Penelusuran Gaib Rania

Penelusuran Gaib Rania
PART 135 FAKTA BARU?


Aku kembali ke rumah utama, berjalan menaiki anak tangga ke lantai atas. Seseorang yang bersembunyi di salah satu ruangan itu, masih menunggu ku di depan pintu. Ia mengembangkan senyumnya begitu melihat kehadiran ku. Aku membawakan makanan yang ku pesan di gerai ayam terkenal. Sepertinya ia sangat lapar, dan entah sudah berapa lama ia bersembunyi di tempat ini.


"Apa ada yang ingin Om Dewa jelaskan padaku? Rania masih menunggu penjelasan Om Dewa. Karena sekarang Mbak Ayu sudah tahu kalau Om Dewa ada di rumah ini. Lebih baik Om ceritakan saja semuanya. Tanpa Rania tanya, Om Dewa udah tahu kan apa maksudnya?" Tanyaku dengan menghembuskan nafas panjang.


Nampak raut wajah Om Dewa berubah ketakutan, ia nampak pucat pasi dengan peluh yang membasahi seluruh keningnya.


"Waktu itu, Om memang melakukan sebuah kesalahan. Dengan menyerahkan satu-satunya keturunan kami, membuat Ajeng murka dan jadi terbakar api dendam sampai sekarang. Tapi Om sudah berusaha memperbaiki keadaan. Malam itu, Om menemui Ibunya Dahayu. Kakak ku yang tertua, aku meminta nya untuk tak memberikan ilmu Leak itu pada Dahayu. Karena Om gak mau kalau Dahayu menjadi seperti ibunya. Kelak di masa tuanya, ia akan hidup terpisah dari anak cucunya. Karena seseorang yang memiliki ilmu itu harus meneruskan nya ke keturunan mereka. Agus adalah saksinya, jika Om menemui Bu Wayan hanya untuk menyadarkan nya. Dan ia mau mendengarku sebagai satu-satunya adiknya. Tapi Agni datang, dan mengacaukan segalanya. Terjadi pertikaian di antara mereka, dan entah apa yang terjadi setelah nya. Ada cahaya hitam yang masuk ke dalam gedung itu, cahaya hitam itu bagaikan pedang pencabut nyawa yang sangat tajam. Cahaya hitam itu melesat ke belakang tubuh kakak ku. Dan memenggal kepalanya dari arah belalang. Karena kejadian nya begitu tiba-tiba, Om dan Agus jadi ketakutan dan panik. Tahu-tahu Agni mengambil potongan kepala itu dan pergi begitu saja. Om bersama Agus langsung pergi meninggalkan gedung itu. Kami sengaja lewat gedung sebelah, supaya tak ada yang mengetahui pertemuan kami disana. Om Dewa sadar tak bisa menyelamatkan Ibunya Dahayu. Jadi kami langsung meninggalkan lokasi. Tapi sayang nya, Dahayu sekarang menerima ilmu Leak itu. Dan keadaan berbalik menyudutkan ku, Ajeng meminta ku pergi bersama Agus dan juga para tamu yang hadir melayat malam itu. Barulah Om dan Agus tahu, jika Ajeng lah yang meminta Agni datang untuk mengacaukan fokus kakak ku. Sehingga Ajeng bisa mengalahkan nya dengan mudah. Ia mencelakai titik kelemahan pemegang ilmu Leak, dan memisahkan tubuh dan kepala nya. Supaya tubuhnya tak bisa menyatu kembali dengan kepalanya. Sebelumnya, Agni sudah tewas tertabrak mobil yang kami kemudikan. Ajeng sengaja memfitnah Agni, dan membuatku marah lalu menabraknya. Pada akhirnya, Ajeng hanya ingin membalaskan dendam padaku dan keluarga ku. Karena menurutnya, keluarga Om yang pantas mendapat pembalasan, karena telah menumbalkan bayi kami. Dahayu pasti salah paham pada Om, karena selama ini Om menghilang. Belakangan ini, Om terjebak dengan ritual sesat yang Ajeng praktekan bersama para anggota nya. Om seperti dalam kendali, dam tak dapat melawan untuk melakukan apapun. Satu-satunya anak kami berada diluar negeri, sepertinya itu hanyalah cara Ajeng untuk menjauhkannya dari kami. Supaya ia tak tahu, apa saja yang kedua orang tuanya lakukan disini. Bahkan Agus ikut menjadi korban, ia tak menyangka jika Tante nya ternyata dalang dari semua kejahatan yang terjadi selama ini. Agus berusaha melarikan diri, ia ingin melompat dari ketinggian, tapi ia sadar jika ia melakukan itu, masih akan banyak orang yang menjadi korban ritual sesat Tante nya. Tapi ia tertangkap salah satu anggota sekte itu, kau ingat Janni? Dia adalah mantan pacar Agus, yang tak terima jika Agus memiliki kekasih lain. Ajeng memanfaatkan keadaan untuk membuat Janni melenyapkan Agus. Ajeng tak mau rahasianya terbongkar, bahkan meski harus mengakhiri hidup keponakannya sendiri. Hanya itu saja yang bisa Om jelaskan. Intinya semua ritual sesat bersama para penganut ilmu hitam itu adalah anggota sekte yang dipimpin oleh Ajeng. Kalau kau tidak percaya dengan penjelasan Om, datanglah ke gedung terbengkalai di jalan kunto aji. Di malam jumat kliwon tepat jam dua belas tengah malam. Mereka semua akan melakukan ritual persembahan. Pasti akan ada seseorang yang ditumbalkan." Ucap Om Dewa panjang lebar, ia nampak berlinang air mata menceritakan semuanya.


Aku sangat tercengang mengetahui semuanya, sebenarnya aku tak terlalu percaya dengan penjelasan Om Dewa. Tapi aku juga belum bisa memastikan jika ia berbohong. Tiba-tiba Mbak Ayu melangkahkan kakinya ke arah kami. Sontak saja Om Dewa terkejut, ia memundurkan langkahnya ketakutan.


"Ampun Dahayu. Jangan sakiti Om! Om Dewa tak pernah mencelakai Ibumu, apalagi menekannya untuk mengakhiri hidupnya. Bagaimanapun ia adalah kakak kandung ku. Meski dulu Om sempat melakukan kesalahan dengan menyerahkan anak Om untuk Calon Arang. Itu hanya sebuah kesalahan yang Om lakukan sewaktu muda. Dan saat ini, Om masih sangat menyesalinya. Karena perbuatan bodoh ku sewaktu muda, Tante Ajeng jadi berubah menjadi orang jahat. Tolong dengarkan Om kali ini saja Yu!" Jerit Om Dewa dengan menyatukan kedua tangan di depan dada.


"Semua bisa diselesaikan baik-baik Mbak. Gak kayak gini caranya, please! Lu sendiri kan yang bilang, baik Tante Ajeng ataupun Om Dewa memiliki motif masing-masing. Dan kita masih bisa mencari kebenarannya!" Aku menjerit dengan mata berkaca-kaca berusaha menghentikan niat Mbak Ayu untuk mencelakai Om Dewa.


"Lalu bagaimana mungkin ia berada di rumah ini. Jika kemarin Tante Ajeng datang juga kesini untuk mengambil barang-barang nya. Katakan Rania, bagaimana caranya orang itu bersembunyi dari istrinya sendiri!" Pekik Mbak Ayu murka, kali ini raut wajahnya berubah mengerikan. Sepertinya energi jahat sedang menguasai jiwa dan raganya.


"Om sengaja bersembunyi di rumah ini, karena menurut Om, tempat ini adalah yang paling aman untuk bersembunyi dari penglihatan Ajeng. Ia tak alan menyangka jika Om datang kesini, dan sudah berhari-hari Om ada di rumah ini sebelum Ajeng datang bersama beberapa pengikutnya."


Dari penjelasan Om Dewa, masuk akal juga jika ia memilih bersembunyi di rumah ini. Karena Tante Ajeng tak akan menyangka, jika Om Dewa berani kembali ke rumah ini jika Mbak Ayu masih ada di tempat yang sama. Dan aku memang sudah mendapatkan informasi dari Pak Gun, jika para penganut ilmu hitam itu akan mengadakan ritual di malam jumat kliwon. Haruskah aku mempercayai ucapan Om Dewa. Karena apa yang dikatakan nya sama dengan yang dijelaskan Pak Gun. Tapi bagaimanapun, aku tak boleh gegabah untuk mengambil keputusan. Yang terpenting saat ini, aku harus meredakan emosi Mbak Ayu. Karena jika ia dalam keadaan murka seperti ini terus, maka Calon Arang akan mengambil alih raganya dan melakukan perbuatan jahat.