama Tian Zhi dan para peserta yang lain berburu Token Giok, di dalam Paviliun Asyura Path, aktivitas mereka selalu dipantau melalui sebuah layar yang terbuat dari Formasi dan menampilkan peroleh Token Giok setiap pesertanya.
Awalnya, peringkat pertama selalu di raih oleh He Hua, peringkat kedua Miao Jiang dan disusul oleh Long Quan, Huang Liao hingga peringkat seratus besar, peringkat pertama hingga sepuluh besar tidak ada perubahan, tapi perintah sebelas hingga seratus besar selalu naik turun.
Feng Zixuan selalu menatap layar Formasi dan menghela nafas berat berulang-ulang saat nama Tian Zhi tidak muncul. Tapi, di hari keempat, nama Tian Zhi mulai muncul, naik secara berlahan dan membuat Feng Zixuan kembali bersemangat.
Awalnya nama Tian Zhi tidak menjadi perhatian siapapun, namun saat berada di lima puluh besar, semua mata mulai tertarik. Semua orang tertarik karena Tian Zhi tidak turun seperti peserta lainnya, setiap hari naik dan makin cepat. Tapi di hari kelima belas, Tian Zhi berhenti di peringkat ke-tiga puluh.
Ya, 15 hari adalah waktu untuk beristirahat di sebuah kota kecil, tempat khusus untuk melakukan berbagai transaksi, dan menyediakan kebutuhan bagi peserta.
....
Tian Zhi sendiri juga menuju ke kota tersebut, dia menggunakan jubah penyamaran dan pengikat kepala dari kain untuk menyembunyikan Si Kwok.
Selama 15 hari ini, Tian Zhi lebih banyak mengambil Batu Roh, Batu Mistik, Batu Kuno dan sambil lalu mengambil Token Giok.
Tian Zhi juga memberikan sebutir Pil Langit Jiwa setiap hari kepada si Kwok, agar membantunya mencari Batu Roh dan lainnya, sebab kesepakatan awal hanya mencari Token Giok, jadi sebutir pil adalah upah bagi si Kwok, jika tidak diberi si Kwok selalu menutup kemampuannya agar tidak digunakan oleh Tian Zhi.
Sengaja Tian Zhi tidak segera mendapatkan sebanyak mungkin Token Giok, sebab dia sengaja memberikan kesempatan untuk peserta lainnya mengumpulkan Token Giok.
Setelah peserta banyak mengumpulkan Token Giok, baru dia mulai beraksi. Jadi, karena rencananya itu, Tian Zhi lebih banyak mengambil Batu berharga yang merupakan sumberdaya penting bagi kultivator dan juga mata uang di manapun berada.
Sesuai petunjuk dari si Kwok, Tian Zhi yang sengaja tidak terbang, dia berjalan menuju satu-satunya kota di Hutan Peperangan. Para peserta menyebutnya Kota Peristirahatan.
Saat Tian Zhi berjalan, beberapa orang sedang mengikutinya, dan tidak berselang lama telah mengepungnya. Si pemimpin kelompok segera meminta cincin dimensi dan jelas Tian Zhi tidak akan memberikannya.
"Bunuh dia! " perintah si pemimpin kepada anggotanya.
Tian Zhi tersenyum tipis dan membuka tudung kepala, sontak orang yang mengenalinya makin kegirangan dan dengan bersemangat langsung menyerang.
"Bodoh! " ejek Tian Zhi dan mengeluarkan sepuluh tubuh bayangan, saat senjata mereka sangat dekat, hanya berjarak setengah meter.
Sling... Sling...
Sepuluh kepala peserta melayang dan berjatuhan seperti batu ketika sepuluh tubuh bayangan menebas leher mereka dengan sangat cepat, tanpa bisa menghindari maupun berucap.
Segera si pemimpin langsung kabur tanpa peduli anggotanya yang telah terbunuh, Tian Zhi memerintahkan tubuh bayangan untuk mengejar si pemimpin.
Sedangkan Tian Zhi yang asli mengambil cincin dimensi para korbannya, dia mengangguk puas saat menghitung Token Giok milik korbannya.
"Lumayan, 510 Token Giok, " gumam Tian Zhi sambil melihat tubuh bayangan telah kembali dengan membawa cincin dimensi milik si pemimpin yang kabur, sedangkan si pemimpin memilih menyerah dan secara otomatis diselamatkan oleh Formasi.
Segera Tian Zhi menghitungnya, dan tertawa saat mendapatkan 1.000 Token Giok, dan totalnya 1.510 Token Giok. Jika ditotal dengan miliknya sendiri, menjadi 5.510 Token Giok.
Kembali dia menutup kepalanya dan berjalan menuju Kota Peristirahatan sambil bersiul, berharap ada yang menyergap-nya lagi.
(Note: Di novel "Trigrams Chaos" saya menjabarkan banyak cerita yang berkaitan dengan novel "Legenda Pasukan Wanita", dan banyak alur cerita yang pasti membingungkan, sebab tiga novel saling berkaitan .... Dan saya akan menunda kelanjutan "Legenda Pasukan Wanita" sebelum "God Of Beast 1" tamat, agar tidak semakin membingungkan sobatku yang tidak mengikuti perjalanan Excel Felix dan Excel Shimo.
Salah satu cerita di LPW ... Kenapa Ras Golem mendapatkan kutukan sehingga tidak bisa keluar dari Hutan Abbys?
Lalu, kenapa Dewa Perang bermarga Jun? Dan lain sebagainya. Terimakasih sudah memberikan komentar baik. Salam.)