
Chapter 170. Menguji Skill Baru.
Saat keluar dari Ruang Harta, Menara Suar bagian Barat berbunyi, tanda jika musuh sedang mendekat. Tian Zhi dan timnya kegirangan karena ingin menguji musuh sudah berdatangan.
"Kerajaan Hijau menyerang dengan dua ratus pasukan!" teriakkan penjaga Menara Suar terdengar di seluruh Kota Besar Utara.
Semua peserta yang menjaga kota buru-buru masuk ke dalam Gerbang Pahlawan sebelum Jenderal Tian Zhi beraksi, mereka tidak ingin kalah dalam perolehan poin kontribusi.
"Ayo kita masuk ke dalam Gerbang Pahlawan dan aku yang pimpin!" ajak Shan Lan dengan tidak sabaran, apalagi melihat peserta lain telah masuk, dia ingin tahu rasanya menjadi pemimpin pasukan.
Tian Zhi mengangguk sebagai tanda persetujuan, dia dan timnya menuju ke Gerbang Pahlawan. Posisi Shan Lan yang seharusnya menjadi Deputi Penyihir digantikan oleh Shan Hongse yang sebelumnya menjadi Takdir.
Disaat Tian Zhi dan timnya keluar dari Gerbang Pahlawan, para peserta yang sudah berada di Gerbang Barat Kota Besar terkejut melihat Kepala Negara Kerajaan Merah menunggangi Macan Putih, tidak hanya timnya saja tapi seluruh pasukan boneka wayang juga menggunakan tunggangan yang sama. Selain itu, mereka melihat empat pasukan berbaris rapi, pasukan Kavaleri dan Infanteri berjumlah lima ribu prajurit setiap barisnya, lalu dibelakangnya ada pasukan Pemanah dan Penyihir yang setiap baris berjumlah tiga ribu lima ratus prajurit.
Mengingat juara hari kemarin adalah Kepala Negara, peserta sudah menebak jika poin kontribusi dibelikan Pusaka dan atribut tambahan. Para peserta semakin termotivasi untuk mendapatkan sebanyak mungkin poin kontribusi agar bisa seperti Tian Zhi dan timnya.
"Kalian yang melawan musuh atau aku?" tanya Shan Lan dengan suara lantang, sambil mengangkat Tongkat Sihir untuk pamer.
Tanpa menjawab Shan Lan, peserta barisan terdepan langsung memacu kudanya. Mereka tidak bodoh memberikan kesempatan Tian Zhi dan timnya bergerak terlebih dahulu, bisa-bisa mereka tidak kebagian poin kontribusi seperti hari kemarin. Beruntung saat menguasai Kota Besar Utara yang memiliki empat gerbang pertahankan para peserta masih kebagian poin kontribusi.
Boom...
Musuh dari Kerajaan Hijau yang dipimpin oleh murid Akademi Black Hole langsung menyerang peserta yang menghadang, dalam sekali serangan pasukan Kerajaan Merah langsung tumbang dan secara otomatis kembali ke dalam Mansion.
"Tampaknya setelah kemenangan besar kita kemarin, mereka meniru strategi gabungan seperti kita," kata He Hua melihat murid Akademi Black Hole dengan mudah mengalahkan pasukan Kerajaan Merah.
"Tapi melawan kita sama saja mereka setor poin kontribusi!" sahut Shan Luse dengan mengangkat senjata tombaknya, dia percaya diri mampu mengalahkan dua ratus garnisun Kerajaan Hijau dengan mudah, walaupun mereka menggunakan strategi gabungan.
Siapapun pesertanya pasti akan percaya diri jika memiliki Pusaka yang terbaik dan semua skill berada di level dua puluh lima. Dan peningkatan masih terus bertambah setiap akhir tahun.dan mungkin ada penambahan disetiap akhir musim.
Tidak berselang lama, total lima belas pasukan Kerajaan Merah telah tumbang. Namun, murid Akademi Black Hole yang melihat Jenderal Tian Zhi berada di Kota Besar Utara langsung ketakutan, takut dengan Pusaka dan juga pasukannya.
Berhubungan telah masuk ke dalam medan peperangan, murid Akademi Black Hole tetap harus maju beserta pasukannya, walaupun kalah mereka juga masih mendapatkan poin kontribusi, apalagi melawan Combat Power yang lebih tinggi.
"Arrow Rain!" teriak murid pria Akademi Black Hole sebagai pemimpin yang menyerang terlebih dahulu.
Ribuan anak melesat ke arah Tian Zhi dan pasukannya.
Tapi Shan Hongse yang menggantikan posisi Shan Lan segera membuat pertahanan, "Oppression!"
Bhush...
Seketika ribuan anak panah menguap dan mengejutkan murid Akademi Black Hole. Shan Hongse tidak berhenti setelah membuat pertahanan karena waktunya membalas.
"Universe!" teriak Shan Hongse yang mengeluarkan skill terbaru.
Seketika pasukan musuh melemah hingga barisan kedua dan tidak bisa menggunakan kekuatannya, itu karena efek kemampuan skill Universe melemahkan lawan hingga dua babak.
Shan Lan sebagai pemimpin pasukan segera berteriak mengeluarkan skill pemanah terbaru, "Poison Arrow!"
Segera pasukan pemanah menarik tali busur dan melepaskan ribuan anak panah beracun. Suara siulan anak panah melesat dan menghujani musuh dibarisan pertama.
Jleb... Jleb...
Ribuan anak panah beracun menancap di tubuh prajurit musuh, bahkan tujuh murid Akademi Black Hole pun terkena hingga secara otomatis kembali ke dalam Mansion Kerajaan Hijau.
Karena efek Universe, barisan kedua masih terdiam. Shan Lan dan pasukannya bergerak. Kemudian Shan Hongse kembali mengeluarkan skill penyihir yang terbaru.
"Phantom Attack!"
Setelah Shan Hongse mengeluarkan skillnya, cuaca menjadi mendung, lalu bermunculan awan hitam dan keluar banyak roh jahat dari langit lalu menyerang targetnya.
Roh jahat yang keluar dari awan hitam adalah kemampuan dari skill Phantom, skill ini mampu menyebabkan kerusakan hingga seratus persen jika lawan memiliki Combat Power rendah.
Tujuh murid Akademi Black Hole sangat ketakutan, ingin kabur tapi tidak mampu karena dia harus menerima serangan lawan. Roh jahat itu menerjang targetnya seperti badai, seketika pemimpinnya dan pasukan menguap, lalu dikembalikan ke dalam Mansion Kerajaan Hijau.
"Dimana yang terkuat!" gumam He Hua yang tidak melihat Zhu Rong.
"Mungkin menyerang wilayah lain," kata Tian Zhi sambil melihat pasukan lawan berikutnya bergerak maju.
"Aku coba satu per satu semua skill terbaru," ujar Shan Lan sebagai pemimpinnya, dia tidak sabar ingin menggunakan semua skill.
"Gunakan Dragon Range yang memiliki jangkauan hingga lima babak!" saran Miao Jiang yang ingin tahu efek Jangkauan Naga level dua puluh lima.
"Siap, Bos!" sahut Shan Lan dengan semangat.
Skill Dragon Range adalah kemampuan Pahlawan yang bisa digabungkan menjadi Combo Skill, skill ini mampu menyerang hingga lima barisan lawan dalam sekali serangan, daya kerusakannya mencapai seratus persen jika lawan lebih lemah.
Pasukan lawan berikutnya segera maju, si pemimpinnya hanya pasrah melihat Jenderal Tian Zhi dan timnya begitu ganas, tanpa semangat si pemimpin mengeluarkan skill dasar, "Arrow Rain!"
Seketika seluruh pasukan terselimuti energi berwarna biru berbentuk mangkok. Ribuan anak panah lawan yang telah dilepaskan langsung menghilang ketika menyentuh dinding Formasi Octagon.
"Sekarang giliran kita," kata Shan Lan kepada Tian Zhi, Miao Jiang, He Hua dan Meyleen.
"Roar!"
Raungan Macan Putih yang siap menyerang, segera Shan Lan dan empat Takdir memacu Macan Putih untuk menyerang bersamaan. Pemimpin lawan hanya pasrah menerima serangan, dia tahu telah kalah telak dengan melihat tunggangan musuhnya.
"Dragon Range!" teriak lima orang bersamaan dengan melambaikan senjatanya.
"Roar!"
Keluar lima Naga dari setiap senjata Shan Lan dan empat Takdir, Naga itu meraung-raung dan melesat ke arah targetnya...
Boom... Boom
Lima ledakan energi terdengar keras ketika lima Naga menerjang targetnya sampai empat baris pasukan berikutnya.
"Mengerikan!" gumam peserta yang berada dibelakang Tian Zhi dan pasukannya, dia geleng-geleng karena berat untuk mengikuti apa yang dimiliki oleh Tian Zhi dan timnya, "aku harus mengikuti strateginya." lanjutnya, peserta itu akan merubah strategi setelah musuh yang menyerang Gerbang Barat dikalahkan.
Akhirnya dua ratus pasukan Kerajaan Hijau dikalahkan oleh Shan Lan dan pasukannya tanpa kehilangan satupun prajurit. Bahkan belum satupun menggerakkan pasukan Kavaleri dan Infanteri, sebab lawan terlalu lemah untuk membuat kedua pasukan ini bergerak.
Kemudian Shan Lan bergerak maju untuk menguasai pelabuhan. Tidak berhenti menguasai pelabuhan, Tian Zhi memerintahkan Miao Jiang untuk membuat pemberitahuan kepada seluruh peserta Kerajaan Merah untuk menyerang Kota Besar bagian Timur.
Rencananya hari ini, Tian Zhi akan menguasai Kota Besar bagian Timur, berhubungan Kota Besar Utara telah diserang oleh Kerajaan Hijau, Tian Zhi berniat menguasai wilayah Kerajaan Hijau. Jadi, untuk awal harus menguasai pelabuhan kerajaan Hijau.
Panitia kompetisi segera menyebar pemberitahuan kepada seluruh peserta Kerajaan Merah melalui medali mereka. Melihat seratus persen poin kontribusi dan juga Jenderal Tian Zhi tidak ikut menyerang, semua peserta makin bersemangat. Mereka yang telah menguasai Kota Besar bagian Selatan tidak beristirahat, segera bergerak lagi menuju ke wilayah Timur yang masih dikuasai oleh Kekaisaran Kuning.
Kemudian Shan Lan digantikan oleh He Hua yang juga ingin merasakan menjadi pemimpin. Shan Lan kembali menjadi Deputi Penyihir. He Hua dan pasukannya segera naik ke kapal muat pasukan. Kemudian empat kapal muat bergerak menuju ke pelabuhan lawan.
"Tampaknya pasukan Kerajaan Hijau sedang berperang dengan pasukan Kerajaan Biru," kata He Hua yang melihat di pelabuhan sedang diperebutkan oleh dua kerajaan.
Tian Zhi dan timnya sedang berdiri di depan anjungan kapal muat pasukan, mereka melihat pertempuran sengit antara dua pasukan, pasukan Kerajaan Hijau bertahan melawan serangan pasukan Kerajaan Biru.
"Ini kesempatan kita! Satu serangan mengalahkan dua pasukan!" sahut Miao Jiang dan di anggukkan oleh timnya.
"Saatnya dua Deputi bergerak." kata Shan Hongse dan melompat ke kapal muat pasukan penyihir, lalu Shan Lan juga melompat ke kapal muat pasukan pemanah.
Shan Lan dan Shan Hongse menunggu kapal muat dekat dengan pelabuhan sebelum menyerang. Di pelabuhan terlihat pasukan Kerajaan Biru hampir dikalahkan dan menyisakan sepuluh pasukan.
"Phantom Attack! pekik Shan Lan yang mengandalkan skill Phantom saat jangkauan serangan telah masuk ke target.
"Poison Arrow!" Shan Hongse juga tidak ketinggalan, dia membidik pasukan Kerajaan Biru.
Siulan anak panah dan suara roh jahat menghujani pelabuhan dan pasukan musuh. Pasukan Kerajaan Biru dan Kerajaan Hijau jelas panik telah disergap oleh Kerajaan Merah. Skill Phantom dan Poison Arrow seketika banyak membunuh dua pasukan.
"Aku yang akan maju setelah kapal bersandar!" pinta Shan Luse yang juga ingin menggunakan pasukan Kavaleri dengan dukungan skillnya.
"Silakan Tuan Putri!" goda Tian Zhi dan membuat He Hua dan Miao Jiang tersenyum, Sedangkan Meyleen sedikit melotot kepada Shan Luse.
Shan Luse hanya memalingkan wajahnya saat melihat Meyleen yang tidak suka dia digoda oleh Tian Zhi. Shan Lan dan Shan Hongse masih terus menyerang musuh hingga kapal mulai bersandar di pelabuhan.
Dengan memiliki Leader Reshuffle, Shan Luse merangsek maju dengan pasukan Kavaleri ketika kapal telah bersandar. He Hua dan pasukannya juga ikut bergerak menyusul Shan Luse yang berada di depan.
He Hua dan pasukannya memporak-porandakan dua pasukan kerajaan tanpa bisa melawan balik, sebab serangan dari sungai yang dilakukan oleh Shan Hongse dan Shan Lan telah membuat lawan kacau.
"Swift Raid!" teriak Shan Luse yang mengeluarkan skill terbaru, serangan cepat dengan pasukan Kavaleri penunggang Macan Putih.
"Roar!"
Raungan Macan Putih sambil merangsek maju dengan sangat cepat dan tiap prajurit menghunuskan tombaknya kepada target. Macan Putih menerobos barisan pasukan lawan. Miao Jiang juga tidak ketinggalan, dengan membawahi pasukan infanteri bergerak menyusul Shan Luse.
"Phalanx!" pekik Miao Jiang dengan melambaikan cambuk kearah musuh yang lolos dari serangan pasukan kavaleri, sedangkan pasukan infanteri mengayunkan tombaknya...
Tidak berselang lama pelabuhan musuh dikuasai oleh Tian Zhi dan timnya setelah mengalahkan dua pasukan kerajaan. Kemudian, beberapa pasukan Kerajaan Merah berdatangan untuk melindungi pelabuhan.
Dengan kedatangan bantuan, Tian Zhi memutuskan untuk memperluas wilayah kekuasaannya sebelum hari menjelang sore. Namun saat akan keluar dari pelabuhan, datang pasukan Kerajaan Biru dengan menunggang binatang Gajah.
"Dia Mammoth!" seruan Shan Luse melihat pria tubuh gempal sebagai pemimpin barisan depan pasukannya.
Nama Mammoth yang menjadi juara harian di bawah Tian Zhi jelas dikenali. Pasukan Kerajaan Merah yang juga melihat menjadi bersemangat, mereka ingin tahu dua juara harian bertarung.
Tian Zhi dan pasukannya bersiap menghadapi pasukan Mammoth. "Ternyata mereka bergabung...!" kata He Hua dan timnya juga tahu.
Ya, Mammoth telah bergabung dengan Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao dan juga memiliki dua Deputi, selain mereka berenam juga ada satu peserta yang bergabung menjadi satu pasukan. Strategi yang sama dengan milik Tim Tian Zhi.
Mammoth dan semua prajuritnya juga menggunakan binatang Gajah. Gajah memiliki pertahankan yang kuat, tapi kelemahannya pada kecepatan dan cocok untuk melawan musuh yang unggul dalam serangan jarak pendek seperti pasukan infanteri.