Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 71. Big Bang.


Chapter 71. Big Bang.


He Hua menghancurkan seribu tubuh bayangan dengan mudah, dan melihat Tian Zhi yang sudah tidak ada di tempatnya lagi bersama kedua wanita.


He Hua berteriak memanggil Tian Zhi berulang-ulang, tapi Tian Zhi tidak juga keluar.


Segera He Hua mengeluarkan Cermin Pelacak dan posisinya yang sudah berjarak seribu meter darinya. Buru-buru He Hua mengejar Tian Zhi sesuai petunjuk Cermin Pelacak.


He Hua segera menyusulnya, tapi tidak melihat keberadaan Tian Zhi, padahal Cermin Pelacak telah memberitahukan posisinya dengan benar, dia merasa heran dengan cermin yang tidak seperti biasanya.


"Tian, kita bicara baik-baik, mereka berdua adalah murid ku!" teriak He Hua yang berharap Tian Zhi keluar dari persembunyiannya dengan mengungkapkan siapa wanita yang dia bawa.


Tian Zhi sebenarnya juga terkejut jika pelariannya bisa diketahui dengan cepat dan tepat, padahal dia bersembunyi di cincin dimensi yang tidak terlihat.


Tian Zhi segera diam dan secara berlahan menggerakkan cincin dimensi untuk bersembunyi di bawah. Tapi He Hua segera menghampirinya sambil mencari keberadaan melalui cermin.


"Apa itu yang bisa menunjukkan lokasi ku?" batin Tian Zhi saat melihat cermin yang dipegang oleh He Hua.


Sambil melihat di luar cincin dimensi, Tian Zhi mengikat Mu Bingyun dan Jun Mei Lin di tempat tidurnya, dan menyegel kekuatan mereka. Tian Zhi ingin membuat mereka berdua menanggung malu seumur hidup.


"Tian, aku tahu kamu bersembunyi... Ayo kita bicarakan secara baik!" mohon He Hua saat dia berdiri tepat di atas cincin dimensi.


Tian Zhi tersenyum saat melihat surganya para lelaki. "Wow!! Indahnya, warna merah tanpa rambut!" kata Tian Zhi kepada He Hua dengan suara telepati.


"Ah...!!" teriakan He Hua segera menjauhi tempat dia berdiri sambil merapatkan kedua kakinya, dia tahu apa yang dimaksudkan Tian Zhi dengan menyebutkan warna merah tanpa rambut.


"Tian...!! Otak kotor!?" teriakan kemarahan He Hua, dia sangat malu telah terlihat pelindung lembah surganya.


Baru Tian Zhi yang melihat miliknya yang selalu dia tutupi dengan rapat dan dijaga ketat. Dia menyesal tidak memakai celana panjang yang memiliki kemampuan menutup tubuhnya seperti cadar.


He Hua makin kesal saat Tian Zhi tidak menjawab, lalu dia mengeluarkan senjata pedang untuk dijadikan alat mencari Tian Zhi. Dengan berjalan pelan dengan kaki dirapatkan, He Hua mengorek tempat dia berdiri tadi, tapi tidak menemukan apapun selain dedaunan, ranting dan tanah.


He Hua jelas tidak akan menemukannya, sebab cincin dimensi telah bergeser sejauh seratus meter, ketika dia melompat mundur setelah diintip lembah surganya.


"Tian... Keluar!!" teriakan He Hua sekali lagi saat tidak menemukan Tian Zhi.


Tian Zhi terkekeh melihat kelakuan He Hua, dan muncul keinginan di hatinya. "Aku mau melepaskan mereka! Asal kamu dan Miao Jiang menggantikan mereka dengan menjadi kekasih ku! Waktu kalian berpikir hanya tiga hari dan kita bertemu di tempat pulau terpencil waktu itu. Ingat, dengan tubuh asli dan bukan boneka... Hahaha!" kata Tian Zhi dengan suara telepati, dia ingin membuat kesepakatan, dia tertawa bahagia mampu membuat He Hua marah.


"Tian...!!" teriakan He Hua yang sangat marah.


Boom💥...


He Hua melepaskan pukulan energi dimana sumber suara telepati terputus, dan membuat cincin dimensi terhempas sangat jauh. Sengaja Excel Shimo menggunakan serangan He Hua untuk membuat cincin dimensi menjauhinya, dengan cara membuatnya marah.


Swosh...


"Kakak, ada apa?" tanya Miao Jiang yang baru saja datang saat merasakan aura He Hua, dan dia melihatnya sangat marah.


Miao Jiang menduga jika kemarahan He Hua pasti karena ulah Tian Zhi lagi, hanya Tian Zhi yang bisa membuat He Hua marah sedemikian rupa hingga kepala keluar asap.


Dengan nafas terengah-engah, He Hua menjawab. "Tian mengintip dalaman ku ... Dan--!"


Spontan Miao Jiang tertawa terbahak-bahak, sebelum He Hua melanjutkan berbicara, dia sampai memegang perutnya. He Hua yang ditertawakan jelas kesal.


"Kenapa kamu tertawa, dia telah mengintip ku tanpa ijin ... Eh! maksudku, dia... Dia sudah melecehkan ku!!" bentak He Hua dan mengakibatkan dia salah berbicara dan buru-buru meralatnya.


Perkataan He Hua semakin membuat Miao Jiang tertawa terbahak-bahak. Wajah He Hua semakin memerah dan menghentakkan kedua kakinya dan pergi mencari Tian Zhi, dia sangat malu telah keceplosan berbicara.


Miao Jiang buru-buru mengikuti sambil menahan tawanya agar tidak membuat He Hua kesal. Kemudian, setelah Miao Jiang menghiburnya dengan ikut marah, akhirnya He Hua menceritakan apa yang terjadi.


"Pria itu... Benar-benar kurang ajar menjadikan kita barter!!" geram Miao Jiang saat tahu, "lalu apa keputusanmu?" lanjutnya dengan bertanya.


"Entahlah, dia memberikan kita waktu tiga hari untuk berpikir... Tapi aku yakin dia pasti memburu permaisuri Yin, Raja Xiang dan Raja Mu, lebih baik kita tunggu dia disana dan berbicara dengan baik-baik...!" jawab He Hua dan mengutarakan rencananya.


Miao Jiang juga mendukung rencana He Hua dan mereka berdua tidak berusaha mencari Tian Zhi lagi dan akan menunggunya di Kerajaan Jun.


Di dalam cincin dimensi Tian Zhi bernafas lega ketika He Hua tidak mengejarnya, dia segera melihat tubuh dua wanita yang tidak menggunakan lagi pakaiannya, pakaian mereka habis terbakar apinya.


Tian Zhi mengagumi tubuh indah Jun Mei Lin dan Mu Bingyun, kedua tangan dan kaki mereka berdua terikat dengan tubuh telentang. Tian Zhi mendekati Mu Bingyun dan tidur di sebelahnya sambil kepala menempel di buah kenyal.


"Seandainya kamu dulu tidak berbuat jahat, mungkin aku tidak akan seperti ini...," gumam Tian Zhi sambil memainkan biji buah kenyal Mu Bingyun yang mulai membesar karena sentuhannya.


Mu Bingyun yang tidak sadarkan secara naluri merasakan sentuhan Tian Zhi, nafasnya mulai tidak beraturan, kelopak mata bergerak-gerak...


Boom💥...


Akan tetapi, sebelum Tian Zhi mulai menikmati tubuh Mu Bingyun, dia mendengarkan ledakan besar di luar hingga membuat cincin dimensi bergetar hebat, dan buru-buru melihat keluar apa yang terjadi.


Tian Zhi terkejut saat melihat di langit tampak seperti api yang memanjang, hasil setelah efek ledakan besar di luar angkasa. Setelah ledakan besar memicu gelombang kejut yang mengerikan, dan membuat banyak batu meteor super besar meledak dan pecahannya terlempar ke segala arah.


Dan setelah itu, banyak sekali batu meteor yang akan jatuh menimpa Benua Awan Timur.


"Sialan!! Mengganggu saja!?" umpat Tian Zhi yang sangat kesal setelah melihatnya.


Tian Zhi segera keluar untuk menghalau banyaknya batu meteor itu, jika tidak dihancurkan Benua Awan Timur bisa musnah dan dia sendiri juga akan merasakan dampaknya.


Semua penduduk yang baru saja lepas dari teror lubang portal dimensi, kini kembali ketakutan saat mendengar ledakan besar dan setelah itu merasakan hembusan angin dari langit, efek tekanan batu meteor yang meluncur ke Benua Awan Timur.


Semua kekuatan yang mampu terbang segera melesat keatas untuk menghancurkan batu meteor. He Hua, Miao Jiang dan semua pemimpin juga tidak tinggal diam, mereka terbang dengan membawa senjata andalan.


Batu meteor yang akan menghujani Benua Awan Timur cukup besar, selebar enam meter yang paling kecil, dan yang mengerikan ada batu meteor yang ukurannya seperempat Benua Awan Timur.


Swosh...


Tian Zhi langsung terbang melesat ke langit sambil membidik batu meteor dengan panah, dia juga mengaktifkan armor dan garis darah kasta Kaisar hingga menerobos ke tingkat Ancient God tahap empat, dan juga mengeluarkan seribu tubuh bayangan.


Seribu tubuh bayangan juga menggunakan panah dan membidik targetnya sesuai apa yang di lihat Tian Zhi.


Di dalam benak Tian Zhi selalu bertanya-tanya, apa penyebab ledakan besar itu? Kenapa bencana selalu berdatangan di Benua Awan Timur? Apakah ini ulah gurunya Xiang Huangdi si pria bertopeng itu? Atau apa ada hal lain yang memicu musibah ini?


Miao Jiang melihat sosok berapi yang tidak lain adalah Tian Zhi yang diikuti oleh seribu tubuh bayangan, dia terlihat gembira dan memberitahukan kepada He Hua.


Melihat Tian Zhi, He Hua juga tersenyum, namun dia kembali serius untuk menghadapi banyaknya batu meteor hasil ledakan besar.


He Hua yang berada di depan sambil melambaikan senjata kipas, dan keluarlah banyak bulu merak yang melesat kearah batu meteor. Sedangkan Miao Jiang juga mengeluarkan senjata cambuk, lalu dia hentakan cambuk-nya kearah batu meteor, cambuk itu berubah menjadi banyak jarum besar dan langsung melesat ke langit.


Semua praktisi juga melepaskan serangan jarak jauh dengan berbagai senjata andalan mereka, dan berbagai macam jurus andalan terkuat mereka keluarkan.


Boom💥... Boom💥..


Ledakan demi ledakan menggetarkan Benua Awan Timur saat banyak batu meteor dihancurkan. Tian Zhi pun melepaskan anak panahnya dan diikuti seribu tubuh bayangan.


Langit menjadi seperti pesta kembang api di siang hari akibat benturan energi dan batu meteor, Benua Awan Timur bergetar tanpa henti dan para binatang monster bersembunyi saat tahu bencana alam menimpa benua ini.


Walaupun sudah banyak batu meteor yang dihancurkan, masih ada satu batu meteor yang besar sedang mengarahkan ke Benua Awan Timur.


"Aku tidak bisa menghancurkan batu meteor yang besar itu sendirian!" ungkap He Hua kepada semua orang, "dan hanya bisa bekerjasama dengan menggabungkan serangan kita, mungkin bisa menghancurkan batu meteor itu." lanjutnya sambil terus menghancurkan batu meteor.


"Jika tidak bisa ... Kita bergantung kepada dia!" sahut Miao Jiang sambil menunjukkan kearah Tian Zhi yang jaraknya jauh dengan mereka.


Semua orang mengikuti jari telunjuk Miao Jiang, dan melihat Tian Zhi dan seribu tubuh bayangan yang masih membidik batu meteor dengan panah. Tapi tubuh asli Tian Zhi mereka tidak mengetahuinya.


Raja Mu, Raja Xiang dan permaisuri Yin jelas kesal, lagi-lagi musuh mereka yang selalu menjadi penyelamat mereka. Mereka bertiga telah bekerjasama untuk menangkap Tian Zhi setelah mengetahui memiliki garis darah Kasta Kaisar. Sayangnya, ketiga orang itu tidak tahu jika Mu Bingyun telah di culik Tian Zhi, sebab Miao Jiang dan He Hua tidak bercerita.


Hanya Raja Jun yang diberitahukan oleh He Hua jika Jun Mei Lin dibawa oleh Tian Zhi, dan dia malah kegirangan, sebab semua ini sudah sesuai ramalan leluhur keluarga Jun.


Permaisuri Yin dan Raja Xiang juga tidak tahu, jika putranya Xiang Huangdi telah dibunuh Tian Zhi, seandainya tahu pasti akan lebih membenci Tian Zhi dan akan lebih berusaha membunuh musuhnya.


"Kita jangan terlalu mengandalkan dia, kita coba dulu dengan menyatukan semua kekuatan!" saran Raja Mu yang sebenarnya tidak ingin musuhnya menjadi pujaan hati penduduk Benua Awan Timur.


"Baiklah, kita coba dulu!" dukung He Hua, dia tidak ingin berdebat dengan musuh Tian Zhi, sebab dia tidak ada sangkut pautnya dengan perseteruan mereka bertiga.


He Hua hanya perduli dengan kedua muridnya yang di culik Tian Zhi.