
Chapter 268. Kekalahan Qing Guozhi.
Kerangka binatang yang tidak mati setelah dikalahkan membuat kepanikan pasukan Kekaisaran Qing. Jenderal Besar tidak tinggal diam, dia mengeluarkan senjata pedang dan ikut menyerang.
Pertarungan sangat sengit antara kerangka binatang dan pasukan Kekaisaran Qing.
Demikian juga dengan panglima perang Kerajaan Air mengalami hal yang sama seperti Jenderal Besar, pasukannya lebih banyak yang telah dikalahkan oleh kerangka binatang, sebab kelemahan binatang air tidak bisa berlama-lama di daratan.
Tian Zhi terus-menerus membangkitkan kerangka binatang dan juga prajurit lawan yang telah tewas. Ketiga jenderal, Guang Zhou beserta Pasukan Phoenix sudah tidak sabar untuk bergegas melawan musuhnya.
"Paman, giliran kalian," kata Tian Zhi kepada ketiga jenderalnya, lalu dia melihat Pasukan Phoenix, "kalian tetap berada di belakang ketiga jenderal." Imbuhnya.
Segera tiga jenderal dan pasukan binatang masuk ke dalam Formasi Ilusi, lalu diikuti oleh Guang Zhou dan pasukannya. Kemudian disusul oleh Miao Jiang dan Pasukan Phoenix, termasuk Naga Api, Macan Putih, Ular danau dan kura-kura hitam yang menjadi tunggangan.
Seribu lebih kultivator juga tidak ketinggalan ikut berperang, mereka dengan senang hati menunjukkan kemampuannya untuk menarik perhatian Pasukan Phoenix.
Diatas tembok pertahanan tinggal Tian Zhi, He Hua, Zhi Yinping, Qing Huan, Marquis Guo Bojing dan putrinya. Mereka melihat pasukan lawan yang terkejut dengan kedatangan banyak binatang mistik.
Kedatangan tiga jenderal dan pasukan binatang makin membuat panglima perang, Jenderal Besar dan pasukannya kewalahan. Serangan yang tiba-tiba seperti tsunami saat menyerang dari satu sisi.
Jenderal Besar dan panglima perang segera mundur dan menjadikan pasukannya sebagai tameng, mereka berdua takut karena bukan tandingan tiga jenderal binatang yang memiliki kekuatan Sang Void, sedangkan kekuatan mereka berdua hanya berada di tingkat Dewa Absolute.
Jenderal Besar dan panglima perang melihat pasukannya yang telah tewas bisa hidup kembali dan menyerang rekan-rekannya.
"Kenapa ilusi ini tampak nyata?" gumam Jenderal Besar yang kebingungan apa yang dilihatnya.
"Hanya tempatnya yang ilusi, tapi kerangka binatang dan binatang-binatang itu nyata, termasuk pasukan wanita!" sahut panglima perang, tangannya gemetaran dan hampir saja melepaskan senjata pedangnya.
Mereka berdua melihat Formasi pasukannya yang kocar-kacir dan sudah banyak yang meregang nyawa di bantai sepihak oleh pasukan musuh.
"Mati bersama pasukan ku adalah suatu kehormatan daripada berlindung di belakang mereka seperti ini!" ujar Jenderal Besar yang bertekad melawan musuhnya.
Panglima perang menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara kasar. "Kamu benar! Lebih baik mati daripada bersembunyi seperti pengecut! Ayo, kita berjuang bersama!" ucapnya dan segera melesat ke depan.
Jenderal Besar menyeringai, lalu dia mengeluarkan token teleportasi dan memecahkannya, namun dia terkejut saat tidak bisa berpindah tempat dalam sekejap. Dia mengumpat berkali-kali didalam hatinya, karena rencana untuk kabur ternyata gagal, mau tidak mau akhirnya menyusul panglima perang yang sudah bertarung dengan pasukan binatang.
Tiga jenderal dan Pasukan Phoenix menggunakan Teknik Tubuh Bayangan dan makin membuat musuhnya kewalahan. Tubuh Bayangan langsung menyerang dibarisan terdepan dengan brutal, tanpa ampun membantai pasukan Kerajaan Air dan pasukan Kekaisaran Qing.
Guo Shun putri dari Marquis Guo Bojing terlihat tegar melihat darah dan mayat yang bergelimpangan, dia terlihat ingin segera dewasa dan kuat agar bisa seperti gurunya.
Qing Huan selalu menghela nafas panjang ketika melihat pasukan Kekaisaran Qing berjatuhan, dia melihat suaminya untuk berbicara, namun lidahnya seakan-akan terkunci rapat. Dia ingin suaminya mengampuni pasukan Kekaisaran Qing yang tidak bersalah, sebab mereka hanya mematuhi perintah dan bukan atas kehendaknya sendiri.
"Ini perang skala kecil ... Dimasa depan peperangan akan lebih brutal dan mengerikan," kata Tian Zhi yang tahu perubahan suasana hati Qing Huan.
Qing Huan merenung sejenak akan ucapan suaminya, lalu dia bertanya, "apakah perang seperti ini tidak bisa dihentikan? Apa tujuannya dari perang?"
"Bertanyalah pada hati nurani ketika hatimu tenang! Tapi satu hal yang jelas, hati nurani tidak akan menipumu!" jawab Tian Zhi yang didengar oleh istrinya.
Guo Shun yang mendengar segera menyahut sekenanya, "aku juga tidak suka perkelahian seperti ini, tapi aku juga tidak tinggal diam kepada orang yang menindas ku."
Tian Zhi tersenyum dan memberikan acungan jempol kepada Guo Shun, lalu dia berkata, "melindungi diri dan keluarga juga memerlukan pengorbanan. Itulah harga yang harus diterima jika ingin terus hidup aman, nyaman dan bahagia."
Guo Shun mengangguk berulang-ulang seperti paham saja dengan ucapan Tian Zhi, lalu dia berbicara, "benar itu! Aku dibully teman-teman dan ku hajar mereka sampai babak-belur, harga yang aku terima, harus dipukuli ibu!"
Tian Zhi, He Hua, Zhi Yinping dan Marquis Guo Bojing tertawa mendengar ucapan Guo Shun...
Sebagian pasukan musuh yang tidak masuk ke dalam Formasi Ilusi dibuat kebingungan saat melihat Jenderal Besar, panglima perang dan rekan-rekannya seperti orang gila. Mereka tidak tahu apa yang dialami oleh rekan-rekannya di dalam Formasi Ilusi, mereka ingin masuk tapi terhalang oleh Formasi Perlindungan.
Akhirnya dua perwira segera terbang menuju ke Kota Qingshan untuk memberikan laporan kepada Dewa Air dan Qing Guozhi. Namun mereka tiba-tiba tersambar petir dan seketika mati.
Setelah membunuh dua perwira dengan petir, Tian Zhi melihat Kota Qingshan yang telah padam dari kobaran api, lalu dia melihat Qing Guozhi, Dewa Air, Patriark Bai, Patriark Xiang, Patriark Mu dan Patriark Zhi Bingwen terbang menuju kearahnya. Lalu diikuti beberapa ratus ribu prajurit yang telah memadamkan api.
Tian Zhi segera menggunakan Sacral Stone yang mampu menciptakan ilusi, dia menyelimuti Formasi Ilusi agar tampak tidak terjadi apa-apa pada Jenderal Besar dan panglima perang.
Setibanya Qing Guozhi dan pendukungnya, mereka melihat Jenderal Besar dan panglima perang terkurung dan sedang berusaha untuk menghancurkan Formasi Perlindungan yang melindungi tembok pertahanan kota.
Mereka melihat sekitarnya yang tidak ada lagi pasukannya dan menduga jika telah masuk ke dalam Formasi Perlindungan.
"Bagaimana mereka bisa masuk?" tanya Dewa Air yang khawatir pasukannya tidak bisa bertahan lama jika berada di daratan.
"Mungkin saja Formasi Perlindungan kehabisan energi sewaktu kita di Kota Qingshan. Ketika pasukan mu masuk, Formasi Perlindungan telah diaktifkan kembali ...," hipotesis Patriark Zhi Bingwen yang meyakinkan, dia sengaja tidak meneruskan ucapannya karena sudah tahu apa yang telah dilihat semua orang.
"Kita tunggu saja saudara Nanggong selesai membuat alat penghancur Formasi!" saran Qing Guozhi dan melihat jenderalnya masih berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan Formasi Perlindungan.
"Sandera saja salah satu keluarganya atau kenalannya agar dia menyerahkan diri!" ide Patriark Xiang kepada Qing Guozhi.
Qing Guozhi menyeringai setelah diberikan ide Patriark Klan Xiang. "Saran mu bagus juga...!" jawabnya dan melihat Dewa Air, "ayo, ikut aku menangkapnya!" Ajaknya dan segera terbang menuju ke arah ibukota Kerajaan Guang dan disusul oleh Dewa Air.
Patriark Zhi Bingwen dan yang lainnya segera masuk ke dalam kapal angkasa untuk menunggu Qing Guozhi menculik Permaisuri Guang Liem. Di dalam kapal angkasa, Patriark Zhi Bingwen mendapatkan firasat buruk dan mengutarakannya kepada Patriark Bai...
Tian Zhi dan ketiga istirnya melihat Qing Guozhi bersama Dewa Air terbang sangat cepat menuju ke wilayah Kerajaan Guang. Namun Tian Zhi tidak khawatir akan rencana musuhnya, dia segera mengeluarkan Siput Penghantar Suara untuk mengabarkan kepada Guang Liem jika musuh ingin menculiknya.
Guang Liem yang mendapat pesan dari suaminya, segera dia mengabarkan kepada seluruh Keluarga Besarnya untuk tidak keluar dari Formasi Perlindungan.
Qing Huan akhirnya memaksa memberanikan diri untuk mengutarakan isi pikirannya kepada Tian Zhi. "Suami, bisakah kamu mengampuni khusus prajurit yang berasal dari Keluarga Qing saja!" harapannya sambil menatap Tian Zhi.
"Aku tidak kenal dengan Keluarga Qing, kamu masuk dan minta kepada ketiga jenderal ku agar tidak membunuh mereka!" jawab Tian Zhi dengan tegas, dia mau memberikan kesempatan kepada Keluarga Qing asal istrinya sendiri yang berusaha.
"Terima kasih!" ucap Qing Huan dan memeluk suaminya, lalu dia segera masuk ke dalam Formasi Ilusi.
Sebenarnya Tian Zhi memang tidak mengenal Keluarga Besar Qing selain Duke Qing Fei dan istrinya. Tapi disisi lain, Tian Zhi sedang mendidik Qing Huan agar bisa bertindak tegas dan mampu berusaha sendiri...
Setelah waktu delapan dupa lebih, Jenderal Besar dan panglima perang berhasil dikalahkan oleh Tubuh Bayangan milik Sun Yao, lalu leher mereka berdua dipenggal. Sun Yao membungkus kepala kedua pemimpin pasukan musuh dan menyimpannya di dalam kotak kayu.
Sebagian pasukan musuh banyak yang menyerah. Lalu Miao Jiang mengekstrak kekuatan musuhnya agar tidak bisa lagi berkultivasi. Termasuk prajurit yang berasal dari keluarga besar Qing.
Qing Huan menghela nafas lega karena telah menyelamatkan beberapa keluarga yang bermarga Qing, walaupun bukan saudara kandung, mereka masih ada hubungannya atas dasar marga yang sama.
Pasukan musuh yang menyerah, khususunya yang berasal dari Kerajaan Air, segera dilepaskan sebelum mati karena kekurangan air. Tian Zhi membuatkan jalan bagi pasukan binatang air yang kini tidak lagi memiliki kekuatan, dia membuatkan pintu di Formasi Ilusi yang dekat dengan air.
Pasukan Kekaisaran Qing yang menyerah dan juga tidak lagi memiliki kekuatan oleh Tian Zhi tetap dihukum, hukumannya harus mengabdikan diri kepada Kerajaan Guang selama 10 tahun. Tian Zhi memerintahkan kepada Marquis Guo Bojing untuk membawa mereka ke dalam Kota Jalur Sutra.
Setelah semua orang keluar dari Formasi Ilusi, Tian Zhi mengekstrak energi milik pasukan lawan yang telah tewas, lalu bermunculan banyak kristal energi spiritual berbagai ukuran...
Sedangkan Qing Guozhi dan Dewa Air telah kembali dengan raut wajah tak bersahabat, sebab mereka gagal mendapatkan sandera. Ibukota Kerajaan Guang yang terlindung oleh Formasi jelas tidak mungkin bisa diterobos, akhirnya Qing Guozhi dan Dewa Air kembali.
Sepanjang perjalanan, mereka berdua banyak sekali menghancurkan desa dan kota kecil sebagai bentuk pelampiasan kemarahannya. Untungnya, desa dan kota kecil tidak banyak penghuninya, namun tetap saja banyak yang menjadi korban kemarahan mereka berdua.
Sesampainya di pelabuhan Jalur Sutra, Qing Guozhi dan Dewa Air mendapatkan kotak kayu. Saat dibuka mereka terkejut bukan main, apa yang ada di dalam kotak kayu adalah kepala Jenderal Besar dan panglima perang.
"Tian Zhiii...!?" teriakan kemarahan Qing Guozhi dan Dewa Air, mereka langsung menyerang Formasi Perlindungan.
Di pagi hari kembali suara benturan keras ketika pukulan berenergi menghantam dinding Formasi Perlindungan. Tian Zhi tersenyum tipis melihat kemarahan musuhnya, lalu dia menghilang ilusi yang berasal dari Sacral Stone.
Sontak tubuh Qing Guozhi dan Dewa Air bergetar hebat ketika melihat tumpukan mayat pasukannya dan melihat dua orang kepercayaannya telah digantung dengan kaki di atas. Kemarahan Qing Guozhi dan Dewa Air semakin menjadi-jadi dan sumpah serapan terus-menerus terdengar.