
Chapter 291. Pembuktian!
Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin meminta waktu untuk berpikir dan Tian Zhi tidak mempermasalahkannya. Lalu dia meminta tolong kepada mereka untuk memanggil Zhi Jianying si Dewi Seribu Wajah dan Zhi Yinping untuk menemuinya.
Tidak butuh waktu lama, Zhi Jianying dan Zhi Yinping datang sambil menggendong putrinya. Lalu disusul He Hua yang menggandeng Xiang Ri Kui, berikutnya Miao Jiang, Ling Ling, Meyleen, Guang Liem dan hampir 100 istri utamanya juga ikut.
Tian Zhi tersenyum melihat istri-istrinya yang kompak. Xiang Ri Kui melepaskan tangan ibunya lalu berlari menuju ayahnya.
"Bau tofu tidak enak!" protes Xiang Ri Kui setelah duduk dipangkuan ayahnya.
Apa yang dikatakan oleh Xiang Ri Kui adalah Stinky Tofu atau tahu bau, yang memang terkenal mengeluarkan aroma busuk namun teksturnya sangat lembut dan lezat.
Tian Zhi tertawa bahagia dan mencium aroma Stinky Tofu dari mulut putranya, lalu dia bertanya, "apa kamu memakannya?"
"Tidak, tidak... Itu tidak enak!" jawab Xiang Ri Kui sambil geleng-geleng kepala.
"Tidak enak tapi habis satu piring!" goda Miao Jiang.
"Terpaksa!" sahut Xiang Ri Kui yang membuat Tian Zhi dan semua ibunya tertawa.
Setelah semua istrinya berhenti tertawa, Tian Zhi bertanya kepada Dewi Seribu Wajah dan Zhi Yinping, "apakah benar Daratan Es Tengah Samudera suhunya meningkat?"
Tian Zhi ingin tahu apakah perkataan Dewa Air benar atau tidak. Jika tidak, dia berniat mempermainkan Dewa Air.
"Iya, itu karena ayahmu yang berusaha untuk melepaskan diri dari rantai energi yang mengikatnya. Saat ibumu dan aku menemuinya, dia makin marah-marah tidak jelas dan mengeluarkan elemen es secara berlebihan. Entah kenapa dia makin tidak terkendali, semenjak aku tidak lagi menyerap elemen es miliknya!" jawab Zhi Jianying.
"Apakah kalian tidak bisa membuatnya pingsan? Jika ini terus berlanjut, Alam Mahadewa akan menjadi daratan es. Lalu kenapa kamu tidak menyerap kekuatannya?" selidik Tian Zhi.
Ya, walaupun Dewi Seribu Wajah adalah istrinya, Tian Zhi tidak seratus persen memercayai ucapannya, sebab dia terlalu lihai dalam mengarang cerita palsu dan sesuai dengan keahliannya dalam merubah wajah. Selama ini, Tian Zhi tidak terlalu peduli terhadap cerita-cerita palsu, sebab dia bukanlah Xiang Tianzhi.
Tian Zhi juga sudah meminta kepada istrinya agar tidak mengungkapkan identitas aslinya kepada Zhi Yinping, Dewi Seribu Wajah dan semua orang yang berasal dari Alam Keabadian.
Dengan santai Dewi Seribu Wajah menjawab sambil membelai perutnya, "kan aku sedang hamil tua dan bisa kembali berkultivasi setelah usia bayi diatas 1 satu tahun. Selain itu, kita tidak bisa membuatnya pingsan. Selama ini ayahmu tidak pernah tidur, jika dia tertidur, maka Zhi Shirong akan mengetahui dan menyiksanya, termasuk ibumu."
Tian Zhi merenungi perkataan Zhi Jianying. Sebenarnya dia juga bingung harus bagaimana, ingin menemui kedua orang tua Xiang Tianzhi selalu saja tidak diperbolehkan oleh Dewi Salju dan Dewi Seribu Wajah.
"Lalu bagaimana mengatasi perubahan suhu akibat kemarahan Dewa Es Abadi?" tanya Tian Zhi yang ingin tahu solusi dari Dewi Seribu Wajah.
"Satu-satunya jalan adalah kamu atau orang yang yang memiliki elemen es untuk menyerapnya. Sebenarnya ini sangat bermanfaat besar bagi kultivator pemilik elemen es!" jawab Dewi Seribu Wajah.
Tian Zhi mengangguk paham. Apa yang dikatakan oleh Dewi Seribu Wajah memang benar jika kondisi di Daratan Es Tengah Samudera sangat bermanfaat kultivator pemilik elemen es. Inilah kelebihan pemilik Tubuh Bawaan Elemen Es, walaupun basis kultivasi rendah tapi masih mampu membuat suatu tempat menjadi beku.
Setelah tidak ada lagi yang perlu ditanyakan kepada istrinya, Tian Zhi melihat He Hua dan Guang Liem, kemudian dia bertanya, "apa kelebihan yang dimiliki oleh Kerajaan Air yang bermanfaat bagi perekonomian maupun perindustrian?"
"Banyaknya, seperti Balok Es Misteri yang telah dihentikan distribusinya semenjak Kota Jalur Sutra kita kuasai, lalu ada rumput laut yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan kulit. Pokoknya, sumber daya laut penting bagi banyak orang!" jawab Guang Liem.
Banyak orang kaya yang menanyakan tentang Balok Es Misteri kapan bisa ada lagi. Balok Es Misteri diibaratkan sebagai perjudian, menebak sesuatu yang tidak pasti. Jika beruntung, akan mendapatkan hasil memuaskan. Jika tidak, jelas akan rugi. Oleh sebab itu banyak sekali peminatnya.
"Apakah Dewa Air ingin menjalin hubungan perdagangan dengan kita?" tebak He Hua.
"Tidak. Tapi akan ... Istrinya memiliki kelainan penyakit genetik. Dia meminta bantuan untuk menyembuhkannya... Kalian dari sini sudah pasti tahu arah tujuanku membantunya!" jelas Tian Zhi yang mudah dimengerti oleh istrinya.
"Kelainan genetik? Suami, apakah kamu yakin bisa menyembuhkannya?" sahut He Hua yang tahu kelainan genetik sulit untuk disembuhkan.
"Iya. 80% aku yakin bisa menanganinya!" jawab Tian Zhi dengan meyakinkan.
"Bagus! Minta harga paling rendah dan buat perjanjian kerjasama perdagangan selama beberapa dekade!" ucap Guang Liem dengan semangat, sebab ini akan mendongkrak pendapatan kas negara.
"Ya... Kalau masalah itu, kalian bisa berdiskusi dengan Dewa Air. Yang penting, aku bisa menyembuhkan istrinya secara bertahap," Kata Tian Zhi yang selalu enggan mengurus hal-hal yang melelahkan baginya, "kalian bisa menemui Dewa Air, katakan jika aku bisa menyembuhkan istrinya." Imbuhnya.
Semua istrinya segera berdiskusi tentang kerjasama dengan pihak Kerajaan Air. Setelah itu, mereka menemui Dewa Air yang menunggu di lantai dasar. Tinggal Tian Zhi seorang diri di lantai tiga untuk menunggu Dewi Alkemis yang sedang berdiskusi dengan Zhou Qionglin.
Chow Yu Jie dan ayahnya kembali membersihkan meja dan menyediakan hidangan yang baru dimasak...
Setelah waktu satu dupa, Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin datang dengan wajah yang tidak sedap dipandang. Tian Zhi mempersilakan mereka berdua duduk.
"Bagaimana?" tanya Tian Zhi.
"Apakah tidak ada yang lain selain itu?" tanya balik Zhou Qionglin dan jelas tidak mau menjadi pasangan Dao, sebab Tian Zhi sudah terlalu banyak memiliki istri.
Tian Zhi melihat Dewi Alkemis.
"Aku sebagai sahabat sebisa mungkin membantunya, untuk masalah itu... Maaf, aku juga tidak mau...!" tolak Dewi Alkemis.
Tian Zhi tidak marah dengan penolakan mereka berdua, dia berdiri dan mengeluarkan tungku yang terlihat rusak. Dia ingin mempermalukan dua wanita yang telah menolak dan selalu meremehkannya, hanya karena dia tidak menunjukkan kehebatan dalam meramu pil.
Tian Zhi ingin membuat Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap puncak, pil yang sangat dibutuhkan dan diperebutkan oleh banyak orang.
Saat Tian Zhi tiba-tiba berdiri, membuat kedua wanita itu sedikit ketakutan. Mereka pikir Tian Zhi akan marah, namun nyatanya malah mengeluarkan tungku yang rusak, dimana banyak retakan pada dinding tungku.
Tian Zhi mengeluarkan dua set ramuan langka dan memasukkan kedalam tungku tanpa prosedur awal, yaitu harus memanaskan tungku terlebih dahulu sebelum memasukan tanaman.
Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin kebingungan, tapi tetap diam sambil menunggu apa yang akan dilakukan oleh Tian Zhi dengan tungku rusak dan tanaman langka.
"Apakah dia ingin pamer, atau ingin meluapkan kekesalannya setelah kita tolak?" tanya Zhou Qionglin dengan suara telepati.
"Apanya yang dipamerkan dengan tungku rus--" Dewi Alkemis tercengang melihat Tian Zhi langsung membakar tanaman langka dengan Api Surgawi jenis Sembilan Naga Petir Api, sehingga dia tidak melanjutkan perkataannya.
Demikian juga dengan Zhou Qionglin, dia melongo melihat Api Surgawi tidak merembes keluar dari retakan di tungku. Dibenak mereka berdua, bagaimana mungkin dua jenis api yang berbeda bisa bersemayam di dalam tubuh satu orang, apalagi Api Asyura dan Api Surgawi beda kualifikasi.
Tubuh Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin gemetaran melihat Tian Zhi dengan cepat membuat tanaman mengeluarkan esensi, padahal waktu belum habis satu setengah dupa.
Tian Zhi sudah lama memiliki banyak jenis Api Surgawi saat menjadi Dewa Binatang, dan itu selalu tersimpan di dalam jiwanya. Oleh sebab itu dia bisa mengeluarkan Api Surgawi.
Aroma wangi obat segera tercium oleh semua orang yang berada di lantai dua dan dasar. Mereka segera menuju ke lantai tiga. Saat melihat Tian Zhi membuat pil dengan tungku yang rusak, reaksinya sama seperti Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin. Baru kali ini mereka melihat suaminya menggunakan tungku rusak untuk meramu pil.
Xiang Ri Kui dengan polosnya menghampiri ayahnya, lalu berkata, "Ayah, gendong!"
Tian Zhi tersenyum dan tampak tidak terganggu, dia berjongkok dan menggendong putranya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya tetap mengendalikan Api Surgawi.
Tindakan Tian Zhi membuat Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin tidak bisa berkata-kata. Dewa Air yang juga ikut melihat, dia berharap agar Tian Zhi bisa membuktikan perkataan yang mampu mengobati istrinya.
"Yah, buatkan manisan!" pinta Xiang Ri Kui.
"Mau rasa buah apa?" tanya Tian Zhi.
"Buah pisang dan anggur."
Tian Zhi mengeluarkan dua jenis buah sesuai permintaan putranya, lalu memasukkan ke dalam tungku. Sekali lagi tindakan Tian Zhi yang membuat semua orang tidak mampu mengucapkan sepatah kata, hanya mulut terbuka membentuk angka "0".
Tidak sampai waktu satu dupa, Tian Zhi telah memadatkan esensi menjadi bentuk pil yang berjumlah 20 butir. Lalu dia memisahkan setiap butir pil yang masih lunak menjadi empat bagian, kini totalnya ada 80 butir pil didalam tungku.
Aroma wangi Pil Kultivasi rasa buah pisang dan anggur jelas tercium oleh semua orang, hingga keluar dari rumah makan Chow Mein. Pasukan Phoenix segera memblokir pintu masuk dan melindungi rumah makan Chow Mein saat banyak orang yang berdatangan.
"Ini ... Ini...!" Dewi Alkemis tergagap melihat Tian Zhi telah berhasil membuat Pil Kultivasi rasa buah.
Sedangkan Zhou Qionglin terhuyung-huyung kebelakang karena tidak sanggup melihat perbuatan Tian Zhi yang seperti mimpi dan tidak masuk akal. Untungnya Meyleen menahan bahunya agar tidak terjatuh.
"Akan ada Kesengsaraan Petir, persiapkan loka--"
"Tidak perlu. Tidak ada Kesengsaraan Petir!" cegah Tian Zhi sebelum He Hua memerintahkan pasukannya untuk mengamankan wilayah sebelum terjadi Kesengsaraan Petir.
"Haa!!" semua orang melongo.
Setelah itu terdengar helaan napas panjang. Otak mereka hari ini seakan-akan membeku dengan tindakan dan ucapan Tian Zhi. Sampai Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap puncak jadi, tidak ada Kesengsaraan Petir sesuai dengan apa yang dikatakan Tian Zhi.
Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin duduk dengan lemas, wajah mereka pucat pasi seperti mayat, bibir mereka gemetaran, demikian juga dengan tubuhnya, telapak tangan basah keringat, termasuk wajah dan tubuhnya.
Mereka berdua dan juga semua wanita tidak tahu bagaimana Tian Zhi melakukan hal-hal di luar nalar, semua prosedur dalam meramu pil telah dilanggar, padahal tata cara pada umumnya yang sudah ribuan tahun dijalani dan dipatuhi setiap Alkemis.
"Jangan ditelan langsung, ya! Nikmat rasanya secara perlahan!" pesan Tian Zhi kepada putranya yang sabar menunggu.
"Oke!" jawab Xiang Ri Kui dengan jari tangan kanan membentuk angka nol.
Tian Zhi menyuapkan satu butir pil dan Xiang Ri Kui membuka mulutnya lebar-lebar. Sekali lagi tindakan Tian Zhi membuat jantung semua orang ingin melompat, sebab anak baru usai 1 tahun lebih sudah mengkonsumsi Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap puncak, bisa-bisa tubuhnya meledak.
Tapi, nyatanya Xiang Ri Kui baik-baik saja dan terlihat sangat senang dengan menikmati Pil Kultivasi rasa buah pisang dan anggur.
Semua orang, khususnya He Hua sebagai ibu tidak tahu jika Tian Zhi telah menyegel dantian putranya. Tujuannya, agar Xiang Ri Kui bisa menikmati masa kecil seperti anak-anak pada umumnya. Sebenarnya Xiang Ri Kui saat baru lahir, telah memiliki kekuatan tingkat Mortal level 7.
Tidak hanya Xiang Ri Kui saja yang dantian-nya disegel, tapi semua putrinya juga sama. Tian Zhi juga telah merekonstruksi dantian putra dan putrinya menjadi tiga kali lipat luasnya dari kultivator manapun, agar saat mulai berkultivasi bisa dengan cepat meningkatkan kekuatan dan lebih kuat, walaupun membutuhkan banyak sumber daya alam.
Bersambung.