
Chapter 142. Pangeran Kun Tianba.
Kemudian, Ratu Bai Nuan memanggil bawahannya untuk membawa kereta kuda istana dengan gerbong besar. Tidak berselang lama kereta kuda datang. Tian Zhi akhirnya dibawa pulang kembali ke wilayah Kerajaan Shima bersama dengan tiga ratu.
Di dalam gerbong kereta kuda, Tian Zhi lebih banyak diam sambil melihat keluar jendela, dia melihat banyak prajurit wanita menunggangi kuda untuk mengiringinya.
Ratu Shima Yao selalu memeluk lengan Tian Zhi sambil menyandarkan kepalanya, dia tidak mau lagi berpisah dari suaminya. Tidak ada sepatah katapun yang terucap diantara mereka berempat, tapi di dalam benaknya banyak pikiran yang ingin diutarakan namun enggan untuk berbicara.
"Apakah ketiga leluhur Dunia Wanita adalah Diao Chin, Lianshi dan Dewi Cahaya?" tanya Tian Zhi kepada ketiga ratu.
Spontan ketiga ratu menatap Tian Zhi yang masih melihat keluar jendela gerbong. Ratu Shima Yao menghela nafas berat saat suaminya sedikit demi sedikit mengetahui.
"Bukan, tapi teman dari ketiga leluhur kami. Beliau yang banyak membantu leluhur kita!" jawab Ratu Shima Yao dengan enggan, namun dia melihat reaksi Tian Zhi yang tidak terkejut
"Berarti kalian tahu altar Ordo Kegelapan, kan?" tanya Tian Zhi yang asal menebak.
Sebenarnya, dengan perasaannya yang muncul benih cinta kepada Ratu Shima Yao, Tian Zhi bisa berpikiran jernih dan seakan-akan memiliki kecerdasan yang entah darimana datangnya.
Ketiga ratu kebingungan tidak tahu harus menjawab apa, terutama Ratu Shima Yao yang makin kuatir Tian Zhi akan meninggalkannya.
"Jangan kuatir jika aku akan meninggalkan Dunia Wanita sebelum memenuhi kesepakatan kita!" jelas Tian Zhi yang tahu pikiran ketiga ratu, "sebenarnya aku sudah memiliki dua kekasih di Galaksi Aurora karena itu aku tidak bisa berlama-lama disini!" lanjutnya yang sedikit berbohong.
Ratu Shima Yao yang cemburu memeluk erat lengan Tian Zhi, lalu dia bertanya, "apakah mereka berdua lebih cantik?"
Pertanyaan Ratu Shima Yao membuat Tian Zhi tertawa di dalam hatinya, jika tahu kedua kekasihnya lebih cantik dari mereka bertiga, pasti akan cemburu melihatnya. Tapi Tian Zhi tidak menyadari jika pertanyaan Ratu Shima Yao hanyalah pengalihan topik pembicaraan.
"Tiap wanita dan pria memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing!" jawab Tian Zhi yang tidak mau membanding-bandingkan.
Sebelum Ratu Shima Yao berbicara, salah satu jenderal Kerajaan Bai melapor.
"Yang Mulia, di luar angkasa terlihat sesuatu yang menuju ke arah Dunia Wanita."
Segera ketiga ratu Dunia Wanita membuka Mata Dewa dan tersenyum sinis saat tahu siapa yang akan datang. Ratu Bai Nuan berkata, "tampaknya mereka sudah tidak sabar ... Katanya akan datang satu bulan lagi, nyatanya...!"
Tian Zhi juga melihatnya dan segera bertanya lagi, "apakah pemilik Ordo Kegelapan juga akan keluar jika mereka berniat buruk?"
Ratu Juan Fangsu melihat Tian Zhi, dan dia yang menjawab dengan keyakinan bahwa ketiga leluhur mampu mengatasinya jika mereka bertiga tidak mampu menangani.
"Tidak perlu Dewi Diao Chin dan ketiga leluhur harus turun tangan untuk menangani mereka! Kita saja mampu mengatasi mereka!"
Jawaban Ratu Juan Fangsu membuat Tian Zhi penasaran dengan kekuatan tiga leluhur Dunia Wanita, jika ketiga ratu ini memiliki kekuatan True Alfa level 99, lalu sekuat apa ketiga leluhur Dunia Wanita, sedangkan ketiga leluhur saja hanyalah bawahan si Diao Chin, Lianshi dan Dewi Cahaya.
Harapan untuk melihat Dewi Cahaya mendapatkan balasan pun sirna di benak Tian Zhi, dia menghela nafas saat menghadapi wanita yang kuat.
"Wanita oh wanita! Kenapa kamu membuat kepalaku pusing!" sungut Tian Zhi di dalam hatinya.
"Kamu jangan kuatir! Banyak cara menangani mereka, cukup kamu lihat saja...!" kata Ratu Shima Yao saat melihat raut wajah Tian Zhi yang tampak gelisah.
Tian Zhi mengangguk dengan senyuman yang dipaksakan dan kembali melihat ke atas, dia melihat satu kapal angkasa jenis kapal perang, depan anjungan kapal perang itu berbentuk kepala Naga dengan mulut terbuka, di dalam mulut terlihat moncong senjata meriam, ukuran kapal perang mencapai panjang 200 meter dengan lebar 75 meter dan tinggi mencapai 25 meter, disamping kanan dan kiri banyak moncong meriam.
"Kapal yang kuat!" seruan Tian Zhi yang tampak menginginkan kapal perang milik Galaksi Nebula.
Ketiga ratu juga mengangguk tanda mengakui kehebatan kapal perang, tapi bagi mereka bertiga tampak tidak berminat memiliki kapal perang milik Galaksi Nebula, sebab mereka juga memiliki kapal perang andalan.
"Apakah kalian akan menerima keinginan mereka?" tanya Tian Zhi kepada Ratu Shima Yao.
"Tidak! Justru mereka tidak akan kembali lagi ke tempat asalnya setelah masuk ke Dunia Wanita!" sahut Ratu Bai Nuan sebelum Ratu Shima Yao menjawab, dia sengaja menjawab untuk memperbaiki hubungan dengan Tian Zhi karena pernah meremehkannya.
Tian Zhi menahan nafas saat aura kekuatan Ratu Bai Nuan sedikit merembes, untung saja Ratu Shima Yao yang selalu memeluk lengannya memberikan perlindungan sehingga dirinya tidak merasakan tekanan kekuatan True Alfa level 99.
"Kakak, kamu disini saja, biar aku dan Juan Fangsu yang menangani mereka!" pinta Ratu Bai Nuan kepada Ratu Shima Yao, dan hanya di anggukan tanpa kuatir.
Segera kedua ratu itu keluar dari gerbong kereta kuda, dan terbang untuk menghadap kapal perang milik Galaksi Nebula sebelum masuk atmosfer Dunia Wanita, kedua ratu itu diikuti oleh para jenderal, menteri dan perwira tinggi.
"Sayang sekali jika kapal perang itu dihancurkan!" sesal Tian Zhi yang tidak bisa memiliki kapal perang milik Galaksi Nebula.
Ratu Shima Yao tersenyum, lalu dia memberikan pesan komunikasi lewat telepati kepada Bai Nuan dan Juan Fangsu, dia memerintahkan untuk tidak menghancurkan kapal perang milik Galaksi Nebula karena Tian Zhi menginginkannya.
Tian Zhi yang memiliki keahlian Smelting, mengetahui kekuatan kapal perang itu mampu mengatasi serangan setingkat Sang Void level puncak, dan sangat menyayangkan jika dihancurkan begitu saja.
Tian Zhi dan Shima Yao keluar dari gerbong kereta kuda. Para prajurit segera menyiapkan tempat duduk mewah yang selalu dibawa olehnya dan dayang-dayang segera melayani. Tian Zhi dan Shima Yao duduk dan melihat ke luar angkasa.
****
Di luar angkasa.
Juan Fangsu, Bai Nuan dan bawahannya telah keluar dari atmosfer, dan berhenti terbang ketika kapal perang Galaksi Nebula akan tiba...
Di kapal perang terlihat tiga orang berdiri di anjungan, mereka melihat wajah cantik Juan Fangsu dan Bai Nuan, terpampang jelas mata ketiga pria itu penuh nafsu.
Mereka bertiga adalah putra dan keponakan dari penguasa Galaksi Nebula, yang berada di tengah adalah seorang Pangeran, namanya Kun Tianba. Di kanan dan kiri Kun Tianba adalah anak dari pamannya, bernama Kun Shi dan Kun Song.
Keluarga Besar Kun di pimpin oleh Kun Lai, Kun Lai adalah penguasa Galaksi Nebula, putra pertama adalah Pangeran Kun Tianba, putra kedua adalah Pangeran Kun Shen dan putra ketiga adalah Pangeran Kun Wen.
Khusus untuk Pangeran Kun Shen, dia telah menghilang lebih dari satu juta tahun lalu ketika mencari Artefak Alami - Pedang Semesta di Alam Semesta Kelahiran, dia juga orang yang mencintai Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi sebelum lahirnya Dewa Binatang.
Sejak saat ini, Pangeran Kun Shen tidak diketahui keberadaannya, apakah masih hidup atau tidak. Hanya Dewa Binatang yang tahu nasib Pangeran Kun Shen, waktu itu Dewa Binatang bertemu dengan Pangeran Kun Shen di Alam Semesta Tianwu...
Penguasa Galaksi Nebula juga tidak repot-repot mencarinya, sebab bola kristal kehidupan Pangeran Kun Shen masih utuh, tanda jika putranya Kun Shen masih hidup. Tidak kuatir kehilangan salah satu putranya, dikarenakan Kun Lai Sang penguasa Galaksi Nebula banyak memiliki keturunan, tapi yang paling bisa diandalkan adalah Pangeran Kun Tianba dan Kun Wen, putra dari istri pertamanya.
Adik dari Kun Lai adalah Kun Ru. Kun Ru memiliki dua putra, yang kini sedang bersama Pangeran Kun Tianba. Di belakang Pangeran Kun Tianba ada beberapa Menteri dan dua jenderal Galaksi Nebula.
Tujuan Pangeran Kun Tianba tidak hanya sekedar mengikat kerjasama dengan penguasa Galaksi Andromeda, tapi sebenarnya dia ingin menguasai seluruh Dunia Wanita yang kaya akan sumberdaya dan juga dipenuhi banyak wanita.
Kun Tianba melihat kekuatan Juan Fangsu dan juga Bai Nuan berada di tingkat Dewa Absolute level 95, dia tersenyum meremehkan mereka kekuatan kedua wanita itu, lalu dia melihat bawahannya yang setara dengan prajurit yang dia bawa.
Kun Tianba meremehkan kekuatan Bai Nuan dan Juan Fangsu karena dia berada di tingkat True Alfa level 35. Kekuatan yang jauh dari tingkat Dewa Absolute. Sedangkan Kun Shi dan Kun Song berada di tingkat Half Alfa.
"Mereka lemah ... Kenapa harus repot-repot harus mengajak mereka untuk bekerjasama, langsung hancurkan saja yang melawan kita!" ujar Kun Shi yang tidak sabar untuk menaklukkan semua wanita.
"Ingat, di sini juga memiliki penguasa, kita jangan bertindak ceroboh!" tegur Kun Tianba, walaupun dia sendiri juga tidak sabaran, berhubung tidak mengetahui kekuatan penguasa Galaksi Andromeda dia berusaha untuk menahan diri.
"Kakak, mana wanita yang kamu sukai?" tanya Kun Song kepada Kun Tianba.
Kun Tianba segera membuka Mata Dewa untuk mencari Ratu Shima Yao yang tidak bersama dengan Juan Fangsu dan Bai Nuan. Seketika kedua tangannya mengepal erat saat melihat Ratu Shima Yao memeluk lengan seorang pria, pria yang tidak dia kenali dan juga tampak sangat lemah.
"Sialan!? Dia telah memiliki seorang kekasih!" umpat Kun Tianba yang menahan amarahnya.
Kun Shi dan Kun Song juga melihat Tian Zhi dan Shima Yao yang sangat mesra, mereka berdua juga ikut marah tapi masih menahan diri. Kemudian, Kun Tianba memberikan perintah kepada salah satu jenderalnya.
"Saat aku bernegosiasi nanti, bunuh pria yang bersama Ratu Shima Yao! Ingat, jangan sampai ketahuan!"
"Mengerti, Pangeran."
Segera si jenderal menghilang setelah mendapatkan perintah untuk membunuh Tian Zhi, si jenderal juga tahu jika pangerannya menyukai Ratu Shima Yao.
"Wanita murahan! Kakak, wajahnya jauh dari calon istrimu si Yuna, permainkan saja dia nanti!" geram Kun Shi melihat kemesraan Shima Yao dengan Tian Zhi, dia sengaja mengungkit hubungan Kun Tianba dengan Yuna Aurora.
"Tentu, setelah berhasil menikahi mereka bertiga dan membuat mereka tunduk kepada kita ... Aku juga tidak mungkin mengkhianati Yuna ku!" sahut Kun Tianba yang tampak bangga dengan hubungannya yang telah direstui oleh penguasa Galaksi Celosia.
Kun bersaudara memberikan jempol kepada Kun Tianba, mereka juga bangga memiliki ipar yang sangat cantik dan berbakat.
Penguasa Galaksi Celosia adalah ayah dari Yuna Aurora, dan istrinya bernama Azalea Aurora Ibu kandung Yuna Aurora. Kecantikan Yuna Aurora sudah terkenal di banyak galaksi dan menjadi bahan pembicaraan para pangeran dari berbagai alam semesta.
Selain cantik, Yuna Aurora adalah penguasa Galaksi Aurora, nama lainnya adalah Dewi Cahaya, musuh berat bagi Tian Zhi. Sayangnya takdir masa depan Tian Zhi dan Yuna Aurora harus ...
Akhirnya kapal perang berhenti saat jarak antara Bai Nuan terpaut seratus meter. Lalu Pangeran Kun Tianba, Kun bersaudara, Menteri dan jenderal turun dari kapal perang.
****