
Tok...
Tok...
Tok..
Pintu diketuk, dan ternyata itu OB yang datang, dengan membawakan pesanan nasi padang yang barusan Meta dan Cyra pesan. Tak lupa Cyra memberikan satu bungkus untuk OB tersebut dan juga kembalian yang Cyra berikan sebagai jasa terima kasih. Tentu sang OB berkali-kali mengucapkan terima kasih, atas kebaikan Cyra.
Mereka makan dengan sangat lahap, karena memang cacing yang sudah berdemo sejak tadi.
"Hay... you kalo mau jadi model makanya sebenarnya nggak boleh yang beginian, nanti genoot. Lain kali kamu jangan makanan yang berlemak dan harus diet biar badan you nggak melebar," bisik Meta ditengah-tengah makan siang mereka.
"Hahaha... aku makan apa sajah, badanya nggak pernah gendut Met," jawab Cyra santai.
Itu lah kenyataanya dia makan selalu banyak, tetapi badanya segitu-segitu sajah.
"Wah keren, padahal model-model yang lain pada suntik hormon, agar tidak pengin makan terus bahkan sampai sedot lemak, agar badan mereka tetap sing set." Meta kembali berbisik.
Cyra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya merasa lucu, kenapa harus takut gendut. Setelah makan Cyra akan berkata jujur pada Meta dengan kondisi tubuhnya.
"Met aku mau jujur sesuatu sama kamu boleh kan?" tanya Cyra dengan ragu.
"Tentu dong Cin. You mau bilang apa? Ayo I'm sudah siap nih," tantang Meta.
Setelah Cyra melihat sekeliling ruangan, dan memastikan hanya mereka berdua yang berada di dalam ruangan tersebut. Tanpa ragu Cyra membuka hijab yang ia kenakan.
Meta seketika kaget ketika melihat Cyra yang berpenampilan tanpa rambut itu.
"Hay... you kenapa?" tanya Meta dengan wajah kaget dan terbengong tak berkedip.
"Meta, apa kalo aku berpenampilan begini akan tetap bisa menjadi model?" tanya Cyra balik, ia justru mengabaikan pertanyaan Meta.
"I'm nggak tau, but you kenapa?" Meta mencoba mengulang pertanyaan barusan yang Cyra abaikan.
"Aku memiliki kelainan genetik. Cita-cita aku ingin menjadi model, tetapi apa aku bisa meraih cita-cita itu andai aku berbeda dengan orang-orang nomal pada umumnya?" Cyra menjawab dengan suara bergetar. Karena ia memang merasa terlalu susah memaksakan diri untuk berbaur dengan lingkungan ketika ia tampil beda dari yang lain.
Meta terdiam, ia terlanjur kaget dengan ucapan Cyra. "I'm akan coba bantu untuk bilang sama sutradara dan yang bersankutan dengan iklan yang pake jasa you, apa penadapat mereka. Kalo I'm nggak bisa nentuin, soalnya I'm nggak ada wewenang," ujar Meta sembari menenangkan Cyra agar tidak bersedih.
Meta pun pergi dari ruangan mereka berbincang barusan, dan akan langsung menemui sutradara dan membicarakan apa yang Cyra inginkan. Sementara Cyra di dalam ruangan hanya bisa pasrah dengan keputusan nanti.
Tidak lama Meta datang dengan dua orang laki-laki setengah baya dan berbadan sedikit berisi.
Cyra langsung berdiri menyanbut mereka, dan berbungkuk untuk menghormati mereka.
"Sekarang giliran syoting buat iklan maskara yang akan dibintangi oleh kamu? Apa kira-kira kamu mampu melakukanya?" tanya sutradara iklan tersebut.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin Pa." Cyra menjawab dengan yakin.
"Baiklah kalo begitu aku pengin kamu make up dia dan setelah itu kita mulai syutingnya." Sutradara itu memerintahkan Meta untuk mendandani Cyra dengan polesan yang sudah dibertahukan sebelumnya.
Cyra pun bernafas lega ternyata dia tidak mendapatkan cecaran pertanyaan yang ia sudah bosan menjawabnya. Namun, Cyra tentu kaget dengan sikap sutradara yang seolah santai dan justru berbeda dengan yang lainya akan kaget ketika melihat tubuh asli dirinya.
"Met, tapi ko tadi reaksi orang-orang barusan yang masuk keruangan ini biasa sajah, memang Meta barusan bilang apa?" tanya Cyra kepo, sementara Meta tengah sibuk menyiapkan semua alat-alat yang akan ia gunakan untuk merias Cyra.
"Meta juga kaget, padahal Meta belum bilang apa-apa, tapi mereka sudah tau kondisi you," jawab Meta tetap fokus dengan pekerjaanya.
Cyra sudah yakin, berati semua ini adalah kerjaan Naqi, campur tangan Naqi.
Yah, betul memang semua ini ada campur tangan Naqi
#Flash back on
Pagi tadi begitu ia masuk kedalam mobil. Didalam mobil, Naqi sibuk berbicara dengan seseorang disebrang telponya. Beliau adalah sutradara iklan yang nanti akan menangani iklan produk-produknya.
Naqi menjelaskan dengan kondisi tubuh Cyra serta sebelumnya Naqi telah mengirimkan foto Cyra yang tanpa hijab.
Naqi meminta agar sutradara memberikan kesempatan Cyra memulai karirnya dengan kondisi dia apa adanya tanpa harus menutupinya dengan hijab atau wig.
Awalnya tentu sutradara menolak permintaan Naqi, karena takut akan memperngaruhi penilaian masyarakat dengan kuakitas iklan dan produknya. Namun, berkali-kali Naqi menjelaskan bahwa ia siap apabila produknya tidak laris dipasaran, dan iklanya dinilai tidak bermutu. Setelah berkali-kali Naqi meyakinkan, akhirnya sutradara pun menyanggupi permintaan Naqi. Itulah sebabnya orang-orang yang masuk keruangan Cyra barusan tidak kaget dengan kondisi Cyra.
#Flash back of.
Meta dengan lihai dan cekatan memoleskan alat-alat make up di wajah Cyra. Ia pun kagum dengan kecantika Cyra, setelah dipoles dengan make up natural sesuai permitaan team kreator kini Cyra semakin mempesona.
"Astagah cin, you cantik sekali. I'm yakin nanti banyak yang iri kalo liat you secantik ini," ucap Meta dengan gaya gemulai dan menoel dagu Cyra.
"Makasih Met, ini karena kamu pintar memilih warna make up yang sesuai dengan wajah ku jadi aku terlihat cantik," puji Cyra dengan hasil make up Meta.
"Oh... no... no... no... kalo you jelek, tetap ajah nggak akan sebagus ini hasilnya. Itu karena memang you sudah cantik, jadi hasilnya pun makin cantik." Meta tetap memuji kecantikan Cyra yang natural.
Setelah selesai make up dan menggunakan pakaian yang sudah disiapkan oleh team kreator kini Cyra mulai keluar ruangan menuju tempat akan dilangsungkanya pengambilan gambar.
Semua mata hampir melihat kearah Cyra, entah lah mereka heran dengan penampilan Cyra, atau kagum juga dengan kecantikanya. Cyra tidak terlalu peduli. Meskipun ia menunduk untuk mengurangi kegugupanya. Dalam hatinya ia selalu menguatkan dirinya sendiri dan mencoba mengabaikan bisikan-bisikan disekitarnya.
Langkah demi langkah Cyra lakukan sesuai dengan yang Meta ajarkan. Team Iklan pun kagum dengan kekonsistenan Cyra, ia bisa melakukan semua gerakan dengan lancar. Satu, dua kesalahan itu wajar, apalagi model pemula seperti Cyra. Yang sudah profesional sajah sering melakukan kesalahan.
Setelah melalui proses yang panjang dan memakan waktu, kini Cyra telah selesai melakukan syuting iklan tersebut dengan beberapa kali ganti make up, pakaian dan lain sebagainya. Kini Cyra melakukan pemotretan sesi terakhir dari rangkaian kegiatan hari ini. Dengan para model dan selebgram yang sudah terkenal sebelumnya.
Cyra berada ditengah-tengah dari para model tersebut. Seolah Cyra adalah bintang diantar model tersebut. hasil foto pun bagus dan sangat berkelas.
Sutradara setelah melihat kemampuan Cyra dan keluesan dalam bergaya, ia yakin bahwa iklanya akan banyak peminatnya. Ia yang awalnya ragu dengan kemampuan Cyra dan menolak berkali-kali permintaan Naqi untuk tetap menggunakan jasa Cyra. Sang sutradara awalnya kekeh tidak mau menggunakan jasa Cyra dan akan mengganti model lain. Yang ia yakini lebih bagus dari Cyra. Namun, Naqi tidak patah semangat dan berjanji siap menanggung kerugian apabila produknya gagal hanya gara-gara salah mengambil model iklan produknya.
Sekarang justru sang sutradara yakin bahwa Cyra akan bisa membuat produk yang dipakai Cyra akan berhasil dan banyak peminatnya.
"Semoga sajah dia adalah pembawa kebaikan bagi semua team," gumam sutradara sembari menatap Cyra.
...****************...
Sembari menunggu Cyra up. Jangan lupa mampir juga ke novel Author yang berjudul "Beauty Cloads" Ceritanya bagus juga loh...