
Chapter 174. Seperti Dulu!
Kemudian Tian Zhi melihat keluar cincin dimensi, dia melihat Seng Huaran dan Seng Qiao yang panik mencari ketiga juniornya. Tian Zhi tersenyum saat teringat ucapan kakeknya saat bertemu di kompetisi Asyura Path.
"Apa yang kakek lakukan hingga membuat Yuna menjadi sibuk?" tanya Tian Zhi didalam hatinya yang penasaran.
Setelah itu, dia memulihkan sebagai ingatan Mu Bingyun dan Jun Mei Lin saat menjadi kekasihnya yang berasal dari Benua Awan Timur, dia tidak mengembalikan ingatan tentang He Hua dan Miao Jiang, agar tidak menimbulkan masalah.
Kemudian Tian Zhi duduk di kursi sambil memikirkan sepanjang perjalanan Xiang Tianzhi sebelum dia teringat akan semuanya.
"Yuna, dari dulu sifat mu tidak berubah, selalu menyingkirkan semua wanitaku! Apalagi dengan dukungan dari nenek dan ibuku, perilaku mu makin keterlaluan! Walaupun aku mencintaimu, bukan berarti aku tidak berani bertindak tegas kepadamu!" geram Tian Zhi kepada Yuna Aurora penguasa Alam Semesta Aurora.
Tian Zhi bertindak tegas karena tidak sampai membuat dua kekasihnya terbengkalai. Seandainya Yuna Aurora membuat kekasihnya sengsara, dia pasti tidak segan-segan memberikan peringatan keras.
"Rencana keempat, aku harus menemukan semua kekasihku!" gumamnya yang menambah dalam misi pribadi, dia teringat dengan Yu Bao, Yu Ming dan semua Ras Rubah yang dibawa oleh Dewi Cahaya.
Selain Yu Bao, Tian Zhi juga teringat kekasihnya yang berasal dari Benua Awan Timur, mereka adalah Lang Ying, Lili, Tsai Xinxin.
"Menjadi Anak Langit harus menemukan Kitab Suci ... !" Tian Zhi juga teringat akan misi yang lainnya, misi yang diperoleh dari Gate Ancient Lightning, "apa isi kitab itu?" lanjutnya yang penasaran.
Akhirnya Mu Bingyun, Jun Mei Lin dan Zhu Rong perlahan mulai membuka matanya, lalu mereka segera duduk saat terkejut telah berada di tempat lain, kedua mata mereka melihat sosok pria yang mereka kenali.
Khususnya Mu Bingyun dan Jun Mei Lin, seketika meneteskan air mata bahagia melihat kekasihnya yang sedang tersenyum.
"Sayang!" seruan Mu Bingyun dan Jun Mei Lin yang melompat dari tempat tidur untuk memeluk Tian Zhi.
"Maaf! Maafkan aku yang tidak bisa melindungi kalian!" sesal Tian Zhi dengan memeluk kedua kekasihnya, dia kecewa dengan kebodohan Xiang Tianzhi yang mudah sekali terkecoh.
Mu Bingyun dan Jun Mei Lin menangis tersedu-sedu sambil memeluk erat-erat Tian Zhi, mereka tidak mau terpisah lagi.
Sedangkan Zhu Rong kebingungan dengan apa yang dilihatnya, dia tidak tahu harus berkata apa dengan perubahan Dewi Pesona.
"Hei! Dia adalah musuh kit--"
"Diam!" bentak Mu Bingyun dan Jun Mei Lin kepada Zhu Rong secara bersamaan dengan mata melotot.
Seketika Zhu Rong terdiam dengan raut wajah syok, baru kali ini dia melihat kemarahan Dewi Pesona.
"Mereka adalah kekasihku yang telah dihilangkan ingatannya oleh Yuna!" ungkap Tian Zhi agar Zhu Rong tidak salah paham.
"Boh--"
"Diam kamu!" bentak Mu Bingyun sekali lagi sebelum Zhu Rong menyangkal ucapan Tian Zhi yang menuduh Ratu Yuna Aurora.
"Apa yang dikatakan kekasihku itu benar...," jelas Jun Mei Lin kepada Zhu Rong, lalu dia menceritakan semua kejadian dari awal.
Saat Jun Mei Lin bercerita, Permaisuri Ling, Li Jiancheng dan Ling Xuan bergegas ke kamar Tian Zhi saat mendengar suara gaduh, Li Jiancheng segera mengetuk pintu kamar.
Tok... Tok...
"Tian, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Li Jiancheng dengan nada cemas.
"Masuk saja."
Li Jiancheng membuat pintu kamar dan terkejut melihat tiga wanita di dalam kamar, lalu melihat Tian Zhi yang sedang berpegangan tangan dengan wanita yang tidak dia kenali.
"Siapa mereka?" tanya Li Jiancheng kepada Tian Zhi dengan berjalan mendekati Mu Bingyun, lalu melepaskan genggaman tangan mereka berdua.
"Dia kekasihku, siapa kamu?" bentak Mu Bingyun yang tidak senang dengan tindakan Li Jiancheng yang ingin melepaskan tangannya dari Tian Zhi.
"Sabar!" lerai Tian Zhi dengan segera, lalu dia geleng-geleng kepala.
Ling Xuan ikut mendekati Tian Zhi, ia mengulurkan tangannya kepada Mu Bingyun, lalu memperkenalkan diri, "halo! Aku Ling Xuan calon istrinya, siapa nama Kakak?"
Mu Bingyun dan Jun Mei Lin langsung melihat Tian Zhi yang memijat pelipis kiri.
"Kalian duduk dan aku akan bercerita!" pinta Tian Zhi sebelum ada kesalahpahaman diantara mereka berempat. Permaisuri Ling bersandar di pintu kamar untuk melihat Tian Zhi menyelesaikan masalahnya.
Kemudian, Tian Zhi bercerita tentang Mu Bingyun dan Jun Mei Lin. Dia juga menceritakan tentang He Hua dan Miao Jiang agar nantinya tidak perlu lagi menjelaskan saat bertemu.
Zhu Rong ikut mendengarkan cerita Tian Zhi, dia tidak menyangka perbuatan penguasa Alam Semesta Aurora begitu keterlaluan dengan menghilangkan ingatan Dewi Pesona dan kekasihnya.
"Apa hubungan Ratu Yuna dengan Tian Zhi?" batin Zhu Rong yang bertanya-tanya pada diri sendiri.
"... Hingga saat kita bertemu lagi di kompetisi Duel Sage. Aku bisa mengingat semua ini berkat kejadian yang sama saat berada di Benua Awan Timur."
Tian Zhi telah menceritakan awal pertemuannya dengan Dewi Pesona hingga sekarang. Lalu dia melihat Permaisuri Ling saat mengenali auranya, aura milik Long Xia.
Long Xia adalah mantan istri dari Raja Long yang telah diceraikan. Kemudian diperistri oleh Excel Shimo sewaktu di Benua Kelahiran.
Tian Zhi tertawa di dalam hatinya dengan kehidupannya yang sekarang, kisahnya dengan Permaisuri Ling hampir sama seperti dulu. "Benar-benar konyol!" batin Tian Zhi.
Permaisuri Ling menatap mata Tian Zhi yang memandangnya, dia selalu merasakan kedekatan saat saling berpandangan.
"Kamu juga harus menikahi kita dan juga Yu Bao!" pinta Mu Bingyun.
"Pasti!" jawab Tian Zhi dan melihat Zhu Rong, "mereka berdua mulai saat ini akan selalu bersamaku. Jika Yuna bertanya, cukup kamu katakan, aku ingin bertemu dengannya!" pesan Tian Zhi kepada Zhu Rong.
Tian Zhi ingin melepaskan Zhu Rong untuk memancing Yuna Aurora, dia ingin tahu dimana Yu Bao dan semua Ras Rubah. Yu Bao adalah Bao Yu, istrinya yang berasal dari Benua Kelahiran.
Zhu Rong menunduk untuk berpikir, lalu dia melihat Tian Zhi dan bertanya, "apa ingatanku juga dihilangkan?"
Tian Zhi langsung tertawa mendengar pertanyaan Zhu Rong. Semua wanita kebingungan saat Tian Zhi tertawa.
"Tidak tidak! Kamu tetap kamu. Apakah kamu merasa ada kedekatan denganku?" jawab Tian Zhi dan bertanya balik kepada Zhu Rong setelah berhenti tertawa.
Zhu Rong mengangguk, dia memang merasa dekat dengan Tian Zhi saat pertama kali bertemu. Tian Zhi menghela nafas panjang, dia berpikir, "apakah aku harus ceritakan tentang kehidupannya yang lalu!"
"Mungkin saja kita pernah bertemu ...."
Akhirnya Tian Zhi memutuskan untuk tidak menceritakan tentang masa lalunya Zhu Rong saat menjadi Dong Jingying yang berasal dari Ras Asyura.
"Kalian lebih baik saling mengenal," kata Tian Zhi dan keluar dari kamarnya bersama Permaisuri Ling.
Tian Zhi menutup pintu kamarnya, lalu tangan kiri dipegang oleh Permaisuri Ling dan mengajaknya menuju lantai tiga. Tian Zhi tersenyum tipis melihat reaksi Permaisuri Ling yang sama saat pertama kali bertemu di Kerajaan Long.
"Apakah semua ini mengatur nenekku?" batin Tian Zhi saat berjalan menaiki anak tangga.
Tian Zhi teringat saat ibu dan neneknya membawa semua istrinya. Lalu dia melihat Permaisuri Ling dan berbicara, "kamu cantik!"
Permaisuri Ling tersipu malu telah dipuji oleh Tian Zhi, dia berhenti berjalan saat berada di depan kamarnya. Permaisuri Ling segera mencium bibir Tian Zhi, dia sudah menunggu momen seperti ini.
Tian Zhi menyambut ciuman Permaisuri Ling, sambil masuk ke dalam kamar. Di dalam kamarnya, Permaisuri Ling makin bersemangat mencium Tian Zhi, lalu dia melepaskan pakaiannya. Tian Zhi tidak mau kalah, dia melepaskan pakaian Permaisuri Ling tanpa melepaskan ciuman.
Permaisuri Ling terkejut sejenak melihat tongkat milik Tian Zhi yang besar dan panjang, dia dengan bersemangat langsung berjongkok dan mencium kepala tongkat itu.
Tian Zhi memegang rambut Permaisuri Ling dengan tangan kiri, dan tangan kanannya aktif menyentuh buah kenyal Permaisuri Ling yang berukuran 36A.
Lalu Permaisuri Ling dengan tidak sabaran berdiri. Lalu Tian Tian mengangkat kaki kiri Permaisuri Ling dan memasukkan tongkatnya pada lembah surga milik Permaisuri Ling...