
Chapter 193. Yu Kanoa, Pemimpin Perguruan Phoenix Surga.
Tian Zhi bersama istrinya dan juga keempat jenderal berada di puncak menara, mereka melihat pertempuran di perbatasan Hutan Bambu.
"Walaupun jumlah pasukan Jenderal Zhou Fan lebih sedikit, mereka unggul dalam kekuatan," ujar Hei Bao.
"Jenderal Zhou Fan dan pasukannya hanyalah pengalihan, tujuan mereka sebenarnya pada pusat Ibukota Kekaisaran Shang. Lihat sebentar lagi akan muncul portal dimensi di sisi Barat Kekaisaran Shang!" ungkap Tian Zhi.
Semua orang mengalihkan pandangan menuju Kekaisaran Shang sesuai petunjuk Tian Zhi. Namun tidak satupun dari mereka yang melihat portal dimensi di sisi Barat kekaisaran.
"Aku tidak melihatnya... Bagaimana caranya kamu bisa memprediksi jika akan ada portal dimensi?" tanya He Hua, dia dan semua orang telah mengaktifkan Mata Dewa, tapi tidak melihat fluktuasi energi portal dimensi yang akan terbuka.
Tian Zhi mampu merasakan perubahan lingkungan yang dipicu oleh portal dimensi yang akan terbuka karena memiliki Heart Stone.
"Sebentar lagi kalian akan melihatnya!" jawab Tian Zhi yang sengaja tidak menjelaskannya.
Kembali semua orang fokus di sisi Barat kekaisaran. Lalu perlahan mulai terlihat sebuah lubang yang mengeluarkan fluktuasi energi robekan celah spasial. Lubang itu perlahan mulai membesar dan keluar satu orang berjubah hitam. Kemudian keluar empat orang yang juga berjubah hitam.
Kemudian orang berjubah hitam itu membuat Formasi Penghalang mata disekitar lubang portal dimensi, dan jelas tujuannya agar portal dimensi tidak diketahui oleh musuh.
"Paman Sun Yao, kalian bawah pasukan untuk menyergap mereka ketika semua pasukan Kekaisaran Song telah keluar, lalu buat Formasi Perlindungan pada lubang portal dimensi!" perintah Tian Zhi dengan memberikan bahan-bahan Formasi kepada Sun Yao si Kera Emas.
"Paman Ma Xiu, sesuai rencana berada disisi Selatan Ibukota Kekaisaran Shang!" sambungnya
Dengan senang hati Sun Yao dan Ma Xiu terbang dengan sangat cepat menuju sisi Barat dan Selatan Kekaisaran Shang, sedangkan pasukan mereka berdua telah dimasukkan ke dalam kantong spasial. Mereka berdua lama tidak bertarung semenjak Tian Zhi masih menjadi Dewa Binatang.
"Paman Hei Bao, sergap musuh dari sisi Timur ibukota ketika Shang Touli telah dikalahkan!" sekali lagi Tian Zhi memberikan perintah.
"Sesuai rencana! Hahaha!" Hei Bao tertawa bahagia, akhirnya bisa melepaskan kerinduannya untuk bertarung.
Hei Bao segera melesat terbang dengan sangat cepat menuju sisi Timur ibukota Kekaisaran Shang.
"Kita disini dulu sampai Kaisar Shang mundur dan berkumpul di pusat Kekaisaran," kata Tian Zhi sambil duduk di kursi yang telah disediakan oleh istrinya, lalu melihat kearah perbatasan Hutan Bambu.
Pertempuran di perbatasan Hutan Bambu sangat sengit, dimana pasukan Jenderal Zhou Fan mulai memukul mundur pasukan Kaisar Shang. Jenderal Zhou Fan menghancurkan banyak Menara Turret dan senjata meriam.
Melihat hancurnya persenjataan pertahanan, Kaisar Shang memerintahkan jenderalnya untuk mundur di benteng pertahanan dan melawan musuh saat didalam. Rencananya, saat pasukan Jenderal Zhou Fan masuk, maka kekuatan pendukung dan sisa pasukan akan mengepung lawan.
Namun, pasukan Jenderal Zhou Fan tidak mengejar mereka, tapi berkumpul di depan tembok pertahanan untuk merakit senjata berat jenis Katapel Bola Api. Jenderal Zhou Fan telah kehilangan lima ribu prajurit dan akan menggantinya dengan merakit senjata berat untuk mendukung pasukan.
"Lima puluh ribu prajurit hanya tersisa separuhnya saja, benar-benar strategi konyol langsung berhadapan dengan pasukan Jenderal Zhou Fan!" cibir Jun Mei Lin.
Ya, awalnya Kaisar Shang terlalu percaya diri dengan unggul dalam jumlah pasukan dan juga dukungan belum bergerak. Namun melihat separuh pasukannya telah dikalahkan, dia memutuskan untuk berperang di dalam Hutan Bambu.
"Dia kan belum mengerahkan kekuatan pendukungnya, wajar jika meremehkan lawan!" sahut Ling Ling mantan permaisuri.
Sebagai mantan permaisuri, Ling Ling paham betul dengan strategi peperangan, dia menebak jika Kaisar Shang sengaja mengorbankan separuh prajurit untuk mengurangi kekuatan lawan.
"Jika aku berada di posisinya, aku lebih baik memilih menyergap musuh di dalam Hutan Bambu," ujar He Hua dan di anggukkan kepala semua saudarinya.
Dengan berada di dalam Hutan Bambu, maka pihak Kekaisaran Shang yang hafal dengan medan lebih diuntungkan, tapi keputusan Kaisar Shang telah merugikan pihaknya. Seandainya sejak awal mengorbankan pertahanan kedua dan memilih menyergap, mungkin Kaisar Shang tidak sampai kehilangan banyak prajuritnya.
"Jangan lupa, pihak Perguruan Phoenix Surga hanya mengutus wakilnya. Yu Kanoa akan muncul disaat wakilnya mulai terdesak... Aku perkirakan jika Yu Kanoa juga berniat mengambil keuntungan dari kekalahan Shang Touli. Sebab itu, tugasku menghadapinya, sebagian kalian akan menduduki istana ketika Shang Touli, Kaisar Shang dan pendukungnya telah dikalahkan," kata Tian Zhi kepada istrinya.
Tebakan Tian Zhi mudah dipahami oleh istrinya, sebab lawan terberat bukan Shang Touli melainkan pemimpin Perguruan Phoenix Surga yang belum menampakkan dirinya.
"Saat dia datang, apakah kamu yakin mampu mengalahkan Yu Kanoa?" tanya He Hua dengan nada khawatir.
Semua istrinya juga khawatir dengan kekuatan Yu Kanoa yang terkenal misterius dan sedikit orang yang mengenal sejarahnya.
"Tenang saja, yang terpenting kalian telah menduduki istana dan sisanya serahkan kepadaku!" jawab Tian Zhi dengan percaya diri.
Setelah waktu empat dupa, pasukan Jenderal Zhou Fan telah selesai merakit Katapel Bola Api dan segera menyerang tembok pertahanan.
Boom... Boom
Jenderal Zhou Fan tersenyum penuh kemenangan, rencananya setengah telah diselesaikan. Lalu dia memerintahkan kepada perwira untuk menguasai benteng pertahanan kedua dan akan bergerak lagi ketika menerima perintah dari Kaisar Song.
Sengaja Jenderal Zhou Fan tidak memasuki Hutan Bambu sebelum pasukan Kaisar Song menguasai ibukota Kekaisaran Shang. Kemudian, Katapel Bola Api didorong memasuki benteng pertahanan kedua dan rencananya akan digunakan untuk memborbardir Hutan Bambu.
Alih-alih menyergap pasukan Jenderal Zhou Fan di dalam Hutan Bambu, Kaisar Shang memilih untuk menyergap bersamaan melalui lima jalur rahasia di benteng pertahanan.
Perguruan Lima Elemen melewati jalur rahasia di sisi Barat, Akademi Awan Surga di jalur rahasia bagian Timur, Perguruan Seni Tapak Dewa di jalur rahasia bagian Utara, Perguruan Tinju Pelebur Langit di sisi Selatan.
Sedangkan pasukan Kaisar Shang menyergap melalui jalur rahasia bagian tengah benteng pertahanan. Lalu Kaisar Shang memerintahkan pasukannya untuk terlebih dahulu untuk mengalihkan perhatian lawan.
Peperangan kembali terjadi dimana kali ini pasukan Jenderal Zhou Fan dibuat kalang kabut menerima serangan mendadak. Disaat Jenderal Zhou Fan melawan Kaisar Shang dan para jenderalnya, empat institusi itu segera keluar dari jalur rahasia dan menyerang dari segal penjuru.
Sedangkan Perguruan Phoenix Surga menyerang armada kapal angkasa yang berada di luar tembok pertahanan. Jenderal Zhou Fan jelas tidak menduga telah masuk dalam perangkap saat menguasai benteng pertahanan kedua, dia dan pasukannya berusaha sekuat tenaga melawan.
Dengan serangan gabungan, jelas Jenderal Zhou Fan kehilangan banyak pasukannya. Tiba-tiba, lubang portal dimensi muncul di Hutan Bambu dan keluar satu jenderal dengan membawa lima ribu pasukan.
Jenderal itu adalah Sima Dan salah satu yang terkenal akan kekejamannya. Jenderal Sima Dan telah banyak menorehkan prestasi dengan cara licik dan brutal, tidak peduli anak-anak, orang tua maupun wanita akan selalu dibantai.
Jenderal Sima Dan segera membagi pasukannya menjadi lima bagian untuk mengepung benteng pertahanan. Jenderal Sima Dan memerintahkan empat puluh ribu prajurit segera menyerang, sedangkan dia dan sepuluh ribu prajurit hanya mendukung dari belakang.
Tian Zhi dan semua istrinya tidak terkejut dengan kemunculan Jenderal Sima Dan, sebab Tian Zhi telah mengetahui lubang portal dimensi akan muncul di Hutan Bambu.
"Niatnya menyergap tapi justru disergap, sungguh tragis!" ujar He Hua yang merasa kasihan kepada Kaisar Shang yang tidak menyisakan pasukan di Hutan Bambu.
"Siapapun pasti akan berpikiran sama dengan Kaisar Shang, dengan lima jalur rahasia untuk mengepung lawan, jelas akan mengira telah menang. Sayangnya, dia tidak menyisakan pasukan sebagai kekuatan dukungan jika ada hal yang tidak terduga terjadi!" sahut Tian Zhi dan mudah dipahami istrinya.
Disaat sedang mengamati peperangan, Tian Zhi tersenyum ketika merasakan kehadiran orang yang telah ditunggu-tunggu. "Yu Kanoa telah datang," katanya sambil melihat kearah Timur.
Semua wanita segera melihat ke arah Timur dan ada sepuluh kapal angkasa dari Perguruan Phoenix Surga melaju dengan kecepatan penuh.
Kembali Tian Zhi berkata, "Kaisar Song dan tiga jenderalnya telah keluar dari lubang portal dimensi."
Semua wanita segera mengalihkan pandangannya ke arah sisi Barat Kekaisaran Shang, dan melihat banyak prajurit keluar dari lubang portal dimensi.
Setelah seratus ribu prajurit keluar dari lubang portal dimensi dan mengamankan lokasi. Setelah itu, keluar Kaisar Song bersama tiga jenderalnya. Lalu ketiga jenderal itu mengatur pasukannya menjadi empat bagian.
Kaisar Song membawa dua puluh lima ribu prajurit, sedangkan ketiga jenderalnya masing-masing membawahi pasukan dengan jumlah yang sama. Kaisar Song segera memerintahkan ketiga jenderalnya untuk menyerang.
Shang Touli jelas terkejut melihat pasukan Kekaisaran Song menyergap dari empat penjuru mata angin, dia bersama tentara pelindung kekaisaran segera melawannya.
Sepeninggalan Kaisar Song, Sun Yao segera bergegas menuju lubang portal dimensi untuk dikuasai, dia dan pasukan Kera dengan mudah mengalahkan para penjaganya.
Kemudian, sesuai perintah, Sun Yao mulai meletakkan bahan-bahan Formasi di dalam tanah dan segera mengaktifkannya. Setelah itu, Sun Yao memerintahkan seratus pasukan Kera menjaga portal dimensi, lalu dia bersama pasukannya segera menuju ke ibukota kekaisaran...
Di sisi lain, Yu Kanoa bersama sepuluh kapal angkasa telah tiba di benteng pertahanan, setiap kapal angkasa itu menampung lima ratus jiwa. Yu Kanoa yang membawa banyak wanita segera menyerang pasukan Jenderal Sima Dan dengan brutal, lebih brutal dari kaum pria.
"Sampah!" geram Yu Kanoa sambil mengeluarkan aura kekuatan Sang Void level sepuluh.
Jenderal Zhou Fan dan Jenderal Sima Dan jelas syok dengan kehadiran orang yang sangat kuat melebihi mereka. Sedangkan mereka berdua hanya memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 90 dan level 93, jelas bukan lawan kekuatan Sang Void.
Jian Nuwa bersama murid, guru dan ketua bersorak-sorai dengan kedatangan pemimpin Perguruan Phoenix Surga. Yu Kanoa segera membereskan dua jenderal Kekaisaran Song dan pasukannya. Kedua jenderal pihak lawan sengaja tidak dibunuh, melainkan ditangkap untuk dijadikan sandera.
Kaisar Shang tersenyum bahagia dengan kedatangan pemimpin Perguruan Phoenix Surga yang akhirnya turun tangan. Walaupun Yu Kanoa terlambat membantu, Kaisar Shang beruntung tidak sampai terbunuh, dia hanya terluka dan kehilangan satu jenderal.
"Ibukota diserang oleh Kaisar Song melalui jalur portal dimensi!" ungkap Yu Kanoa sambil menyegel kekuatan dua jenderal Kekaisaran Song.
"Terima kasih atas bantuannya! Sekali lagi saya meminta bantuan kepada Anda untuk mengalahkan Kaisar Song!" ucap Kaisar Shang dengan nada hormat dan menangkupkan kedua tangannya, dia menahan lukanya hanya demi Yu Kanoa mau memberikan bantuan sekali lagi.
Dibalik topengnya, Yu Kanoa tersenyum sinis dan menendang dua jenderal Kekaisaran Song yang telah disegel kekuatannya. Sedangkan Kaisar Shang menjadi khawatir jika Yu Kanoa tidak mau membantu dengan tidak segera menjawab permohonannya.
Kedua mata Yu Kanoa melihat kearah Surga Kematian dan terkejut saat melihat sebuah menara. Lalu melihat Kaisar Shang dan berkata, "bawa kedua Jenderal ini sebagai sandera, aku dan yang lainnya akan menyusul kalian."
Kaisar Shang bernafas lega dan segera menuju ke Kekaisaran Shang bersama pendukungnya. Tinggal Yu Kanoa bersama murid, guru dan ketua di benteng pertahanan.