Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Kencan Ala ABG


Di rumah Cyra, dia  pun sama dengan Naqi yang sudah tidak sabar untuk berjalan-jalan menggunakan motor, seperti dua kekasih yang ia temui di persimpangan lampu merah.


"Tumben anak momy jam segini udah turun, mana hari ini hari sabtu libur apa ada kerjaan sayang?" tanya Momy Ezah yang sedang memyiapkan sarapan bersama mamah Mia. Biarpun sudah di tawarkan asisten rumah tangga beberpa kali oleh Cyra, momy dan mamah Ma itu tidak mau. Mereka secara bersaaman menolak usul dari Cyra itu, sehingga Cyra pun hanya mempekerjakan satu asisten rumah tangga untuk beres-beres dan mencuci serta nyetrika. Urusan dapur dan belanja segala macam keperluan dapur semuanya di kerjakan sama-sama oleh mamah Mia dan Momy Ezah, dan tidak jarang sebelum Fifah ngidam, dia juga ikut sibuk membantu di dapur. Karena masakan Fifah juga sejak diajarin masak oleh mamah Mia jadi semakin lezat.


"Hehe... tidak Mom, ada janji ajah," ucap Cyra malu-malu.


"Janji dengan siapa? Apa dengan mantan kamu itu?" tanya momy lagi.


 Cyra menunduk dan menggangguk, "Apa momy keberatan kalo Cyra dekat dengan Naqi lagi?" Cyra kali ini tidak mau egois dia ingin mengetahu gimana pendapat ibu kandungnya, karena bagai manapun Mereka adalah orang yang secara tidak langsung juga bisa menilai gimana Naqi dan mungkin juga penilaian mereka bisa di jadikan Cyra tambahan untuk menilai prilaku Naqi.


"Tidak kok, momy hanya bertanya. Tapi kamu sendiri perasaanya dengan Naqi gimana? Dan menurut Cyra yang akhir-akhir ini sudah dekat dengan Naqi, gimana apa Cyra melihat ada perubahan di sikap Naqi?" tanya momy dengan sangat hati-hati. Karena momy tahu yang bisa menilai hanya Cyra karena Cyra lah yang menjalani semuanya.


"Jujur Mih, dari dulu hubungan Cyra dan Naqi kan terjadi karena perjodohan. Banyak kejadian yang Cyra tidak sukai dari hubungan pernikahan kita. Dari mulai berbohong, dan lain sebagainya. Hubungan kita dulu memang tidak yang semengerikan seperti hubungan yang gagal pada umumnya. Kami bisa di bilang menjalani pernikahan saling menguntungkan. Dan perlakuan Cyra ke Naqi kayak hanya sebatas balas budi, karena Naqi baik sama Cyra. Begitu pun Naqi dia seolah sama balas budi karena Cyra patuh dan mau sajah diajak berbohong demi memuluskan hubungan Naqi dan mantan kekasihnya. Tapi sejak adanya kejadian yang memaksa kita pisah baik Cyra dan Naqi, ternyata merasakan yang sama. Merasakan bqhwa kami saling sayang bukan sekedar kasihan dan balasan budi dari yang sudah kami lakukan. Sekarang juga mas Naqi beda banget dengan dulu. Dulu baik sama-sama baik. Dan sekarang juga baik dan perhatian. Bahkan baik dan perhatianya melebihi siapapun," jawab Cyra menjelaskan, dan dia juga bisa memahami arti dari perceraianya.


"Kalo memang yang di rasakan kamu seperti itu, Momy akan dukung kamu terus. Apapun keputusan kamu Momy tidak akan menyalahkan kamu. Karena percaya atau tidak setiap kejadian pasti ada hikmah di dalamnya. Seperti kamu yang bisa mengartikan arti dari semua perasaan kalian setelah kalian kehilangan. Betul begitu?" ucap Momy dengan menoel lengan putrinya yang sedang makan. Bahkan Cyra harus makan seorang diri disaat yang lain masih tertidur karena hari ini hari libur maka mereka masih bermalas-malasan, tidak ketinggalan Qila, juga kalo hari libur ia akan berlomba dengan Meta dan Mesy. Tetapi tidak pagi ini Meta di dalam kamarnya sudah terbangun dari subuh hal itu karena Fifah yang mual-mual terus karenq bawaan anak Meta sepertinya sangat manja.


"Maaf yang Baby gara-gara Dady, kamu jadi kayak gini. Apa lebih baik kita gugurin anak ini ajah? Nanti kalo Mesy udah gede kita bikin lagi?" usulan Meta, berat sih tapi kalo lihat Fifah seperti ini sungguh tidak tega, dengan tubuh lemasnya Fifah bahkan masih menyusui Mesy. Ini baru hari pertama Fifah di nyatakan hamil tetapi tubuhnya sudah pucat dan juga lemas, gimana kalau sampai sembilan bulan. Meta dibuat bergidik oleh bayanganya sendiri.


Bruukkk... Fifah yang lagi meyusui Mesy dengan duduk bersandar di dasbord tempat tidur pun memukul Meta tepat di dadanya. Tidaak peduli Meta meringis karena pukulan Fifah. "Kalo ngomong jangan asal Ded, sampai kapan pun Fifah tidak akan gugurin anak ini. Lagian sudah resiko memang ibu hamil kayak gini. Klo kamu nggak mau lihat aku kayak gini harusnya kamu juga jangan nyangkul tiap malam. Ini mah tiap malam nyangul, pagi juga nyangkul gimana enggak langsung jadi," dengus Fifah. "Tapi dulu dia dan Niko biarpun lebih sering malah sehari bisa sampai tiga kali setengah tahun pernikahan baru hamil. Sedangkan dengan Meta masih hitungan minggu sudah hamil ajah. Berati memang bibit Meta kualitas unggul. Seperti itu kira-kira pikiran Fifah.


Meta pun meringis, gara-gara kena omel Fifah. "Ia Baby sekarang malah gara-gara keenakan jadi puasa lagi. Coba ikutin saran Mpok Mia, kita tunda dulu, si j*nior pasti masih masa tiap malam di jatah. Aku pikir kalo lagi hamil boleh tiap malam. Taunya di jewer sama bu dokter," kekeh Meta. Yah tadi ketika mereka priksa Meta menanyakan hal itu. Dan bu dokter pun melotot seolah akan menjewer telinga Meta.



Tiitt... Titiii... Naqi sudah ada di depan rumah Cyra. Cyra pun ketika tahu Naqi sudah ada di depan rumahnya langsung bergegas untuk keluar. Tentu sebelumnya sudah pamit dengan momy dan juga mamah Mia.


Cyra terkekeh ketika melihat mantan suaminya, yang biasanya duduk di belakang kemudi mobil mewahnya, kali ini duduk di atas jok motor metic yang tidak terlalu baru keren, Naqi pun menyambut pagi yang cerah dengan senyuman terbaiknya.


Cyra berjalan menghampiri Naqi. "Mau kemana nih?" tanya Cyra sembari mengambil helm yang Naqi sodorkan.


"Maunya kemana? Abang ojek pasti akan antar," ucap Clovis setengah berkelakar.


"Oh... Jadi sekarang penginya jadi abang ojek nih?" goda Cyra.


"Enggak apa-apa lah, asal ojek cinta," balas Naqi dengan tawa renyahnya. "Ini kamu enggak di marahin sama momy, mamah Mia atau Meta kan?" tanya Naqi, takutnya nanti ia pulang kena semprot kan berabeh.


"Momy, aman. Mamah Mia, aman. Meta, dia lagi sibuk, kak Fifah lagi hamil lagi, jadi dari semalam di kamar terus, soalnya kak Fifah ngidam cukup parah, kasihan muntah-muntah terus," ucap Cyra sembari mencoba memasang helm di atas kepalany. Naqi terkejut dengan ucapan Cyra, tetapi tanganya membantu Cyra merapihkan helmnya. Pokoknya sudah sangat persis kencan seperti ABG di luaran sana.


"Kamu serius, Meta mau punya anak lagi?" tanya Naqi tanganya masih di bawah dagu Cyra memasang helm yang baru Naqi beli. Yah Naqi enggak mau pake helm Al, alasanya bau. Sehingga ia meminta Al untuk membelikan yang baru dua.


"Iya, kemarin Meta mengumumkan kalo kak Fifah hamil lagi, hebat kan?" ucap Cyra sembari tersenyum ringan.


"Hebat sih, tapi apa enggak kasihan sama anaknya yang masih kecil?" ucap Naqi.


"Kasihan makanya kemarin Meta di marahin sama mamah Mia gara-gara ngehamilin istrinya, lucu deh," ucap Cyra sembari terkekeh. Membayangkan kejadian kemarin ketika Meta di sidang mamah Mia.