Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Kepolosan cyra


"Udah lama Na?" tanya Sam yang baru sajah sampai di tempat Rania dan dirinya membuat janji. Memang Rania dan Sam lebih dulu Rania yang sampai. Itu karena tempat Sam lebih jauh dibanding jarang tempat Rania dengan lokasi janjian mereka.


"Oh, nggak terlalu ko. Paling juga lima belas menitan," balas Rania sembari mempersilahkan Sam untuk duduk, dan memesan makanan dan minuman buat mereka.


Sam menggeser kursi dan duduk dihadapan Rania. "Ada yang penting Na, ko tumben pengin ketemu?" tanya Sam langsung ketopik perbincangan mereka.


"Sebenarnya nggak penting-penting banget sih, cuma pengin memastikan sajah, yang dibilang Naqi itu benar." Rania mulai menghirup napasnya dalam-dalam lalu membuangnya.


"Memangnya Naqi bilang apa? Waduh jangan-jangan dia ngegibahin gue yah?" tanya Sam, tentu ia penasaran Naqi sudah bilang apa sajah dengan Rania.


"Engga ngegosip sih, hanya kemarin Naqi menemui gue, dia bilang bahwa loe menyukai istrinya. Apa bila rencana Naqi telah tercapai dan mereka bercerai loe akan mulai mendekati Cyra," jelas Rania sembari menyeruput jus yang ada dihadapanya.


"Oh, kirain dia ada bilang macam-macam tentang gue. Kalo masalah itu memang benar gue tertarik sama Cyra, terlebih Naqi dan Cyra hanya menikah di atas kertas. Gue juga simpati dengan nasib Cyra, maka dari itu gue bilang demikian pada Naqi. Intinya gue pengin yang terbaik dengan kehidupan masa depan Cyra," jelas Sam.


"Gimana kalo gue sama loe kerja sama. Gue takut mereka jatuh cinta. Maka dari itu kita harus mengawasi mereka dan memastikan bahwa mereka tidak akan pernah jatuh cinta," tawar Rania.


"Jujur Na, kalo  gue percaya sama Naqi. Terlebih dia itu sayang banget sama loe. Enngak mungkin lah dia mau menghianati loe. Naqi itu tipe yang setia lagih. Gue kenal Naqi dari SMA. Kuliah bareng sampe sekarang juga kerja masih suka bareng.Jadi gue rasa ketakutan loe nggak berdasar sih." Sam justru Santai dan tidak mudah terpancing dengan kekhawatiran Rania.


"Ko loe bisa santai banget gitu sih. Apa jangan-jangan loe nggak beneran suka sama tuh cewek," tuduh Rania.


"Ya gue harus gimana? Na, bahkan mereka nikah itu belum ada satu bulan dan aku sering mengunjungi rumah Naqi buat mengobati luka Cyra dan dia itu ya biasa sajah. Kaya gue sama loe nggak ada rasa apa-apa, gue juga tau kali kalo cewek atau cowok yang mendam rasa itu tingkahnya beda. Gue yakin kalo Cyra itu nggak kaya gitu. Apa lagi Naqi gue yakin banget dia setia 100% sama loe. Percaya deh sama gue." Sam meyakinkan Rnia agar dia jangan terlalu parno.


"Jadi yang Naqi bilang kalo Cyra luka karena dianiyaya benar?" tanya Rania mulai kepo, awalnya Rania mengira bahwa Naqi menambah-nambahkan cerita. Sebab ia pikir terlalu nggak masuk akal bahwa ditahun yang serba moderen sekarang masih ada gadis yang dikurung dan dianiyaya.


Sam menyeruput jus yang barusan diantar oleh pelayan. Tenggorokannya sudah mulai kering. lalu Sam mengangguk membenarkan jawaban Rania. "Emang kamu kira bohongan?" tanya Sam dengan terkekeh.


"Ya gitu deh, aga aneh yah, ko bisa dia diam saja dianiyaya sampai luka-luka?"


"Kamu sama kaya aku pertama kali  Naqi bilang, aku pikir dia tersiram air panas atau apalah, tapi ternyata lukanya itu bukan hanya luka bakar Na, di punggung dia itu ada luka bekas cambukan gitu. Biru dan garis-garis panjang dan ada yang beberapa lecet," jelas Sam sembari membayangkan luka-luka Cyra yang pernah ia lihatnya.


"Ih {Rania bergidig, membayangkan luka-luka itu} Dan kamu liat semua luka-luka dia yang ada dipunggungnya, dia telanjang dong?" tanya Rania terlalu kepo keinti.


Hahaha ...  Sam tentu tetawa dengan lepas. "Na gue itu dokter, jangankan punggung, yang lebih dari itu juga gue sering melihatnya. Resiko jadi dokter ya gitu, gue harus mau ngebatin luka dimanapun letaknya, dan itu nggak boleh pake nafsu yah ngobatinya," kekeh Sam.


"Enggak maksud gue, tuh cewek mau ajah telanjang didepan loe?"


"Ya engga telanjang juga Na, dia pake penutup dan gue hanya liat bagian punggung yang luka sajah, dan gue juga nggak mungkin lirik-lirik kebagian yang lain. Cyra pun awalnya nggak mau menunjukan lukanya karena mungkin dia malu atau apalah namanya juga luka dipunggung, tapi waktu itu lukanya berdarah dan mungkin sudah sangat menyakitkan buat dia, akhirnya nyerah deh dia. Mau juga gue periksa," Imbuh Sam.


"Oh, kirain dia mau gitu ajah kalian telucuti pakaianya, berati dia cewek gampangan dong," tuduh Rania.


"Kamu jangan gitu deh, dia baik ko," bela Sam.


"Ya iyalah baik kan loe suka," tuding Rania.


"Ya makanya itu karena gue suka, jadi pengin lindungin dia, dan nggak pengin ada yang menilai dia jelek memang pada kenyataanya dia itu baik. Bahkan dia mau sajah dimanfaatkan Naqi untuk mendapatkan warisan kakenya. Setelah dapet warisan itu dia mau sajah diceraikan begitu saja. Kalo itu gue si ogah banget gue ngorbanin perasaan buat kebahagiaan orang lain. Kalo gue langsung gue tolak dari awal," bela Sam.


"Jadi rencana loe giaman?" Rania memastikan.


"Kalo gue dari awal memang konsisten akan menunggu sampai perjanjian mereka selesai," jawab Sam yakin.


"Kalo ternyata mereka tidak jadi cerai gimana? Malahan mereka melanjutkan pernikahan mereka karena sudah saling nyaman?" tanya Rania pada Sam.


"Iya sih, cuma gue rada was-was ajah takutnya mereka mengingkari janji," imbuh Rania.


"Loe tenang ajah, andai itu terjadi. Gue yang akan maju, gue habisin tuh Naqi. Gue ajah tarung di ring tinju," kekeh Sam. Rania pun akhirnya ikut terkekeh. Mereka pun akhirnya mengobrol santai dan menikmati makan malam bersama. Terlebih mereka sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama lagi.


****


Di rumah Naqi


Naqi  terkekeh ketika Cyra berkata dengan polosnya bertanya pada Naqi tugas melayani suami.


"Ko Mas malah tertawa sih, ada yang lucu?" tanya Cyra sembari memanyunkan bibirnya.


"Abisan kamu itu terlalu polos Cyra, masa nggak tau melayani suami itu gimana?"


"Ya gimana, orang nggak tau betulan, bukanya dikasih tau malah diketawain. Dosa loh," ancam cyra.


"Yang dosa itu kamu. Karena kamu nggak bisa melayani suami, nanti bisa-bisa masuk neraka," balas Naqi.


"Ih Mas ko gitu sih, nakut-nakutin," rajuk Cyra.


"Ya udah tanya ajah sama Mamih kalo nggak percaya."


"Ajarin kalo istri nggak bisa. Bukan malah minta Mamih yang ajarin." Cyra menatap sinis pada Naqi.


"Ya udah nanti malam kita belajar yah," jawab Naqi sembari mengedipkan matanya.


"Loh ko nanti malam, kenapa nggak sekarang ajah," protes Cyra dengan berjalan mengikuti Naqi.


"Kalo sekarang aku baru mandi Cyra, masa nanti mandi lagi. Lagian aku juga belum makan, lapar Nanti malah pingsan ditengah-tengah perjalanan malah bikin repot." Naqi terus sajah  berkata, dan justru semakin membuat Cyra bingung dong.


"Emang tempatnya jauh yah Mas?" tanya Cyra.


"Iya jauh adanya di kayangan," balas Naqi asal, Cyra hanya mengangguk angguk biarpun belum begitu paham tapi toh menunggu malam kan tidak lama lagi. Dia akan bersabar sampai malam tiba dan ia berharap Naqi benaran menepati janjinya untuk mengajarkan tugas-tugas istri.


Kini mereka tengah menikmati makan malam, dan tentunya tanpa Papih Naqi, sebab sudah satu minggu ini kakek memerintahkan Papih untuk mengurus anak perusahaan yang berada di kota lain. Makan malam telah selesai dan kini Naqi di ikuti oleh Cyra naik kembali ke kamar mereka.Cyra sudah tidak sabar menagih janji Naqi.


"Mas ini udah malam, dan kita sudah makan malam. Mana  janji Mas tadi?" tanya Cyra ketika mereka baru sajah masuk ke kamarnya.


"Astagah Tuhan kenapa dia masih inggat," keluh Naqi.


 Naqi pun mendekat kearah Cyra dengan tatapan yang siap menghunus. Cyra tentu sajah merasa Naqi berbeda dan memundurkan tubuhnya. Mundur-mundur dan semakin mundur sehingga.....


Ah... pekik Cyra yang merasa tubuhnya membentur sesuatu, dan tampak Cyra meringis menahan sakit dipunggungnya, tentu sajah Naqi kembali panik, dan membopong tubuh Cyra dan memindahkan tubuhnya keatas kasur...


                                                                         **********


Terima kasih buat yang sudah berkenan mampir, jangan lupa tinggalkan jejak, tekan fav, like dan komen


# Jangan lupa juga mampir ke novel othor yang satu lagi "BEAUTY CLOADS" ceritanya nggak kalah seru loh.