
Chapter 172. Juara Tak Terkalahkan.
Waktu empat tahun kompetisi Duel Sage akan berlalu, selama itu Tian Zhi dan timnya tidak sekalipun kalah dan banyak faktor yang membuatnya tidak terkalahkan, salah satunya pembelian apapun di Ruang Harta secara gratis untuk meningkatkan kekuatan pasukan.
Selama itu, Excel Shimo tidak secara langsung memberikan Pil Kultivasi kepada pihak panitia, dia memberikan secara bertahap, agar tidak menyia-nyiakan kesempatan pembelian gratis dari pihak panitia yang berlaku sehari setelah menyerahkan Pil Kultivasi.
Juara kedua diduduki oleh Tim Enam Iblis, juara ketiga Tim Zhu Rong, juara ketiga Tim Mammoth, juara keempat Tim Dewi Pesona dan seterusnya.
Saat ini adalah akhir musim tahun keempat, dimana waktunya perebutan wilayah Kekaisaran Kuning. Tian Zhi telah tiga kali menjabat sebagai Kaisar Kuning dan ini akan menjadi keempat jika tidak dikalahkan oleh Kerajaan Biru dan Kerajaan Hijau.
Seandainya kalah, Excel Shimo tetap menjadi juara pertama dalam kompetisi Duel Sage, sebab jumlah minimal dua kali menjabat sebagai kaisar telah dipegangnya. Saat ini Tian Zhi dan timnya hanya menjaga kemenangan sempurna bagi peserta Kerajaan Merah.
Rencana Master Jin menjadikan Tim Enam Iblis menjadi juara pertama akhirnya gagal, tapi dia tetap diuntungkan dengan Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme, dia juga tidak kecewa dengan pencapaian Tian Zhi dan timnya, justru mendongrak pendapatan kompetisi Duel Sage.
Selama itu, Tian Zhi tidak sekalipun menjual Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap menengah, sebab poin kontribusi terlalu banyak dan disayangkan jika harus melelangkan pil-nya. Jadi, Pil Kultivasi dia gunakan sendiri bersama timnya.
Kekuatan Tian Zhi juga naik drastis dari tingkat Dewa Absolute level 18 naik ke level 55. He Hua juga menerobos ke tingkat Dewa Absolute level 20. Dengan kekuatannya yang melebihi binatang penjaganya, maka Naga Bumi, Macan Putih juga ikut menerobos. Sedangkan Kura-kura Hitam sudah berkali-kali menerobosnya dengan menyerap energi spiritual milik Tian Zhi.
Miao Jiang juga telah menjalani Kesengsaraan Petir yang menghebohkan para panitia, kini kekuatannya hampir menyusul He Hua, berada di tingkat Dewa Absolute level 18
Tiga gadis kembar juga telah menerobos ke Ranah Keabadian, kini kekuatan mereka bertiga sama, sama berada di tingkat Sang Mahadewa level 10. Mereka bertiga juga menjalani Kesengsaraan Petir dengan didukung oleh Tian Zhi dan membuat mereka bertiga berhasil melewatinya.
Sedangkan Meyleen sedikit lambat dalam berkultivasi, Tian Zhi telah memeriksa tubuhnya dan tidak ada gejala yang menghambat berkultivasi, berarti memang Meyleen kurang berbakat, saat ini kekuatannya berada di tingkat Dewa Absolute level 60, selisih lima level dari Tian Zhi.
Semua berkat bantuan Tian Zhi sebagai seorang ahli Alkemis, tanpanya mereka berenam belum tentu mencapai ketinggian seperti saat ini.
Ketiga gadis kembar itu diam-diam menyukai Tian Zhi, tapi selalu takut dengan Meyleen yang tidak pernah jauh dari Tian Zhi. Tapi Tian Zhi mengetahui perasaan mereka bertiga.
Sedangkan Permaisuri Ling, Li Jiancheng dan Ling Xuan juga menerobos hingga ke tingkat Half God atau Supreme Being. Permaisuri Ling berada di level 8, Li Jiancheng berada di level 5 dan Ling Xuan berada di level 4. Sewaktu mereka menerobos ke tingkat Tyrant dan seharusnya mendapatkan Kesengsaraan Petir, Tian Zhi membantu mereka dengan membuat Kesengsaraan Petir sendiri, dia bisa melakukan itu karena memiliki elemen petir.
Sayangnya, Tian Zhi belum sekalipun menerobos lembah surga ketiga wanita itu, hanya berciuman dengan Li Jiancheng dan Ling Xuan, termasuk Permaisuri Ling yang hampir saja berhubungan intim jika He Hua tidak mencarinya. Tiga gadis kembar juga sering mendapatkan ciuman saat diijinkan oleh He Hua, Miao Jiang dan Meyleen.
Kini Tian Zhi dan pasukannya menunggu Kerajaan Biru dan Kerajaan Hijau menerobos empat gerbang Kekaisarannya. Tian Zhi dan timnya melihat pasukan musuh bertarung di empat gerbang dengan peserta Kerajaan Merah yang mempertahankannya.
...****************...
Di ruang bawah tanah Balai Kota Beladiri, Wali Pelindung terlihat kesal dengan kegagalan murid Akademi Black Hole meraih juara pertama, kegagalan ini sama saja mencoreng nama Dewi Cahaya di mata dunia.
Mereka berdua makin kesal melihat Master Jin begitu bahagia telah meraup keuntungan besar, apalagi memberikan Tian Zhi pembelanjaan secara gratis hingga memupuskan harapan Zhu Rong dan teman-temannya, ingin rasanya Wali Pelindung membunuh Master Jin dan Tian Zhi jika tidak berada Dunia Duel Sage.
"Kak, kita laporkan perbuatan Master Jin kepada Ratu!" kata Seng Qiao kepada Seng Huaran dengan komunikasi telepati.
Ratu yang disebutkan oleh Seng Qiao adalah Dewi Cahaya. Di Benua Lubang Hitam, Dewi Cahaya disebut Ratu Yuna Aurora sebagai penguasa tunggal. Nama Dewi Cahaya hanya untuk diluar Benua Lubang Hitam.
"Tidak perlu, aku sudah melaporkannya. Beliau juga diuntungkan dengan pelelangan Pil Kultivasi yang dibuat oleh Tian Zhi. Beliau juga meminta kita tidak merekrut Tian Zhi!" jawab Seng Huaran.
...****************...
Akhirnya empat gerbang Kekaisaran Kuning berhasil diterobos oleh Kerajaan Biru dan Kerajaan Hijau, mereka merangsek masuk ke dalam pusat kekaisaran.
"Apapun cara mereka membuat strategi, tim kita yang akan tetap menang!" ujar Shan Hongse yang meremehkan musuhnya, dan kesombongannya bisa dimaklumi, karena level skill telah maksimal, berada di level 100.
"Biarkan aku yang menjadi pemimpinnya!" pinta Miao Jiang kepada timnya.
Akhirnya Miao Jiang dan pasukannya menargetkan Tim Enam Iblis yang paling kuat.
"Inferno!" pekik Miao Jiang yang mengeluarkan skillnya.
Diatas Tim Enam Iblis muncul hujan magma, seketika banyak pasukan musuh kembali ke dalam Mansion saat terkena skill Inferno, termasuk Tim Enam Iblis...
Selama mengikuti kompetisi Duel Sage, Tian Zhi terinsipirasi dengan berbagai skill yang dimiliki pihak panitia, dia yang memiliki tubuh bawaan elemen bisa menirunya. Tapi, Tian Zhi belum mengujinya, sebab khawatir akan menjadi masalah di Dunia Duel Sage.
Sekali lagi Tian Zhi dan timnya menjadi juara pertama dalam kompetisi Duel Sage sebanyak empat kali berturut-turut, dia dan timnya mendapatkan Buah Suci tingkat Langit dan tingkat Dewa. Tiga gadis kembar dan Meyleen memutuskan untuk selalu mengikuti Excel Shimo kemanapun dia pergi.
"Selamat untuk Junior Tim Tian Zhi menjadi juara pertama dalam kompetisi Duel Sage...," Master Jin mengucapkan atas kemenangan Tian Zhi dan timnya, lalu memberikan beberapa hadiah dan juga mengganti poin kontribusi dengan sumberdaya yang meningkatkan basis kultivasi.
Tian Zhi dan timnya juga mendapatkan medali emas kompetisi Duel Sage. Dengan medali ini, Tian Zhi dan timnya bisa mengikuti kompetisi Beast Leader. Jadwal kompetisi Beast Leader agak dimulai lima tahun lagi dari berakhirnya kompetisi Duel Sage.
Setelah itu, Tian Zhi dan timnya mendapatkan banyak penawaran menarik untuk bergabung dengan banyak kekuatan, yang paling berminat jelas Akademi Istana Surgawi.
Namun, Tian Zhi dan timnya meminta waktu dua hari untuk berpikir sebelum menentukan pilihannya. Tian Zhi tidak langsung menentukan pilihannya dikarenakan He Hua dan Miao Jiang adalah mantan murid Akademi Istana Surgawi.
Segera Tian Zhi dan timnya segera meninggalkan lapangan tarung setelah mendapat waktu dua hari untuk berpikir. Banyak tatapan yang iri melihat Tian Zhi dan timnya mendapatkan banyak hadiah.
"Ayo, kita berbelanja!" ajak Shan Lan yang ingin membeli apapun di Kota Beladiri.
"Aku akan kembali ke kamar, kalian saja yang berbelanja!" tolak Tian Zhi yang ingin mendalami skill yang dia dapatkan selama kompetisi.
"Aku juga ikut kamu!" sahut Meyleen dengan nada datar, dia tidak ingin meninggalkan Tian Zhi walaupun sejenak.
"Kamu juga harus ikut untuk membeli pakaian baru!" kata He Hua dengan paksa mengajak Meyleen, dan lima wanita menertawakan Meyleen yang cemberut tapi tetap saja ikut.
Tian Zhi tersenyum melihat punggung keenam wanitanya menjadi akur, lalu dia berjalan sendiri menuju Balai Kota Beladiri. Tapi baru beberapa langkah, dia merasakan seseorang yang membuntutinya.
"Humph! Apa tujuan kalian mengikuti-ku!" batin Tian Zhi saat kesadarannya merasakan aura Zhu Rong, Dewi Pesona dan bahkan Tim Enam Iblis juga mengikutinya.
Tian Zhi berpura-pura tidak mengetahuinya, dia berjalan menuju pintu keluar pintu gerbang Kota Beladiri untuk membunuh mereka yang berniat buruk.