
Chapter 273. Qing Guozhi Vs Tian Zhi.
Qing Guozhi telah tiba di ibukota Kekaisaran Qing, dia melihat keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya, banyak bangunan yang telah menjadi puing-puing, istana kekaisaran juga tidak luput dari serangan para bandit. Hanya ada satu gedung yang masih utuh, yaitu Paviliun Pil Langit yang hanya rusak pada pintu.
"Ahh...! Tiannn...?!" Qing Guozhi berteriak keras untuk meluapkan kemarahannya.
Para menteri dan pejabat segera berdatangan setelah mendengar teriakan kemarahan Qing Guozhi, mereka segera melaporkan apa yang telah terjadi. Qing Guozhi menahan amarahnya tanpa mengucapkan sepatah kata.
"Dia harus mati, kematian sekali tidak akan menebus semua perbuatannya, dia harus mati berkali-kali, aku bersumpah akan membunuh semua yang terkait dengannya!" sumpah serapah Qing Guozhi, dua tangan mengepal erat hingga gemeretak tulang jari terdengar.
Para menteri dan pejabat segera menjauhi pemimpinnya saat merasakan tekanan kuat yang merembes keluar dari tubuh Qing Guozhi. Tiba-tiba muncul di atas Paviliun Pil Langit sosok yang paling dibenci oleh Qing Guozhi, dan dia adalah Tian Zhi tanpa menyamar sebagai bandit.
"Kita selesaikan perseteruan hari ini untuk selamanya," ucap Tian Zhi.
Qing Guozhi segera membalikkan badan dan melihat sosok yang telah dia tunggu-tunggu, lalu dia berkata, "dan kamu harus mati!"
Boom...
Aura kekuatan tingkat Half Alfa level 25 meluap-luap dari tubuh Qing Guozhi. Pakaian Tian Zhi berkibar-kibar tersapu gelombang aura kekuatan musuhnya, tapi tidak sedikitpun membuatnya bergerak mundur.
Secara perlahan Tian Zhi mengeluarkan kekuatannya dari garis darah Kasta Kaisar yang memberikan kenaikan 5 level, di punggungnya keluar sepasang sayap berwarna hitam dan putih. Setelah itu seluruh tubuhnya diselimuti oleh Api Asyura, dari tangan kanannya muncul Lightning God Sword.
Qing Guozhi terbelalak melihat perubahan Tian Zhi, dia tidak menyangka lawannya memiliki garis darah Kasta Kaisar yang menekan garis darahnya, lalu dia makin merasa tekanan kuat saat Tian Zhi mengeluarkan senjata Half Artefak Natural, tanpa sadar dia bergerak mundur.
Karena kekuatannya masih jauh dari Qing Guozhi, Tian Zhi mengeluarkan kekuatan Kitab Emas jurus keempat, jurus yang mampu menurunkan kekuatan lawan hingga 12 level.
Sontak Qing Guozhi makin terkejut merasakan kekuatannya turun drastis, dari level 25 menjadi level 13. Sedangkan kekuatan lawannya naik dari level 8 ke level 13.
Cuaca yang cerah tiba-tiba menjadi mendung ketika Tian Zhi mengaktifkan garis darah Kasta Kaisar dan juga mengalirkan kekuatan Api Suci Petir Asyura pada senjatanya. Aura kekuatan Half Alfa hampir dirasakan oleh penghuni Alam Mahadewa, semua kultivator mengalihkan perhatian ke sumber dua aura kekuatan kearah ibukota Kekaisaran Qing.
"Mustahil!!" pekiknya yang tidak bisa berkata-kata dengan keadaan ini.
Belum usai keterkejutannya, Qing Guozhi merasakan energi spiritualnya diserap oleh Tian Zhi. Sedangkan Tian Zhi tersenyum tipis melihat musuhnya yang terlihat mulai ketakutan, dia merasakan staminanya pulih setelah menyerap kekuatan lawan.
Inilah kelebihan Kitab Emas yang diciptakan oleh kakek Tian Ba, dia beri nama 'Kitab Emas Aura Senjata'; memiliki kemampuan menekan lawan yang lebih kuat satu tingkat lebih, mengurangi daya serangan lawan hingga 90℅, menambah daya serangan hingga 80℅, mengkonsumsi energi si pengguna sebesar 90℅ dan mampu menyerap energi lawan untuk digunakan sendiri sebesar 80℅.
Dan, ini baru 3 kemampuan Tian Zhi yang baru dikeluarkan, belum yang lainnya, seperti Winged Golden War Cloak atau Zirah Perang Dewa Binatang yang meningkatkan kekuatan 5 level dan masih ada 24 Galaksi Elemen.
Perlahan Tian Zhi mengepakkan sayapnya untuk bergerak maju, lalu dia berkata, "kamu beruntung bisa membuatku mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya."
Qing Guozhi segera mengeluarkan senjata andalannya, yaitu pedang api yang merupakan Artefak Bintang Lima tahap rendah, dia memberikan nama senjatanya Pedang Matahari. Sebelum energi spiritualnya berkurang drastis, dia segera menyerang.
Gerakan Qing Guozhi sangat cepat, namun bagi Tian Zhi yang melihatnya sangat lambat, dia sedikit bergerak kesamping kiri saat lawan menebaskan pedangnya.
Boom...
Energi pedang milik Qing Guozhi meleset dan menghancurkan Paviliun Pil Langit, puing-puing bangunan itu langsung terbakar. Dengan Mata Dewa, Dewi Alkemis yang melihat dari Kota Dongmen menghela nafas berat saat pusat Persatuan Alkemis dihancurkan oleh Qing Guozhi.
He Hua dan semua saudarinya melihat dari puncak Menara Henjiu, termasuk Ma Xiu, Qing Fei, Jin Dan dan Han Dang. Hampir seluruh kultivator yang memiliki Mata Dewa melihat pertempuran di ibukota Kekaisaran Qing.
Setelah serangan pertama gagal, Qing Guozhi mengayunkan pedangnya, namun lagi-lagi Tian Zhi menghindarinya dengan bergerak menyamping. Energi kekuatan Pedang Matahari meleset lagi dan menghancurkan bangunan yang telah menjadi puing-puing.
Qing Guozhi tidak menyerah, dia kembali mengayunkan pedangnya berkali-kali dan juga mengeluarkan jurus andalannya. Namun setiap kali menyerang, pergerakannya makin lambat dan dengan mudah dihindari oleh Tian Zhi, sedangkan Tian Zhi belum satupun membalas serangan lawan.
"Sial!? Teknik apa yang dia gunakan?" batin Qing Guozhi yang staminanya berkurang drastis setiap kali menyerang, dia kembali menelan Pil Pemulih Energi. Jelas Qing Guozhi tidak tahu tentang Kitab Emas, sebab di Alam Semesta Aurora belum pernah ada.
Tian Zhi yang tahu tidak mencegah Qing Guozhi saat memulai energi, dia hanya menikmati sensasi menyerap energi lawan yang menyegarkan tubuhnya. Selain itu, dia memberikan kesempatan bagi Sistem Pencipta yang telah dimodifikasi agar membaca teknik lawan dan segala kemampuannya, dia melakukan itu karena telah berjanji kepada Yuna Aurora untuk menyempurnakan Sistem Pencipta.
Boom...
Ledakan keras ketika serangan Qing Guozhi kembali meleset dan menghancurkan apapun.
"Pengecut!?" geram Qing Guozhi saat Tian Zhi selalu menghindari serangannya, apalagi senyuman lawan seakan-akan menghina.
"Kerahkan semua kemampuanmu, sebelum aku menyerang!" ucap Tian Zhi dan kembali bergerak mundur untuk menghindari serangan lawannya.
Para menteri dan pejabat Kekaisaran Qing diam-diam membuat rencana untuk membantu Qing Guozhi, mereka mengatur prajurit untuk menyerang Tian Zhi dari jarak jauh dengan menggunakan senjata Busur. Sayangnya, pergerakan Tian Zhi sangat cepat dan sulit untuk dikunci.
He Hua segera memobilisasi Pasukan Phoenix untuk membantu suaminya, dia memanggil semua Pasukan Phoenix dan Kerajaan Guang untuk berkumpul.
Boom...
"Bangsatt!?" umpatan Qing Guozhi yang selalu gagal melukai Tian Zhi.
Karena sudah Sistem Pencipta telah selesai mengambil data dari kemampuan Qing Guozhi, Tian Zhi mengeluarkan 10.000 Tubuh Ganda untuk menyerang.
Bermunculan 10.000 orang yang identik dengan Tian Zhi, mereka langsung menyerang Qing Guozhi dari segala penjuru. Qing Guozhi jelas syok dan menebaskan pedangnya secara acak ke arah Tubuh Ganda terdekat.
Boom... Boom
Rentetan ledakan hebat ketika serangan Qing Guozhi mengenai Tubuh Ganda. Namun dibelakangnya banyak Tubuh Ganda yang menyerang. Tubuhnya terpental ke depan ketika terkena pukulan.
Para menteri dan pejabat Kekaisaran Qing memerintahkan pasukan melepaskan anak panah energi, akan tetapi serangan seperti main anak-anak bagi Tubuh Ganda. Sebagian Tubuh Ganda menyerang para menteri dan pejabat termasuk prajuritnya.
"Sial, sia--" umpatan Qing Guozhi setelah menstabilkan tubuhnya dan langsung menebaskan pedangnya kepada Tubuh Ganda, dia tidak sedikit diberikan kesempatan untuk bernafas lega.
Melihat kondisi Qing Guozhi yang sudah pada titik kelelahan, Tian Zhi mengeluarkan Kendi Arak Ilahi untuk mengekstrak kekuatan lawan.
Bang...
Tubuh Qing Guozhi sekali lagi terkenal pukulan berenergi dan terpental ke samping kanan. Tiba-tiba Tian Zhi muncul dengan mengarahkan moncong kendi.
"Arghh!!" teriakan Qing Guozhi ketika tubuhnya tersedot ke dalam kendi.
Tian Zhi tidak berhenti disitu, menargetkan petinggi Kekaisaran Qing dengan mengarahkan moncong kendi. Tubuh Ganda memporak-porandakan pasukan lawan dan mengejar petinggi kekaisaran.
...****************...
Di Paviliun Pil Langit cabang Kota Dongmen. Dewi Alkemis menghela nafas panjang melihat Kekaisaran Qing telah runtuh.
"Mengerikan kemampuannya!" gumam Dewi Alkemis, dia menyesal tidak memiliki Tian Zhi sebagai bawahan, seandainya dia terus melanjutkan pertandingan Alkemis, dia yakin akan menang dan menjadikan Tian Zhi sebagai bawahannya. Sayangnya, dia tergiur dengan tawaran Dewa Surya.
"Apa yang terjadi nanti, setelah Kekaisaran Qing runtuh?" tanya Zhou Qionglin, dia memikirkan masa depan Kota Dongmen dan nasib penduduk yang tidak lagi memiliki pemimpin.
"Jelas, pemenang menguasai wilayah Selatan dan sekitarnya. Tapi, siapapun pemimpinnya, Alkemis akan tetap selalu ada dan mudah untuk beradaptasi dengan kondisi apapun!" sahut Dewi Alkemis, lalu dia mengeluarkan Siput Penghantar Suara untuk berkomunikasi dengan Zhi Yinping.
...****************...
He Hua, tiga jendera binatang dan Pasukan Phoenix baru tiba di ibukota Kekaisaran Qing, mereka terlambat membantu Tian Zhi untuk mengalahkan pasukan kekaisaran.
"Hmm! Tinggal sejarah!" desah Qing Huan yang ikut bergabung dengan Pasukan Phoenix, Qing Fei juga ikut dan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat masa kejayaan Keluarga Besar Qing telah habis.
Qing Huan buru-buru menghampiri Tian Zhi yang baru selesai menyedot petinggi kekaisaran Qing kedalam Kendi Arak Ilahi.
"Suami!" sapa Qing Huan.
Tian Zhi membalikkan badan dan tersenyum setelahnya, lalu dia melihat raut wajah istrinya yang tampak khawatir. "Jangan khawatir dengan hidup Keluarga Besar Qing, mereka bukan lagi ancaman!" ucapnya sambil menyimpan Kendi Arak Ilahi.
Setelah kekalahan Qing Guozhi, Keluarga Besar Qing tidak lagi memiliki dukungan yang kuat, apalagi sumber kekayaan mereka telah Tian Zhi ambil, sedangkan Dewa Surya telah terluka parah dan membuat waktu lama untuk pulih, setelah pulih dia harus berkultivasi dari awal, sebab dantian-nya terluka parah dan bukan lawan yang perlu ditakuti lagi.
Qing Huan memeluk Tian Zhi dan menangis haru mengetahui Keluarga Besar Qing telah diampuni. He Hua dan yang lainnya mengerumuni suaminya, satu per satu memeluk dan memberikan ucapan selamat telah mengalahkan Qing Guozhi.
"Apa langkah selanjutnya?" tanya He Hua yang ingin tahu rencana suaminya setelah mengalahkan Qing Guozhi.
"Untuk sementara waktu, kita fokus untuk menstabilkan wilayah Kerajaan Guang terlebih dahulu. Sedangkan kota besar dan yang lainnya yang ada di wilayah Selatan, kita akan panggil para Kepala Daerah... Kalian dan Guang Liem tahu apa yang harus dilakukan!" jawab Tian Zhi.
Setelah pembicaraan singkat tentang masa depan wilayah Selatan, Tian Zhi dan semua orang kembali ke Kota Henjiu. Kecuali High King of Qing Fei, Qing Huan, Hei Bao dan Ma Xiu, mereka mendapatkan tugas untuk menemui para Kepala Daerah agar tunduk kepada kekuasaan Kerajaan Guang.
Kini, Kekaisaran Qing hanya tinggal sejarah, masa kejayaannya yang berlangsung ribuan tahun akhirnya habis pada zaman ini. Sedangkan Dewa Surya dan beberapa keluarga yang masih setia tiba-tiba menghilang, termasuk Master Tao.
Sun Yao telah menyelidiki Forest Peach Blossom, disana tidak ada satupun orang, kondisinya tetap sama saat saat diporakporandakan oleh Tian Zhi.
Dua hari berikutnya, utusan Kerajaan Air datang dengan membawa upeti sesuai apa yang dikatakan oleh Dewa Air, dia memberikan kompensasi kepada Tian Zhi.
Semenjak saat itu, Kerajaan Air tidak lagi ikut campur dalam urusan kehidupan dunia darat, mereka fokus pada wilayah lautan. Bahkan melarang siapapun penghuni lautan keluar dari perairan.
Berita runtuhnya Kekaisaran Qing dengan cepat menyebar ke Alam Keabadian dan Benua Dewa, bahkan hampir seluruh Alam Semesta Aurora mendengarnya. Dan, dalam satu masa tiga kekuasaan telah menjadi sejarah di Alam Semesta Aurora.