
Dari negara yang berbeda di dalam ruangan rawat inap, Cyra tidak sedetik pun membiarkan momy'nya sendirian ia selalu menemani momy'nya dengan cerita-ceritanya yang menurut ia dan mommy lucu. Namun tentu tidak dengan Mr Kim yang selalu saja datar tanpa senyum ketika mendengar Cyra bercerita. Mungkin ia bosan dengan cerita Cyra yang sangat membosankan bahkan ia akan mengulang cerita itu-itu lagi karena mommy yang memang memintanya.
Namun ada cerita yang tidak Cyra bagikan yaitu tentang kesusahanya hidup di rumah Tuan Kifayat dan menikah dengan Naqi. Karena Cyra sudah memutuskan mengubur kenangan itu. Kenangan buruk tetapi justru sebagai tombak terkuat dalam membuat jati diri Cyra menjadi setegar sekarang.
Di balik kisah yang pahit, dari situ juga sumber kekuatan Cyra. Sehingga Cyra mencoba tidak menyalahkan siapa pun. Ia tetap percaya bahwa jalan yang telah ia lewati adalah atas izin Nya, mungkin ini adalah cara Allah memberikan dorongan agar ia bisa menjadi wanita yang kuat. Tidak ada takdir yang sengaja di buat oleh manusia tanpa ada andil dari pemilik semesta.
Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tetapi juga belajar menari di tengah hujan.
Cyra setiap saat membersihkan tubuh kurus mommy'nya dan menyuapi momy dengan sangat telaten. Karena ini adalah momen yang tidak semua orang bisa melewatinya. Cyra ingin dari tanganya menjadikan saksi kesembuhan momynya. Sebelumnya semua yang di lakukan oleh Cyra saat ini, dilakukan oleh suster. Namun sekarang semuanya Cyra yang ambil alih, bahkan berjalan-jalan keliling rumah sakit, dan ketaman Cyra lakukan sepanjang pagi dan sore.
Cyra sangat menikmati kegiatanya di rumah sakit ini, hanya satu yang membuat Cyra terganggu yaitu adanya Mr Kim yang hampir setiap detik mengawasi dirinya dan mommy'nya.
"Aduh, aku lama-lama sangat terganggu dengan Mr Kim ini apa aku harus lapor Kakek yah. Masa iya aku dan mommy di ikutin terus sama Mr Kim bahan sedetik pun aku selalu dalam pengawasaanya. Mungkin kalo dia nggak malu juga penginya dia ikutin aku sampe ke kamar mandi," sungut Cyra yang baru masuk ke kamar mandi tetapi masih saja diawasin oleh Mr Kim.
"Mana dia kasih makananya bener-bener nggak ada yang enak aku bahkan sangat pengin pulang ke Indonesia buat cari makanan di sana. Ah... andai jarak Indo dan negara ini dekat, pasti aku akan sering-sering bermain ke Indonesia untuk sekedar makan saja," rancau Cyra yang sudah sangat kangen dengan aneka olahan dari negara seribu candi itu.
Cyra jadi keinget pertama ia di kasih makanan yang sangat menj*jihkan oleh Mr Kim. Yah, Cyra masih ingat makanan itu terbuat dari ikan yang masih mentah. Bahkan sampai sekarang Cyra apabila keingat dengan rasa makanan itu maka dia ingin muntah seketika itu juga.
Flashback on...
Hue... hue... suara dari kamar mandi, ketika Cyra memuntahkan makanan yang baru ia makan, setelah ia mencoba satu makanan yang menurut mereka sangat lezat. Bahkan Cyra ketika pertama melihat mereka melahap jenis makanan itu pun ikut tergoda. Segimana rasa lezatnya sampai mereka makan terus dan terus. Karena penasaran Cyra pun yang sebenarnya baru makan mengunakan nasi dan sop, atau apalah namanya tetapi yang jelas makanan itu berkuah, tetapi kuahnya tidak sesedap rasa sop atau pun bakso. Kuahnya cenderung hangat ditenggorokan. Mungkin sop jahe Ra sehingga rasanya hangat di tenggorokanya hehe...
Cyra pun dengan keberanian penuh dan tentunya Mr Kim yang meyakinkan pula bahwa rasa makanan ini sangat lezat.
Cyra mengambil satu potong makanan itu dan mencelupkan ke saus berwarna coklat. Ah... Cyra menyebutnya itu kecap.
Namun begitu sampai mulut sensansi yang Cyra makan benar-benar di luar bayangan Cyra. Rasa kenyal dan rasa yang aga aneh buat lidah Cyra, ia ingin mengeluarkan kembali makananya. Namun Cyra yang suka tantangan akhirnya tetap mengunyah dengan behati-hati dan merasakan setiap gigitanya.
Glekkkk... ok, satu potong makanan aneh itu bisa Cyra telan, dan bangga dong Cyra bisa makan satu potong makanan yang di gadang-gadang hanya orang kaya yang bisa membelinya.
Braaakkk... suara pintu toilet yang Cyra tabrak begitu perutnya tidak bisa menahan rasa aneh dan tidak nyaman itu.
"Hue... hue Cyra pada akhirnya memuntahkan semua makanan yang ia makan. Ia terkulai lemas di lantai toilet. Untung lantainya bersih dan kering sehingga Cyra tidak takut basah.
"Ya Tuhan, ternyata aku memang tidak cocok dengan makanan orang kaya," gerutu Cyra sembari membersihkan mulutnya dengan tisu. Ia pun kembali ke meja dengan kondisi perut lapar lagi, tetapi Cyra tidak selera dengan makanan yang Mr Kim pesankan.
"Mr, besok aku nggak mau makanan kaya gini. Aku mau makan warteg saja kalau tidak nasi padang, deh," ucap Cyra bersungut sembari menatap deretetan makanan yang semuanya tidak berhasil membuat Cyra ingin kembali mengunyahnya.
"Kamu hanya belum terbiasa Cy nanti juga kalo sudah terbiasa kamu akan menyukainya," balas Mr Kim dengan santai. Sementara bibir Cyra mengikuti kata-kata Mr Kim dengan tujuan meledek. Karena Cyra bosan, Mr Kim selalu berkata seperti itu, perut tidak terbiasa itu dan itu jawabanya sehingga Cyra malas mengeluh dengan Mr Kim.
Flashback of....
"Mr, apa Anda tidak bosan setiap hari ngikutin kami terus. Udah gitu Anda di ruangan ini juga cuma duduk, diam, memainkan gadget Anda dan alat pintar lainya. Lebih baik waktu yang tidak menyenangkan itu Anda gunakan untuk jalan-jalan atau mungkin mengunjungin kekasih, istri atau anak Anda. Jangan di sini terus nggak ada yang menarik di kamar ini," ucap Cyra yang entah harus gimana lagi cara mengusir Mr Kim-Kim itu.
"Nona Cyra, saya di sini kerja, jadi tolong jangan ganggu kerjaan saya. Lebih baik Anda ngitung bulu kucing di sanah," balas Mr Kim lebih dingin dari ucapan Cyra.
"Kerja apaan Anda di sini, perasaan tidak membantu sama sekali. Malahan Anda itu cuma membuat saya dan mommy jadi terganggu." Cyra kembali membalas ucapan Mr Kim yang super menyebalkan itu.
"Nona Cyra ingat dan catat baik-baik jangan sampai lupa lagi!! Saya di sini itu di tugaskan menjaga dan mengawasi Ezah, jadi Anda jangan protes terus kalo masih protes terus saya kirim balik Anda ke Indonesia," kilah Mr Kim dengan nada sesopan mungkin, agar Cyra tidak protes terus dengan dirinya. Bahkan Cyra menjadi uring-uringan terus dengan dirinya padahalkan dia berada di situ juga atas tugas dari Tuan Latif.
Cyra pun makin tidak suka dengan Mr Kim apalagi perlakuan Mr Kim diantar dirinya dan mommy'nya sangat berbeda jauh. Di mana Mr Kim apabila ditanya atau bahkan diajak ngobrol oleh Cyra akan menjawab dengan dingin. Namun dengan momy'nya ia akan sangat ramah bahkan dengan senang hati sampai bercerita dan saling tertawa. Sehingga Cyra merasa Mr Kim itu pilih kasih, ingin Cyra mengadu dengan Tuan Latif, dengan kelakuan anak buahnya itu.
#Nih Cyra hadir menyapa readers, takut ada yang kangen sama Cyra. Kisah Cyra di skip-skip dulu yah, soalnya masih seputar penyembuhan mommy dan paling perang-perang sama manusia kulkas empat pintu. Setelah itu akan kembali membuat Naqi dan Kakak Rania menyesal sampai menyadari semua kesalahanya dan otw tobat, memperbaiki diri dan masuk konflik baru...
Happy reading....