
Makan malam yang ditunggu akhirnya datang juga, Cyra dengan tidak sabar ingin segera bertemu dengan kakek, dan meyakinkanya bahwa ia sangat bersungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita yang semenjak kecil itu selalu ia impikan, yaitu menjadi model.
"Kamu mau makan di kamar atau ikut makan di bawah?" tanya Naqi, yang justru disengaja untuk meledek Cyra. Naqi tentu sudah tau bahwa istrinya sejak tadi tidak sabar menunggu momen makan malam ini, bukan kerena sudah kelaparan, tetapi karena akan memperjuangakan cita-citanya yang sudah ada di depan mata, tetapi kakek yang belum mengizinkanya.
"Ih... ikut makan dibawah dong Mas. Aku udah nggak sabar nungguin dari detik ke menit dari menit ke jam untuk makan malam. Masa malah makan dikamar," beo Cyra dengan memanyunkan bibir tipisnya.
"Ya udah, nggak usah manyun gitu bocil, yuk turun ke bawah, sambil gandengan biar keliatan mesra sama kakek." Naqi mengulurkan tanganya agar Cyra mau menggandenganya.
Cyra pun menerima uluran tangan Naqi, karena ia tidak mau misinya gagal, maka dari itu ia mengikuti sajah apa saran dari suaminya itu.
Benar sajah mamih dan kakek sudah lebih dulu duduk di meja makan. Mereka pun tertuju sama Cyra dan Naqi yang dengan mesra Naqi menuntun Cyra seperti orang sakit sajah.
"Gimana keadaan kamu Cyra?" tanya kakek dengan suara tegasnya.
"Sudah baikan kek, ini mah Mas Naqi sajah yang terlalu berlebihan, melarang Cyra ini itu, padahal Cyra udah sembuh ko Kek," ujar Cyra dengan melepas rangkulan dari Naqi dan mulai duduk di kursi samping suaminya itu.
"Ya udah ayo langsung makan ajah, udah lapar dari tadi nungguin kalian lama banget. Mbok yo kalo mau mestra-mesran di tunda dulu sampe abis makan malam. Jadi kita nggak lama nungguin kalian," oceh mamih sembari melirik Naqi, sepertinya mamih membalas keisengan Naqi tadi pagi.
Naqi yang sadar bahwa mamih membalas perbuatanya tadi pagi pun hanya terkekeh.
Sementara Cyra dengan telaten melayani Naqi mengambilkan makananya, kini Cyra secara perlahan sudah membiasakan diri melatih melayani suami. Itu semua karena tanpa sepengetahuan Naqi, Cyra diam-diam bertanya pada Mamih, dan kini ia tengah belajar melayani Naqi sebagai suaminya, tetapi pasti ada terkecualinya yaitu urusan adon mengadon mochi Cyra tidak bisa melakukanya karena Cyra pun tidak ingin menghianati perjanjian mereka dan janjinya dengan Rania.
****
"Kek, Cyra pengin bicara, ada yang pengin Cyra jelasin sama Kakek," ucap Cyra setelah makan malam selesai.
"Kita ngobrol di ruangan kerja Kakek," balas kakek, tanpa menoleh ke arah Cyra maupun Naqi. Lalu kakek pergi keruangan kerjanya. Sementara Naqi dan Cyra mengekor dibelakangnya.
Mamih hanya bingung, ada apa sebenarnya kenapa menantu dan anaknya berwajah serius sekali, dan juga papah mertuanya pun sama ajah wajahnya nampak banyak beban pikiran.
"Udah kamu rundingka, apa yang tadi Kakek katakan dan apa kesimpulanya?" tanya kakek pada Naqi, dengan wajah yang sangat serius.
"Udah Kek, biar Cyra menjelaskan sajah Kek, agar dia bisa mengutarakan isi hatinya," balas Naqi dengan melirikan matanya pada Cyra.
Cyra pun yang melihat Naqi memberikan kode padanya, dengan gugup tatapi mencoba tenang menjawab pertanyaan kakek. "Sebelumnya Cyra ucapkan banyak terima kasih atas waktu yang Kakek berikan." Cyra menarik nafasnya sejenak, yang sudah mulai sesak. "Mas Naqi barusan sudah bilang sama Cyra perihal rencana dan kesempatan yang Mas Naqi berikan untuk mewujudkan Cita-cita Cyra. Tentu Cyra sangat senang dan merasa terharu sekali, karena menjad model adalah keinginan Cyra semenjak kecil. Walaupun beberapa kali Cyra menyadarkan diri bahwa hal itu mustahil Cyra raih, tetapi beberapa kali juga Cyra terus memompa diri dan percayaan bahwa Cyra bisa meraihnya asalkan bersungguh-sungguh dalam berdoa dan beeusaha. Mungkin sajah doa Cyra dikabulkan oleh Alloh lewat tangan Mas Naqi. Maka dari itu Cyra ingin meminta izin pada Kakek agar memberikan kepercayaan pada Cyra untuk mewujudukan impian Cyra menjadi model." Cyra dengan halus dan sopan sudah menyiapkan rangkaian kata-kata, yang Naqi sendiri tidak membayangkan bahwa Cyra sudah dengan matang menyiapkan jawaban semaksimal ini.
Kakek pun mengangguk-anggukan kepalanya, tanda puas dengan jawaban Cyra. "Apa ini murni jawaban dari hati kamu, atau Naqi yang sudah meracuni kamu?" Kakek tidak kehilangan akal untuk memojokan cucunya, dan menyiapkan mental Cyra agar tidak mudah berputus asa.
"Sama sekali bukan Kek, justru Mas Naqi barusan berkata bahwa lebih baik aku tetap di rumah karena kerja ataupun tidak aku akan tetap mendapatkan uang. Namun, bukan sekedar materi yang membuatku tertarik ingin menjadi model. Aku ingin menunjukan pada orang-orang diluar sana bahwa manusia dengan kekurangan ditubuhnya pun berhak sukses dan dikenalin banyak orang. Cyra ingin menunjukan bahwa kekurangan bukan lah akhir dari kehidupan. Namun, Cyra ingin menunjukan bahwa dengan kekurangan kita, masih ada kelebihan yang lain bisa kita gunakan untuk tetap berbuat baik." Cyra dengan yakin dan tegas menampik semua tudingan kekek terhadap Naqi.
Kakek, nampaknya makin yakin dengan jawaban Cyra. " Meskipun nanti kamu disembunyikan identitasnya sebagai istri Naqi?" tanya Kakek, andai Cyra bisa menjawab pertanyaan kakek yang terakhir ini dengan memuaskan, tentu kakek akan mengizinkan Cyra untuk memulai menjadi model dan Naqi pun diizinkan untuk menutup jati diri istrinya.
"Itu justru lebih baik Ke, Cyra ingin menunjukan bahwa Cyra berhasil karena kemampuan Cyra sendiri, tanpa embel-embel yang lainya. Tentu kalo Cyra menggunakan setatus sebagai istri dari Mas Naqi, produser dan team yang lain menilain Cyra karena orang hebat yang berdiri dibelakang Cyra bukan karena kemampuan Cyra. Namun, apabila Cyra dikenal karena kemampuanya, ditempat manapun Cyra berdiri akan tetap bisa bercahaya dan terlihat oleh semua orang." Lagi, Kakek terkerkesima dengan jawaban yang Cyra berikan.
"Baiklah kalo memang kemauan kamu begitu, Kakek akan izikan kamu menjadi model di produk maskara itu, tapi ingat kamu harus memanfaatkan emas ini dengan sangat baik. Tunjukan pada orang-orang yang pernah meremehkan kamu dan memandang rendah kamu karena kekurangan yang kamu miliki. Serta jadikan kamu contoh yang hebat buat orang-orang yang memiliki perbedaan seperti kamu." Kakek menasehati dengan lembut agar Cyra kelak bisa keluar sebagai contoh banyak orang yang memiliki kekurangan tetapi bisa menutupinya dengan kelebihan yang lain.
"Pasti Kek, Cyra akan sangat serius dan bersungguh-sungguh untuk memujudkan Cita-cita Cyra. Cyra juga tidak akan mengecewakakan Kekek karena telah memberikan izin untuk meraih semua impian Cyra, serta Mas Naqi yang sudah memberikan peluang buat Cyra memulai semuanya. Terima kasih banyak," ucap Cyra dengan berkaca-kaca dan menatap kakek dan Naqi. Cyra kini bisa membuang sesak di dadanya yang sejak tadi ditahanya. Gerogi dan takut akan salah menjawab sehingga kakek justru tidak memberikan izin, memenuhi rongga dadanya. Kinia ia bisa bernafas dengan lega karena kecemasanya tidak terwujud.
Cyra menangis bukan karena dia cengeng, tetapi ia seolah masih tidak percaya bahwa nasibnya kini berangsur membaik setelah segala perlakuan ia telah terima dari keluarganya. Namun, kini dia justru mendapatkan keadilan dari orang lain, bahkan orang yang sebelumnya tidak ia kenal sama sekali.
#[Catatan: Jadi semenjak Cyra pindah kerumah keluarga Naqi, Mamih dan Kakek sudah tau kelainan yang Cyra miliki, tetapi mereka tetap memperlakan Cyra dengan baik dan tidak membedakanya. Hal itu membuat Cyra terharu karena justru hal itu berbanding terbalik dengan keluarganya dulu yang malu mengakui Cyra sebagai anaknya dan juga secara tidak langsung ia mendapatkan perundungan dari keluarganya sendiri. ]
Bersambung....
...****************...
Mampir juga ke novel Author yang berjudul Beauty Cloads, ceritanya nggak kalah keren loh...