
Chapter 133. Gerbang Ancient Lightning.
Saat Tian Zhi memasuki awan keemasan, pandangannya menjadi buram dan secara berlahan seluruh tubuhnya merasakan kesemutan. Rasa kesemutan itu secara berlahan membuat Tian Zhi mengerutkan alisnya karena merasakan kesakitan, rasa seperti banyak jarum memasuki tubuhnya.
Ingin melihat apa yang sedang terjadi, tapi kedua matanya masih buram dan hanya melihat cahaya. Rasa sakitnya juga semakin kuat dan Tian Zhi sekuat tenaga menahannya.
"Kakak, apa yang sedang terjadi padaku?" tanya Tian Zhi kepada Inti Kehidupan.
"Tuan sedang menjalani Kesengsaraan Petir Ancient Lightning. Jadi, tahan sekuat mungkin agar tidak gagal untuk menemui Gerbang Ancient Lightning!" jawab Qin Zhu.
Tian Zhi seketika kegirangan saat tahu mendapatkan Kesengsaraan Petir peringkat ke-empat, setelah tahu dia menjadi bingung, sebab dia tidak tahu apa itu Gerbang Ancient Lightning, segera dia bertanya.
Qin Yang kali ini yang berbicara, dia menjawab; jika Gerbang Ancient Lightning adalah Gerbang Takdir yang akan memasuki Ranah Mahadewa dan jarang sekali orang yang menerima.
Kononnya ceritanya, hanya orang yang terpilih sebagai Anak Langit yang memiliki kelebihan tiada duanya yang akan menemui Gerbang Ancient Lightning.
Disaat berhadapan dengan gerbang tersebut, orang pilihan tersebut akan melewati beberapa ujian sebagai penerus tahta Kerajaan Langit. Tapi dengan catatan, mampu melewati Kesengsaraan Petir terlebih dahulu.
Tian Zhi jelas senang setelah mendengar jawaban Qin Yang, tapi dia menjadi penasaran dengan seseorang yang telah menemui Gerbang Ancient Lightning sebelum dia.
"Kakak, sebelum aku, siapa orang yang telah berhadapan dengan Gerbang Ancient Lightning?" tanyanya.
"Dia adalah Li Qiye si Dewa Tidur, Xiao Dong si Dewa Kekayaan, dan satu lagi seorang wanita, dia adalah Dewi Angin. Keempat adalah Tuan. Ketiga orang itu tidak ada yang mampu membuka Gerbang Ancient Lightning, tapi mereka berhasil melewati beberapa ujian!" jawab Qin Zhu.
"Lebih baik Tuan fokus untuk menjalani Kesengsaraan Petir terlebih dahulu! " sahut Qin Yang sebelum Tian Zhi banyak bertanya.
Tian Zhi pun kembali fokus, kini di dalam awan keemasan dia dihujani jarum petir tanpa henti. Disaat rasa sakitnya makin bertambah, Tian Zhi mengaktifkan Jirah Perang, dia menghela nafas lega ketika rasa sakitnya berkurang, tapi kepala kedua tangan dan kakinya masih merasakan sakit, sebab Jirah Perang hanya melindungi bagian leher hingga bagian tubuh bawahnya saja.
Tian Zhi tidak tahu berapa lama dia mengalami Kesengsaraan Petir, dia tidak mendengar suara petir maupun suara lainnya, yang ada hanya suara gemeretak giginya untuk menahan rasa sakit.
Tian Zhi sebenarnya ingin menyerap kekuatan Kesengsaraan Petir seperti biasanya, tapi kali ini Ancient Lightning berbeda dari jenis petir lainnya dan tidak bisa dia serap.
Mau tidak mau Tian Zhi harus menanggung rasa sakit dihujani jarum petir, ingin melihat situasi disekitarnya tapi pandangannya masih tetap buram, bahkan untuk berteriak dia pun tidak bisa seakan-akan mulutnya terkunci.
"Jangan sampai kehilangan kesadaran, jika Tuan ingin menjadi salah satu Anak Langit dan jika lolos menjadi penerus Kerajaan Langit!" peringatan Qin Zhu sebelum Tian Zhi kehilangan kesadarannya.
Tian Zhi sebenarnya tahan jika hanya tangan dan kakinya yang dihujani jarum petir, tapi jarum petir yang mengenai kepala yang tidak bisa dia tahan, bahkan ingin melindungi kepala dengan kedua tangannya pun tidak bisa.
Sudah merasakan sakit yang bertubi-tubi, suasana hening semakin menambah deritanya. Kondisi saat yang dialami oleh Tian Zhi memang sangat aneh.
Tiba-tiba Tian Zhi merasakan telapak kakinya menyentuh sesuatu, pandangannya mulai berlahan menjadi jelas dan rasa sakit dihujani jarum petir pun menghilang. Tian Zhi melihat kakinya berpijak pada awan keemasan, lalu kedua matanya melihat sekitarnya yang gelap gulita. Tapi di kegelapan itu tampak gerbang yang bercahaya, dia menduga jika itu adalah Gerbang Ancient Lightning.
"Apakah Kesengsaraan Petir sudah selesai?" kata hatinya yang bertanya-tanya, ketika tidak merasakan sakit dihujani jarum petir.
Tian Zhi ingin mendekati gerbang tersebut tapi tubuhnya masih tidak bisa digerakkan, dengan pasrah dia menghela nafas. Disaat pasrah dengan kondisinya, awan keemasan tiba-tiba bergerak secara berlahan menuju gerbang bercahaya.
Tian Zhi jelas senang dan bertanya kepada Inti Kehidupan dengan telepati-nya, "Kakak, apakah itu Gerbang Ancient Lightning? "
"Benar, Tuan."
Awan keemasan yang membawa Tian Zhi semakin dekat, dan Gerbang Ancient Lightning bisa dilihat dengan jelas. Disaat dekat Tian Zhi merasakan aura kuno dan melihat dua daun pintu terukir dengan tulisan yang tidak dia mengerti. Tinggi gerbang mencapai dua puluh meter dengan lebar tujuh meter, warnanya juga keemasan seperti awan yang Tian Zhi pijak.
"Kakak, apakah tahu arti tulisan di Gerbang Ancient Lightning?" tanya Tian Zhi, tapi Qin bersaudari tidak menjawab.
Akhirnya awan keemasan berhenti saat jarak dengan Gerbang Ancient Lightning terpaut tiga meter, namun Tian Zhi tetap saja tidak bisa bergerak sama sekali.
Tian Zhi menghela nafas tak berdaya, ingin rasanya berteriak tapi mulutnya sedari tadi tidak bisa terbuka, benar-benar situasi yang paling dia benci ketika tidak mampu berbuat apa-apa.
"Siapa kamu? "
Tian Zhi kaget mendengar suara seseorang pria, dan suara itu keluar dari Gerbang Ancient Lightning, suara pria tersebut membuat hati Tian Zhi bergetar.
"Anda berbicara dengan saya?" tanya Tian Zhi dengan melihat Gerbang Ancient Lightning.
"Siapa lagi! Siapa kamu? " jawabnya dan mengulangi pertanyaannya.
"Saya ... ! " Tian Zhi berpikir, dia tidak tahu apa yang harus dikatakan, "saya adalah Tian Zhi." lanjutnya.
"Aku tahu. Siapa kamu? " kata suara pria dan membuat Tian Zhi kebingungan.
Tian Zhi ingin memaki suara itu, sudah jelas dia memberitahukan namanya masih tetap ditanya, namun dia jelas tidak mungkin berani dan berpikir apa maksudnya.
"Aku Tian Zhi, aku adalah aku. Lalu siapa Anda? " jawab Tian Zhi dengan balik bertanya, panggilannya dia ubah menjadi 'aku' sebagai bentuk pengakuan.
"Kamu saja tidak mengenali diri sendiri, tapi bertanya siapa aku. Kenali dirimu, lalu bertanyalah 'siapa aku'. Siapa kamu? "
Tidak ada nada kemarahan pada suara itu, tapi semakin membuat Tian Zhi kesal dengan pertanyaan yang selalu diulang. Tian Zhi menarik nafas untuk meredam emosinya, lalu dia berpikir.
Kalimat pertama yang diucapkan suara itu membuat Tian Zhi teringat akan dirinya yang dikendalikan oleh seseorang, salah satunya adalah Dewi Cahaya dan satu orang yang tidak dia ketahui, jika bukan karena gurunya yang memberitahukan semuanya, mungkin sampai saat ini dia tetap dikendalikan.
Akhirnya Tian Zhi paham dengan pertanyaan yang selalu diulang, tapi yang membuat dia berpikir keras dan bertanya-tanya di dalam hatinya, "apakah aku masih bukan diriku sendiri dan hanya hidup seperti boneka! Tidak, aku tidak mau seperti ini. Hidupku adalah milikku bukan milik siapapun! "
"Senior, siapapun Anda dan saya tidak takut, jawabannya tetap sama. Aku adalah aku. Ya, inilah diriku, aku dan selamanya seperti ini dan takkan berubah. Aku tahu, jalan masa depanku belum terlihat, tapi apapun yang terjadi aku tetap aku, dan tetap pada jalur ku! " jawab Tian Zhi dengan tegas, dia tidak perduli jika yang dia hadapi adalah seseorang yang mampu menghancurkan tubuhnya dengan mudah.
Tian Zhi tetap kekeh pada jawaban yang sama, tapi dia juga tidak mengingkari jika di masa depan dengan lika-liku kehidupannya tidak bisa dihindari, dia hanya akan berusaha menjadi dirinya sendiri apapun rintangannya.
Setelah Tian Zhi menjawab, suara pria itu tidak terdengar, situasi hening yang membuat Tian Zhi gelisah, situasi yang paling dia benci. Tian Zhi ingin memejamkan mata, tapi dia tetap tidak bisa, ingin rasanya dia berontak dan berteriak sekeras-kerasnya untuk meluapkan ketidaknyamanannya ini, karena tubuh seperti boneka dan membuatnya selalu teringat nama Dewi Cahaya.
"Ada empat pilihan, keluarga, kekayaan, kekuasaan dan kekuatan. Mana yang akan kamu pilih dan berikan alasannya. "
Suara pria itu membuyarkan lamunan Tian Zhi dan sedikit kebingungan dengan pilihan yang tiba-tiba diberikan, dia tidak segera menjawab sebab sedang merenungkan pilihan itu.
"Dengan usiaku saat ini dan sudah mengalami rasa apapun ... Dua orang yang kucinta selalu bersama disebut keluarga, kekayaan adalah pengetahuan walaupun tidak banyak itu sudah banyak mendukung jalanku. Kekuasaan aku tidak membutuhkannya, buat apa jika aku lemah harus berkuasa, yang aku butuhkan saat ini adalah kekuatan tertinggi. Ya, kekuatan yang aku butuhkan dan alasanku untuk melindungi diri sendiri dan orang yang aku cintai. Dengan kekuatan apapun bisa aku raih dan kumiliki. Itu pilihanku dan alasannya!" jawab Tian Zhi dengan tegas.
Tian Zhi lebih memilih kekuatan, sebab tanpa kekuatan dia tidak berarti apa-apa walaupun memiliki semuanya. Dia sudah mengalami rasanya dicaci-maki, di hina, dikhianati, rasa ketakutan akan kehilangan dan dibunuh. Karena itu Tian Zhi memilih kekuatan tertinggi, dia tidak ingin lemah dihadapan siapapun apalagi dihadapan dua kekasihnya.
Suara pria itu kembali diam setelah Tian Zhi menjawab, suasana hening dan selalu membuat Tian Zhi menghela nafas. Tapi setelah keheningan sesaat, pria itu kembali berbicara.
"Jalan kehidupan itu tanpa batas yang membatasinya adalah pikiran, demikian juga dengan kekuatan. Jika kamu memilih kekuatan, akan banyak korban berjatuhan termasuk orang-orang yang kamu kasihi. Apakah kamu siap menghadapinya demi kekuatan tertinggi? "
Mendapat pertanyaan lagi, Tian Zhi tidak kebingungan, sebab dia tahu akan pilihannya. Memang benar yang dikatakan suara Gerbang Ancient Lightning, untuk mencapai apapun pasti akan mengorbankan sesuatu yang berharga dan Tian Zhi sudah tahu konsekuensinya. Dan jalan hidup memang seperti itu, tidak ada yang mulus.
"Apapun yang aku pilih, aku sudah siap menerima konsekuensinya, bahkan jika aku harus mati!" jawab Tian Zhi dengan tegas.
"Dan meninggalkan orang yang kamu kasihi, apakah kamu bersedia? "
Seketika Tian Zhi kembali kebingungan dengan pertanyaan Gerbang Ancient Lightning. "Lalu buat apa mencapai kekuatan tertinggi jika pada akhirnya harus meninggalkan orang yang dia cintai! " pikirnya.
"Itu sudah termasuk konsekuensi yang harus aku terima. Jalan kehidupan mencapai kekuatan, haruslah melepaskan semua perasaan yang ada. Ya, aku bersedia kehilangan untuk mencapai kekuatan tertinggi, agar aku bisa selalu melindungi diri sendiri dan orang yang aku cintai! " jawab Tian Zhi dengan tujuan yang sama, mencapai kekuatan tertinggi untuk melindungi.
Tiba-tiba Gerbang Ancient Lightning terbuka setelah Tian Zhi menjawab, cahaya yang keluar begitu menyilaukan hingga membuat Tian Zhi spontan memejamkan matanya, dia tidak tahu telah masuk ke dalam Gerbang Ancient Lightning...