Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 132.


Chapter 132. Awan Keemasan.


Banyaknya Tubuh Ganda jelas terlihat oleh semua orang saat mereka baru saja meninggalkan makam kuno. Patriark Klan Xu dan Ketua Penegak Hukum segera memerintahkan semua orang untuk menangkap Tubuh Ganda.


Tidak butuh waktu lama satu per satu Tubuh Ganda di tangkap tanpa banyak perlawan. Ketua Penegak Hukum dan Patriark Klan Xu terkejut saat yang mereka tangkap adalah Master Yan si pendiri Organisasi Tangan Hitam.


Karena penasaran, Patriark Klan Xu membuka topeng salah satu Tubuh Ganda, dan terkejut saat topeng dibuka Tubuh Ganda berubah menjadi asap. Lalu dilanjutkan dengan membuka topeng Tubuh Ganda yang lainnya, tapi hasilnya juga sama berubah menjadi asap.


"Sialan!? Apakah semua anggota Organisasi Tangan Hitam memiliki skill yang sama? " umpatan Patriark Klan Xu yang kesal saat tidak bisa melihat wajah asli Tubuh Ganda.


Sedangkan Ketua Penegak Hukum mencengkram leher salah satu Tubuh Ganda, lalu dia bertanya, "katakan atas perintah siapa kamu, Master Yan? "


Tubuh Ganda tertawa dan tidak menjawab. Karena tidak ada tanggapan, Ketua Penegak Hukum yang kesal lalu membantingnya, dan sekali lagi bertanya, namun Tubuh Ganda hanya tertawa tampak tidak mau menjawab.


"Kalian bukan tandingannya! Hahaha! " akhirnya Tubuh Ganda berbicara lalu tertawa setelahnya.


Semua orang mengerutkan alisnya setelah Tubuh Ganda berbicara, mereka makin penasaran siapa yang menyewa pembunuh bayaran sehingga Patriark Klan Xu bukan tandingannya.


Merasa dilecehkan, Patriark Klan Xu menendang dada Tubuh Ganda hingga menjadi asap. Kemudian, Patriark Klan Xu bertanya salah satu Tubuh Ganda yang lainnya, "aku tidak perduli sebanyak apapun tiruan mu, selama kamu tidak berbicara, aku akan menghancurkan Organisasi Tangan Hitam! Cepat katakan, Master Yan? "


Seketika Tubuh Ganda terdiam setelah Patriark Klan Xu mengancamnya. Merasa ancamannya membuka Master Yan ketakutan, Patriark Klan Xu menyeringai.


"Sudah aku katakan, kamu bukan lawannya! " jawab Tubuh Ganda dengan nada serius.


Semua orang saling berpandangan dan makin penasaran.


Ya, reaksi mereka bisa dimaklumi, sebab Patriark Klan Xu bisa dengan mudah menjadi penguasa Alam Keabadian dengan kekuatannya saat ini.


'Lalu siapa orang yang menyewa pembunuh bayaran? ' pikiran semua orang yang ingin tahu.


Sedangkan Raja Wang yang sejak tadi diam, dia tampak gelisah, sebab dia kuatir orang yang membunuh putra dan adiknya adalah Master Yan atas perintah orang yang sama.


Tapi dipikiran Raja Wang, 'apa yang telah dilakukan putra dan adikku, sehingga membuat orang yang kuat itu harus membunuh orang yang kusayangi? '


"Aku tidak perduli dia kuat atau tidak! Cepat katakan?! " bentak Patriark Klan Xu yang sudah tidak sabaran.


Tubuh Ganda geleng-geleng, dia berpura-pura kasihan kepada Patriark Klan Xu, lalu menjawabnya, "seandainya orang yang memerintahkan adalah seseorang yang tidak seharusnya kamu provokasi, apa kamu sanggup melawannya? Yang harus kamu ketahui, baginya kamu seperti semut! "


Plak...


Seketika Patriark Klan Xu menampar Tubuh Ganda hingga berubah menjadi asap, lalu dia menghampiri salah satu Tubuh Ganda yang lainnya dan juga menamparnya.


Sebagai ayah, Patriark Klan Xu akan melakukan apapun demi membalaskan dendam untuk putranya.


Ketua Penegak Hukum yang tadinya juga tersulut emosi, kini menjadi diam, karena dia mencurigai sosok Master Yan yang berbeda saat terakhir kali dia bertemu.


Waktu itu dia bersama banyak pemimpin ingin memusnahkan Organisasi Tangan Hitam, dan Master Yan menunjukkan kekuatan yang sebenarnya, hingga dia dan semua pemimpin mengurungkan tujuannya untuk menghancurkan Organisasi Tangan Hitam. Tapi, yang dia lihat saat ini kekuatannya jelas berbeda.


"Aku tidak perduli siapa dia, karena dia telah membunuh putraku satu-satunya!? " bentak Patriark Klan Xu sambil mencekik leher Tubuh Ganda.


"Dewi Cahaya. Apa kamu sanggup melawannya? " jawab Tubuh Ganda dan bertanya balik setelahnya.


Spontan Patriark Klan Xu melepaskan tangannya dari leher Tubuh Ganda dan terhuyung-huyung, dia tidak menyangka orang yang menggunakan jasa Organisasi Tangan Hitam adalah penguasa Alam Semesta Aurora.


Semua orang jelas tahu nama Dewi Cahaya, seseorang yang tidak mungkin bisa dikalahkan dengan mudah.


Semua orang yang menangkap Tubuh Ganda segera melepaskannya dan menjauh, mereka semua jelas tahu siapa itu Dewi Cahaya. Tubuh Ganda serempak tertawa melihat reaksi mereka yang ketakutan.


Patriark Klan Xu menarik nafas dalam-dalam dan dan menghembuskan-nya, setelah tenang dia mendekati Tubuh Ganda, dan suara "Boom" banyak Tubuh Ganda meledak dan hanya menyisakan satu penyamaran.


"Hampir saja aku percaya ... Master Yan, jika aku anak kecil, mungkin percaya ... Tidak mungkin Dewa Cahaya melakukan hal kotor demi membunuh seseorang, apalagi anakku tidak pernah berjumpa dengannya. Katakan sekali lagi dengan benar. Siapa yang memerintahkan mu membunuh Xu Huang? "


Tubuh Ganda kembali tertawa. Patriark Klan Xu segera menamparnya, tapi Tubuh Ganda mundur dan berkata, "percaya atau tidak, silakan hancurkan Organisasi ku. Tapi yang harus kamu ketahui, tanpa adanya kesepakatan aku dengannya, tidak mungkin aku mau melakukannya. Putramu telah menodai muridnya. Hahaha! "


Tubuh Ganda seketika berubah menjadi asap setelah berbicara, dia tertawa terbahak-bahak hingga suaranya menggema.


Tubuh Patriark Klan Xu gemetaran saat Tubuh Ganda mengungkapkan alasannya, kali dia mempercayainya, sebab putranya sering melakukan hal yang tidak senonoh kepada banyak wanita.


Ketua Penegak Hukum geleng-geleng mengetahui penyebab sosok yang disegani sampai mau melakukan hal seperti ini, tapi dipikirannya masih ada ganjalan, yaitu tentang murid Dewi Cahaya, jika memang ada muridnya ada di Alam Keabadian, dia seharusnya tahu, apalagi Black Hole Akademi selalu muncul dengan ciri khasnya.


"Apa mungkin murid Dewi Cahaya berhubungan dengan Xu Huang, tapi kenapa aku tidak mengetahuinya! " batin Ketua Penegak Hukum, sebab Xu Huang murid berprestasi di Akademi Istana Surgawi, dan jika memang berhubungan dengan murid Dewi Cahaya, seharusnya dia mengetahuinya.


"Membingungkan! Nanti aku akan tanyakan kepada pemimpin akademi saja, beliau pasti lebih mengetahuinya!" kata hati Ketua Penegak Hukum sambil menghampiri Patriark Klan Xu yang tertunduk lesu.


"Saudara, kita bicarakan semua ini dengan pemimpin akademi, kuharap beliau tahu hubungan Xu Huang dengan murid Dewi Cahaya, " kata Ketua Penegak Hukum.


"Kami benar, aku masih tidak yakin dengan ucapan Master Yan! " sahut Patriark Klan Xu.


Kemudian, Ketua Penegak Hukum melihat Raja Wang yang juga tertunduk lemas, "Raja Wang, kami ikut berdukacita atas meninggalnya putra dan saudarimu. Kami minta maaf telah merepotkanmu atas kehadiran kami. Selamat tinggal. "


Ketua Penegak Hukum pergi bersama Patriark Klan Xu dan anggotanya tanpa menunggu jawaban dari Raja Wang.


Raja Wang geleng-geleng dan menghela nafas berat setelahnya, lalu dia melihat makam kuno untuk terakhir kalinya.


"Ayo, kita kembali! " ajak Raja Wang kepada bawahannya.


Setelah kepergian semua orang dari makam kuno, Tian Zhi tertawa ringan telah membodohi semua orang dengan penyamarannya, dia tidak perduli mereka percaya atau tidak, yang terpenting dia telah membuat konflik kecil antara Patriark Klan Xu dan Dewi Cahaya.


Keesokan harinya. Suasana makam kuno menjadi sepi lagi, karena tidak ada yang berani menghadapi cacing mayat beracun yang bersembunyi di dalam peti mati.


Sedangkan Tian Zhi, setelah beristirahat semalaman dan melihat kekasihnya masih berkultivasi, dia memutuskan keluar dari cincin dimensi untuk menjalani Kesengsaraan Petir.


"Tinggal waktu satu dupa lagi, " kata Tian Zhi yang tidak sabar untuk segera mencapai Ranah Keabadian, setelah itu dia menjelajahi dunia yang berada di altar.


Kemudian kedua matanya tertuju pada altar dan bertanya kepada binatang penjaganya, "apa yang dikatakan oleh Patriark Klan Xu itu benar tentang dunia kosong? "


"Aku rasa tidak benar ucapannya Tuan, jika tidak ada apa-apa, kenapa wanita yang bernama Diao Chin itu melarang kita untuk masuk! Dugaan saya, pasti ada sesuatu yang berharga! " jawab Long De.


Tian Zhi mengangguk paham dan setuju apa yang dikatakan oleh Long De, dan semakin membuat Tian Zhi ingin segera masuk.


"Patriark Klan Xu tampak mengenal betul sejarah Ordo Kegelapan dan juga aneh jika Malaikat bersayap hitam ada disini. Pasti ada sesuatu yang menarik minatnya hingga berada disini... Jangan-jangan ... Apa karena Batu Keabadian? " gumam Tian Zhi yang asal menebak tujuan Patriark Klan Xu, sebab hanya daya tarik Batu Keabadian yang membuat setingkat Half Alfa menjadi serakah.


Disaat Tian Zhi sedang berpikir, dia merasakan Kesengsaraan Petir akan tiba, dia buru-buru keluar dari istana dan menuju makam kuno, Tian Zhi berniat menggunakan Kesengsaraan Petir untuk menghancurkan makam kuno.


Awan hitam mulai berkumpul di atas makam kuno dan suara petir menggelegar mengiringinya. Kemunculan Kesengsaraan Petir jelas menarik perhatian penghuni Benua Bintang.


Tian Zhi segera terbang untuk menyambut Kesengsaraan Petir, setelah jaraknya dirasa cukup, dia berhenti dan memejamkan mata untuk mempersiapkan dirinya.


Tian Zhi berharap Kesengsaraan Petir kali ini lebih kuat dari Petir Surgawi Sembilan Warna.


Namun...


Tiba-tiba suara petir yang menggelegar berhenti dan suasana juga menjadi sunyi. Tian Zhi yang penasaran segera membuka matanya, dan syok saat seluruh tubuhnya terselimuti cahaya, lalu menariknya menuju ke arah awan berwarna keemasan yang dikelilingi awan hitam.


Tian Zhi berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, tapi cahaya yang menyelimutinya semakin erat. Karena tidak bisa melepaskan diri, Tian Zhi dengan pasrah diam dan berharap tidak ada terjadi sesuatu yang berbahaya kepadanya.


Dengan cepat Tian Zhi masuk ke dalam awan keemasan dan menghilang...


Suasana makam kuno dan Benua Bintang berangsur pulih seperti sediakala, awan hitam menghilang, dan semua orang yang melihat jelas tercengang dengan situasi yang tiba-tiba berubah.