
Chapter 108. Hampir terbunuh!
He Hua dan Miao Jiang melihat puncak gunung dimana Tian Zhi akan mendapatkan Kesengsaraan Petir, mereka juga melihat Wu Chou dan teman-temannya mengepung Tian Zhi yang berada di pusat Kesengsaraan Petir.
"Ini Kesengsaraan Petir kenapa tidak segera turun! " gumam Miao Jiang yang melihat keanehan pada Kesengsaraan Petir yang belum melepaskan sambaran-nya.
He Hua tidak menjawab karena dia juga kebingungan melihat keanehan pada Kesengsaraan Petir yang tidak seperti biasanya.
Lambat laun awan mulai mengeluarkan banyak serat-serat petir berwarna-warni dan membuat He Hua dan Miao Jiang terkejut, sebab apa yang mereka lihat adalah Kesengsaraan Petir peringkat kelima, yaitu Petir Surgawi Sembilan Warna.
Wu Chou dan teman-temannya yang tahu segera berhamburan sebelum menyerang Tian Zhi, jelas mereka tahu jenis Kesengsaraan Petir apa yang muncul, dan tidak bodoh untuk disambar petir yang bisa membuat mati seketika.
Tian Zhi justru tertawa melihat ketakutan mereka, padahal sesaat lalu Wu Chou dan teman-temannya menghina dan bersiap melepaskan serangan jarak jauh. Tian Zhi segera melepaskan mahkotanya dan memasukkan ke dalam cincin dimensi.
Setelah itu, Tian Zhi mengaktifkan jirah perang yang melindungi leher hingga perutnya, lalu dia melihat ke atas dan segera terbang makin tinggi untuk menyambut Kesengsaraan Petir sebelum menghantam.
He Hua dan Miao Jiang terkejut melihat Tian Zhi dengan bodohnya malah mendekati Kesengsaraan Petir, dan bukannya dekat dengan tanah agar mengurangi serangan petir.
Cedar...
Suara petir menyambar Tian Zhi yang telah siap dan juga menantang.
Tian Zhi langsung disambar dengan ganas, tubuhnya tersentak hingga terjatuh dengan keras, tapi tidak mengalami luka sama sekali.
Tian Zhi segera bangkit dan kembali terbang, dia menunggu serangan kedua.
Cedar... Cedar
Serangan kedua berubah menjadi dua Naga dan langsung menyerang Tian Zhi dengan ganas tanpa ampun, suara petir sangat memekakkan telinga hingga berdengung.
Di kejauhan, He Hua, Miao Jiang dan semua orang melihat Tian Zhi tampak baik-baik saja dan melihat armor berwarna keemasan yang melindunginya. Bermacam-macam ekspresi terpampang jelas disetiap wajah, ada yang ketakutan, kagum dan sebagainya.
Di Paviliun Asyura Path juga sama, mereka awalnya berpikir Tian Zhi akan menjadi hangus saat sambaran pertama dari Petir Surgawi Sembilan Warna, nyatanya Tian Zhi baik-baik saja, bahkan setelah sambaran kedua sudah kembali terbang tanpa ketakutan maupun luka parah.
Baru kali ini banyak kekuatan melihat sosok pria muda mampu mengatasi Petir Surgawi Sembilan Warna, seandainya itu mereka yang mengalami, sudah dipastikan akan terluka parah dan mungkin sudah meregang nyawa.
Seorang pria tua penjual botol giok juga melihat Tian Zhi dan ekspresinya tampak biasa, hanya sesekali mengangguk puas melihat Tian Zhi mampu menampilkan kekuatan jirah perang.
Kesengsaraan Petir hampir menggelegar sepanjang hari, dan Tian Zhi mengalami serangan sebanyak sembilan kali, yang terakhir serangan petir berubah menjadi sembilan ekor Naga.
Cetar...
Sembilan ekor naga melesat menerjang Tian Zhi sangat keras, dia kembali menghantam tanah hingga membuat puncak gunung menjadi seperti kawah.
Namun, dia hanya mengeluarkan darah di sudut bibirnya, selain itu tubuhnya tidak terluka sama sekali.
Segera dia duduk bersila saat kekuatan yang sebenarnya akan dia dapatkan setelah melewati Kesengsaraan Petir.
Boom💥...
Kekuatan Tian Zhi melonjak menjadi Dewa Matahari level lima yang sejati, setelah mendapatkan pembaptisan dari Kesengsaraan Petir.
Semua orang melongo melihat kekuatan Tian Zhi tidak berada di tingkat Dewa Matahari level satu seperti halnya kultivator lainnya setelah melewati Kesengsaraan Petir.
Di Paviliun Asyura Path kembali ribut untuk mendapatkan Tian Zhi, dan membuat Feng Zixuan kewalahan mendapatkan berbagai tawaran yang menggiurkan.
Kembali Hutan Peperangan menjadi cerah setelah awan hitam menghilang. He Hua dan Miao Jiang mendesah melihat seorang jenius terlahir di depan mata, mereka merasakan akan mendapatkan persaingan ketat.
Setelah mendengar suara yang keluar, wajah He Hua terlihat muram dan tampak kecewa. Demikian juga dengan Miao Jiang yang raut wajahnya tidak jauh beda dengan sahabatnya.
"Menurutmu siapa dia?" tanya Miao Jiang.
"Coba lihat dulu posisi peringkat saat ini!" pinta He Hua yang tidak segera menjawab, sebab dia ingin mengetahui nama peserta yang terlihat mendominasi.
Segera Miao Jiang mengeluarkan sebuah benda berbentuk lingkaran yang tampak seperti kalung, dipinggir lingkaran terdapat ukiran dan di tengah terdapat cermin.
Benda itu adalah Cermin Pelacak yang dimiliki oleh He Hua, kemampuan Cermin Pelacak tidak hanya sekedar untuk mengetahui seseorang yang diinginkan, tapi untuk melihat informasi peringkat segala kompetisi dan para jenius di Alam Semesta Aurora.
Cermin Pelacak.
Kemudian Miao Jiang mengalirkan energi spiritual pada Cermin Pelacak dan secara berlahan muncul peringkat dan nama setiap peserta yang telah mendapatkan Token Giok.
Peringkat pertama masih He Hua dan kedua Miao Jiang, ketiga dan keempat adalah Long Quan dan Huang Liao, sampai nama Tian Zhi berada di peringkat kedua puluh.
Namun ada satu nama yang dikenali oleh Peri Bersaudari, yaitu Wei Jingmi.
Wei Jingmi masuk di peringkat kesebelas dan memperoleh sepuluh ribu Token Giok.
"Ternyata dia dari Sekte Wei!" gumam He Hua, dia sangat mengenali peserta bernama Wei Jingmi.
Wei Jingmi adalah utusan dari Sekte Wei yang berada di Benua Permata Hitam, dia juga kehilangan ingat. Sama seperti Tian Zhi, dia tidak pernah mengingat pernah ada di Benua Permata Hitam.
Wei Jingmi merupakan murid Sekte Wei dan dimasukkan ke kompetisi Asyura Path tanpa sepengetahuan banyak orang.
"Kita sudah terlanjur dikenali, lebih baik kita tetap lanjutkan saja, dan jangan berikan kesempatan kepada Wei Jingmi untuk menjadi juara pertama...!" tekad He Hua yang tidak mau mengalah kepada Wei Jingmi, sebab dia telah bertaruh dengan Tian Zhi.
Miao Jiang tahu perasaan He Hua, sebab dia juga merasakan hal yang sama dan pasti mendukung sahabatnya daripada mematuhi perintah yang keluar dari Siput Penghantar suara. Kemudian, kedua wanita itu kembali melanjutkan pencarian Token Giok.
Tidak berselang lama setelah kepergian He Hua dan Miao Jiang...
Di puncak gunung, Tian Zhi yang sedang duduk bersila dan dalam keadaan bermeditasi, tiba-tiba naluri-nya mendeteksi tanda bahaya sedang menuju kearahnya. Dengan segera Tian Zhi menggunakan sepuluh tubuh bayangan untuk mengecoh musuh yang menyelinap. Tapi...
Sling... Sling...
Dari dua sisi Tian Zhi muncul dua orang bertopeng, mereka langsung menghunuskan pisaunya di leher dan dada Tian Zhi. Tapi tubuh Tian Zhi berubah menjadi asap saat empat pisau mengenainya.
Tian Zhi asli muncul jauh di atas mereka, dan merasakan perih di lehernya, saat dia raba sedikit ada darah mengalir, dia menghela nafas saat akan terbunuh, baru kali ini dia merasa nyawanya di ujung tanduk.
Untung saja dia telah selesai menstabilkan pondasinya dan segera mengeluarkan skill Langkah Bayangan saat merasakan niat membunuh, jika tidak...
Detak jantung Tian Zhi berpacu sangat cepat saat hampir terbunuh, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan untuk menenangkan dirinya, lalu melihat kedua pembunuh yang masih mencari keberadaannya.
Mengetahui kekuatan mereka berada pada tingkat Dewa Bintang level lima dan Dewa Matahari level delapan, Tian Zhi menatap bengis kedua pembunuh itu.
"Long Quan saja bisa aku bunuh, apalagi kalian!?" gumam Tian Zhi yang sangat marah telah menjadi target pembunuhan.
Segera dia berubah menjadi udara untuk membunuh mereka.
Tapi dia terkejut saat melihat pembunuh itu tiba-tiba menghilang seperti dirinya...