Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 173. Ingatan Masa Lalu!


Chapter 173. Ingatan Masa Lalu!


Tian Zhi keluar dari Kota Beladiri, dia bergegas memasuki hutan belantara dan berubah menjadi udara. Zhu Rong dan Dewi Pesona segera mengikutinya, demikian juga dengan Tim Enam Iblis yang mengikuti Tian Zhi namun berbeda arah, tampaknya ingin mengepung target.


"Kemana dia? Aku lihat baru saja masuk ke hutan tapi kok sudah tidak ada!" tanya Jun Mei Lin kepada Mu Bingyun dan Zhu Rong.


"Tetap waspada, Tim Enam Iblis mengatakan jika Tian Zhi, He Hua dan Miao Jiang mantan pembunuh bayaran, dia pasti menggunakan penyamaran!" jawab Zhu Rong yang telah mendapatkan informasi dari sekutunya.


Dewi Pesona mengangguk paham dan mengeluarkan senjata andalannya. Mereka bertiga tidak berani berjauhan, khawatir jika Tian Zhi tiba-tiba muncul untuk menyergap.


Zhu Rong dan Dewi Pesona mendapatkan perintah dari Wali Pelindung untuk membunuh Tian Zhi yang telah mempermalukan Akademi Black Hole, dan juga akan membaca ingatan Tian Zhi yang mampu menjadi seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme.


Sedangkan Wali Pelindung hanya mengawasi dari kejauhan, mereka akan bertindak ketika Tian Zhi akan melukai juniornya.


Sedangkan Tim Enam Iblis memang sejak awal ditugaskan untuk membunuh Tian Zhi, mereka sengaja bekerjasama dengan Zhu Rong dan Dewi Pesona untuk mempermudah tugasnya.


Zhu Rong dan Dewi Pesona semakin masuk ke dalam hutan, mereka tidak mengetahui jika Tian Zhi berada dibelakang.


Plak...


"Argh! Kenapa kamu pukul pantat ku" teriak Zhu Rong ketika pantat sisi kanannya dipukul, dia membentak Jun Mei Lin yang berada di kanannya.


"Kakak, aku tidak memukulmu!" sanggah Jun Mei Lin yang memang tidak melakukannya, apalagi jarak mereka terpaut satu meter, jika dia memukul pantat Zhu Rong jelas tahu.


"Lalu siapa lagi jika bukan kamu!" Zhu Rong tetap menuduh Jun Mei Lin.


"Hati-hati! Mungkin dia yang melakukannya!" lerai Mu Bingyun sambil memeriksa kebelakang.


Zhu Rong dan Jun Mei Lin semakin waspada dengan memeriksa sekitarnya, namun mereka bertiga tidak melihat sosok Tian Zhi, bahkan telah menggunakan Mata Dewa.


Tian Zhi menyeringai saat mereka tidak tahu keberadaannya, padahal dirinya tepat di depan mereka, lalu dia ingin mengerjai mereka. Tangan kanan Tian Zhi menyentuh dada kiri Zhu Rong.


"Ah!" teriak Zhu Rong sambil bergerak mundur dengan melindungi dadanya, dia merasakan ada yang menyentuhnya.


Jun Mei Lin dan Mu Bingyun kebingungan melihat reaksi Zhu Rong.


"Kak, kenapa?" tanya Mu Bingyun kepada Zhu Rong.


"Ada yang menyentuhku!" jawab Zhu Rong sambil yang tidak melihat pelakunya, padahal dia sangat merasakan sentuhan.


"Apakah ada hantunya di hutan ini!" sahut Jun Mei Lin yang ketakutan dengan mendekati Zhu Rong.


Mu Bingyun juga merapatkan tubuhnya kepada Zhu Rong. Mereka bertiga menjadi ketakutan dan mengeluarkan energi spiritual untuk melindungi diri dari gangguan hantu.


Tian Zhi tertawa di dalam hatinya, dia memeluk tiga kecantikan tanpa diketahui oleh mereka. Zhu Rong dan Dewi Pesona hanya merasakan kehangatan ketika Tian Zhi memeluk dari belakang, mereka pikir kehangatan itu berasal dari energi spiritual.


Namun, Zhu Rong yang berada di tengah, merasakan sesuatu menyentuh celah kedua pahanya, dia segera menoleh kebelakang dan tidak melihat apapun, lalu tangan kirinya merasakan celah kedua pahanya, tapi tidak menemukan apapun yang menyentuhnya.


"Aneh! Aku merasakan ada yang menyentuh, tapi kok tidak ada apa-apa!" batin Zhu Rong yang mulai gelisah serta ketakutan, dia merapatkan kedua kakinya, tapi dia makin merasakan lembah surganya seperti terganjal sesuai yang tidak terlihat.


Tian Zhi tersenyum dan mengeluarkan aroma feromon afrodisiak ketika tongkatnya berdiri dan masuk ke celah paha Zhu Rong, untung saja Zhu Rong memakai pakaiannya.


Wajah ketiga wanita itu seketika berubah memerah saat mencium aroma feromon afrodisiak, nafas mereka terengah-engah, keringat mulai bercucuran diwajahnya.


Plak... Plak... Plak...


Namun, Tian Zhi tiba-tiba teringat akan sesuatu yang mirip dengan apa yang barusan dia lakukan seperti Dejavu, lalu dia melihat wajah Mu Bingyun dan Jun Mei Lin.


"Aduh!" Tian Zhi merasakan sakit kepala saat berusaha mengingat, secara perlahan rasa sakitnya makin bertambah...


...****************...


Di luar cincin dimensi, Wali Pelindung terkejut melihat ketiga juniornya tiba-tiba menghilang, mereka dengan panik menuju jejak terakhir juniornya, tapi setelah pencarian disekitarnya, Wali Pelindung tidak menemukan Zhu Rong dan Dewi Pesona.


"Kemana mereka?" tanya Seng Huaran dengan panik.


"Tidak tahu! Adik, kita menyebar, jika bertemu dengan Tim Enam Iblis, segera minta mereka ikut membantu mencari!" jawab Seng Qiao dan memberikan perintah.


Seng Huaran mengangguk paham, lalu mereka berdua menyebar disekitarnya lokasi menghilangnya Zhu Rong dan Dewi Pesona...


...****************...


Tian Zhi menahan rasa sakit kepala, lalu muncul dipikirannya seakan-akan melihat banyak gambar tentang masa lalu. Setelah waktu satu dupa, rasa pusing menghilang dan Tian Zhi terlihat linglung, lalu dia melihat tangannya.


"Aku ... Ini... Kenapa tubuhku menjadi lemah seperti ini!" Tian Zhi kaget tubuhnya menjadi lemah, padahal basis kultivasinya masih tetap berada di tingkat Dewa Absolute level 55.


Kemudian, Tian Zhi duduk bersila untuk menenangkan diri setelah mendapatkan banyak ingatan tentang masa lalunya sebelum menjadi seperti ini.


Ya, Tian Zhi telah membuka ingatan yang tersimpan di alam bawah sadarnya, setelah alam bawah sadarnya terbuka secara tidak sengaja ketika mengalami Dejavu. Ternyata dirinya adalah si Dewa Binatang yang bereinkarnasi di tubuh Xiang Tianzhi.


Kemudian Tian Zhi menyambungkan benang merah tentang semua kejadian di masa lalu saat menjadi Dewa Binatang, hingga terdampar di tubuh milik Xiang Tianzhi. Selain itu, dia teringat akan Dewi Cahaya yang selalu ikut campur selama ini dan juga menghilangkan ingatan Xiang Tianzhi.


Semua dia tarik garis lurus hingga saat membuat pingsan Zhu Rong dan Dewi Pesona. Setelah menyambungkan semua ingatan masa lalu dan masa kini, Tian Zhi membuka matanya.


"Kakek, terima kasih telah membantuku membuka alam bawah sadar!" gumam Tian Zhi, berkat kakek Tian Ba yang merang-sang alam bawah sadar yang mampu membuka semua ingatannya.


Tian Zhi segera berdiri dan melihat Dewi Pesona, lalu dia berkata, "berkat kalian juga, aku akhirnya kembali. Terima kasih!"


Kemudian Tian Zhi membuka segel yang memblokir kekuatan Zhu Rong dan Dewi Pesona, tapi ketiga wanita itu tidak disadarkan dari pingsannya, lalu dia melihat keluar jendela dan tersenyum.


"Cincin dimensi ku!" batin Tian Zhi, lalu dia kembali duduk bersila untuk merencanakan semua hal sebelum melangkah, lalu Tian Zhi juga memeriksa kondisi tubuhnya saat ini.


"Kutukan yang harus aku jalani dari Yun Shuang, pasti aku akan menjalaninya ... " batin Tian Zhi yang teringat kutukan dari Yun Shuang.


Yun Shuang adalah kekasihnya yang berasal dari Ras Asyura. Waktu itu dia ingin menghentikan Ras Asyura yang akan menginvasi Benua Kelahiran. Pada akhirnya seluruh Bangsa Asyura harus dia bunuh termasuk Yun Shuang, dari titik itulah Tian Zhi mendapatkan kutukan.


Kemudian, Tian Zhi membuat rencana. Pertama, dia harus mengembalikan kekuatan seperti dulu sebelum bereinkarnasi di tubuh Xiang Tianzhi. Kedua, mencari empat Batu Keabadian dan sambil jalan menghancurkan dua lubang portal dimensi. Ketiga, setelah memiliki kekuatan, dia akan mencari pelaku yang membunuhnya saat menjadi Dewa Binatang.


"Aku akan tetap menjadi seperti ini agar tidak menarik perhatian musuh-musuh ku! Dengan kutukan yang diberikan oleh Yun Shuang, akan menjadi keuntungan ku untuk sementara bersembunyi, saat waktunya tiba ... !" gumam Tian Zhi setelah membuat rencana.


Dengan Tian Zhi memiliki kutukan, dia tidak mudah diketahui oleh semua musuhnya, dia juga bisa bebas melakukan apapun tanpa harus menggunakan nama ke-Dewa-annya.


"Semoga saja ada misteri lagi dikehidupan ku saat ini!" harap Tian yang menyukai sesuatu yang mengasah kemampuan berpikirnya, dia berdiri dan merenggangkan otot-otot, lalu melihat ketiga wanita yang pingsan.


"Mu Bingyun adalah Yun Shuang, Jun Mei Lin adalah Xia Jinjing. Zhu Rong adalah Dong Jingying, kita bertemu lagi dikehidupan kali ini, aku akan lindungi kalian. He Hua adalah Yang Hua dan Miao Jiang adalah Yang Xiaoping, kalian dikehidupan ini masih saja selalu bersama...," Tian Zhi tersenyum saat mengingat aura ketiga wanita yang pingsan itu dan juga kedua kekasihnya, lalu senyumannya menghilang.


"Loi Annchi, maaf aku yang telah mengutuk mu! Dikehidupan masa depan, aku pasti menjemputmu!" sesal Tian Zhi saat teringat dengan Loi Annchi yang dia kutukan ketika berada di Benua Permata Hitam.


"Dunia hanya sebesar kuku ibu jari!" batin Tian sambil melihat keluar jendela dengan kedua tangan dibelakang pinggang, di kehidupannya kali ini dia bahagia masih dipertemukan kembali dengan istri-istrinya.