Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Model Iklan Maskara


Naqi masuk kekamarnya masih dengan wajah tersenyum jahilnya. Sampai ke dalam kamar justru ia makin tertawa dengan keras...


Hahahah..


Hahahaha..


"Kenapa sih Mas kayaknya seneng banget?" tanya Cyra yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi, tentu kini udah lebih segar dari sebelumnya.


"Aku hanya geli sajah membayangkan ekspresi mamih sama kakek tadi lucu banget kalo bayangkan muka mereka." Naqi masih tertawa kecil sembari menjawab pertanyaan Cyra.


"Engga tau, Mas bahas apa," ucap Cyra dengan berjalan menghampiri Naqi yang membawa sarapan dua beserta air minumnya.


"Iya kamu nggak akan ngerti maksud Mas, lagian kan pembahasanya 21+ jadi kamu bocil nggak akan bisa mudeng," kekeh Naqi, justru makin tertawa lebat.


"Kenapa sih Mas, bilangnya bocil mulu, emang kalo bocil gimana?" tanya Cyra dengan polosnya.


"Ya kaya kamu, bahkan kamu sama adikku pun lebih tua adikku. Qari bahkan sekarang sudah berumur 21 tahun, dan kamu masih 18 tahun itu namanya bocil. Kalo bocil belum bisa diajak bikin mochi," kekeh Naqi teringat candaanya tadi dengan kakek dan mamihnya.


"Mochi? Kalo bikin mochi mah aku bisa, jago lagi. Tinggal bikin pake tepung beras ketan diulenin dengan air hangat, lalu dikukus.dan dikasih isian kacang. Aku pernah bikin dan rasanya lebih enak dari mochi yang dijual itu," ujar Cyra dengan banggat karena dia bisa membuat mochi. "Nanti deh kapan-kapan aku bikinin, dijamin Mas bakal ketagihan minta aku bikinin lagi," oceh Cyra, tanpa tau yang Naqi maksud mochi dalam pikiranya.


"Udah, kita makan dulu ajah, bahas mochinya nanti lagi. Lagian bocil mana tau bikin mochi yang bisa ngoceh," gumam Naqi, meremehkan Cyra.


Akhirnya mereka pun makan dengan lahap, terutama Cyra seolah tidak dikasih makan satu tahun sehingga makanya sangat lahap. Tidak lama makanan mereka habis dan Naqi bersiap untuk berangkat kekantor karena hari ini ada pertemuan dengan para penanggung jawab iklan dan conten creator iklan dan model yang akan mengiklankan produk baru mereka..


"Aku berangkat kerja dulu, kamu diam dikamar. Jangan keluyuran terus, buat makan siang nanti aku minta bibi untuk mengantarkan kesini." Naqi sebelum benar-benar berangkat kerja sudah memastikan bahwa semua keperluan Cyra terpenuhi.


"Iya, makasih Mas," ucap Cyra dengan tulus.


"Hemz..." Naqi hanya membalas dengan deheman, laku pergi meninggalkan Cyra dikamarnya sementara dia akan segera berangkat kerja.


Naqi sampai di kantor pukul sebelas siang, hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan, tetapi kali ini ia justru datang telat.


"Siang Pak." Banyak yang menyapa Naqi dengan ramah, Naqi pun membalasnya tak kalah ramah.


"Zam, rapat dengan team Content Creator iklan jam berapa?" tanya Naqi pada Alzam, asisten serta sekertaris pribadinya.


"Rapat dimulai habis duhur Pak, tumben Anda datangnya telat?" tanya Alzam yang semenjak pagi sudah sibuk dengan pekerjaanya sementara Naqi justru baru datang, memang sih di bos disini, tetapi tidak seperti kebiasaan Naqi yang selalu datang tepat waktu, bahkan tak jarang Naqi justru datang lebih pagi dari pada dirinya yang notabenya adalah asisten dan sekertaris.


"Baiklah aku masuk, dulu mau menyelesaikan kerjaanku sebelum rapat dimulai."


"Silahkan Pak," balas Alzam dengan ramah.


***


Pukul satu, Rio dan Alzam sudah bersiap akan menuju ruangan meeting dan ketika masuk keruangan ternyata sudah banyak team yang sudah berkenan menunggunya.


"Baiklah karena nampaknya semua team sudah berkumpuk, jadi kita mulai sajah meetingnya. Sudah tau semua pasti meeting kita ialah pembahasan mengenai iklan dari produk baru kita. Silahkan perwakilan dari penanggung jawab periklanan jelasnya konsepnya." Naqi membuka meeting hari ini dengan santai dan tentunya tetap serius.


Salah seorang dari perwakinan team iklan pun berdiri.


"Sebelumnya kami mohon maaf, karena ternyata ada salah satu model yang mengundurkan diri. Sehingga kami kekurangan model, apabila di sini ada yang memiliki kenalan model atau bahkan wanita cantik boleh ciajukan, tidak harus model profesional, asalkan memiliki bulu mata yang lentik dan cantik, karena model yang mengundurkan diri dia akan mengiklankan produk maskara," jelas salah satu team iklan dengan berharap menemukan wanita yang dimaksud.


"Bulu mata cantik, dan lentik.Cyra memenuhi kriteria itu. Apa aku coba beri kesempatan untuk dia agar memulai karirnya di prodak aku yah? Kasihan juga ia ingin menjadi model tetapi tidak memiliki pengalaman apa-apa," batin Naqi justru sibuk dengan fikiranya sendiri sehingga ia tidak begitu fokus dengan penjelasan team yang menjelaskan konsep iklan untuk produk barunya.


"Mas coba kalian jelaskan konsep iklan untuk maskara?" Rasanya Naqi tidak sabar ingin segera tau konsepnya dan apabila konsepnya cocok Naqi akan mengusulkan Cyra sebagai model, karena Naqi yakin pada kemampuan Cyra biarpun ia akan menjadi pendatang baru di dunia model, akan tetapi karena Cyra yang gampang untuk diarahkan, maka Naqi akan mencoba memberikesempatan pada istrinya itu.


Sang kreator iklan pun mulai menjelaskan dengan detail konsep iklan untuk produk maskara. Dengan menonjolkan keindahan bulu mata dari sebelum menggunakan maskara sampai setelah menggunakan maskara. Tentu setelah mendengar konsep iklan serta mencocokan dengan Cyra. Naqi yakin bahwa Cyra bisa melakukan itu dengan baik terlebih wajah Cyra yang cantik, hanya perlu polesan sedikit sajah maka dia sudah bisa memamerkan wajah cantiknya.


"Baiklah untuk model aku ada satu calon cewek yang aku rasa cocok untuk menjadi model maskara itu, kamu hanya butuh membimbingnya agar terlihat model profesional dan berkelas," ucap Naqi dengan yakin.


"Anda yakin Tuan, kita tidak usah mengambil model dari agensi terkenal?" tanya Alzam meyakinkan.


"Tidak perlu, kalo iklan ini berhasil menggunkan jasa wanita itu, setelahnya tetapkan calon model ini sebagai brend abassador dari produk-produk kita. Karena berati kita bisa memberikan kesempatan buat para model pemula." Naqi dengan yakin, apabila Cyra berhasil dalam iklan ini maka dia akan dijadikan Brand Ambassador dari produk-produknya. Tentu setelah melihat penjelasan conten creator iklan maskara, ini adalah kesempatan emas buat Cyra untuk mengawali karirnya. Karena dia tidak harus berlenggok-lenggok diatas catwalk untuk memarkan bakatnya, tetapi ia hanya perlu memamerkan bulu matanya yang semakin cantik setelah menggunakan maskara dengan fungsi terbaru yaitu memajangkan dan anti luntur.


Setelah rapat selesai dan semua telah menemukan solusi dan kesepakatanya. Kini Naqi dengan semangat kembali keruanganya ia sudah tidak sabar memberikan kabar gembira ini pada Cyra.


"Pasti Cyra akan setuju dan seneng kalo aku bawa kabar gembira ini," gumam Naqi. Dia tau bahwa Cyra adalah gadis yang pantas untuk ia bantu. Maka dari itu dia dengan senang hati membantu Cyra untuk mewujudkan mimpinya.


"Pak, ngomong-ngomong calon model itu siapa?" tanya Alzam yang tentu sajah penasaran dengan kandidad dari bosnya.


Padahal biasanya Naqi, tidak pernah mau perduli dengan urusan receh seperti ini. Biasanya Naqi akan menyerahkan sepenuhnya pada orang-orang yang bertanggung jawab menanganinya. Namun kali ini Naqi justru malam ikut terlibat dalam pemiliham model.


"Ada deh, besok kamu juga akan tau siapa orangnya, yang jelas dia masuk kriteria untuk iklan maskara itu," jawab Naqi dengan yakin.