Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 32. Babak Kedua


Chapter 32. Babak Kedua.


Setelah berpikir dan karena Xiang Tianzhi tidak ingin terikat dengan siapapun, dia akan melelang lagi Pill tingkat Raja tahap puncak garis tujuh sebanyak enam butir pill.


Namun, penatua Bing Fung segera memulihkan keterkejutannya dengan menarik nafas dalam-dalam, agar bisa menenangkan jiwa saat berhadapan dengan Xiang Tianzhi yang kemampuannya seperti monster tua.


Dua perkataan Xiang Tianzhi yang membuat semua orang syok, yaitu permintaan ramuan setingkat Saint dan kedua memborong semua ramuan yang dimiliki Paviliun Hitam.


Untuk setingkat Saint, jika berhasil dibuat oleh Xiang Tianzhi, maka akan menjadi rekor pertama seseorang Alkemis mampu membuat Pill tingkat Saint, dan akan membuat kekacauan di seluruh Benua Awan Timur. Sudah dipastikan akan menjadi pertumpahan darah untuk merebutnya dan memonopoli Xiang Tianzhi.


Setingkat Raja tahap puncak garis tujuh saja sudah menghebohkan, apalagi setingkat Saint tahap rendah...


Dengan tersenyum masam dan menatap monster tua, penatua Bing Fung berbicara. "Untuk ramuan setingkat Saint, kita hanya punya satu set ... Itupun sudah lama tidak kami lihat, apakah masih layak atau tidak! Tapi kami yakin metode penyimpanan kita yang mampu mempertahankan kesegaran dan khasiat tiap tanaman...,!


Penatua Bing Fung mengambil dokumen stok barang dan meletakkan di meja, dia membalikkan tiap lembaran hingga daftar stok ramuan ditemukan.


Tingkat Grand Master Paviliun Hitam memiliki sebanyak 100 set ramuan tahap rendah, 75 set tahap menengah dan 50 set tahap atas.


Untuk tingkat Raja lebih sedikit dan tingkat Kaisar memiliki enam set ramuan tahap rendah dengan harga 2 juta keping Emas, ada satu set tingkat Saint dengan harga 10 juta keping Emas. Total semua harga mencapai 187 juta keping Emas, harga fantastik dalam sekali penjualan di Paviliun Hitam, dengan potongan 5.610.000 keping Emas.


Xiang Tianzhi tersenyum karena harga segitu tidak perlu melelang lagi pill, dan dia mengurungkan niatnya, belum lagi hasil lelang Pill tingkat Kaisar.


"Aku beli semua, termasuk satu set ramuan tingkat Saint," pesan Xiang Tianzhi yang memborong semua tanaman di Paviliun Hitam.


"Segera kami siapkan, kita akan mengantarkan kesini setelah lelang usai!" jawab penatua Bing Fung dengan wajah tersenyum bahagia setelah kejang-kejang.


Saat penatua Bing Fung tersenyum, terlihat empat gigi depan yang menahan gempuran angin, apalagi lagi satu gigi akan terjun bebas tanpa sayap. Xiang Tianzhi sedari tadi menahan tawa saat melihat penatua Bing Fung tertawa maupun tersenyum.


"Lili, layani Saint Tian Zhi dengan baik!" perintah penatua Bing Fung kepada Lili.


"Aku juga menginginkan dia!" pinta Xiang Tianzhi sambil menunjuk Lili, sebelum kekasihnya membungkuk.


Kembali penatua Bing Fung tertawa. "Tidak masalah, jika perlu semua pekerja yang cantik Paviliun Hitam kita berikan ... Asal ... (Berdehem 2x)!" jawab penatua Bing Fung yang mudah dipahami oleh Xiang Tianzhi.


Xiang Tianzhi dengan mudah melemparkan satu botol giok berisi satu butir Pill tingkat Kaisar kepada penatua Bing Fung, satu botol giok berisi lima butir pill tingkat Grand Master tahap rendah kepada tetua Xu. Mereka berdua dengan sigap menangkap pemberian Xiang Tianzhi.


"Itu kompensasi sebelum kalian bekerja! Ingat, jangan khianati aku jika kalian ingin makmur ...!" ujar Xiang Tianzhi yang perkataannya memberikan peringatan.


Bagi Xiang Tianzhi mereka adalah seperti semut dengan kekuatannya yang berada di Crossing Tribulation tahap 5, asal tidak menghadapi lebih dari 50 orang setingkat Body Integration.


Dengan jumlah segitu akan sangat merepotkan saat bertarung.


Kedua tangan Penatua Bing Fung dan tetua Xu gemetaran menerima pemberian Xiang Tianzhi yang begitu royal, mereka pikir hanya memiliki dua butir pill yang akan dilelang, nyatanya masih bisa memberi seperti permen saja. Segera penatua Bing Fung menjauhi tetua Xu, seakan-akan pill nya takut direbut.


Xiang Tianzhi menahan tawa dengan memalingkan wajahnya dan melihat seseorang pria paruh baya sedang berjalan. Pria itu berjalan diikuti Chevalier Wu Jing Quo, Marquis Gao Baojia, Marquis Xie Chong, Baronet Zhou Bing dan Nobel Li Jiancheng.


"Terima kasih Saint Tian Zhi," ucap penatua Bing Fung dan tetua Xu bersamaan, dan Excel Shimo memiringkan kepala melihat mereka berdua.


"Oh iya! Sekali lagi aku ingatkan! Jangan bocorkan identitas ku kepada siapapun, hanya kalian yang berada disini yang tahu!" sekali lagi Xiang Tianzhi memberikan peringatan lebih tegas.


"Percayalah dengan kami dan Paviliun Hitam!" jawab penatua Bing Fung dengan membungkuk.


Ya, Xiang Tianzhi sebab Alkemis tingkat Saint eksistensi yang sangat ditakuti oleh semua orang, sebab itu penatua Bing Fung mengganti panggilan Xiang Tianzhi 'Saint Tian Zhi'.


Segera kedua orang itu keluar dengan wajah gembira dan menutup pintu rapat-rapat. Sedangkan empat wanita menatap Xiang Tianzhi tanpa berkedip, entah apa yang mereka pikirkan.


Kembali Xiang Tianzhi melihat pria paruh baya itu dan bertanya kepada keempat wanitanya. "Siap pria itu!?"


"Huff! Cari kesempatan!" dengus Li Yenny dan buru-buru menghentikan Lili yang mencium bibir Xiang Tianzhi.


"Siap dia?" ulang Xiang Tianzhi.


"Dialah Kaisar Pill, Mu Liang!" jawab Li Yenny yang hafal hampir seluruh alkemis di Benua Awan Timur, dia duduk dipangkuan Xiang Tianzhi sambil pan tatnya menggoda tongkat.


Lili memeluk mesra lengan kiri Xiang Tianzhi sambil membaringkan kepalanya di bahu, Wu Liqin memeluk lengan kanan, dan Xiang Huifen membelai rambut Xiang Tianzhi dari belakang sambil menempelkan dadanya.


Segera tongkat Xiang Tianzhi berdiri. "Tanggung jawab ...!" ujar Xiang Tianzhi kepada Li Yenny.


Li Yenny tersipu malu-malu sambil melihat ketiga wanita yang juga membuat Xiang Tianzhi terang sang, karena ketiga wanita tidak malu, dia segera turun dari pangkuan dan berjongkok di depan Xiang Tianzhi.


Li Yenny membuka pakaian bawah Xiang Tianzhi dan keluarlah tongkat besar dan panjang yang telah berdiri kokoh, membuat ketiga wanita menelan salivanya.


"Kunci dulu pintunya!" perintah Xiang Tianzhi.


Kemudian, Lili buru-buru berdiri dan mengunci ruang nomer satu yang telah menjadi milik Xiang Tianzhi sejak hari ini, dia buru-buru kembali duduk disisi kiri kekasihnya. Sedangkan Li Yenny sudah memasukkan kepala tongkat dengan memainkan lidahnya.


Xiang Huifen yang sudah bertekad mengikuti Xiang Tianzhi, membuka pakaian atasnya dan menyembul dua buah kenyal yang telah mengeras, bijinya juga membesar karena ikut terang sang melihat Li Yenny yang memainkan lidahnya pada tongkat.


Xiang Huifen menyusui Xiang Tianzhi seperti bayi, Xiang Tianzhi pun melahap buah kenyal itu dengan rakus, menyedotnya dengan kasar. Wu Liqin yang bingung harus bagaimana, dia segera mencium leher Xiang Tianzhi.


Sedangkan Lili yang lebih berpengalaman, membuka pakaian atas Xiang Tianzhi dan memainkan lidahnya pada dada bidang kekasihnya. Suasana ruangan makin memanas, saat Lili membuka pakaiannya dan memamerkan tubuh indahnya, Xiang Tianzhi segera mere mas buah kenyal kiri Lili.


Lang Ying berjalan keluar dengan dua asisten wanita mengikutinya sambil membawa barang yang akan di lelang. Babak kedua lelang dimulai. Dari sekian barang yang dilelang, tidak ada satupun yang membuat Xiang Tianzhi tertarik.


Hingga barang lelang terakhir di babak kedua dikeluarkan oleh asisten wanita dengan mendorong meja. Diatas meja tertutupi kain kuning, asisten itu berhenti disamping Lang Ying. Semua orang menjadi semakin antusias saat tahu apa yang akan dilelang.


Lang Ying segera memperkenalkan barang terakhir di babak kedua. "Yang Mulia pasti sudah tahu apa ini ...," Lang Ying membuka kain penutup dan terlihat sebuah telur seukuran kepala orang dewasa, telur itu berwarna hitam dengan banyak serat berwarna merah seperti ukiran yang acak.


"Setelah pemeriksaan secara teliti oleh ahli arkeologi analitis kami, usia telur ini mencapai 1 juta tahun lebih ...," ungkap Lang Ying dan terdiam menunggu respon peserta lelang.


Langsung terdengar suara berdecak kagum dari lantai tiga dan dua, mereka yakin jika telur itu merupakan binatang mitos, buru-buru karena tidak sabar ingin memiliki telur mitos, satu per satu meminta Lang Ying untuk segera membuka harga awal.


Namun, Lang Ying sengaja tidak segera menanggapi permintaan mereka sebelum dia menjelaskan secara rinci. "Tapi, kami tidak tahu apakah ini benar memang berisi binatang mitos atau tidak, pihak Paviliun Hitam tidak bisa menjamin dan bertanggung jawab ...," kembali Lang Ying berhenti berbicara agar semua orang berpikir.


Pihak Paviliun Hitam jelas tidak mau disalahkan jika telur itu ternyata kosong, jikalau pun ada isinya pihak Paviliun Hitam juga tidak akan rugi maupun menyayangkan. Ini ibaratkan perjudian dengan membeli barang yang tidak tahu apa isinya.


Jika memang berisi binatang entah jenis apa, maka suatu keberuntungan besar, sebab semua orang tahu jika binatang mitos merupakan bantuan besar dalam kekuatan, melawan musuh maupun sebagai pengawal.


"Tidak masalah, cepat buka harga awal!" pinta seorang pria dari lantai 4 ruang nomer 10, yang tadi membuat Xiang Tianzhi kesal.


Xiang Tianzhi sambil menghajar lubang surga Li Yenny dengan gaya kuda melihat telur mitos, dia tersenyum saat ingin membuat keributan bagi semua orang. Li Yenny yang dihajar dihadapan tiga wanita, selalu melolong keras tanpa kuatir didengar, sebab ruang nomer satu kedap suara.


"Nona Lang Ying, tidak masalah jika itu kosong, asal aku bisa mengajakmu malam malam setelah lelang!" sahut pria dari ruang nomer 11.


"Awas! Jangan percaya ucapannya, dia hanya ingin tubuhmu saja! Lebih baik dengan ku yang setia, biarpun istriku banyak, aku selalu mencukupi mereka ... Jadilah istriku!"


Pria dari ruang 10 tidak mau kalah dan menimpali pesaingnya, dia adalah Viscount Xiang Geng dengan kekuatan tingkat Nascent Soul tahap 5, dia penguasa Kota Ping Yuan.


Sedangkan pesaingnya juga bergelar Viscount, marga Wang nama belakang Tong, kekuatannya juga sama seperti pesaingnya. Wang Tong adalah kerabat Baron Wang yang dibunuh oleh Xiang Tianzhi waktu itu, dia penguasa Kota Shangjun.


Kedua kota itu berdekatan dan selalu bersaing dalam hal apapun, aturan di kota yang dipimpin gelar Viscount sangat ketat dan melarang adanya bisnis ilegal, seperti bisnis perbudakan, membuka bisnis rumah bordil dan tempat perjudian.


Tingkat Viscount membawahi gelar Baron, Baronet dan seterusnya.