Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Perlawanan Cyra


"Ya Tuhan, Mas, kenapa kamu mendorong aku seperti membuang sekarung beras," pekik Cyra, kaget ketika Naqi tiba-tiba menariknya dan melempar ke atas kasur yang empuk.


Namun, tatapan Naqi yang tajam seperti mata Elang, yang ingin mencabik-cabik mangsanya. Membuat Cyra takut dan mundur mencari posisi yang aman.


"Mas kamu kenapa sih? Apa karena Cyra ngobrol sama Dokter Adam, lagian Cyira itu hanya ngobrol biasa Mas. Kami hanya cerita lelucon ajah, Dokter Adam itu baru ditinggal tunanganya pergi. Jadi Cyra hanya menghibur sajah," oceh Cyra agar Naqi nggak marah lagi.


Rasanya usaha Cyra sia-sia, Naqi justru semakin dekat dan kini telah membuang pakaian bagian atasnya. Akal Naqi sudah terkalahkan oleh efek ramuan buatan kakek. Sehingga ia tidak lagi bisa berpikir jernih. Yang ada hanyalah gairah ber'cinta yang sudah sangat memucah, ingin segera dituntaskan.


Meskipun Cyra bocil, dan belum tau itu cinta-cintaan. Namun, ia bukan gadis bodoh yang tidak tau Naqi bakal berbuat apa. Berbekal pengetahuan yang ia baca kemarin-kemarin dari Google. Naqi akan meminta hak'nya sebagai suami.


Panik, tentu Cyra yang masih di bawah sadar panik dengan kejadian apa yang akah terjadi selanjutnya. Ia bertekat tidak akan memberikan keperawananya pada Naqi. Pernikahan mereka hanya perjanjian hitam diatas putih. Setelah itu, mereka akan berpisah. Tentu andai Cyra menyerahkan keperawananya yang rugi Cyra. Karena dia akan ketahuan apabila sudah tidak perawan sedang Naqi tidak sedikit pun meninggalkan bekas, kalo dia tidak perjaka lagi.


"Mas sadar Mas! Aku istri kontrakmu perjanjian kita hanya satu tahun. Tolong jangan lakukan apapun dengan aku!! Aku nggak mau menjadi janda yang tidak perawan. Aku mau kita berpisah, tetapi aku masih perawan. Tolong jangan rusak masa depanku," isak Cyra yang semakin takut ketika Naqi telah melepaskan celana panjangnya dan kini hanya mengenakan boxer.


Sedikit pun Naqi tidak bergeming dan justru semakin menampakan wajah membunuhnya. Cyra pun semakin panik ia sudah buntu harus gimana lagi. Cyra masih kekeh tidak mau menyerahkan keperawananya pada suami kontraknya itu. Cyra mengedarkan pandanganya ke segala penjuru ruangan mencari benda atau apa sajah yang bisa menolongnya dari suami yang hendak memper'kosanya. Kamar mandi, Cyra melihat kamar mandi, ia dengan cekatan hendak melompat dari atas ranjang dan berlari ke kamar mandi.


Namun gerakanya kalah cepat dengan bekapan Naqi. Yah, Naqi lebih dulu merengkuh tubuh Cyra.


"Ah.... tolong Mas, sadar!!" Cyra memekik kaget ketika Naqi benar-benar sudah hilang akal ia menarik pakaian yang dikenakan Cyra, sehingga Cyra setengah telanjang. "Mas tolong jangan kaya gini, Kamu hanya akan menambah masalah baru," pekik Cyra tak pernah menyerah menyadarkan Naqi. Serta tubuh Cyra yang menolak memeberontak manakala Naqi menindih dan kini bahkan senjatanya sudah tak terbungkus sehelang benang pun. Yah, kini Naqi sudah telanjang bulat.


Semakin Cyra belontak, justru Naqi semakin liar dan buas. Keinginanya cuma satu, yaitu menyatukan dua tubuh menjadi satu mencari kenikmatan yang sering orang bilang surga dunia.


Semakin Naqi mencoba untuk melakukan penyatuan semakin kuat juga tenaga Cyra untuk berontak. Meskipun Cyra tahu betul bahwa usahanya hanyalan akan sia-sia belaka. Tenaga Naqi jauh lebih besar dari tenang Cyra membuat Cyra kewalahan melawan Naqi.


Namun, Cyra tidak habis akal ia mencoba mengangkat kepalanya dan dengan keras membenturkan kekepala Naqi dua kali.


Buuukk...


Buuukkk...


Hanya dengan membenturkan kepala, Cyra bisa melawan, secara kedua tangan dan kaki Cyra sudah tidak bisa bergerak kerena dicekram dan ditindih oleh Naqi.


"Aw...." pekik Naqi sembari mengaduh membuat konsentrasinya mengukung Cyra melemah hal itu digunakan lagi oleh Cyra untuk melawan dengan cara lain.


Buukkk....


Awww...


lengkuhan panjang dari bibir Naqi. Bukan lengkuha kenikmatan melainkan lengkuhan kesakitan. Sebab juniornya, Cyra sundul menggunakan lutut dengan sekuat tenaga oleh Cyra.


#Junior masih aman Ki? Kalo masih, lanjut siksa lagi.....


Setalah Naqi meringis berguling di atas kasur yang empuk, Cyra segera melompat dari arah kasur. Melarikan diri ke dalam kamar mandi. Cyra memutuskan bersembunyi di dalam kamar mandi. Sampai kapan? Entalah bisa jadi tengah malam. Bahkan kalo situasi belum aman Cyra akan tetap bersembunyi di kamar mandi sampai besok pagi.


Kini di dalam kamar mandi Cyra sudah merasa lebih tenang, Cyra merasa perih dipergelangan tanganya yang lecet dan memerah, belum jidatnya juga pegal dan berasa nyut-nyutan karena ia gunakan menyundul kepala Naqi dua kali.


"Aduh Kakek, Mamih jidat Cyra benjol," rengek Cyra ketika menatap dipantulan cermin jidatnya benjol seperti telor.


Sedangkan Naqi diatas kasur masih meringis memegangi juniornya yang sakit karena ulah Cyra. Belum sakit karena efek jamu masih terus bekerja.


Ia memutuskan akan memulai solo karir di kamar mandi. Namun napaknya kamar mandi terkunci. Yah, Cyra yang menguncinya dia tengah bersembunyi di dalam kamar mandi.


"Sial kenapa ada sajah sih penghalanya," runtuk Naqi sembari menendang pintu kamar mandi dengan kencang.


Brakkk.... (Suara pintu ditendang)


Sementara Cyra di dalam sana terlonjak kaget karena mendengar pintu kamar mandi yang ditendang Naqi.


"Ra, buka pintunya!!! Aku sudah nggak kuat pengin buat air kecil," teriak Naqi sembari terus menggedor pintu.


"Enggak, nanti kalo Cyra buka, Mas memper'kosa Cyra lagih," balas Cyra dari dalam sanah tak kalah keras dari suara Naqi.


"Siapa yang mau memper'kosa kamu si Ra, lagian kita suami istri kalo aku minta hak aku itu namanya bukan memper'kosa, tetapi memang kewajiban kamu untuk melayani aku." Naqi menjawab dengan pembelaan agama.


"Hemz... giliran begini ajah bawa-bawa hak kewajiban, tapi ada kontrak dipernikahan kita. Ga... ga... ga boleh tergoyahkan ingat perjanjian itu Ra," gumam Cyra agar ia tak mudah mendengar ocehan Naqi.


"Ra buka buruan! Mas udah nggak kuat pengin ngompol nih," ucap Naqi semakin dibikin merintih agar Cyra membukakan pintu kamar mandinya.


"Beneran Mas Naqi pengin kencing? Bukan bohongin Cyra karena mau diper'kosa kan?" tanya Cyra memastikan dari balik pintu.


"Iya bawel," sungut Naqi karena kesal Cyra masih ajah mengoceh.


Kelotak... kelotak (suara kunci yang diputar hendak di buka)


Bukkk... pintu langsung didorong oleh Naqi yang benar-benar sudah tidak tahan dengan siksaan jamu tradisional kebangaan kakek...


Cyra mematung dibalik pintu, kaget dengan tingkah Naqi..


"Keluar!!! ngapain disitu? Atau mau bantu aku buat ngeredain siksaan dari efek jamu buatan kakek ini?" tanya Naqi sembari tanganya aktif di bawah sana.


Cyra pun segera tersadar dan keluar dari kamar mandi, lalu menutup pintu tersebut agar matanya tidak ternodain dengan aksi Naqi yang tengah bermain dengan juniornya...


Ahhhh....


Ahhh...


Uh.....


Belum juga Cyra beranjak dari balik pintu kamar mandi tersebut, tetapi telinganya sudah ternodai dengan suara-suara horor dari dalam kamar mandi.


"Mas Naqi itu kenapa sih?" batin Cyra dengan bergidik ngeri dan berjaan hendak memunguti baju yang sempat Naqi tarik dengan paksa.


Sementara itu di dalam kamar mandi...


Naqi terkulai lemas setelah bibit kecebongnya terbuang sia-sia ke dalam closet. "Akhirnya keluar juga..." gumam Naqi dengan lega. "Mudah-mudahan efek jamunya sudah sampai disini sajah, nggak kuat rasanya kalo harus ngulang rasa yang menyiksa itu. Aku takut benar-benar khilaf dan memper'kosa si bocil," imbuh Naqi bermonolog dalam hatinya.


#Bersambung....