
Di kediaman Tuan Latif....
Cyra keluar kamar mandi, kini badannya sudah segar. Ia melirik ke arah Naqi. Yang nampaknya sudah terbuai dialam mimpinya.
"Oh rupanya udah tidur toh, pantes sepi" gumam Cyra, ia berjalan menghampir Naqi dan membenarkan posisi tidur Naqi, agar tidak pegal lehernya. Cyra menempelkan punggung tanganya diatas pelipis Naqi, "Badanya memang hangat, tetapi juga sudah mulai keluar keringat. Mungkin sajah itu efek obatnya," batin Cyra
Cyra pun duduk bersandar di samping Naqi, sembari mengecek ponselnya, melihat jadwal pemotretan yang Meta kirim barusan. Yah, mulai besok Cyra sudah banyak pangilan pekerjaan. "Mudah-mudahan malam ini Mas Naqi langsung sembuh, sehingga aku bisa tidur dengan damain. Mana besok ada pemotretan, kalo kurang tidur malah berabe," ujar Cyra, ia pun akan mengikuti Naqi yang sudah lebih dulu tertidur, sebelumnya Cyra mematikan lampu utama dan hanya menyisakan lampu tidur.
Tidak lama Cyra pun terlelap tidur, mungkin karena seharian kerja cape dan kondisi stok makanan diperut aman sehingga dengan cepat Cyra sudah memasuki alam mimpinya.
"Huek....
Huek....
Naqi memuntahkan semua isi perutnya. Yah, tiba-tiba sajah Naqi terbangun karena perut yang sangat mual, dan Naqi pun langsung berlari ke kamar mandi dan menumpahkan isi perutnya.
Cyra yang mendengar ada kegaduhan pun membuka kedua bola matanya, mengrejapkan mata berkali-kali, menyesuaikan dengan cahaya lampu yang menyilaukan. Cyra mendengar seseorang tengah muntah-muntah.
Ia kini sudah sadar, dan langsung menoleh kearah sebelah di mana posisi Naqi tidur, kosong! Cyra langsung membuang selimutnya, dan berlari mengecek ke kamar mandi.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Cyra dengan panik. Lalu Cyra segera memijat tengkuk leher bagian belakang, dan menepuk-nepuknya pelan agar muntahan keluar semua.
"Udah Ra," ucap Naqi dengan lemah. Ia pun terkulai lemas di samping wastefel kamar mandi. sedangkan Cyra dengan telaten memberihkan sisa muntahah Naqi.
"Mas ayo, jangan duduk disini dingin nanti malah masuk angin, tambah parah sakitnya." Cyra pun menuntun Naqi kekasur, Mas ganti baju yah, itu bajunya basah, mana kotor." Cyra tanpa menunggu jawaban dari Naqi langsung mengambil pakaian ganti untuk Naqi. Lagi, Cyra dengan sangat sabar membantu Naqi berganti pakean.
"Sekarang masih mual?" tanya Cyra.
Naqi menggeleng dengan lemah.
"Terus ada yang dirasa lagi?" Cyra kembali bertanya bak seorang dokter yang tengah memriksa pasienya.
"Kepala masih pusing, dan perut berasa begah," jawab Naqi dengan suara sangat lemah, sampe Cyra harus mendekatkan telinganya agar mendengar omongan suaminya.
"Kayaknya Mas Naqi masuk angin deh. Cyra kerokin ajah yah biar anginya keluar. Kalo Cyra biasanya kalo habis dikerokin suka baikan. Justru dulu kalo sakit obatnya ya cuma kerokan. Sakit perut, kerokan! pusing, kerokan! mual, meriang, batuk, kerokan semua! Abis kerokan badan enak dan sembuh," ucap Cyra dengan antusias.
Naqi justru bingung apa yang dimaksud oleh Cyra. Selama ini dia sakit ya kedokter, seumur hidupnya belum pernah yang namanya kerokan, tapi dia juga penasaran gimana rasanya kerokan. Apa semujarab itu efek kerokan.
"Kalo kerokan itu pake apa?" tanya Naqi benar-benar nggak ngerti.
"Kalo masih bayi biasanya pake, bawang merah dibelah dua dan minyak telon, dan kalo buat orang gede biasanya pake koin dan minyak telon. tapi berhubung Mas Naqi udah tua jadi dikeroknya pake ujung golok," ucap Cyra dengan wajah serius.
Naqi yang mendengarnya sontak langsung kaget, "Yang bener sajah masa pake ujung golong gimana caranya?" tanya Naqi semakin penasaran dengan yang namanya kerokan.
"Golok! Mas tau golok?" tanya Cyra dengan serius.
"Tau lah, yang kaya piso tapi gede kan?" tanya Naqi balik.
"Yah anggap ajah gitu, Nah golok kan ada ujungnya. Ya itu ujung golongnya dikerokan kepunggung Mas Naqi," ucap Cyra dengan wajah yang sangat serius. Sehingga Naqi sangat percaya dengan apa yang Cyra ucapkan.
"Entar dulu deh Ra, kalo ujung golok bukanya tajem yah, nanti kalo dikerokan kepunggung, luka dong punggungnya," tanya Naqi semakin dibikin nggak ngerti oleh Cyra.
"Nah, memang tujuanya itu Mas, mengerok lapisan kulis sampe bersih. Bersih juga sakitnya, alias sembuh selamanya," ujar Cyra dengan seulas senyum di wajahnya.
Naqi yang sadar bahwa tengah dikerjain Cyra pun bersungut kesal.
Bukkk... (Naqi menepuk Cyra dengan bantal)
"Kamu ngerjain aku yah," runtuk Naqi dengan wajah kesalnya.
"Lagian, kebanyakan tanya, emang bener-bener nggak tau gimana kerokan?" tanya Cyra dengan senyum mengejek.
"Enggak lah, aku sekolah dan kuliah diluar negri, baru pas lulus kuliah balik keindonesia, dan kakek pun keturunan timur tengah, mana tau itu kerokan," oceh Naqi dengan kesal karena Cyra berani-beraninya ngerjain dirinya.
"Tapi nggak pake ujung golok yah," ancan Naqi.
"Ya enggak lah, mana berani, nanti punggung Tuan muda lecet aku digantung lagi," sungut Cyra.
Sebelum proses kerok mengerok Cyra lebih dulu akan membuat minuman jahe hangat agar tubuh Naqi juga hangat.
"Cyra ke dapur dulu bentar yah, mau bikin minuman tolak anginya, biar anginya diusir dari tubuh Mas." Cyra langsung bergegas turun kebawah dan menuju dapur.
Peperangan pun terjadi di dapur. Hanya butuh waktu dua puluh menit, minuma jahe panas sudah jadi. Cyra membawa dinampan dengan bawang merah yang sudah dibelah dua, barang kali Naqi tidak kuat dikerok dengan koin sehingga ia akan mengerok menggunakan bawang merah.
"Tarah... minuman jahe sudah siap, berhubung jahenya masih panas kita diamkan dulu, dan kita lanjutkan megerokin Mas Naqi." Cyra masuk kamar dengan wajah semringahnya.
Naqi lagi-lagi hanya terkekeh melihat tingkah Cyra yang unik.
"Mas punya koin nggak?" tanya Cyra, sebab ia juga tidak memiliki koin 500 atau bahkan 1000an.
"Koin, buat apa lagi? Disini mana ada yang punya koin," jawab Naqi dengan enteng.
"Hah masa Mas nggak punya koin, kan biasanya kalo belanja ada kembalian koin gitu, emang Mas nggak pernah nggumpulin koin, celengan gitu biasanya banyak koinya," oceh Cyra, sembari tetap usaha mencarin koin.
"Tau ah, kamu mah aneh-aneh ajah. Ngapain ngupulin koin, buat apa dikumpulin?" jawab Naqi dengan enteng.
#Beda yah kalo sultan mah nggak pernah ngumpulin koin. Lah othor malah sengaja dibikin celengan nanti akhir bulan dikorek lagi ..
"Fix, hidup orang kaya susah, tinggal nyari koin ajah susah banget perasaan di rumah ini," oceh Cyra sembari tetap mencari disela-sela kantong dan Tasnya, tetapi nggak nemu sama sekali koin. "Ah coba aku tanya sama Bibi deh, siapa tau Bibi punya koin," batin Cyra ia bergegas akan ke kamar Bibi, dan mengganggu waktunya tidurnya sebentar untuk menanyakan koin.
"Kema lagi?" tanya Naqi yang melihat Cyra hendak keluar dari kamar.
"Cari koin, ke Bibi, bentar doang ko," ucap Cyra dia berjalan lumayana tergesa. Setelah bertanya pada Bibi dan mengganggu waktu istirahatnya. Kini Cyra kembali ke kamar, dengan membawa satu butir uang logam berwarna kuning emas, dengan nilai 500 rupiah.
"Ada?" tanya Naqi jutek.
"Nih!" Cyra menunjukan satu butir koin yang ia dapat dari Bibi.
"Perihal koin ajah sampe heboh," ejek Naqi.
"Ya kan Cyra lakuin biar Mas Naqi sembuh, kurang perhatian apa lagi coba Cyra sama Mas Naqi," dengus Cyra, dengan wajah manyun.
"Iya- iya ini harus gimana?" tanya Naqi pasrah sajah.
"Mas rebahan tapi tengkurep dan bajunya dibuka dulu ajah biar enak," ucap Cyra.
"Enak apa nih maksudnya?" protes Naqi, asal denger enak-enak langsung transfeling pikiranya.
"Enak ngerokinya, emang enak apaan?" jawab Cyra tak kalah jutek.
Ritual mengerokin pun Cyra lakukan awalnya Cyra melakukan dengan pelan dan sangat hati-hati. Namun nampaknya Naqi yang tidak biasa dikerok pun nggak bisa diam. Punggungnya gerak-gerak terus menahan rasa geli dan sakitnya.
"Ra... Ra... ini sakit sekali," ringis Naqi.
"Tahan Mas, cuma sebentar ko," balas Cyra.
Awalnya Cyra masih sabar menenangkan Naqi agar sabar dan menahan sakitnya sebentar. Namun, namanya juga Naqi yang mulutnya kadang ngeselin minta ampu. Naqi terus sajah mengocek dan Cyra yang memang keturunan jahil, justru mengerok dengan lebih dikencangkan, dan hal itu makin membuat Naqi ngeliat kesana dan kesini bak cacing kena air garam.
Hehehe...
Cyra dibalik punggung Naqi terkekeh, karena sudah berhasil mengerjai Naqi....
#Fix, Cyra keturunan othor jail dari orok...