Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 157. Dunia Duel Sage.


Chapter 157. Kompetisi Duel Sage.


Sesampainya di lokasi sumber ledakan hebat, Tian Zhi dan semua orang melihat lubang portal dimensi, ukuran lebarnya mencapai seratus meter lebih. Dari lubang portal dimensi mengeluarkan aura kematian.


Semua orang yang melihat kebingungan, karena tidak bisa melihat kedalam dan juga tidak muncul apapun dari lubang portal dimensi. Selain itu, aura kematian yang keluar membuat Raja Ling dan yang lainnya bergidik ngeri, seakan-akan sedang ditatap binatang buas.


Tian Zhi dan He Hua saling bertukar pandangan, mereka berdua memiliki dugaan yang sama, lubang portal dimensi ini sama seperti yang berada di Benua Bintang yang banyak mengeluarkan binatang monster.


"Raja Ling, aku akan masuk untuk menyelidiki kedalam. Buat parameter disekitar lubang portal dimensi agar tidak ada yang memasukinya...," kata Excel Shimo kepada Raja Ling dengan serius, lalu dia mengeluarkan mahkota milik Raja Wei dan diberikan kepadanya, "aku kuatir penyelidikan akan membutuhkan waktu lama. Jadi, berikan ini kepada calon raja penguasa berikutnya." lanjutnya.


Raja Ling mengangguk paham dan menerima mahkota milik Kerajaan Wei, lalu dia berkata, "jika lama dan tidak merepotkan, bawa putriku dan juga Li Jiancheng, biar mereka berdua memiliki banyak pengalaman."


Nalurinya Raja Ling mengatakan jika selama penyelidikan kedalam lubang portal dimensi, Tian Zhi akan membutuhkan waktu lama, karena itu Raja Ling meminta Tian Zhi untuk membawa Ling Xuan dan Li Jiancheng, dia berharap sekembalinya Tian Zhi, putrinya telah hamil dan tinggal melangsungkan pernikahan.


Tian Zhi melihat He Hua. He Hua mengangguk tanda memberikan izin. Lalu Tian Tian melihat Raja Ling, dia bertanya, "bagaimana dengan Raja Li, apakah dia tidak mencari putrinya?"


"Jangan khawatir! Aku yang akan bicara dengan Raja--"


"Aku juga akan ikut untuk mengawasi Putri ku!" sela Permaisuri Ling sebelum Raja Ling selesai berbicara.


Raja Ling menghela nafas berat, dia tahu tabiat adiknya yang selalu suka memotong pembicaraan, apalagi jika sudah seperti ini, dia tidak bisa dilarang siapapun.


"Baiklah, aku akan bicara kepada suamimu!" kata Raja Ling kepada Permaisuri Ling dengan pasrah, lalu dia melihat Tian Zhi, "Tuan Muda, latih putri dan keponakan ku. Tegur mereka jika bersalah dan tidak perlu sungkan!" mohon Raja Ling kepada Tian Zhi.


Tian Zhi tersenyum dan paham maksud perkataan Raja Ling yang menginginkan dirinya untuk menjaga mereka bertiga. Lalu dia melihat He Hua lagi. He Hua hanya mengangguk sebagai bentuk persetujuan.


Tian Zhi segera turun dari kapal perangnya dan diikuti semua orang, lalu dia menepuk badan kapal perangnya dan berubah menjadi miniatur, lalu memasukkan kapal perangnya kedalam cincin dimensi, setelah itu dia berpamitan kepada Raja Ling dan semua orang.


"Kalian lebih baik berada di domain pribadiku!" pinta Tian Zhi kepada He Hua dan tiga wanita yang mengikutinya.


He Hua sekali lagi mengangguk dan berkata kepada Permaisuri Ling, Li Jiancheng dan Ling Xuan, "kalian tutup mata!"


Segera ketiga wanita itu tutup mata. Lalu Tian Zhi yang berpura-pura membuat sebuah gerakan menghentakkan kaki dengan kedua tangan seperti pesulap, dia bertujuan untuk mengelabuhi Raja Ling dan semua orang agar tidak menimbulkan kecurigaan saat memasukkan empat wanita kedalam cincin dimensi.


"Dewa Langit dan Bumi, lindungi wanita-wanita cantik ini. Hiattt...! Kok belum menghilang, ya!" kata Tian Zhi setelah berpura-pura membaca mantra, dengan garuk-garuk kepala.


He Hua menahan tawa melihat kekasih yang berubah konyol, dia memalingkan wajahnya agar tidak dilihat Raja Ling dan semua orang. Raja Ling dan semua orang begitu serius melihat Tian Zhi.


"Ah! Ternyata kebalik mantra-nya!" ujar Tian Zhi dan mulai membuat gerakan yang sama, lalu "Dewa Bumi dan Langit, lindungilah keempat wanita jelek ini... Hiaat...!" Tian Zhi langsung menghentakkan kaki kanannya.


Buzz...


Seketika He Hua dan ketiga wanita menghilang dari hadapan semua orang. Raja Ling dan semua orang bertepuk tangan melihat kehebatan Tian Zhi yang mampu memerintahkan Dewa Langit dan Bumi untuk melindungi empat wanita, walaupun mereka tidak tahu siapa itu Dewa Langit dan Bumi.


Di dalam cincin dimensi, He Hua tertawa terpingkal-pingkal dengan kekonyolan kekasihnya. Kemudian Tian Zhi melambaikan tangan kepada Raja Ling dan semua orang, dia berjalan menuju lubang portal dimensi.


"Sampai ketemu lagi!"


Tian Zhi langsung menghilang setelah masuk ke dalam lubang portal dimensi.


"Mantra yang hebat!" pujian Raja Ling yang langsung hafal dan semua orang juga menganggukkan setuju.


Tiba-tiba, lubang portal dimensi muncul retakan yang merambat seperti jaring laba-laba. Spontan Raja Ling dan semua orang lari terbirit-birit, mereka khawatir terjadi ledakan hebat lagi saat kemunculan lubang portal dimensi.


Namun, ketakutan semua orang tidak terbukti, lubang portal dimensi tidak meledak melainkan pecah seperti kaca. Raja Ling dan semua orang melongo melihat apa yang baru saja terjadi.


Raja Ling geleng-geleng ketika nalurinya ternyata tepat, seandainya dia tidak meminta Tian Zhi untuk membawa putri dan keponakannya, dia berasumsi jika Tian Zhi tidak akan kembali dalam waktu dekat, mungkin lebih dari satu bulan...


Sedangkan Tian Zhi yang masuk kedalam lubang portal dimensi, tiba-tiba dengan cepat muncul di tempat lain, dia pikir tubuhnya akan berubah bentuk kuantum seperti yang pernah dialaminya, nyatanya, dia seperti masuk ke dalam pintu dan keluar tanpa terasa apapun.


Tian Zhi sedikit terkejut jika tebakannya telah keliru, dia melihat sebuah benteng pertahanan kota dan bukan dunia yang dipenuhi binatang monster. He Hua dan tiga wanita juga terkejut melihat cermin yang menampilkan apa yang Tian Zhi lihat, namun keterkejutan He Hua berubah menjadi senyuman.


Di depan benteng pertahanan kota, banyak antrian panjang hanya untuk memasuk ke kota. Setiap orang yang masuk harus membayar satu Batu Roh, angka yang sangat mahal bagi penduduk Benua Venus. Namun, semua orang yang mengantri tampak tidak keberatan membayar biaya masuk ke kota.


"Sayang, apakah kamu tahu dimana kita sekarang?" tanya Tian Zhi kepada He Hua.


"Ini ... Ini tempat Dunia Duel Sage! Sayang, kamu lihat medali emas yang kamu dapatkan dari kompetisi Asyura Path. Punyaku bercahaya dan pasti punyamu juga!" jawab He Hua dengan penuh semangat.


Tian Zhi langsung masuk ke dalam cincin dimensi tanpa perlu melihat medali emasnya, dia langsung berkumpul dengan keempat wanita, dan berdiri di tengah antara He Hua dan Permaisuri Ling.


Tian Zhi langsung memeluk pinggang He Hua dan Permaisuri Ling, dia tidak memperhatikan wajah Permaisuri Ling yang mirip dengan Li Jiancheng ketika memeluknya.


Detak jantung Permaisuri Ling berdebar-debar ketika Tian Zhi memeluknya, namun dia tidak menolak dan malahan tangan kanannya membalas melingkar di pinggang Tian Zhi.


Li Jiancheng tersenyum melihat kekasihnya yang telah salah memeluk ibunya, dia tidak menegur dan malah berjalan ke belakang Tian Zhi dan ikut memeluknya.


"Aku bingung, tolong jelaskan!" pinta Tian Zhi yang memang tidak tahu tentang Duel Sage.


He Hua yang suasana hatinya sedang baik dan karena terlalu senang sampai tidak memperhatikan permaisuri Ling. He Hua bergeser dan berdiri di depan Tian Zhi, lalu menyandarkan punggungnya pada dada bidang Tian Zhi sambil melihat ke cermin dunia luar.


Tian Zhi merasakan pantat He Hua yang sengaja menggoda tongkatnya dengan bergoyang-goyang secara perlahan. Tongkatnya secara naluri mulai berdiri dan menekan pantat He Hua.


He Hua jelas merasakan tongkat Tian Zhi dan malah menekan pantat hingga lembah surganya sedikit tersentuh kepala tongkat yang masih tertutupi pakaian.


Ling Xuan segera menggantikan posisi He Hua dengan memeluk lengan kiri Tian Zhi, dia merapatkan dadanya hingga membuat Tian Zhi baru sadar jika yang dia peluk bukan Li Jiancheng, melainkan ibunya.


"Kenapa dia tidak menghindari!" batin Tian Zhi yang heran melihat Permaisuri Ling tidak menegurnya, tapi didalam hatinya tersenyum, dia menebak jika Permaisuri Ling menyukainya.


Secara perlahan, tangan kanan Tian Zhi turun ke pantat Permaisuri Ling, dia ingin tahu reaksinya. Namun, Permaisuri Ling tetap diam saja dan malah merapatkan tubuhnya. Tian Zhi tersenyum di dalam hati saat tebakannya ternyata benar, lalu dia Ingin menggoda Permaisuri Ling dengan tangan kanan mengelus dan bergerak perlahan menuju lembah surga milik Permaisuri Ling.


Permaisuri Ling sedikit tersentak tapi tetap diam dan sedikit memberikan jalan tangan Tian Zhi dengan sedikit melebarkan kedua kakinya.


"Seluruh peserta Duel Sage harus memiliki medali emas, perak dan perunggu. Semua pesertanya maksimal usia tidak lebih dari seribu tahun...," He Hua mulai menjelaskan tentang kompetisi Duel Sage.


Seperti yang sebelumnya dijelaskan He Hua, hanya pemilik medali emas, perak dan perunggu yang berhak mengikuti kompetisi Duel Sage tanpa melewati babak seleksi awal. Selain sebagai tropi juara, medali memiliki fungsi lain yaitu menjadi alat untuk memanggil semua peserta dengan cara yang unik, salah satunya lubang portal dimensi.


Selain itu, medali juga menjadi identitas bagi pesertanya tanpa harus mendaftarkan diri; mengikuti berbagai ujian seleksi yang berat dan mengeluarkan banyak biaya, seperti peserta yang tidak memiliki medali.


Di dalam kompetisi Duel Sage ini, setiap peserta harus siap dengan aturan yang selalu berbeda-beda setiap kali diadakan. Aturan yang biasanya digunakan oleh panitia, umumnya, mengharuskan semua peserta berjuang melawan peserta lain dan menjadi juara bertahan hingga waktu yang telah ditentukan telah usai, biasanya hanya satu bulan paling cepat.


Tapi aturan itu tidak bisa menjadi patokan dan He Hua tidak terlalu tahu aturan kompetisi Duel Sage, dia hanya tahu ketika menjadi pesertanya. He Hua dan Miao Jiang merupakan peserta lama dan juara bertahan, jika usianya belum lewat seribu tahun, maka masih diperbolehkan untuk mengikutinya.


Tian Zhi selalu mengangguk berulang-ulang, sedangkan tangannya tidak berhenti membuat Permaisuri Ling selalu gelisah. Permaisuri Ling semakin merapatkan tubuhnya dan tersenyum ketika He Hua melihatnya.


"Kompetisi yang aneh aturannya," ujar Tian Zhi yang masih belum paham bagaimana aturan Duel Sage.


"Memang! Tapi justru ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pesertanya dan tidak ada unsur kecurangan jika aturan tidak diketahui siapapun. Seluruh pesertanya datang dari berbagai penjuru Alam Semesta Aurora, mereka yang mengantri itu jelas tidak memilih medali. Waktu itu, aku dan Miao Jiang tidak harus melewati benteng pertahanan untuk seleksi...," sahut He Hua dan kembali menceritakan pengalamannya.


Di dalam benteng pertahanan kota, setiap peserta hidup normal seperti biasa; makan dan tidur di penginapan yang harus membayar sendiri. Jika tidak memiliki biaya untuk hidup, peserta harus bekerja dengan cara bertarung dan menantang siapapun yang ingin menjadi lawannya. Setiap kali menang baru mendapatkan banyak emas dan lain sebagainya.


"Apakah saat ini kita berada di Alam Keabadian?" tanya Tian Zhi setelah He Hua berhenti bercerita.


"Aku tidak tahu dan tidak ada yang tahu. Hanya saja semua orang yang tahu mengatakan jika tempat ini adalah Dunia Duel Sage, luasnya tempat ini sebesar wilayah Kerajaan Ling!" jawab He Hua sambil mendorong pantatnya kebelakang, hingga semakin merasakan tongkat kekasihnya yang telah berdiri maksimal.


"Ayo kita segera bergabung dengan mereka," ajak Tian Zhi yang tidak sabar untuk mengetahui aturan kompetisi Duel Sage.


"Tidak perlu terburu-buru. Medali akan mengirimkan informasi tentang aturan Duel Sage, saat itu kita langsung menuju kota pertama. Jadi...," jawab He Hua dan berhenti berbicara sambil membalikkan badan.


Tian Zhi langsung melepaskan tangannya yang sedang mengobrak-abrik lembah surga milik Permaisuri Ling yang telah membuat pakaiannya basah. Permaisuri Ling bernafas lega dengan buru-buru sedikit menjauhi Tian Zhi ketika He Hua membalikkan badan.


He Hua mengedipkan mata kepada Tian Zhi, tanda jika dia menginginkan-nya. Tian Zhi tertawa ringan saat tahu apa keinginan He Hua. Dan mengajak semua orang menuju mansion.


"Tunggu aku di kamar yang akan kamu pilih!" kata Tian Zhi kepada Permaisuri Ling dengan komunikasi telepati.


Permaisuri Ling tidak menjawab tapi mengangguk pelan...