Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 65. Pedang Langit (Tian Jian).


Chapter 65. Pedang Langit (Tian Jian).


Semua harta dipindahkan oleh Tian Zhi di dalam cincin dimensinya dan tidak menyisakan apapun. Tian Zhi selalu tertawa, sebab dia mengingat pemilik tubuh aslinya dulu berusaha keras untuk membobol ruang harta tapi tidak pernah berhasil, tapi cita-citanya kini telah terkabul.


Setelah semua ruang harta telah kosong, Tian Zhi melihat batu besar tergeletak disudut, batu berwarna biru dan emas, sungguh unik dan juga aneh jika ada batu dua warna.


Tian Zhi segera mendekati batu itu dan mempelajarinya. Lalu Tian Zhi mengepalkan tangan kanan dan meninju batu tersebut dengan sangat keras.


Bang...


Batu itu tidak hancur hanya bergetar saja setelah terkena pukul, padahal sewaktu latihan dulu, dia dengan mudah menghancurkan batu.


Karena penasaran, Tian Zhi menggunakan lima puluh persen kekuatan fisiknya dan, "bang...," batu bergetar dan muncul sedikit retakan.


"Sangat kuat! Batu apa ini?" gumam Tian Zhi dengan bertanya pada dirinya sendiri, dia mengepalkan tangan kanan untuk menghancurkan batu itu dengan kekuatan penuh.


Bang... Bang...


Berkali-kali Tian Zhi memukul batu itu dan secara berlahan retakannya semakin besar dan menjalar seperti jaring laba-laba. Namun, batu tetap tidak bisa hancur. Mau tidak mau, Tian Zhi menggunakan kemampuan Power Root Stone semaksimal mungkin.


Boom... Swosh... Bang... Bang...


Batu itu akhirnya hancur, dan disaat sudah hancur, cahaya keluar dengan kekuatan yang menghempaskan tubuh Tian Zhi hingga terpental jauh dan menabrak dinding.


Ruang harta juga hancur berkeping-keping dan menyisakan Formasi pelindung saja.


"Kampret...!!" umpatan Tian Zhi setelah terpental, untung saja armor miliknya segera aktif dengan sendirinya, jika tidak, sudah pasti dia akan terluka. Tubuhnya tertimbun tembok dan segera mengeluarkan auranya untuk menghancurkannya.


Setelah itu, Tian Zhi terbelalak kaget melihat sebuah pedang bercahaya terang dengan melayang. Selain pedang, ada juga sebuah senjata panah di sampingnya.


Dengan tergesa-gesa dia bangkit untuk mendapatkan pedang dan panah yang tersembunyi di dalam batu dua warna.


Pedang itu mengeluarkan aura berwarna putih, dan aura warna seperti membentuk sayap. Sedangkan panah mengeluarkan aura berwarna keemasan. "Senjata Roh!"


Tian Zhi tertawa terbahak-bahak saat mendapatkan dua senjata yang sangat berharga, senjata Roh yang Tian Zhi lihat adalah jenis Armament Grade Immortal tahap puncak. Diatas tingkat Armament Grade Fairy disebut senjata Roh, dan senjata Roh bisa ditingkatkan menjadi Artefak Bintang.


Armament Grade Immortal tahap puncak mampu menambahkan daya tempur sebanyak 40℅ bagi si penggunaannya dan juga mampu menjadi pertahanan diri sebesar 10℅. Senjata Roh tidak perlu disimpan, dia akan menyatu dengan pemiliknya. Senjata Roh akan muncul manakala si pemilik memanggilnya.


Tian Zhi berjalan mendekatinya secara berlahan, dan dia merentangkan kedua tangannya kearah dua senjata. Lalu, untuk menjinakkan Armament Grade Immortal, Tian Zhi perlu mengalirkan banyak Energi Spiritual sebagai bentuk ikatan jiwa.


Kedua senjata Roh bergetar hebat dan mengeluarkan aura kekuatannya. Karena aura kuat dari dua senjata Roh, Formasi pelindung muncul retakan dan aura senjata segera dirasakan oleh binatang monster.


Para binatang monster menjauhi tempat munculnya senjata Roh, dan jarak jangkauan semakin melebar dan membuat binatang monster ketakutan dengan lari terbirit-birit.


Bang...


Formasi pelindung hancur berkeping-keping saat tidak mampu menahan aura kekuatan dua senjata Roh. Sedangkan Tian Zhi yang dengan serius mengalir banyak energi tidak memperdulikan sekitarnya.


Dua senjata Roh segera terbang dan mengelilingi tubuh Tian Zhi saat mendapatkan koneksi dengannya. Setelah berputar-putar berkali-kali, dua senjata Roh masuk kedalam tubuh Tian Zhi, tanda senjata Roh telah mengakuinya.


Panah berdiam diri di lengan kiri Tian Zhi dan pedang masuk di lengan kanannya. Tian Zhi tertawa terbahak-bahak setelah mendapatkan senjata yang hebat. Setelah tertawa, Tian Zhi memanggil pedangnya dan langsung muncul di telapak tangan kanan.


"Namamu adalah Tian Jian," kata Tian Zhi yang memberikan nama untuk pedang barunya, lalu dia memanggil senjata panah dan muncul di tangan kiri, "namamu, Tian Gong."


Tian Jian (Pedang Langit)


Tian Gong (Busur Langit).


Segera Tian Zhi mengujinya, dia akan menguji terlebih dahulu kehebatan panah. Tian Zhi mencari binatang monster yang menjauhi aura Armament Grade Immortal dan menemukan seekor binatang monster yang memiliki banyak tangan seperti tentakel. Jaraknya kira-kira sejauh satu kilometer lebih.


Tian Zhi mengangkat panahnya sejajar dengan bahu kiri, lalu tangan kanan menyentuh tali dan muncul anak panah yang dihasilkan dari Energi Spiritual. Dengan menutup mata kiri, Tian Zhi membidik kepala targetnya yang bersembunyi.


Xiu...


Siulan anak panah melesat dengan sangat cepat, hanya terlihat sinar kecil saat bergerak.


Boom💥...


Seketika kepala binatang monster besar meledak dan tubuhnya pun ambruk.


Tian Zhi tersenyum puas melihat hasil dari kekuatan panah, dia baru menggunakan lima persen dari kehebatan Armament Grade Immortal tahap puncak, dan sudah membuat binatang monster yang memiliki kekuatan tingkat Profound God tumbang tanpa bisa menghindari.


Tian Zhi tidak perlu belajar, sebab dia masih mengingat kehidupan masa lalu saat menjadi seorang dewa. Lalu, Tian Zhi membuka Mata Dewa untuk mencari semua kehidupan, berharap masih ada yang hidup dan bertahan.


"Ternyata ada dua tempat saja untuk bertahan dari serangan binatang monster!" gumamnya dan berubah menjadi udara untuk mengambil inti binatang monster yang dia bunuh.


Boom💥... Boom💥...


Ledakan demi ledakan dimana Tian Zhi memburu banyak binatang monster dengan senjata panah, perpaduan Teknik Perubahan Wujud dan senjata panah sangat cocok untuk menjadikan sebagai mesin pembunuh.


Tian Zhi bernyanyi dengan gembira, entah apa judulnya, dia asal bernyanyi sambil berburu binatang monster dan mengambil inti nya. Para binatang monster kebingungan melihat rekannya mati dengan mengenaskan, mereka tidak tahu siapa pelakunya.


Dengan hati yang gembira, Tian Zhi bersyukur adanya bencana ini, sebab dia mendapatkan banyak inti binatang yang mahal dan mampu meningkatkan kekuatannya.


***


"Dia muncul lagi...!" seruan He Hua yang tampak bahagia saat merasakan aura familiar, apalagi dia merasakan aura kuat dari dua senjata Roh.


He Hua segera terbang tinggi dan melihat kearah wilayah Ibukota Xiang, dia melihat banyak kepala binatang monster meledak saat terkena sinar berbentuk jarum, tapi tidak melihat siapa pelakunya.


Miao Jiang segera mengikuti dan melayang disamping He Hua. "Tadi aku merasakan aura kekuatan Armament Grade Immortal tahap puncak," katanya kepada He Hua.


"Iya, aku tahu. Pasti dia menemukan keberuntungan lagi di wilayah Kerajaan Xiang, lihat banyak kepala binatang monster meledak, aku yakin itu dia!" jawab He Hua sambil jari lentik, putih dan halus menunjukkan arah dimana Tian Zhi berada.


Miao Jiang membuka Mata Dewa dan terkejut melihat kepala binatang monster meledak dan tiba-tiba intinya menghilang, dia mengikuti sumber munculnya sinar berbentuk jarum, tapi tidak melihat sosok yang membunuh banyak binatang monster.


"Bagaimana dia melakukannya? Apa benar itu dia?" tanyanya dengan raut wajah bingung saat tidak menemukan Tian Zhi.


"Iya aku yakin itu dia!" jawab He Hua dan tersenyum indah dibalik cadar.


Miao Jiang melirik dan ikut tersenyum, dia sudah lama tidak melihat He Hua bahagia. "Kebencian menimbulkan cinta, aneh!" godanya yang tertuju pada He Hua.


"Enak saja, siapa juga yang mencintai orang pembuat masalah, bisa-bisa aku mati karena pusing!" sahut He Hua yang asal dan membuat Miao Jiang tertawa dibalik cadar.


Mana ada seorang yang memiliki kekuatan God Emperor mati karena sakit kepala, dan bisa dikatakan usianya tidak akan menua dan memiliki umur yang sangat panjang, bisa dikatakan abadi asal tidak terbunuh, karena itu Miao Jiang tertawa.


"Ayo kita dekati dia, siapa tahu dia mau menampakan dirinya disaat melihat kita!" ajak Miao Jiang.


"Huff! Kenapa kamu yang menjadi tertarik dengannya!" dengus He Hua yang terlihat cemburu.


Miao Jiang terkekeh melihat reaksi He Hua yang tidak seperti biasanya terhadap pria manapun. Melihat jika sahabatnya sekaligus adik angkat menertawakannya, segera He Hua meralat. "Banyak Butterfly Dragon jika kita ke sana ... Kamu tahu itu sangat menyusahkan!"


Ya, banyak binatang monster yang spesialis terbang di udara, salah satunya Butterfly Dragon, sayapnya seperti kupu-kupu berwarna merah berbintik, kepala perpaduan naga dan ular, memiliki empat kaki dan punggung ekor berduri, dari mulutnya mengeluarkan api.


"Oh iya, aku lupa!" ujar Miao Jiang yang berpura-pura lupa, "itu belum Dragon Flame sebagai pemimpinnya, sangat kuat dan mengerikan!" lanjutnya dan bergidik ngeri.


Naga Api bentuknya tidak panjang, tapi tubuhnya tetap mampu menutupi satu kota. Dragon Flame juga menyemburkan api, panjang bentang sayap kiri dan kanan mencapai puluhan meter. Panjang dari kepala dan ekor juga hampir sama.


Disaat He Hua dan Miao Jiang membicarakan tentang Tian Zhi, dari arah Kerajaan Mu muncul banyak binatang, jika dilihat dari kejauhan tampak seperti lalat, padahal itu adalah Butterfly Dragon.


Segera lonceng tanda marabahaya berbunyi dan membuat semua penduduk wilayah Kerajaan Jun panik, segera para tentara mempersiapkan diri untuk melawannya.


"Baru saja dibicarakan, Butterfly Dragon sudah muncul!" sungut Miao Jiang.


Swosh...


Miao Jiang dan He Hua segera terbang menuju Gerbang Timur dan melayang sambil menunggu Butterfly Dragon mendekat dan baru menyerang mereka bersama-sama.


"Saat jarak 200 meter, segera lepaskan senjata turret!" perintah Miao Jiang kepada penjaga menara.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya panah besar menembakkan anak panah saat jarak jangkauan telah sesuai. Siulan anak panah terdengar dan membuat semua orang bersiap melawan banyaknya Butterfly Dragon.


"Serang!!" perintah Miao Jiang kepada para tentara gabungan dari lima kerajaan.


Boom💥... Boom💥...


Segera para satria bergerak terlebih dahulu dan disusul praktisi beladiri yang bisa terbang, dibawah para prajurit melepaskan anak panah. Ledakan demi ledakan menggema di depan Gerbang Timur.


He Hua dan Miao Jiang tidak bergerak, sebab jika ikut bertarung jelas pemimpin Butterfly Dragon juga akan keluar, jika keluar maka akan sangat merepotkan He Hua.


Pertarungan sangat sengit dimana secara berlahan Butterfly Dragon mulai menguasai medan perang. Jelas Butterfly Dragon menguasai medan pertempuran, sebab ukuran besar dan menyemburkan bola api membuat kewalahan para satria.


"Gunakan Api Asyura kalian!" perintah Miao Jiang kepada seluruh satria dan semua orang.


Boom💥... Boom💥...


Pertarungan api pun tidak bisa dihindari, api membakar apapun disekitarnya.


"Kita tidak bisa diam seperti ini!" ujar Miao Jiang yang mulai gelisah melihat para raja, para satria dan para tentara kewalahan.


***


Tian Zhi yang dibicarakan oleh He Hua dan Miao Jiang, merasakan kedutan di alis kirinya dan secara naluri dia melihat ke arah wilayah Kerajaan Jun. Dia baru ingat jika memiliki wanita dan anak buah yang di wilayah itu.


"Sialan!!" umpat Tian Zhi yang marah melihat banyak Butterfly Dragon menuju tembok pertahanan Kerajaan Jun, dia sangat kuatir tentang kekasih dan juga anak buahnya.


Dengan segera Tian Zhi berubah menjadi petir dan melesat sangat cepat sambil membidik Butterfly Dragon. Muncul dibelakangnya banyak anak panah berbentuk petir.