Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 183. Mengalahkan Tim Enam Iblis.


Chapter 183. Mengalahkan Tim Enam Iblis.


Tian Zhi juga memeriksa Pulau Dewa, tempat istri dan anaknya. Namun dia terkejut tidak menemukannya, hatinya menjadi gelisah dengan keadaan istri dan anaknya. Keinginannya untuk memiliki anak selalu saja terkendala, dulu sewaktu menjadi Dewa Binatang, istrinya yang hamil dibawa oleh keluarganya.


"Loi Annchi pasti tahu tentang keberadaan istri dan anakku!" batin Tian Zhi yang menduga jika Loi Annchi si Thunderbird mengetahuinya.


Kemudian, Tian Zhi melihat ke langit untuk mencari Benua Permata Hitam, dimana Loi Annchi telah dia kutuk disana. Sekali lagi dia tidak menemukan Benua Permata Hitam.


"Apakah ini juga ulah Yuna Aurora dan keluargaku?" tanya Tian Zhi di dalam hatinya.


"Ada apa?" tanya Mu Bingyun yang juga terlihat sedih karena tidak menemukan Keluarga Besar Mu di Benua Awan Timur, dia melihat Tian Zhi yang terlihat muram.


"Tidak ada apa-apa! Kita nanti akan cari keluarga mu!" jawab Tian Zhi yang enggan membicarakan kesedihannya.


"Aku akan kembali dulu!" pinta Jun Mei Lin yang tidak sabar bertemu dengan keluarganya.


"Baiklah, besok aku akan menyusul," kata Tian Zhi yang tidak khawatir jika Jun Mei Lin, Zhu Rong dan Mu Bingyun pergi ke Kerajaan Jun, sebab kekuatan mereka tidak ada yang menandingi.


Kemudian Tian Zhi memberikan mereka bertiga segel keluarga, hanya mereka bertiga yang belum dia berikan karena sedang berkultivasi tertutup. Kekuatan mereka bertiga juga naik empat level.


Setelah menstabilkan pondasi kekuatannya, mereka bertiga memberikan pelukan serta ciuman, Dewi Pesona dan Zhu Rong terbang menuju Kerajaan Jun dengan kecepatan tinggi. Setingkat Dewa Absolute jarak antara Sekte Yin dan Kerajaan Jun sangatlah dekat.


Kemudian, Tian Zhi duduk bersila dan memejamkan mata, dia ingin menenangkan diri setelah tidak menemukan istri dan anaknya.


He Hua dan yang lainnya tidak ada yang berani menganggu Tian Zhi, sebab mereka merasakan kesedihan kekasihnya semenjak memiliki segel keluarga.


Di tengah malam, Tian Zhi membuka mata saat merasakan enam orang yang memiliki kekuatan Dewa Absolute mendekati Benua Awan Timur, mereka menggunakan kapal angkasa kecil dengan kecepatan penuh.


Tian Zhi berdiri dan terus menatap ke arah kapal angkasa. Meyleen keluar dari kapal angkasa dan menghampiri Tian Zhi, semua wanita juga menyusul.


"Mereka Tim Enam Iblis!" ungkap Meyleen dan di anggukkan Tian Zhi yang sudah tahu.


"Kalian jaga disini dan juga kabari Zhu Rong dan Dewi Pesona yang berada di Kerajaan Jun untuk berhati-hati. Aku dan Meyleen akan menghadang mereka!" Tian Zhi segera membuat pengaturan untuk wanitanya.


"Hati-hati!" pesan He Hua dan semua wanitanya.


Kemudian Tian Zhi dan Meyleen terbang dengan sangat cepat ke luar angkasa untuk mengalahkan utusan Ketua Wei Yan. Zhu Rong yang juga merasakan segera menyusul Tian Zhi seorang diri, sedangkan Dewi Pesona melindungi Kerajaan Jun.


Tim Enam Iblis mengetahui keberadaan Tian Zhi setelah meninggalkan Benua Dewa. Tim Enam Iblis tahu dari Ketua Wei Yan yang memiliki banyak mata-mata di Benua Dewa.


"Menantuku sekarang berada di tingkat apa?" tanya Raja Jun kepada putrinya, terlihat wajahnya sangat bahagia.


Raja Jun dan keluarga besarnya sangat bahagia melihat pencapaian putrinya yang telah melebihi mereka dalam lima tahun ini, suatu prestasi yang tidak pernah dibayangkan. Ramalan leluhur keluarga Jun telah terbukti benar dan makin dipercayai oleh Keluarga besar Jun.


"Terakhir yang aku tahu, suamiku berada di tingkat Dewa Absolute level 50, dia juga seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme!" jawab Jun Mei Lin dan sedikit mengungkapkan prestasi Tian Zhi.


Jun Mei Lin dan Mu Bingyun menceritakan perjalanan mereka yang dipenuhi lika-liku, tapi tidak menceritakan tentang Dewi Cahaya, sebab itu sangat menyakiti hatinya yang telah dipisahkan dari Tian Zhi.


Tian Zhi dan Meyleen melihat Zhu Rong yang menyusulnya, setelah itu mereka bertiga terbang bersama-sama untuk menghadapi Tim Enam Iblis.


"Apakah kita seimbang melawan mereka?" tanya Zhu Rong yang tahu kekuatan Tim Enam Iblis.


"Mudah mengalahkan mereka tanpa kita bergerak!" jawab Tian Zhi yang selalu membuat wanitanya penasaran.


"Mudah gimana! Mereka berenam memiliki kekuatan diatas adik Leen lima level, bagaimana kita mengalahkannya? Jika hanya satu dan kita lawan bersama-sama mungkin kita bisa menang!" protes Zhu Rong yang melihat Tian Zhi tidak serius dengan lawannya.


Tian Zhi tidak menjawab dan meningkatkan kecepatannya, Zhu Rong mendengus kesal dan ikut meningkat kecepatannya. Meyleen hanya tersenyum tipis, dia tidak khawatir dan mempercayai ucapan Tian Zhi.


Apa yang dikatakan oleh Zhu Rong memang benar, sebab Tim Enam Iblis memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 60 dan lebih kuat dari Meyleen.


Mereka bertiga keluar dari atmosfer Benua Awan Timur, ketika jaraknya terpaut beberapa kilometer, Tian Zhi berhenti dan melayang di luar angkasa bersama dua kekasihnya.


Tidak berselang lama, kapal angkasa milik Tim Enam Iblis pun tiba, mereka keluar dari kapal angkasa setelah berhenti, mereka tetap menggunakan jubah penyamaran sehingga tidak terlihat wajahnya. Sayangnya, jubah penyamaran itu tidak berarti apa-apa bagi Tian Zhi yang memiliki Mata Langit.


Salah satu pria maju mewakili timnya, dia berkata dengan nada datar seperti Meyleen yang belum sepenuhnya menjadi wanita sejati, "serahkan empat Batu Keabadian."


"Satu produk jelas sama!" gumam Tian Zhi yang tidak mengindahkan ucapan musuhnya.


"Lama tidak berjumpa," kata Tian Zhi kepada Tim Enam Iblis.


Ketua Wei Yan yang mengendalikan Tim Enam Iblis terkaget dengan suara familiar, dia langsung menebaknya jika yang dia hadapi adalah musuh bebuyutan, yang tidak lain adalah si Dewa Binatang. Dia tidak menyangka telah gagal membunuh Dewa Binatang sekali lagi, padahal waktu itu dia telah meledakkan diri untuk membunuhnya.


Tim Enam Iblis tertawa menirukan Ketua Wei yang juga tertawa, lalu Tim Enam Iblis berjajar bersama dan mengeluarkan pedang ganda yang mirip dengan senjata milik Meyleen.


Zhu Rong dan Meyleen juga mengeluarkan senjatanya untuk bersiap melawannya, namun Tian Zhi maju dan melindungi dua kekasihnya.


"Aku tidak menyangka kamu masih hidup, Bocah! Serahkan Tombak Naga Langit yang bukan milikmu dan juga Batu Keabadian!" perintah Ketua Wei Yan.


Sekali lagi Tian Zhi tidak menghiraukan ucapan Ketua Wei Yan, dia berkata, "bagaimana jadinya jika semua orang tahu kamu adalah Master Yan pemilik Organisasi Tangan Hitam."


Ucapan Tian Zhi adalah bentuk ancaman yang mudah dimengerti oleh Ketua Wei Yan. Seandainya semua pemimpin di Alam Keabadian tahu jelas akan murka telah ditipu.


Ketua Wei Yan yang sedang berada di Alam Keabadian tepatnya di Balai Pekerjaan Umum jelas kaget identitasnya telah diketahui, Tim Enam Iblis kembali tertawa, lalu secara bersamaan mereka berbicara.


"Apakah mereka akan percaya tanpa bukti yang menguatkan hipotesis mu! Bocah, aku akui kamu dari dulu cerdas, namun kamu bukan apa-apa ... Hidupku lebih lama darimu, dan sudah banyak hal yang telah aku lakukan untuk situasi seperti ini. Sekali lagi, serahkan Batu Keabadian dan juga Tombak Naga Langit, atau...!"


Ketua Wei Yan mengancam Tian Zhi, Tim Enam Iblis melihat Zhu Rong dan Meyleen, lalu melihat kearah Benua Awan Timur.


Tian Zhi geleng-geleng kepala akan keserakahan Ketua Wei Yan yang tidak pernah berubah semenjak dulu, lalu dia berkata, "ancaman mu tidak berarti apa-apa bagiku! Kamu harus tahu jika Batu Keabadian mutlak milik ku selamanya. Aku yang menciptakannya dan jelas aku adalah pemiliknya!"


Setelah berbicara Tian Zhi mengangkat tangan kanan kedepan Tim Enam Iblis, lalu keluar energi kekuatan jiwa dari ujung lima jarinya. Tim Enam Iblis yang dikendalikan oleh Ketua Wei Yan langsung menyerang.


Namun Tim Enam Iblis tiba-tiba berhenti seperti patung saat energi kekuatan jiwa menyelimuti mereka.


Zhu Rong yang melihatnya tercengang, sejak awal dia sudah dibuat kebingungan dengan percakapan mereka, kini makin dibuat terkejut dengan perbuatan kekasihnya yang mudah mengehentikan Tim Enam Iblis.


Kemudian Tian Zhi mengendalikan energi kekuatan jiwa untuk memutuskan hubungan Ketua Wei Yan dengan Tim Enam Iblis. Seketika Tim Enam Iblis ambruk dengan melayang di luar angkasa.


Kemudian Tian Zhi melambaikan tangan untuk memasukkan Tim Enam Iblis kedalam cincin dimensi dan memenjarakan mereka.


"Selesai," kata Tian Zhi sambil menepuk kedua tangan yang tidak kotor.


Zhu Rong melongo melihat perbuatan kekasihnya yang seperti sedang bermain-main. Zhu Rong tidak mengetahui jika Tim Enam Iblis diciptakan dari Third Eye Stone, sehingga Tian Zhi mampu mengendalikan mereka karena memiliki Law Stone.


"Hebat!" pujian Meyleen sambil memeluk lengan kanan Tian Zhi.


Akhirnya Zhu Rong tersadar dan ikut memeluk lengan kiri Tian Zhi. "Apa yang akan kamu bicarakan tadi? Tampaknya kamu sangat mengenali Ketua Wei Yan!" tanyanya dengan rasa penasaran.


"Hanya masa lalu, tidak perlu dibicarakan!" jawabnya yang makin membuat Zhu Rong penasaran dengan mencubit pinggangnya.


Tian Zhi tertawa dan memeluk pinggang ramping kedua kekasihnya, lalu dia terbang menuju kapal angkasa milik Tim Enam Iblis. Lalu mereka bertiga kembali dengan menggunakan kapal angkasa yang muat seratus jiwa.


Melihat Tian Zhi telah membereskan Tim Enam Iblis tanpa pertempuran, He Hua segera naik ke kapal angkasa bersama dengan murid-muridnya. Semua wanita juga naik, kini Li Jiancheng yang mengendalikan kapal angkasa menuju Kerajaan Jun.


Sedangkan Raja Jun dan para petinggi Kerajaan Jun melongo melihat Tian Zhi dengan mudah membuat Tim Enam Iblis kalah. Raja Jun menghela nafas tak berdaya dan melihat putrinya.


"Suamimu memang hebat, dengan menggerakkan sedikit tangannya sudah menumbangkan enam Dewa Absolute!" pujian Raja Jun dan menepuk pundak putrinya.


Lalu Raja Jun melihat kapal angkasa Kaisar Api Asyura mendekati wilayahnya, dan Mu Bingyun berbicara jika itu milik Tian Zhi yang telah menyelamatkan Sekte Yin dari serangan binatang monster.


He Hua dan Miao Jiang sengaja menggunakan cadarnya dan jubah penyamaran agar mudah dikenali oleh semua orang di Benua Awan Timur.


He Hua dikenali sebagai pemimpin Paviliun Hitam yang bernama Madam Hua dan juga sebagai Matriark Yin. Sedangkan Miao Jiang menyamar sebagai pemilik Paviliun Pill Surga.


He Hua pun tiba dan disambut oleh Dewi Pesona dan juga Raja Jun bersama keluarga besarnya. Tidak berselang lama, Tian Zhi juga datang.


Dewi Pesona telah menyiapkan acara penyambutan sederhana untuk Tian Zhi dan saudarinya. Akhirnya hari itu menjadi suka-cita bagi Kerajaan Jun.