Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Pelakor vs Pembinor


Setelah Meta dan Cyra saling melepaskan rasa kangenya.


"Yuk buruan kita siap-siap ke Perusahaan Ralf Grup. (Yah nama perusahaan kakek adalah Ralf Grup, mengambil nama belakang keluarganya yaitu Ralf.) Nanti malah kalo kebanyakan ngobrol telat lagi bisa-bisa kita kena teguran." Meta segera mendorong lagi Cyra masuk ke dalam mobilnya, setelah dirinya mengambil peralatan make up.


"Wah cin you orang kaya yah? Mobil you bagus banget," puji Meta sembari mengamati interior mobil yang sangat mewah, belum harga mobil yang Cyra pake juga bukan mobil kalangan rakyat biasa. Harga mobil diatas 1 M, mobil yang hanya dimiliki oleh kelas masyarakat atas atau sering disebut sultan.


"Aku hanya orang biasa Met, dan mobil ini hanya dipinjamkan. Iya ka Pak?" tanya Cyra pada Pak Kusno, sopir Mamih.


"Ah iya Non," jawab Pak Kusno yang kaget ketika Cyra melibatkanya dalam obrolan mereka.


"Sebenarnya ada yang pengin aku ceritain sama kamu Met, tapi....(Cyra tidak melanjutkan perkataanya, karena ragu, takut Meta tersinggung).


"Kenapa cin? Kalo mau cerita apapun itu, cerita sajah. I'm mah bakal jaga rahasia. Apalagi you udah I'm anggap anak sendiri jadi apapun yang you alamin, I'm akan membantu sebisa mungkin," ucap Meta sembari memgusap punggung tangan Cyra.


"Makasih yah Met. Aku nggak bisa ngomong apa-apa rasanya nggak percaya bisa dapet teman rasa keluarga. Nanti setelah acara gimana kalo kita ngobrol, banyak banget yang pengin aku ceritain sama kamu. Rasanya dada dan pundak ini berat sekali memikul semu beban sendirian. Aku pengin berbagi penderitaan agar tidak lagi sesak," oceh Cyra dengan tatapan kosong.


Meta langsung merengkuh tubuh Cyra dalam pelukanya. "Anggap I'm Mommy you yah, sehingga You bisa curhat apapun itu, jangan berfikir bahwa you sendirian ada I'm yang akan selalu siap kapan pun you butuh. Ok."


Cyra hanya mengangguk masih dalam pelukan Meta, setidaknya ia nggak sendiri. Kemarin ia sempat terbuai dengan perlakuan Naqi, tetapi lambat laun Naqi juga yang membuat dadanya sesak. Mudah-mudahan dengan kehadirnya Meta ia bisa lebih kuat untuk menghadapi semua perlakuan orang-orang yang ingin memanfaatkanya.


Namun, dari perlakuan keluarganya, teman-teman semasa kecilnya yang sering membully fisik dan juga Naqi yang memanfaatkan untuk mencapai tujuanya. Batin dan semangat Cyra semakin kuat dan semakin ingin menunjukan bahwa ia juga bisa sukses dan bisa meraih kebahagiaanya tanpa campur tangan mereka semua.


Tekat Cyra sekarang hanya ingin mengumpulkan uang dan modal baik ilmu maupun pengalaman sebanyak-banyaknya, setelah perjanjian itu habis ia akan pergi dari kehidupan di kota ini.


Toh keluarganya juga nggak ada yang perduli. Terbukti ia nikah hampir satu bulan tidak pernah ada yang mengunjungi. Bahkan kakanya akan menikah Cyra tidak diberi tahu. Hanya Naqi yang mendapatkan undangan itu. Jadi buat apa Cyra perduli dengan mereka.


Kini mereka telah sampai di gedung megah nan tinggi itu. Di sana sudah ramai baik dengan media atau pun karyawan dan juga para model seperti Cyra.


Cyra dan Meta langsung berjalan ke aula yang telah disiapkan untuk para model.


Begitu Cyra turun dari mobil, berjalan dan masuk ke aula banyak pasang mata yang memandang aneh dan heran dengan Cyra. Untung Cyra sudah dari dulu mempersiapkan mental itu sehingga ia bersikap biasa sajah. Walaupun tatapan mata mereka sangat horor dan mematahkan mental Cyra. Biarpun dilihat dari luar Cyra seolah biasa sajah, tetapi tidak memungkiri dalam hatinya berperang antar malu dan rasa tidak percaya diri dengan sifat bodo amatnya.


Tentu tidak mudah menjadi Cyra, tampil ditengah-tengah wanita cantik nan sempurna. Sedangkan dirinya memiliki perbedaan yang tidak biasa. Untuk Cyra memiliki mental baja. Keistimewaan yang sangat jarang orang miliki. Yah Cyra memiliki kelebihan yang luar biasa yaitu hatinya kuat walaupun banyak yang menatapnya dengan aneh.


Setelah melewati waktu yang cukup panjang acara pun sudah dimulai dari sambutan-sambutan dari pendiri perusahaan Tuan Latif( Kakek Naqi) dan dari Naqi sendiri.


Cyra sedari tadi menunduk tidak berani menatap orang-orang penting di depan sana tetapi entah mengapa juga perasaan Cyra menjadi malas dengan Naqi, walaupun hanya untuk menatapnya.


Acara panjang nan melelahkan akhirnya selesai juga, sejak acara itu banyak yang memuji kecantikan dan kepercaya dirian Cyra. Banar perkataan Meta, kini Cyra banyak diburu produser untuk membintangi iklan atau pun untuk mengajaknya terjun kedunia akting.


Sememenjak acara berlangsung Cyra tak sedikit pun menatap Naqi, ia cuek dengan kerjaanya sendiri. Meskipun ada beberapa kesempatan di mana mereka sangat dekat, tetapi seolah Cyra bener-benar tidak kenal dengan Naqi. Sebaliknya Naqi merasa sikap Cyra sejak tadi pagi itu berbeda. "Apa iya Cyra benar-benar sedang datang bulan sehingga moodnya berantakan." Naqi terus bertanya dalam batinya.


Selepas acaranya bisa dibilang sukses Kakek langsung pulang karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang harus ia kerjakan lagi. Sementara Naqi yang melihat kakek sudah pulang, ia akan langsung bergegas menuju rumah sakit. Naqi ingin melihat kondisi Rania.


"Zam, kira-kira ada kerjaan lagi nggak?" tanya Naqi pada Alzam, asistenya.


"Enggak Pak. Apa Anda ada acara di luar?" tanya Alzam balik.


"Iya, aku ada acara, nanti kalo ada kerjaan mendadak, butuh tanda tangan atau apa. Kamu hubungin aku ajah yah. Sekarang aku keluar dulu sebentar," pesan Naqi. Selanjutnya ia bergegas pergi menuju rumah sakit.


Hanya butuh waktu setengah jam dari kantor Naqi, untuk sampai ke rumah sakit di mana Rania di rawat. Begitu Naqi sampai di lobi ia langsung menuju lift untuk menuju lantai di mana kamar rawat rania berada. Begitu Naqi keluar dari lift, tanpa sengaja dokter Adam melihat Naqi. Laki-laki yang semalam sempat ia tonjok. Karena perkataanya yang tidak di saring.


Tanpa sepengetahuan Naqi, dokter Adam mengikuti Naqi. Tentu Dokter Adam menebak bahwa Naqi datang ke rumah sakit menjenguk kekasihnya. Yah, semalam Cyra semapat berkata bahwa suaminya memiliki kekasih lain.


Begitu masuk ke kamar Rania seperti biasa Naqi akan menyapa dengan lembut dan memeluknya dengan mesra.


"Cih, dasar pelakor. Semalam dia nuduh aku pembinor sendirinya sudah punya istri malah bermesraan dengan wanita lain. Menjijihkan sekali," gumam Adam tetapi ia masih tetap setia mengawasi gerak gerik Naqi di dalam sana, dari balik kaca jendela kamar Rania. "Sayang sekali dia cantik, masih mudah, tetapi kenapa tega membuat wanita lain terluka," batin Adam tak hentinya ingin mengomentari pasangan itu. "Apa aku coba dekatin wanita itu yah, dan coba menyadarkanya bahwa kelakuanya hanya akan mendapatkan murka dari Rabnya," gumam Adam. Ia juga ingin menyelamatkan rumah tangga Cyra yang sepertinya memang tidak harmonis.


Loh ko Adam malah ingin Naqi tetap dengan Cyra? Bukan merebut Cyra ajah dari Naqi?...


Yuk tunggu kelanjutanya kira-kira Adam berhasil menyadarkan Rania atau justru Adam malam berbalik haluan merebut Cyra dari Naqi?


Bersambung...