Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 311. Setelah 15 Tahun.


Chapter 311. Setelah 15 Tahun.


Sebelumnya, Zhi Shirong yang ditugaskan oleh Taois Yuma hanya untuk melukai Tian Zhi jelas senang, sebab dia berikan senjata pedang yang dibuat khusus untuk melumpuhkan Tian Zhi, apalagi senjata pedang dibuat oleh Maharaja Yaksa.


Dia tidak tahu jika kemampuan dari pedang tidak segera bereaksi setelah melukai Tian Zhi, sebab Taois Yuma memang sengaja tidak mengatakan semua hal tentang spesifikasi senjata pedang tersebut.


Taois Yuma hanya mengatakan jika pedang tersebut hadiah dari Maharaja Yaksa untuk melumpuhkan Tian Zhi. Oleh Maharaja Yaksa, pedang itu diberi nama "Pedang Pelumpuh Jiwa".


Kemampuan dari pedang tersebut; memblokir Dunia Jiwa agar tidak lagi bisa diakses oleh Tian Zhi, hanya setingkat True Omega yang mampu menghilangkan pengaruhnya. Menonaktifkan kemampuan Tian Zhi dalam menggunakan skill 10.000 Tubuh Ganda, termasuk Teknik Perubahan Wujud yang tidak akan bisa lagi digunakan. Dan Sekali lagi, hanya setingkat True Omega yang mampu menghilangkan pengaruhnya dari Pedang Pelumpuh Jiwa.


Bisa dikatakan, Tian Zhi hanya bisa menggunakan kemampuan dari Batu Keabadian dan basis kultivasinya. Selain itu, lukanya hanya bisa disembuhkan oleh seseorang yang memiliki minimal memiliki kekuatan True Omega level 10. Dan, Pedang Pelumpuh Jiwa hanya bisa digunakan sekali, Maharaja Yaksa sengaja melakukan itu agar ciptaannya tidak jatuh ke tangan pihak lain.


Semua ini atas pengaturan yang dibuat oleh Maharaja Yaksa, Taois Yuma dan Taois Cen hanya mengikuti perintah.


Taois Yuma tidak mencegah Zhi Shirong yang membalas dendam kepada Tian Zhi yang membunuh Dewi Seribu Wajah, sebab ini sudah bagian dari rencananya yang sengaja tidak diungkapkan kepada semua orang.


Ya, Taois Yuma menjadikan Zhi Shirong dan Dewi Seribu Wajah sebagai tumbal, bahkan dia tidak peduli dengan sepuluh muridnya, apalagi mereka.


Ironis memang, penantian serta pengorbanan Zhi Shirong selama ini justru dinikmati oleh pihak lain. Tidak perlu diragukan lagi pengorbanannya, salah satunya, dia rela mengorbankan istrinya hanya untuk mengetahui kelemahan Tian Zhi, disaat akan berhasil, justru orang lain yang memanennya.


Kembali ke Tian Zhi.


Setelah tiba dikediamannya, dia langsung tergeletak di lantai dengan tubuh bersimbah darah, Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap puncak tidak banyak berpengaruh.


He Hua berteriak histeris melihat suaminya yang pingsan. Kebetulan anak-anaknya, Zhi Yinping, Zhi Shaosheng, Patriark Zhi Longwei dan beberapa petinggi baru datang.


Mereka jelas syok melihat Tian Zhi terluka parah. Xiang Ri Kui, Guo Shun dan Zhi Yinping menangis sejadi-jadinya, mereka memeluk Tian Zhi yang pingsan.


Zhi Shaosheng dan Patriark Zhi Longwei segera bertindak cepat menangani Tian Zhi, mereka berdua mengalirkan energi spiritual untuk menghentikan pendarahan.


"Jangan ada yang masuk ke tempat ini!" perintah Zhi Shaosheng kepada para petinggi Klan Zhi, lalu dia melihat He Hua dan Zhi Yinping, "kalian tampung darahnya dan jangan sampai tercecer. Biar kami yang menangani suamimu!" lanjutnya yang juga memberikan perintah.


Segera para petinggi mengeluarkan sebelas wanita muda yang ikut menangis, lalu mereka menjaga ketat pintu rumah dan sekelilingnya. Sambil meneteskan air mata, He Hua dan Zhi Yinping menampung darah Kasta Kaisar yang tercecer di lantai, mereka memasukkannya ke dalam botol giok.


Darah Kasta Kaisar sangatlah berharga, mampu untuk meningkatkan kekuatan dan memperkuat tulang. Selain itu, garis darah Kasta Kaisar juga meningkat kasta yang berada dibawahnya, serta sebagai benih unggul untuk menciptakan garis darah Kasta Kaisar yang baru.


Mereka belum mengetahuinya, dimana tempat Tian Zhi terluka dan menyemburkan banyak darah, tanah menjadi subur, tanaman langka yang mengandung elemen api mulai tercipta dengan munculnya akar-akarnya.


Zhi Shaosheng dan Zhi Longwei membawa Tian Zhi ke dalam kamar setelah berhasil menghentikan pendarahan. Saat berada di dalam kamar, mereka kembali mengalirkan energi spiritual untuk membantu Tian Zhi dalam pemulihan.


Sedangkan 10.000 Tubuh Ganda langsung menghilang setelah kemampuan Tian Zhi terblokir. Satu juta pasukan hanya tersisa tidak lebih dari dua ratus ribu prajurit. Mereka segera mendapatkan pertolongan pertama dari pasukan yang menunggu di Kota Kasta Jenderal.


Zhi Long dan prajuritnya telah selesai menanam semua bendera Formasi, dia buru-buru masuk ke dalam pusat menara pengawas, lalu mengaktifkan Formasi Array. Dia bernapas lega, tapi belum mengetahui apa yang telah dialami oleh Tian Zhi.


Tiga lapis Formasi Array akhirnya aktif, dua Formasi yang berada di luar tembok pertahanan Kota Api Asyura tidak terlihat, sedangkan Formasi Perlindungan terlihat seperti sebuah kubah raksasa yang melindungi Kota Api Asyura dan Kota Raja.


Zhi Zixuan ayah dari Zhi Shirong diam membeku mengetahui bola kristal kehidupan milik putranya telah pecah. Dalam bola kristal kehidupan, Zhi Zixuan melihat apa yang dilakukan oleh putranya yang menjadi pengkhianat bagi Klan Zhi, dia juga melihat ketika putranya menusuk Tian Zhi.


"Arghh!" teriakan Zhi Zixuan yang seperti orang gila karena tidak sanggup melihat kenyataan ini.


Dia telah berusaha sebaik mungkin untuk menjadi putranya patriark pengganti, berkorban apapun untuk melancarkan tujuannya. Tapi nyatanya, hasil mengkhianati perjuangannya selama ini. Pupus sudah harapan untuk menjadi pengusaha Klan Zhi.


Setelah kematian Xu Xiaojian dan Zhi Shirong, datang empat patriark dan bawahannya, saat ini mereka berada di Kota Kasta Jenderal. Mereka adalah Patriark Klan Xu, Zhi Junjie, Zhi Bingwen, Zhi Boqin, wakil serta para tetua.


Para patriark akan memimpin langsung 17 juta prajurit untuk menguasai wilayah Kota Raja.


Patriark Klan Xu menemui Xu Lian yang terluka parah, dari kaki dan tangan bagian kirinya telah hilang terkena pukulan berenergi dari Tubuh Ganda.


"Maaf, aku gagal!" ucap Xu Lian dan menghembuskan napas terakhirnya.


"Pengorbanan mu tidak akan sia-sia, aku akan membalas semua perbuatan mereka!" janji Patriark Klan Xu dan menutup tubuh Xu Lian dengan kain putih bersih.


Xu Weici hanya bisa meneteskan air mata, lalu dia keluar dari tenda milik Xu Lian.


Kota Kasta Jenderal menjadi hening setelah meninggalnya Xu Lian sebagai generasi muda yang paling berbakat. Satu hari telah kehilangan dua sosok penting bagi Klan Xu.


"Kita akan mulai penyerangan dalam tiga hari lagi. Selidiki wilayah Kota Api Asyura!" kata Patriark Klan Xu kepada semua orang.


...----------------...


Waktu berlalu dengan cepat dan telah lewati tiga hari. Patriark Klan Xu mengepung Kota Api Asyura yang memiliki dua pintu gerbang. Semua pintu masuk dan keluar sengaja diblokir untuk meningkatkan ketakutan penduduknya.


Pasukan malaikat dan pendukungnya membuat tenda-tenda darurat dan hanya berjarak 900 meter dari Formasi Ilusi, tampaknya mereka mengetahui adanya Formasi Ilusi dan Pembunuh.


Patriark Zhi Longwei memerintahkan wakil Penegak Hukum untuk mencari pengkhianat yang membocorkan informasi tentang dua Formasi Array.


Selama itu, Tian Zhi masih belum sadarkan diri. Hingga waktu berlalu selama 15 tahun.


Xiang Ri Kui telah beranjak dewasa, kini usianya tepat 18 tahun dan adiknya si Tian Yinping berusia 16 tahun. Guo Shun berubah menjadi wanita yang cantik seperti ibunya, kini usianya 30 tahun.


Tiga anak-anak Tian Zhi menjadi sosok andalan bagi generasi muda Kasta Raja, mereka memimpin generasi muda untuk melawan musuh yang masih mengepung Kota Api Asyura.


Walaupun Kota Api Asyura dikepung, kehidupan didalamnya masih mampu bertahan, sebab lokasi kediaman Tian Zhi dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Untuk masalah meningkatkan kekuatan, semua berkat darah Kasta Kaisar yang didistribusikan kepada semua anggota Kasta Raja secara merata.


Ya, Zhi Shaosheng dan Zhi Longwei tidak bisa lagi menghentikan pendarahan yang dialami oleh Tian Zhi. Mau tidak mau, He Hua dan Zhi Yinping menampung darah suaminya untuk dijadikan bahan utama Pil Kultivasi.


Berkat darah Kasta Kaisar, kekuatan semua orang meningkatkan drastis, terutama bagi Xiang Ri Kui, Guo Shun, Tian Yinping, He Hua dan Zhi Yinping.


Pengkhianat bagi Klan Zhi ternyata adalah Zhi Zixuan yang ingin membalas dendam kepada Tian Zhi. Zhi Zixuan memutuskan untuk bergabung dengan Klan Xu.


Selama waktu 15 tahun ini, banyak korban berjatuhan di pihak lawan. Formasi Ilusi dan Pembunuh yang banyak berkontribusi dalam mengurangi jumlah lawan, walaupun pada akhirnya dua Formasi itu berhasil dihancurkan. Kini hanya tersisa Formasi Perlindungan yang lebih sulit untuk dihancurkan.


Xiang Ri Kui, Guo Shun dan Tian Yinping selalu berganti untuk menyerang lawan saat malam hari, mereka selalu bergantian dalam misi penyerangan dan selalu mengandalkan token teleportasi disaat genting agar lolos dari kejaran lawan.


Sedangkan He Hua dan Zhi Yinping tidak diperbolehkan oleh Patriark Zhi Longwei untuk meninggalkan kediamannya, dia menjaga amanah yang diberikan oleh Tian Zhi. Jadi, tugas He Hua dan Zhi Yinping merawat suaminya dan mendistribusikan darah Kasta Kaisar. He Hua dan Zhi Yinping menjadi sosok paling penting bagi Klan Zhi, semua berkat garis darah Kasta Kaisar.


"Ibu, aku berhasil membunuh 20 malaikat patah!" kata Guo Shun dengan wajah yang gembira, dia selalu menceritakan apapun yang telah dilakukannya.


"Bagus! Ceritakan pada ayahmu!" ucap He Hua sambil melihat putrinya yang energik, lalu dia kembali meramu pil dengan bahan utama darah Kasta Kaisar.


"Tentu! Ayah pasti bangga kepadaku!" ucap Guo Shun dengan semangat dan bergegas menuju ke kamar ayahnya.


"Bersihkan tubuhmu dulu!" tegur Zhi Yinping yang melihat pakaian putrinya kotor terkena darah korbannya.


Guo Shun tertawa kecil saat lupa membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menemui ayahnya. Lalu masuk Xiang Ri Kui dan Tian Yinping ke dalam rumah.


"Ibu, aku berhasil merusak dua Ballista mereka di gerbang Timur!" lapor Xiang Ri Kui dengan tangan masih memegang tombak yang menjadi senjata andalannya.


"Tapi semuanya karena aku, jika aku tidak melumpuhkan penjaga Ballista, kamu tidak akan mungkin bisa menghancurkannya!" protes Tian Yinping yang wajahnya mirip dengan Zhi Yinping.


He Hua dan Zhi Yinping tersenyum melihat antusias anak-anaknya dalam memerangi musuh yang kuat dan tak kenal menyerah.


"Kalian bersihkan diri dan ceritakan semuanya pada ayahmu. Kasihan ayahmu yang kesepian tidak mendengar suara kalian!" pinta He Hua dengan nada lembut, dia tidak sedikitpun khawatir akan gagal meramu pil ketika berbicara dengan anaknya.


Mereka bertiga berlomba-lomba menuju ke kamar mandi. Keadaan seperti ini sudah menjadi rutinitas mereka, setelah bertarung selalu menceritakan pengalamannya kepada Tian Zhi yang masih belum sadarkan diri.


Kini anak-anaknya Tian Zhi berada di dalam kamar. Mereka melihat tubuh ayahnya melayang berada di atas tungku emas yang diciptakan oleh Zhi Shaosheng. Tungku emas itu digunakan untuk menampung darah Kasta Kaisar yang terus keluar dari ulu hati dan mengalir ke dalam tungku.


"Jika Ayah melihatku, pasti akan syok. Aku mampu menebas leher musuh dalam sekali serangan, padahal aku hanya mengandalkan skill pertama dari Kitab Hitam Teknik 12 Titik Fatal," cerita Tian Yinping dengan semangat sambil memperagakannya.


"Gerakan mu terlalu lambat... Seharusnya kamu ikuti langkah ku, bukannya semau mu sendiri!" tegur Xiang Ri Kui.


Guo Shun tertawa kecil melihat adiknya yang selalu berdebat, lalu dia melihat wajah ayahnya yang baru pertama kali mengembangkan senyuman.


"Ayah ... Lihat Ayah... Ayah tersenyum!" pekik Guo Shun melihat senyuman ayahnya yang sudah lama tidak pernah dilihat lagi.


Xiang Ri Kui dan Tian Yinping segera melayang mendekati tungku emas, mereka melihat wajah ayahnya yang tersenyum dan tanpa sadar meneteskan air mata bahagia.


Bang... Bang...


Suara Guo Shun membuat He Hua dan Zhi Yinping gagal meramu pil karena tidak bisa berkonsentrasi. Mereka berdua bergegas ke kamar suaminya...