Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Adam Yang Kecewa


Di saat Rania tengah kesal dengan Naqi, begitupun Naqi yang kesal dengan omongan Rania. Adam di tempat lain yang tahu bahwa Rania pergi dengan Naqi pun ikut marah. Adam kecewa dengan Rania yang dinilai egois tidak memiliki perasaan.


Adam tidak menyangka bahwa Rania tega membiarkan Naqi bercerai dengan istrinya. Dan juga Adam marah pada Naqi yang justru meninggalkan istrinya demi Rania. Padahal Adam sudah berusaha meyakinkan orang tuanya dan ketika Adam berhasil meyakinkan orang tuanya, ia malah dikagetkan dengan keputusan Rania. Yang memilih kembali pada Naqi, yang notabenya laki-laki itu sudah memiliki istri.


Padahal Rania hanya butuh waktu sedikit lagi menunggu Adam meyakinkan orang tuanya. Sementara Adam tengah mengusahakan hal itu. Apa salahnya Rania sabar dan menunggunya. Bukan malah datang kepada Naqi dan menggunakan sakitnya untuk menarik perhatian suami orang.


Yah Adam tahu semuanya dari Sam. Sam yang menceritakan semuanya, dan tentu Sam tahu bagaimana keadaan Cyra yang sangat hancur karena suaminya memilih Rania.


"Aku tidak tau Sam, kalo Rania tega melakuan itu. Padahal kemarin-kemarin aku sudah berhasil membujuk dia untuk meninggalkan Naqi. Bahkan aku dan dia juga akan melanjutkan kejenjang yang lebih serius lagi, tapi kenapa malah dia seketika berpindah arah, dan kembali pada Naqi. Hanya karena orang tuaku yang ragu sama dia. Padahal aku sudah meyakinkan orang tuaku dan mereka sekarang mau menerima Rania apa adanya, tapi semuanya sudah kacau. Aku kecewa dengan dia." Adam yang notabenya sangat sabar pun meluapkan kekecewaanya atas perbuatan Rania.


Padahal Adam sudah sayang sama Rania, tidak melihat kekuranganya tidak juga menuntut agar Rania bisa memberi keturunan kelak. Yang terpenting Rania sayang dan nurut dengan apa yang Adam perintahkan. Mengenai pakaian dan ilmu agama yang Rania belum kuasai. Adam akan mengajarkanya pelan-pelan asal Rania mau berjuang bersama. Namun hal itu sepertinya hanya angan-angan saja, semua yang ia lakukan sia-sia kini Rania telah memutuskan sebuah keputusan yang banyak melukai orang lain terutama Cyra dan Naqi.


"Aku pun sama Dam, dulu aku suka sama Cyra tapi lihat Naqi dan Cyra yang saling suka aku pun menyerah aku rasa bakal sangat berdosa kalo aku terus mengejar Cyra. Tapi setelah aku mengalah malah Naqi membuat keputusan yang sangat diluar perkirsan aku. Tidak sampe satu minggu hubungan keluarga yang harmonis hancur lebur. Malah sekarang mereka tengah mengurus surat cerai. Entah lah aku pusing dengan pasutri itu. Cyra telalu pasrah, Naqi tidak punya pendirian dan Rania terlalu egois. Mereka punya watak masing-masing yang sulit untuk disatukan.


Adam hanya diam mendengar ucapan Sam. Sekarang nasi sudah menjadi bubur ia mau ikut campur juga sudah tidak bisa lagi menolong rumah tangga Cyra dan Naqi. Kini Adam hanya bisa mendoakan semoga Naqi dan Cyra maupun Rania mendapatkan jodoh terbaiknya yang Allah sudah sediakan.


Andai ia berjodoh dengan Rania pasti akan ada cara untuk menemukanya jalan untuk menuju kesebuah hubungan yang serius. Allah yang akan tuntun mereka.


Begitupun Naqi dan Cyra andai mereka masih ada jodoh. Takdir Allah yang akan menuntun mereka untuk bertemu. Biarkan Tuhan yang mengaturnya. Walaupun dalam hati Adam masih mengharap Rania.


Begitupun Sam ia pasrahkan perasaanya untuk Cyra pada Tuhan. Biarkan Tuhan yang mengatur semua sekenario cintanya. Ia tidak mau memaksakan perasaanya kasihan Cyra apabila dia cinta juga pasti akan ketemu dengan Sam di pelaminan. Pasti dengan perceraian ini membuat Cyra sangat trauma, apalagi dia menikah diusia masih sangat muda pasti banyak membuat mentalnya nggak baik-baik saja.


*****


Di tempat lain Niko tengah marah-marah pasalnya ia baru dikasih tahu bahwa Fifah akan menuntut cerai dari Niko. Dengan alasan Niko melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Niko marah dan akan membuat perhitungan dengan Fifah.


Ia akan menggunakan momen ini untuk menekan Fifah agar mengembalikan uang yang sudah ia kocorkan untuk biaya pengobatan Papahnya.


Niko ingin membuat Fifah menyesal telah melawan dirinya Niko masih sangat marah ketika Fifah mengatakan bahwa dirinya mandul.


Niko pulang kerumah dengan keadaan lesu dan tidak bergairah entahlah badanya beberapa hari ini seperti meriang.


Niko menduga karena faktor cuaca yang akhir-akhir ini buruk dan mengakibatkan badanya drop. Yah menskipun ia masih merasa baik-baik saja ketika sudah terkena sinar matahari. Namun ketiak matahari sudah mulai tenggelam badanya seperti meriang dan menggigil.


"Mas kamu sakit lagi?" tanya Zoya yang melihat suaminya begitu sampai di rumahnya langsung meringkuk di atas sofa.


"Iya nih sayang, rasanya dingin badan," lirih Niko.


Zoya pun langsung buru-buru mengambil selimut tebal di kamar tamu dan langsung membungkus tubuh Niko dengan selimut tebal itu.


Zoya melepaskan sepatu Niko dan membaringkan tubuh suaminya yang tertutup oleh selimut tebal seperti kepompong.


"Mas, Zoya panggil dokter yah. Sudah dua hari ini loh Mas selalu kaya gini. Zoya takut mas kena tipes atau sakit lainya." Zoya mencoba membujuk Niko. Kemarin Zoya sudah meminta Niko untuk memeriksakan diri kerumah sakit, tetapi Niko menolak. Kali ini ketika sakit itu datang lagi, Zoya pun kembali menawarkan agar Niko mau diperiksa dokter.


"Ya udah sayang, kamu panggil dokter terbaik. Sepertinya badanku juga seharian ini untuk makan susah buat menelanys. Semua makanan rasanya nggak enak." Niko menceritakan masalah di tubuhnya. Zoya yang baru tahu pun mulai panik. Ia takut kalo Niko sakit benaran.


Selama menikah Zoya dan Niko. Hampir tidak pernah Niko itu sakit. Kalo pun sakit hanya batuk, pilek dan itu udah manja sekali. Bagai mana kalo kali ini Niko benaran sakit dan diharuskan istirat total bisa-bisa Zoya tidak bisa melakukan aktifitas fisik lainnya.


Setelah Niko setuju untuk dipanggilkan dokter. Zoya pun memanggil dokter yang biasa memeriksa keluarganya.


Tidak menunggu waktu lama seorang dokter wanita memeriksa Niko. Setelah menjalani pemeriksaan sang dokter menyarankan agar Niko di rawat inap di rumah sakit. Sampai kondisinya setabil. Karena ternyata Niko lekurangan darah dan cairan sehingga ia lemas. Dokter juga meminta agar melakukan check up yang lainnya ditakutkan ada sakit yang membutuhkan pengobatan lanjutan.


Setelah dokter pulang Niko dan Zoya pun bersiap kerumah sakit untuk mengikuti saran dari dokter yang baru memeriksanya.


Benar sajah Niko harus dirawat karena ia sangat kekurangan nutrisi dan cairan. Padahal ia tidak makan dan minum cukup satu hari hal itu karen makanan yang ia rasakan tidak enak.


Namun baru satu hari dampaknya selutuh tubuhnya kekurangan banyak nutrisi dan cairan. Dengan sabar Zoya menunggu suaminya yang diharuskan bed rest.