
[Loh ngapain Anda cari Cyra lagi Tuan, Cyra itu sudah bahagia sekarang. Jadi lebih baik Anda jangan ganggu Cyra lagi kasihan dia juga ingin bahagia hidupnya, sudah cukup penderitan buat Cyra, sekarang tinggal bahagia yang ingin dia rasakan," jawab Meta agar Naqi sadar bahwa Cyra selama hidup dengan dirinya hanya penderitaan yang dia beri, bahagianya Cyra hanya sebatas pura-pura.
[Maksud kamu gimana Met, Cyra udah bahagia yang seperti apa? Apa dengan aku dia tidak bahagia, aku lihat dia bahagia kok. Malahan sangat bahagia] balas Naqi di tidak terima dong Meta secara tidak langsung berkata bahwa Cyra tidak bahagia hidup dengan dirinya, sedangkan Cyra sering tertawa bersama Naqi bahkan tawa lepas dan tawa yang Cyra beri adalah tawa tulus.
[Meta, tidak berkata seperti itu. Cyra juga tidak memungkiri Anda adalah orang pertama yang memberi kebebasan dengan Cyra, dan Cyra pun tidak akan pernah lupa hal itu. Dia juga bahagia di samping Anda, tetapi bahagianya dia sebanding dengan luka yang Anda tinggalkan. Anda sering menjadikan alasan kencan dengan Cyra dan hal itu Anda lakukan agar Anda bisa menemani kekasih Anda yang sedang sakit. Itu sudah sakit buat Cyra, namanya istri pasti akan merasa sakit suaminya lebih mementingkan wanita lain di banding dirinya. Dan itu Anda lakukan bukan sekali dua kali Tuan, tetapi sampai Cyra saja merasa dia hanya rumah singgah untuk Anda. Dan lagi kejadian terakhir ketika Anda meninggalkan dia dalam kondisi paling hina, dan Anda meninggalkanya lagi-lagi demi wanita lain. Kalo pun saya yang jadi Cyra saya akan sama mengambil keputusan seperti Cyra, pergi untuk mencari kebahagiaanya karena, laki-laki yang lebih mementingkan wanita lain selain istrinya sudah jelas laki-laki tidak mencintainya. Dari pada bertahan tetapi memendam sakit, hidup juga tidak bahagia lebih baik seperti yang Anda mau CERAI adaalah keputusan yang kaling tepat,] Meta menasihati Naqi panjang kali lebar seperti pidato Bapak Lurah, tetapi entahlah Naqi bisa di nasihati atau tidak.
[Kalo begitu loe tahu dong di mana keberadaan Cyra? Katakan sama gue di mana dia sekarang. Gue pengi ketemu sama Cyra.] Naqi tetap ingin menemui mantan istrinya itu yang dia anggap masih menjadi istri sahnya.
"Emang dasar kelas kepala, pantas sajah Cyra tetap memilih pergi memang laki-lakinya sangat menyebalkan, aku pun kalo jadi Cyra bisa botak seketika ngadepin laki-laki macam Naqi. Sepertinya Naqi dan Niko satu tipe deh," batin Meta merasa sia-sia menasihati Naqi panjang lebar karena pada kenyataanya laki-laki itu tidak mengerti bahasa yang di gunakan Meta.
[Dia sakit, dan sekarang sudah ada laki-laki yang siap menjaga dan melindunginya setiap saat karena dia juga sudah nikah. Apa iya di saat Cyra juga sudah memilih jalan hidupnya Anda tega datang dan menghancurkan kebahagiaanya. Kalo memang Anda cinta relakan dong dia bahagia dengan laki-laki lain,] Meta makin bingung mau menasihati Naqi dengan cara apa lagi. Baru dia menyingkirkan Niko karena terus meneror Fifah. Apa Meta juga harus segera menyingkirkan Naqi agar tidak membuat orang gila dengan pertanyaan yang nggak penting. Dan buang-buang waktu dengan menasihatinya tetapi malah nasihatnya tidak di dengarkan sama sekali.
[Hahaha... loe jangan ngarang cerita Met, gue bukan orang bodoh yang bisa loh bodohi dengan cerita asala macam kamu katakan ini.] Yah, Naqi lagi-lagi tidak percaya apa yang Meta katakan, sehingga ingin Meta langsung melemparnya dengan sendal tu wajahnya. Untung jauh dan nggak tahu ada di mana coba dekat sudah pasti Meta botakin tuh rambut biar dia bisa berfikir jernih.
[Yang mana menurut Anda yang dikatakan cerita asal, Cyra sudah menikah lagi dan suaminya menerima dengan apa adanya atau Cyra sakit dan sekarang ada laki-laki yang dengan ikhlas dan tulus merawatnya?] tanya Meta di mana nada bicaranya sudah mulai tidak bisa di sesuikan lagi. Yah Meta sudah sangat malas melayani Naqi. Pengin rasanya memutuskan sambungan telepon itu tetapi pasti nanti Naqi makin gila.
[Nikah lagi. Mana bisa dia nikah lagi sedang dia saja masih menjadi istri sah gue,] ucap Naqi dengan percaya diri.
[Istri? itu hanya menurut Anda sajah Tuan, semuanya sudah berakhir Anda dan Cyra sudah bukan suami istri lagi. Dan lagian Anda saja bisa meninggalkan Cyra yang setatusnya jelas pada saat itu istri Anda. Masa sekarang Cyra tidak boleh menikah lagi padahal kalian sudah cerai. Boleh dong nikah lagi tanpa menunggu masa idah, toh Cyra juga masih tersegel kan?] Meta justru sengaja meledek Naqi agar dia semakin menyesali telah membuang berlian mana Cyra masih ting-ting lagih otomatis semakin nyesel dong tuh laki di mana malah nanti yang dapat per*wanya laki-laki lain. Padahal dia udah di beri kesempatan untuk mengambil keper*wananya tetapi malah tidak di lakukan.
[Maaf Tuan, saya sedang bekerja, dan bos saya sudah meperingatkan saya kalo saya sejak tadi memainkan ponsel terus,] Meta yang makin malas dengan Naqi pun memutuskan untuk memutus sambungan teleponya. Yah, tanpa menunggu jawaban dari Naqi Meta memutuskan sambungan telepon Naqi. Tidak lupa juga Meta langsung meng'non aktifkan ponselnya biar aman dari Naqi.
"Rasain gue matiin tuh handphone habisa ngeselin banget tuh laki, di nasihati sampe berbusah mulut kagak mempan auranya nggak ngeri mesti nasihatin pake bahasa apa lagi sih," oceh Meta sembari melihat ke kontak Naqi.
Sementara Meta tengah mengomelin Naqi yang memang keras kepala nggak ada duanya. Naqi di tempat berbeda pun tengah melakukan hal yang sama ia juga tengah mengomeli Meta, karena telah memutuskan sambungan teleponya.
"Kurang ajar laki-laki ben-cong itu, berani-beraninya dia mematikan teleponya. Awas ajah ketemu sama gue, gue patahin lehernya." Naqi juga sama marah sama Meta karena sudah berani mematikan sambungan teleponya sedangkan dia belum selesai berbicara.
Naqi memukul setir mobilnya berkali-kali dan mengacak-acak rambutnya. "Kemana lagi aku harus cari keberadaan Cyra. Aku pengin dia tahu kalo aku masih sayang sama dia.Aku sayang, sayang banget sama kamu Cyra." Naqi pun mencoba kembali berfikir, kalo kakek, mamih, produser Cyra, Meta, tidak berhasil membuat dia tahu di mana keberadaan Cyra lalu siapa yang kira-kira bisa ia gali lagi informasinya.
Cukup lama Naqi kembali berfikir, sampai ia teringat Qari "Qari, Alzam, yah aku akan coba bertanya sama mereka." Naqi yang tahu sekali bagai mana sifat adiknya. Sangat berharap bahwa Qari mau mengatakan di mana Cyra. Qari memang tadi berkata tidak akan mengatakan di mana Cyra, tetapi apabila sudah di rayu dan dibujuk-bujuk biasanya dia akan dengan sendirinya mengatakan sejujurnya. Sehingga Naqi kali ini akan menemui Qari di kantor.
Naqi buru-buru menyalakan mobilnya dan menuju kantor kakeknya, di mana Qari pasti tengah disibukan dengan laporanya tinggal gunakan sedikit rayuan dan bujukan, kalo perlu pancingan bonus yang menggiurkam nanti juga Qari akan berubah fikiran. Begitu kira-kira yang ada di isi kepala Naqi.
#Terus berusaha yah bambang Naqi pokoknya selama bulan Agustus kamu harus berjuang, pokoknya kamu masih tertindas, belum merdeka. Jadi semangat berjuang bambang Naqi....