Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Berkunjung ke Rumah Rania


"Ini kenapa Sam?" tanya mamih dengan kaget, melihat luka Cyra.


"Kalo soal ini, Tante bisa tanya sama Naqi, takutnya kalo nanti Sam yang jelaskan malah salah." jawab Sam dengan sopan.


"Apa ini ulah Naqi?" tanya mamih lagi, ia masih penasaran dengan kejadian yang menimpa menantunya.


"Bukan Mih, justru Naqi yang memanggil Dokter Sam dan meminta beliau mengobati lukaku." jawab Cyra, ia tidak mau mamih salah paham dengan Naqi.


"Oh syukur deh, Mamih takut kalo Naqi yang melakukan ini semua." balas Mamih dengan cemas.


"Bukan dong Tan, lagian Naqi mana tega berbuat seperti ini." imbuh Sam.


Sam mengobati luka Cyra dengan telaten. "Kayaknya untuk kedepanya perban udah bisa dibuka. Asal kamu kalo pake pakeian yang longgar agar tidak menggres lukamu." ucap Sam menasehati Cyra.


"Iya, makasih Dok," balas Cyra dengan sopan.


Mamih memperhatian dengan teliti Sam yang mengobati luka Cyra. Dia tidak menyangka bahwa dibalik wajah ceria Cyra, ia menyimpan luka yang cukup parah. Bahkan tadi Cyra mengangkat belanjaan yang banyak, tetapi tidak sedikit pun Cyra mengeluh. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu Cyra kenapa kamu mengalami semua ini, dan kamu terlihat baik-baik sajah tetapi hati dan perasaanmu rapuh." gumam mamih dalam hati. Ia bersimpati dengan takdir Cyra dan salut dengan kegigihanya.


****


Sementara itu dirumah Rania...


Rania berlari memeluk Naqi ketika Naqi sudah masuk ke dalam rumahnya.


"Sayang aku kangen banget." ucap Rania dengan manja.


Naqi pun membalas pelukan kekasihnya itu.


Rania dengan sepontan mencium bibir Naqi dengan rakus, Naqi hanya pasrah mengikuti permainan Rania. Meskipun dihatinya merasa hampa, entah kenapa perasaanya kali ini tidak seperti dulu selalu menyukai permainan bibir Rania. Kali ini Naqi merasa bersalah dengan Cyra, meskipun mereka tidak saling suka tetapi seolah Naqi merasa bahwa ia telah menghianati pernikahanya.


Setelah cukup lama bermain bibir Rania mengajak Naqi masuk, penampilan Rania kali ini lebih seksi dari biasanya, justru Rania mengenakan pakaian yang sangat menonjolkan aset wanitanya, hal itu membuat Naqi menelan ludah berulang kali.


Rania yang melihat reaksi Naqi pun bahagia, itu tandanya ia berhasil membuat Naqi terangsang, dan Rania akan membuat Naqi memilihnya bukan istrinya. Maka dari itu Rania mencoba menggoda Naqi agar kembali bertekuk lutut dihadapanya dengan sentuhan dan kebutuhan batin yang Rania berikan.


"Masuk yuk, aku udah siapin makanan kesukaan kamu." ajah Rania pada Naqi, dan Naqi hanya mengikuti kemauan Rania.


"Sayang kita harus bicara." lirih Naqi ketika dia baru duduk di meja makan.


"Soal pernikahanmu?" tanya Rania dengan muka sendu.


Naqi hanya mengangguk lemah. "Aku ingin kamu kenal dengan Cyra." ucap Naqi secara terus terang.


"Buat apa? Kamu pengin aku mengenal istri kamu, apa kamu tidak memikirkan perasaan aku sayang, sakit." ucap Rania dengan nada meninggi dan tangisan yang mulai pecah.


"Awalnya iba lama kelamaan jadi suka." cicit Rania masih dengan tangisanya. "Apa kamu nggak tau perasaanku sayang, aku setiap malam memikirkan kamu, apa kamu lakukan dengan wanita itu. Apa kamu tau kalau aku cemburu setiap mendengar kata istri dari mulutmu." pekik Rania semakin menjadi tangisanya.


"Maaf kalo aku membuat hatimu sakit, tetapi percayalah aku tidak akan mencintai dia, aku hanya iba dengan nasibnya dan pernikahan kami hanya berlaku sampai kakek menyerahkan semua warisanya untukku, dan Cyra sudah tau tentang itu, dan dia pun setuju dengan perjanjian itu." ucap Naqi kali ini dengan suara yang lebih meninggi bukan karean marah, hanya agar Rania berusaha mengerti keputusanya dengan menikahi Cyra.


"Tetap sajah aku tidak mau kenal dengan wanita itu, aku nggak sudi kenal dengan dia." dengus Rania dengan angkuhnya.


"Sayang sekali padahal Cyra ingin kenal kamu, dan dia berharap menjadi teman darimu. Dia itu tidak memiliki teman sehingga ia berharap bisa berteman denganmu." ucap Naqi dengan sabar.


"Berharaplah terus, aku tetap dengan pendirianku bahwa aku nggak mau kenal sama dia." ucap Rania tetap dengan pendirianya.


"Ya udah, kalo kamu tidak mau bertemu dengan Cyra, aku tidak akan memaksa lagi. Kamu jangan marah-marah terus dan hapus air matamu nanti cantiknya ilang." ucap Naqi merayu kekasihnya itu. "Yuk makan sajah aku udah lapar nih." ajak Naqi agar Rania tidak merajuk lagi.


Kini keduanya menikmati makan malam yang Rania sediakan, tentunya ia membeli semua makanan kesukaan Naqi dari restoran kesukaan mereka, Rania tidak seperti Cyra yang jago dalam urusan dapur. Rania adalah wanita karir ia kini tengah merintis karirnya dibidang fashion, ia memiliki sebuah butik, tetapi semuanya, berkat campur tangan Naqi. Karena cintanya Naqi pada Rania begitu besar sehingga ia rela memberikan apapun yang Rania butuhkan, termasuk rumah dan butik yang ia miliki.


"Tapi kamu tetap pada pendirianmu kan, kamu tidak akan mencintai istrimu?" tanya Rania disela-sela makan malam mereka.


Naqi tersenyum mendengar pertanyaan Rania. "Tentu sajah tidak sayang, aku laki-laki setia, dan lagi Cyra itu beda dari yang lain dia memiliki kekurangan sehingga aku tidak mungkin mencintainya." jawab Naqi meyakinkan Rania.


"Kali ajah nanti kamu akan jatuh cinta setelah lama bersama." dengus Rania kesal. "Ngomong-ngomong apa kekuranganya, kenapa kamu bisa bicara tidak akan mencintainya?" tanya Rania udah mulai kepo dengan istri dari kekasihnya.


"Aku menikahinya hanya karena warisan kake, jadi tidak akan menggunakan perasaan untuk memainkan peran suami-istri bohongan ini." kekeh Naqi. "Dia memiliki kelainan genetik sehingga ia berkepala botak." jawab Naqi menceritakan kondisi Cyra.


"Sungguh." ucap Rania dengan mata terbelalak, kaget dengan penjelasan Naqi.


"Lalu apa kamu tidak mengetahuinya sebelumnya kalo ia botak?" tanya Rania makin penasaran dengan konflik rumah tangga kekasihnya.


"Tidak, keluarganya meminta Cyra mengenakan kerudung untuk menutupi kekuranganya. Hal itu pula yang membuat aku kesal dan kecewa berat dengan Cyra karena telah berbohong. Namun, belakangan ini aku tau kalo Cyra hanya mengikuti kemauan kedua orang tuanya. Bahkan dia menjadi korban kekerasan, yang aku duga dari keluarganya." jelas Naqi ia menceritakan semua yang terjadi dengan Cyra pada Rania agar ia tidak cemburu lagi dengan Cyra.


"Sepertinya cerita hidupnya rumit." jawab Rania.


"Yah begitulah, keluarganya seperti menyimpan rahasia besar. Maka dari itu aku dan Sam tengah.mengorek informasi dari Cyra agar kami tau apa yang sebenarnya dia alami ditengah keluarganya." imbuh Naqi.


"Sam tau masalah ini?" tanya Rania kaget.


"Tentu, aku yang meminta sam untuk mengobati luka-luka Cyra. Ditubuh Cyra itu penuh dengan luka sayang, bahkan dipunggungnya terdapat luka bakar yang mengerikan." ucap Naqi sembari bergidik setiap mengingat luka Cyra yang menurutnya sangat horor.


"Kamu nggak bohong kan? Bukan karena kamu ingin aku mengenalnya, lalu kamu mengarang cerita yang garing begini?" tanya Rania dengan menatap tajam kearah Naqi.


...****************...


# Mampir juga kekarya Othor yang satunya yah "Beauty cloads" ceritanya nggak kalah seru loh...❤