
Chapter 182. Kembali Ke Benua Awan Timur.
Permintaan Tian Zhi dari hasil penjual pil merupakan hal yang paling murah hati, umumnya Alkemis akan meminta hasil 75% paling rendah dan itupun keuntungan bersih.
"Master Tian, apa yakin hanya mengambil hasil penjualan 50% saja?" tanya Zheng Deng yang khawatir salah dengar.
"Ya, gunakan sisanya untuk perkembangan Perguruan Lima Elemen. Baiklah, aku pergi dulu. Jangan lupa, sampaikan kepergian ku ke Benua Awan Timur kepada pemimpin perguruan!" jawab Tian Zhi dan berpamitan.
"Baik, Master Tian akan aku sampaikan. Hati-hati di jalan!"
Kemudian Tian Zhi bersama wanita berjalan menuju pintu keluar pertahanan Perguruan Lima Elemen, sengaja dia berjalan untuk melihat respon mantan yang telah membuangnya.
Melihat guru nominal sedang digandeng oleh dua wanita cantik dan diikuti tujuh wanita yang juga cantik jelas menarik perhatian murid dan guru, mereka segera berbisik-bisik dan mencemoohnya Lang Ying dan ketiga sahabatnya yang lebih memilih putra mahkota, tapi justru putra mahkota bernasib sial dengan menjadi gila.
Lang Ying yang berada di kamar lantai tiga melihat Tian Zhi yang telah memiliki banyak wanita cantik, dia meneteskan air mata telah salah dalam memilih. Tidak hanya Lang Ying saja yang melihat, Lili, Tsai Xinxin dan Li Yenny juga merasa bersalah ketika harapannya tidak terwujud dan menjadi bahan bergunjing.
"Ucapan pemimpin perguruan memang benar, kita telah membuang permata dan lebih memilih besi!" sesal Lili.
Ya, Lili adalah otak yang telah memprovokasi tiga sahabatnya untuk memilih putra mahkota, alasannya juga masuk akal, sayangnya kenyataan tidak sesuai harapan.
Tubuh Lili bergetar saat terkejut melihat He Hua menatapnya, dia hafal dengan wajah pemilik Sekte Yin. Dia tidak menyangka jika pemimpin Sekte Yin menjadi kekasih mantannya.
"Dari dulu kamu memang bodoh!" tegur He Hua kepada Lili dengan komunikasi telepati.
He Hua teringat penyebab kenapa Lili keluar dari Sekte Yin, saat itu juga karena jatuh cinta pada seorang pria yang berstatus tinggi di Kerajaan Xiang. Tapi, Lili hanya dipermainkan oleh orang yang dicintainya, sehingga membuat Lili menjadi frustasi. Semenjak itu, Lili merusak rumah tangga orang lain demi melampiaskan dendamnya kepada pria manapun yang berstatus memiliki istri.
"Maaf!" sesal Lili di dalam hatinya, dia membalikkan badan dan menuju tempat tidurnya dengan menangis.
"Jika aku gagal, kamu juga harus gagal bahagia!" batin Tsai Xinxin yang melimpahkan kesalahan semua ini kepada Tian Zhi, sebab Tian Zhi telah menyebabkan kakeknya mati.
Tsai Xinxin menjadi dendam kepada Tian Zhi, setelah tidak jadi dilamar oleh putra mahkota, dia melihat Tian Zhi yang dikelilingi wanita cantik, semakin membuatnya benci.
"Aku akan meminta maaf kepadanya!" harap Lang Ying yang akan terbang menyusul Tian Zhi, tapi dia dicegah oleh Tsai Xinxin.
"Jangan permalukan dirimu lagi, cukup hari ini kita dibuat malu!" alasan Tsai Xinxin.
"Setidaknya dia tidak membenciku dengan meminta maaf!" Lang Ying bersikukuh dengan melepaskan tangan Tsai Xinxin.
Sayangnya, Lang Ying terlambat saat melihat Tian Zhi mengeluarkan kapal angkasa dan terbang menuju luar angkasa meninggalkan Perguruan Lima Elemen. Sejadi-jadinya Lang Ying menangis. Demikian juga dengan Li Yenny dengan memeluk Lang Ying.
Di dalam ruang kendali kapal angkasa, He Hua berbicara, "Kekaisaran Song merupakan musuh bebuyutan Kekaisaran Shang. Dua kaisar itu tidak bisa dianggap enteng jika ingin menjadikan Benua Dewa pondasi Kekaisaran."
Mendengar ucapan He Hua, Tian Zhi tersenyum dan tidak khawatir sama sekali, lalu dia berkata, "tenang saja! Setelah urusanku di Benua Dewa selesai, pergerakan kita akan dimulai. Masalah pasukan, kamu jangan khawatir, aku telah menyiapkannya."
He Hua dan delapan wanitanya jelas keheranan, sebab mereka tidak tahu sejak kapan Tian Zhi memiliki pasukan, karena selama ini selalu bersama dan tidak pernah melihat Tian Zhi merekrut kultivator untuk dijadikan pasukan.
"Sejak kapan kamu memiliki pasukan dan dimana mereka?" tanya Permaisuri Ling.
"Jika waktunya tiba kalian akan tahu. Saat itu pula, kalian yang akan memimpin mereka!" jawab Tian Zhi dengan senyum misterius.
Dengan pulihnya ingatan, Tian Zhi tidak kesulitan mendirikan kekaisaran, karena dia dulu juga seorang kaisar...
Dengan menggunakan kapal angkasa, Tian Zhi memperkirakan akan tiba di Benua Awan Timur dalam tiga hari dengan kecepatan penuh.
"Biar aku saja yang menjadi komandonya!" pinta Shan Luse dengan semangat, dia tidak pernah mengendalikan kapal angkasa.
Tian Zhi meninggalkan kursi komando dan digantikan oleh Shan Luse. Lalu dia duduk di belakang kursi komando diantara Permaisuri Ling dan Shan Hongse. Sedangkan He Hua dan Miao Jiang mendampingi Shan Luse.
Shan Lan, Meyleen, Li Jiancheng dan Ling Xuan sedang didalam kamar membuat pil, mereka masih belum mampu membuat pil tahap menengah, pil yang diberikan kepada Zheng Deng adalah buatan mereka.
Tian Zhi memeluk pinggang Permaisuri Ling dan Shan Hongse. Shan Hongse dengan senang hati tidak menolaknya, dia menyandarkan kepalanya di bahu Tian Zhi.
"Itu Benua Venus!" tunjuk Miao Jiang saat kapal angkasa akan melewati Benua Venus.
"Ada energi aneh yang menyelimutinya!" ujar He Hua yang keheranan, karena saat mereka meninggalkan Benua Venus masih belum ada energi yang tampak melindunginya.
Tian Zhi yang pernah mengalaminya sedikit terkejut, lalu dia berkata, "itu adalah segel energi yang akan memblokir siapapun yang berniat masuk maupun keluar."
Permaisuri Ling jelas kaget, dia dengan panik bertanya, "jadi kita tidak bisa kembali? Lalu bagaimana caranya kita bisa lewat?"
Shan Luse segera mengendalikan kapal angkasa untuk mendekati Benua Venus secara perlahan. Sedangkan Permaisuri Ling mengeluarkan Siput Penghantar Suara untuk berkomunikasi dengan keluarganya.
Setelah dekat dengan Benua Venus, Permaisuri Ling mencoba menghubungi keluarganya, namun Siput Penghantar Suara tidak bisa digunakan.
"Tidak bisa berkomunikasi!" kata Permaisuri Ling dengan nada khawatir.
Tian Zhi pun berpikir, siapa pelakunya yang mampu menyegel Benua Venus? Apa tujuan si pelaku? Karena tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sendiri, Tian Zhi meminta Shan Luse melanjutkan perjalanan.
"Siapa yang melakukannya?" tanya He Hua kepada Tian Zhi.
"Aku tidak tahu!" jawab Tian Zhi sambil memijat pelipisnya, dia mengaitkan masa lalunya dengan kejadian yang dialami oleh Benua Venus.
Dulu sewaktu masih menjadi Dewa Binatang, Benua Jiang Shan pernah tersegel karena ulah para Dewan Keamanan, tapi mereka menggunakan Artefak sehingga menimbulkan perhatian banyak orang. Namun, apa yang terjadi pada Benua Venus sangat berbeda, si pelaku tidak menimbulkan perhatian.
"Setiap setengah hari, kita akan bergantian menjadi komandan kapal angkasa," kata Tian Zhi kepada semua wanitanya.
Kemudian Tian Zhi masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di dalam kapal angkasa. Permaisuri Ling dan Shan Hongse. Disaat akan masuk, Zhu Rong dan Dewi Pesona telah selesai berkultivasi di dalam cincin dimensi.
Tian Zhi segera mengeluarkan mereka bertiga. Dan disaat keluar Dewi Pesona memeluk Tian Zhi. Zhu Rong masih malu harus memeluk Tian Zhi walaupun dia berharap mendapatkan pelukan.
Tian Zhi tanpa diminta memeluk Zhu Rong dan mencium keningnya. Kemudian, Tian Zhi memberikan mereka teknik meramu pil yang sama dan meminta mereka bergabung dengan Meyleen...
Tidak terasa waktu tiga hari berlalu, kapal angkasa tiba di Benua Awan Timur. Kondisinya masih belum pulih setelah mengalami dua bencana, bencana invasi binatang monster dan hujan meteor.
"Aku ingin bertemu dengan keluargaku!" pinta Jun Mei Lin kepada Tian Zhi dengan rasa khawatir, He Hua juga menjadi gelisah melihat Benua Awan Timur yang mengenaskan.
Kini, Benua Awan Timur tidak seperti sebelumnya, tampak sepi, gersang dan sedikit penghuninya. Bencana hujan meteor dan invasi binatang monster berdampak besar bagi kehidupan di Benua Awan Timur.
Tian Zhi memahami kekhawatiran kedua wanitanya, dia dengan segera mengendalikan kapal angkasa menunju Kerajaan Jun sebelum menuju wilayah Sekte Yin.
Namun, Tian Zhi melihat Sekte Yin sedang diserang banyak binatang monster yang masih ada dan berkembangbiak dengan cepat. He Hua jelas panik.
"Ayo cepat kesana!" pinta He Hua yang khawatir, lalu dia mengambil ambil ahli kendali kapal angkasa, dia mengarahkan meriam ke binatang monster.
Sedangkan Tian Zhi dan sebelas wanitanya keluar dari ruang kendali kapal angkasa dan berhenti di anjungan. Lalu Tian Tian mengeluarkan sepuluh ribu Tubuh Ganda dan juga busurnya, semua Tubuh Ganda juga membawa busur dan membidik binatang monster.
Boom... Boom...
Anak panah energi melesat dan meledakkan banyak binatang monster. He Hua juga melepaskan serangan meriam bertubi-tubi. Sebelah wanita juga tidak tinggal diam, mereka mengikuti sepuluh ribu Tubuh Ganda yang telah lebih dulu terbang setelah melepaskan anak panah.
Murid-murid Sekte Yin terkejut melihat binatang monster yang mengepung hancur berkeping-keping, mereka melihat banyak orang dengan wajah sama melepaskan anak panah energi ke binatang monster.
Murid-murid Sekte Yin makin terkejut saat melihat wajah Tian Zhi, yang ternyata masih hidup setelah menyelamatkan Benua Awan Timur dari bencana meteor. Mereka bersorak-sorai melihat penyelamatan telah kembali, semua murid Sekte Yin menangis haru telah terlepas dari serangan binatang monster.
Sepuluh ribu Tubuh Ganda dengan mudah menghancurkan semua binatang monster seperti semut. Lalu mereka membersihkan mayat-mayat binatang monster dan mengambil Orb Soul dan yang bermanfaat.
Kemudian, He Hua pun tiba, dia mendaratkan kapal angkasa di pusat Sekte Yin. Dia sangat sedih melihat kondisi semua muridnya, demikian juga dengan Miao Jiang.
"Guru!!"
Semua murid menyerbu He Hua dan Miao Jiang, mereka menangis sejadi-jadinya. He Hua dan Miao Jiang juga ikut menangis dan saling berpelukan.
Tian Zhi dan wanitanya yang melihat juga ikut merasakan kesedihan mereka. Terutama Tian Zhi yang makin jengkel dengan Yuna Aurora yang tidak memperhatikan semuanya dengan benar.
"Yuna, Yuna... Kamu boleh cemburu, tapi lihat dulu apa yang telah kamu lakukan ...!" Tian Zhi kecewa dengan tindakan Yuna Aurora, dia geleng-geleng dan menghampiri He Hua.
Setelah melepaskan kerinduan, Tian Zhi dan semua wanitanya membantu mengobati mereka yang terluka. He Hua juga berkata kepada semua muridnya, dia berkata akan mengajak mereka mendirikan kekaisaran.
Semua murid Sekte Yin yang kini tersisa tiga ratus jiwa jelas kegirangan dan dengan senang hati mengikutinya. Kemudian, He Hua meminta semua muridnya untuk membereskan barang-barang milik mereka untuk dipindahkan ke dalam kapal angkasa.
Tidak lupa He Hua mengambil hartanya yang melimpah dan sebagian properti berharga dia pindahkan juga ke kapal angkasa. Dalam sehari itu semua orang sibuk.
Sedangkan Tian Zhi dan Dewi Pesona berdiri di atas dinding pertahanan yang akan runtuh. Tian Zhi mengenang masa lalu saat menjadi Xiang Tianzhi bersama ibunya, dia menjadi teringat dengan Raja Xiang, ayah dari Xiang Tianzhi yang berusaha membunuhnya.
Tian Zhi segera membuka Mata Langit untuk mencari keberadaan Raja Xiang, namun dia tidak menemukannya di Benua Venus. Lalu Tian Zhi melihat kondisi Kerajaan Jun yang terlihat masih dalam masa pemulihan pasca serangan binatang monster dan hujan meteor.