
Setelah pulang kerja Naqi dan Cyra langsung mengunjungi sebuah swalayan terbesar. Karena hari ini mereka akan membelikan Kakek penjuan pisang yang mereka temui kemarin.
"Ayo turun!" ajak Naqi ketika sudah sampai di palkiran depan sewalayan.
"Nanti dulu." Cyra sibuk mencari sesuatu.
"Nyariin apa sih? Heboh bener," sungut Naqi.
"Masker Mas. Mas Naqi liat masker yang di laci nggak. Perasaan kemarin Cyra udah beli satu Box." Cyra kembali mencari sebuah masker.
"Lah, ngapain sih cari masker segala. Lagian ini bukan jaman virus Ra, nggak usah pake masker lah. Sekarang udah bebes masker. Jadi kita boleh pamerin wajah tampan kita." Naqi bergaya bak laki-laki terganteng.
"Bukan itu Mas, takut ada yang ngenalin Cyra, nanti malah belanjanya jadi terganggu, karena banyak yang minta foto. Tadi ajah waktu makan siang bareng Meta jadi kurang nyaman karena banyak yang minta foto," jawab Cyra sembari terus mencari masker.
"Hu... huahahahahaha... lagamu Cyra udah kaya artis papan atas." Naqi menertawakan Cyra.
"Sekarang Cyra itu udah sedikit banyak yang kenal Mas, bahkan followes instagram Cyra udah lebih dari 1M padahal baru bikin tiga hari yang lalu. Itu pun Meta yang mengajarkan buat Ig. Justru sekarang pengikut Cyra jauh lebih banyak dari pada Meta." Cyra tertawa bangga.
"Hahaha... itukan hanya di dunia maya Cyra kalo dunia maya itu banyaka palsunya. Kamu nggak usah percaya. Mas yang lebih terkenal dari kamu ajah biasa-biasa ajah," ucap Naqi dengan menyombongkan diri.
"Mas ada instagram tidak? Kalo ada mana Cyra mau follow donk." Cyra menyodorkan tanganya meminta ponsel Naqi.
"Ada lah, tapi nggak terlalu suka mainin kaya gituan lebih suka kerja," balas Naqi, sembari mengeluarkan ponselnya dari kantong jasnya
Cyra pun langsung menyambar ponsel Naqi dan membuka aplikasi instagram.
Hahahaha... Seketika itu juga Cyra tertawa renyah.
"Mas ini yang follow kamu cuma ada tiga belas orang." Cyra masih tertawa jahil.
"Ya itu karena Mas nggak suka main begituan makanya pengikutnya sedikit lagian buat apa juga main begituan kerjaan ada udah numpuk," elak Naqi, yang malu ketahuan followenya cuma tiga belas orang.
"Kalo nanti Cyra taq Mas boleh nggak, siapa tau nanti ada penggemar Cyra yang mau follow Mas gitu. Buat nambahin biar nggak sepi banget masa pengikut cuma segitu, kuburan juga kalah sepinya sama instagram Mas," ejek Cyra.
"Terserah kamu, tapi taq'nya jangan aneh-aneh yah!" ancam Naqi dengan mata meleotok.
"Enggak Mas, lagian mana berani Cyra aneh-aneh yang ada nanti di gantung lagi sama kamu. Lagian lumayan promo gratis kan Mas, dari pada beli follower's," ucap Cyra nggak mau kalah.
"Terserah kamu ajah deh. Gimana nemu enggak maskernya? Jadi belanja nggak?" tanya Naqi dengan jutex.
"Belum, ya udah lah kita masuk ajah. Lagian toko nggak rame kayaknya." Cyra akhirnya memutuskan masuk tanpa masker.
"Hadeuh... dari tadi ke bocil. Lama-lamain ajah," dengus Naqi, dan Cyra hanya menyengir kuda.
Mereka pun akhirnya masuk, dan Cyra tetap dengan penampilan seperti biasanya selalu memakai topi ketika keluar rumah. Bukan karena malu, hanya lebih nyaman dan enak bila memakai topi terlebih kalo matahari panas, kulit kepala tidak terlalu menyengat panasnya.
Naqi membawa troli berjalan mengikuti Cyra seperti seorang suami sungguhan yang menemani istrinya belanja bulanan.
"Terserah kamu!" Naqi lagi-lagi terserah.
Cyra pun akhirnya menyangkat beras yang beratnya dua puluh kilo, tetapi nampaknya Cyra keberatan dan kesusahan ketika mau memasukannya ke dalam troli.
"Awas-awas! Biar Mas ajah yang angkat. Makanya olahraga biar ada otot dan tenaga," oceh Naqi.
Cyra pun menyingkir, meletakan kembali beras yang tadi sempat ia coba angkat ke tempat semula.
"Mau beli berapa berasnya?" tanya Naqi sebelum memulai memasukkan beras-beras itu pada troli.
"Terserah Mas ajah." Kali ini Cyra ikut jurus terserah.
Naqi pun memindahkan satu per satu tumpukan beras tersebut ke dalam troli. Tanpa sepengetahuan Naqi, Cyra ternyata mengambila foto Naqi dan mempostingnya di media sosial, istagramnya yang berfollower's lebih dari 1 M dalam jangka tiga hari membuat Ig tersebut. Ternyata netizen banyak yang suka dengan Cyra dan simpati dengan kekurangan Cyra. Kini Cyra pun mulai kebanjiran endorse. Sehinga mulai minggu depan jadwan kerja Cyra bukan hanya syuting iklan. Namun sudah mulai sibuk membuat konten-konten untuk endorse dan lain sebagainya.
#Beda memang kalo yang biasa olahraga, angkat beras dua puluh kilo, berasa angkat bantal. Enteng banget!# Begitu kira-kira caption untuk foto yang diambil oleh Cyra dan Cyra tidak lupa mencantumkan Ig Naqi yang baru saling follow beberapa menit lalu.
Dunia maya langsung di buat penasaran dengan sosok yanga ada difoto Cyra terlebih foto yang Cyra unggah di story Ig hanya bagian sampingnya saja. Sehingga wajahnya tidak terlihat.
Warga net nangsung kepo dengan pemilik instagram yang Cyra taq. Ternyata cowok tampan, cool dan kaya raya. Mereka melihat foto-foto Naqi yang diposting langsung terpesona. Otomatis kaum hawa langsung bertebaran mengfollow ig Naqi dan banyak juga yang memberanikan diri DM ke Naqi ngajak kenalan dan lain sebagainya.
Lebih heboh lagi, ternyata postingan Cyra, tanpa sepengetahuan Cyra di repot oleh lembe Lemez, sehingga semakin ramai dan masuk trending topik. Banyak yang setuju Naqi dan Cyra tetapi ada juga yang tidak, dan menganggap Cyra tidak pantas untuk Naqi.
Disaat nitizen tengah beradu pendapat di dunia maya. Cyra di real life juga tengah diserbu beberapa fansnya, sehingga acara belanja kacau balau.
Naqi pun semakin geram ketika secara diam-diam banyak yang mengambil gambar dirinya dan Cyra.
Naqi memanggil pihak keamanan sewalayan tetsebut dan meminta diberika akses untuk keluar dari kerumunan itu.
Setelah dibantu oleh security akhirnya mereka berdua bisa lepas dari kerumunan ibu-ibu yang meminta foto. Sebelumnya Cyra sudah meminta maaf karena tidak bisa melayani semua permintaan pengunjung swalayan yang tiba-tiba menyerbunya.
Cyra dan Naqi berjalan setengah berlari kedalam mobil. Pada akhirnya mereka tidak jadi belanja dan meninggalkan lima karung beras yang sudah Naqi pindahkan ke troli.
"Kita pulang sajah!" Naqi akhirnya memutuskan pulang dan sebelumnya memberikan lima lembar uang berwarna merah kepada security yang telah membantu mereka keluar dari kerusuhan di dalam sanah.
"Lebih baik begitu," balas Cyra lesu dan Cyra memegangi lengan mulusnya yang terluka karena terkena cakaran.
"Itu kenapa?" tanya Naqi yang melihat lengan Cyra berdarah.
"Kena cakar kayaknya, atau entah lah rasanya perih," jawab Cyra sembari terus meniup-niup lukanya.
"Ish... orang-orang itu kenapa jahil sekali bisa bikin luka kaya gini." Naqi emosi ketika melihat tangan Cyra merah-merah dan ada luka cakar. Ia pun menepikan mobilnya. Naqi mengambil tas P3K yang ada di dalam mobilnya. Membersihkan luka Cyra menggunakan alkohol dan memberikan obat luka.
"Lain kali kamu kalo kemana-mana pake masker!" Akhirnya Naqi tau alasan Cyra tadi heboh mencari masker. Istri kamu itu udah jadi artis pendatang baru yang lagi naik daun, jadi harus di tutupi kalo kemana mana.
#Mohon maaf up telat terus dan hanya satu bab dulu lagi kurang sehat, abis menum obat bawaanya ngantuk terus. Jadi nggak konsen buat ngetik..🙏🙏