
Naqi sebenarnya sangat penasaran selama tiga bulan ini dia belum berani tanya ke Qari di mana Cyra berada. Ada rasa penasaran di mana mantan istrinya berada, biar pun Naqi sekarang sudah terima dengan perceraianya tetapi di hukum rindu dan perasaan bersalah terus menerus itu sangat tidak enak.
"De, loe lagi sibuk?" tanya Naqi berdiri diambang pintu.
Qari menatap jengah karena pasti ketika Naqi berbicara halus seperti itu dia sedang ingin sesuatu. "Apa, langsung ajah nggak usah basa basi," ucap Qari tanganya masih sibuk bekerja, dan kedua matanya pun masih tidak mau lepas dari layar laptopnya.
"Soal kaka ipar kamu, kayaknya enggak mungkin deh kalo loe nggak tahu di mana kaka Ipar loe berada, sedangkan loe ajah dekat sama dia, deket banget malah," ucap Naqi sambil duduk di depan meja kerja adiknya itu.
"Masih nyariin kakak Ipar toh, kirai udah move on. Lagian sih waktu masih ada ajah disia-siain giliran udah nggak ada kalang kabut nyari kemana-mana. Semua orang di datangin," ucap Qari menyindir kakaknya tetapi tetap ia fokus ke lapora-laporan di hadapanya.
"Iya gue salah De, tapi Abang pengin perbaiki hubungan Abang sama kakak ipar kamu. Kamu pasti tahu lah kalo kaka ini benar-benar suka sama Cyra, dia itu selalu hadir di mimpi Abang. Abang kangen banget sama dia." Naqi bingung harus mencari Cyra kemana lagi setiap orang yang disampingnya yang di duga tahu dengan keberadaan Cyra malah bena-benar menutup rapat dengan semua informasi mengenai di mana keberadaan Cyra.
"Enggak tahu, gue enggak tahu di mana keberadaan Cyra," jawab Qari singkat. Malas juga ia hubungan sama kakanya itu.
"De... ayo lah, Abang cuma minta satu sama loe bilang di mana Cyra berada. Habis ini Abang janji nggak akan ganggu-ganggu kamu lagi," ucap Naqi dengan raut wajah memohon.
Brakkkkk... Qari menggebrag meja kerjanya. Sampai-sampai Mirna yang ada di sampingnya ikut terlonjak kaget. Yah, cuma Qari yang bisa melakukan itu gebrag meja di depan bosnya.
"Denger yah Tuan Naqi yang terhormat kalo udah dibilang nggak tahu berati itu tandanya tidak tahu. Jangan kamu paksa-paksa lagi. Bikin gue naik darah ajah." Qari pun merapihkan pakeanya dan kembali duduk tanpa mau tahu apa yang ada di hadapannya lagi.
Naqi pun lagi-lagi harus menelan pil pahit. Qari pun enggan memberi tahukan di mana Cyra berada. Tentu Naqi bukan orang yang bodoh yang percaya begitu saja bahwa Qari tidak tahu apa-apa. Naqi tahu bahwa kemarahanya Qari barusan hanya untuk menutupi Cyra. Agar Naqi tidak bertanya-tanya lagi ditakutkan mungkin adiknya itu akan keceplosan.
Naqi pun dengan malas mengangkat tubuhnya kembali bekerja ke ruanganya. Sementara Qari tersenyum jahil. "Kasian kamu Bang harus seperti orang gila untuk mencari tahu di mana kak Ipar. Padahal hampir setiap malam Qari dan Cyra bertukar kabar." Qari pun terkikik
Bahkan Qari pun tahu kalo mommy Ezah sudah bisa melihat. Dan beberapa kali juga Qari dan Mommy Ezah saling menyapa. "Mom, kapan kalian pulang ke Indonesia, kata Kakek kalian akan pulang ke Indonesia kalo sudah sembuh. Sekarang kalian sudah sembuh berati kalian bisa secepatnya pulang ke Indonesia Mom," tanya Qari dia memang tidak kenal dengan mommy Ezah, tetapi entah mengapa ia juga sama sejak baru pertama kenal dengan wanita paruh baya itu tetapi sudah memiliki ikatan kuat. Sehingga Qari ingin segera bertemu dengan momy Ezah dan Cyra tentunya.
Yah itu lah obrolan terakhir Qari dan Momy Ezah dan kakak Iparnya. Sehingga Qari memutar otak bagaimana caranya memper cepat Cyra pulang ke Indonesia. Jalan satu-satunya ia harus merayu kakeknya. "Yah aku sepertinya harus merayu kakek juga, kasian Kakak ipar setiap telepon nanyain cilok. Kata kaka Ipar makanan di sana tidak enak. "Aku harus bantu kakak Ipar biar secepatnya pulang ke tanah air Indonesia tercinta. Masa kakek tega mengasingkan Kakak Ipar di negara yang jauh di sana, pantas Abang tidak bisa mencari tahu keberadaan Cyra orang dia ada di negara ujung," batin Qari, mengakui kakeknya memang handal dalam soal menyiapkan segala macam kemungkinan Naqi mencari Cyra sampai ke luar negri.
*****
Di negara yang berbeda Cyra, dan mommy yang diizinkan untuk pulang mereka pulang menggunakan kendaraan yang sudah di siapkan oleh Tuan Latif.
Perjalanan yang Cyra lalui sangat panjang sebab rumah yang Tuan Latif siapkan berada di perkampungan, kota itu. Namun biarpun perjalanan sangat panjang dan sedikit melelahkan tetapi baik Cyra maupun Mommy tidak mengeluh sama sekali karena pemandangan yang sangat indah untuk di pandang. Bahkan baik momy dan Cyra tidak terlibat obrolan itu semua karena memang pemandangan yang sangat Indah mampu menghipnotis mata sehingga tidak bisa berkata apa-apa selain kata kagum dengan keindangan kota itu.
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh dan tentu sangat melelahkan, sampailah mereka di rumah yang tidak mewah tetapi sangat Indah untuk di pandangan alam yang Indah.
"Mr, kita akan tinggal di sini?" tanya Cyra dengan sedikit heran. Bukan karena bentuk rumah atau apa tetapi karena rumah yang akan ia tempati berada di daerah perkebunan. Sehingga mata-matanya sudah di sapa dengan indahnya pemandangan alam.
"Iya, kenapa? Kamu tidak suka?" tanya balik Mr Kim yang langsung di tampik oleh Cyra dengan gerakan tangan.
"Tidak-tidak, Cyra sangat suka dengan rumah ini, bahkan sepertinya Cyra akan betah deh untuk tinggal selamanya di sini. Iya kan mommy? Mommy juga suka kan rumah ini?" tanya Cyra dengan momynya untuk meminta bantuan dukungan tentunya.
Mommy tersenyum dengan manis, dan mengangguk karena memang apa yang dikatakan Cyra ada benarnya. Ini pemandanganya sangat Indah sehingga tidak perlu ragu untuk tinggal di desa ini. Justru tinggal di desa ini sangat membantu untuk proses penyembuhan momy Cyra.
Kakek memang sangat mengerti dan sangat paham dengan ini semua. Cyra menatap momy dengan penuh sayang dan itu semua karena momy nampak sangat bahagia. Cyra sangat yakin dengan mereka tinggal di sini mereka akan semakin cepat untuk penyembuhanya.
#Mohon maaf telat up, kondisi lagi kurang sehat. Dan untuk novel ini othor akan fokus dulu ke cerita Cyra sampai menemukam kebahagiaanya, dan setelah itu akan di sambung, dengan pemain lain, Meta, Qari, Qila, dan Rania. Biar nggak berantakan alurnya kadang ke sana kadang kesini, kayak anak ilang. Semoga kalian selalu di kasih kebahagiaan dan kesehatan yah...