
Naqi yang mendengar ucapan papihnya pun langsung naik pitam. Bagai mana bisa dia dengan mudahnya mengatakan. (Ayo lah Naqi, kamu jangan seperti ini, setiap orang pasti pernah melakukan kesalah begitu pun papih. Kamu harus sudah memaafkan papih, dan sekarang ayo bersama sama merawat kakamu biat cepat pulih lagi.) Hanya orang yang tidak punya hati yang berkata seenak isi kepalanya tanpa memikirkan perasaan orang lain. Itu lah Luson anaknya sedang galau memikirkan istrinya yang menghilang malah ditambah dengan urusan lain, yang dia saja bisa mengurusnya.
"Papih, kamu pikir aku tidak punya urusan lain hah. Aku juga punya urusan yang lebih penting. Aku harus cari istri aku yang bahkan sampai sekarang aku nggak tahu dia ada di mana. Entah di mana Tuan Latif menyembunyikan istriku. Sekarang aku harus mendahulukan urusan lain lagi yang papih bisa atasi seorang diri," bentak Naqi tentu dengan suara yang sudah sangat tinggi.
Bahkan Rania yang mendengarnya sangat sakit hatinya. Ternyata sebegitu pentinya Cyra di hati Naqi. Begitu kira-kira suara hati Rania, menangis, laki-laki yang dulu membelanya bahkan rela meninggalkan istrinya tetapi justru sekarang dengan lantang mengatakan didepan matanya bahwa dia sangat menyayangi wanita lain.
"Terus Rania gimana? Dia juga sekarang penting, kondisi dia sakit seperti ini juga ikut andil dengan kamu. Dia juga kefikiran karena kamu lah," ucap Papih yang memang terus menekan Naqi agar mau memikirkan bagimana mengurus Rania. Karena ia jujur merasa kerepotan dengan merawat Rania.
"Memang yah yang namanya maling di mana-mana akan sangat sulit untuk mengaku salah. Padahal tinggal pake otaknya untuk berfikir mau di bawa kemana buat berobat. Masih aja menyalahkan orang terus. Padahal kesalahanya utamanya sudah jelas dari kamu, luson." Naqi nggak terima dengan apa yang dikatakan Luson. Karena pada kenyataanya biang dari masalah ini adalah dirinya.
"Qi, Papih harus berapa kali bilang sama kamu sih, kalo papih ini nggak ngerti gimana mau Rawat kakak kamu," jawab Papih terus berusaha mencari solusinya dari Naqi.
"Gini ajah deh, Papih bawa Rania ke rumah sakit Centra Internasional, temui dokter Adam. Beliau dulu dokter pendamping Rania tanyakan pada dia penanganan untuk putri kamu. Jangan ganggu aku lagi dengan urusan ini sementara yang ahli ada. Aku mau cari istriku sampai ketemu. Aku mau kita memperbaiki hubunga kita lagi," ucap Naqi, sedetik kemudian Naqi pergi ia nggak mau lagi ditahan dengan hal-hal tidak jelas semacam ini.
Sementara Rania justru sebenarnya tidak mau berhubungan lagi dengan Adam, malah Naqi mendorong ia kembali pada Adam mau ditaro di mana muka Rania di hadapan Adam. Sementara Adam pasti sudah tahu dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Naqi. Malah mungkin Adam juga tahu apa yang terjadi antara Naqi dan istrinya.
"Kalo begitu ayo kita siap-siap pergi kerumah sakit yang Naqi bilang. Kamu harus segera mendapatkan penanganan yang baik," ucap papih sembari berusaha memindahkan putrinya kekursi roda.
"Tapi Pah, bukanya banyak rumah sakit, kenapa meski ke sana dan aku mesti ketemu sama Adam lagi. Aku nggak mau pah," tolak Rania dengan wajah mengiba, agar Luson tidak membawa Rania kerumah sakit tempat Adam bekerja. Apalagi harus meminta Adam menjadi dokter penanggung jawab Rania lagi, di mana pasti nanti Adam bisa-bisa menertawakan kondisi Rania.
"Rania ini bukan sekedar mau atau tidak tetapi ini mengenai sakit kamu. Siapa yang lebih tahu dengan sakit kamu ialah dokter yang memiliki rekam medis kamu yang lebih kuat dan tahu dengan betul dengan apa yang kamu alami. Jadi tolong kamu jangan nolak lagi yah. Karena Papih pengin kamu mendapatkan yang terbaik tanpa harus protes-protes lagi. Untuk sekarang yang terpenting kamu sembuh dulu. Hilangkan masalah pribadi kamu sama Adam-Adam itu. Biar kamu fokus dengan kesehatanmu dulu." Papih mungkin ingin menunjukan bahwa ia sudah berubah sehingga ia tidak banyak bertingkah. Berbeda dengan dulu setiap ada masalah kecil ia akan kabur dan meninggalkan masalah. Sehingga lagi-lagi mamih sebagai bantalan peluru dari kelakuan papih.
Sementara Rania sejauh apapun kamu lari pada ujungnya kamu akan kembali lagi pada Adam.
Sedangkan Naqi yang semakin malas dengar ocehan papihnya pun memutuskan meninggalkan semuanya. Ia pergi lebih dulu untuk mencari Cyra. Tempat pertama yang ia tuju adalah gedung di mana ia sering melakukan syuting. Naqi sudah tidak sabar ingin menemukan Cyra. Saking tidak sabarnya perasaan perjalanan menjadi sangat panjang dan lama. Padahal biasanya ini perjalanan yang singkat dan cepat ketika ia lewati bersama istri bocelnya.
Setelah melewati perjalanan yang tidak terlalu jauh tetapi entah mengapa sejak ia jalan sendiri terasa amat lama, kini Naqi sudah sampai di halaman gedung tempat digunakan oleh Cyra untuk syuting. Naqi setelah meminta izin pada penjaga security akhirnya diizinkan masuk untuk bertemu produser yang selama ini memakai jasa Cyra dan Meta.
Naqi di minta menunggu di ruangan untuk menerima tamu, lagi-lagi Naqi harus menunggu cukup lama. "Hadeuh... perasaan aku yang CEO ajah kalo mau bertemu dengan orang nggak seribet ini, tapi kenapa ini cuma produser udah sulit banget buat nemuinya," gerundel Naqi sembari terus memainkan ponselnya melihat-lihat Intagram Cyra yang memang selama hampir satu bulan ini tidak ada aktifitas apapun. Bahkan banyak Fansnya yang sengaja mencari-cari di mana keberadaan Cyra. Di sana ada yang menduga kalo Cyra telah menikah dengan pengusaha kaya raya dan tidak diizinkan kembali ke dunia hiburan. Bahkan banyak dugaan yang lainya, termasuk menduga bahwa Cyra sakit, dan kini tengah menjalani pengobatan, dan lain sebagainya dugaan-dugaan yang membuat Naqi semakin bingung ada apa dengan Cyra.
Naqi semakin bingung dengan keberadaan cyra kalo memang ia masih syuting pasti dia masih mengunggah photo atau vidio terutama endorse dan photo iklan dan yang lainya. Namun, semua tidak ada, "Apa Cyra benar-benar sudah pergi yah, kalo memang pergi, tentu dia pergi kemana sedangkan semua barang-barang dia di tinggal, tidak hanya itu Cyra juga tidak punya sanak keluarga lagi. Apalagi dia juga tergolong baru memulai kebebasan di luar rumah setelah sekian lama ia di kurung oleh keluarganya." Naqi terus berspekulasi dengan apa yang terjadi dengan Cyra.
Hemezzz... sampai akhirnya suara deheman dari sang Laki-laki sudah cukup umur mengagetkan lamunan Naqi.
"Eh... maaf saya melamun," jawab Naqi yang memang sejak tadi dia tidak fokus dengan lingkungan sekitar. Isi kepalanya terlalu di penuhi dengan banyaknya fikiran dengan di mana Cyra dan pergi ke mana.
"Oh, tidak masalah toh saya juga belum lama datang. Ngomong-ngomong ada perlu apa Anda tumben kesini. Suatu kehormatan seorang Naqi Ralf mau menyambangi tempat kerja kami," ucap Sang Produser yang sudah pasti itu adalah sebuah ucapan basa basi. Yah, mereka pasti kenal Naqi secara perusahaan Naqi sering menggunakan jasa mereka untuk pembuatan iklan produk kecantikanya. Dan kalo kalian masih ingat Cyra adalah salah satu model yang Naqi rekomendasikan untuk menggantikan model yang berhalangan hadir. Sampai pada akhirnya Produser tertarik dengan Cyra dan memakai jasanya yang ternyata memang Cyra adalah pembawa hoki.
"Saya datang kesini mau menanyakan mengenai Cyra atau Meta. Apa Cyra masih kerja bersama dengan team Anda?" tanya Naqi dengan sangat ramah. Ia berharap bahwa dengan mendatangi tempat kerjanya Cyra, Naqi mendapatkan informasi sedikit sajah, sehingga ia bisa memiliki bekal untuk melanjutkan misinya mencari Cyra ke tempat-tempat yang sekiranya menjadi tempat untuk Cyra bersembunyi.
Sang Produser pun mengernyitkan dahinya menandakan bingung, "Loh, bukanya Cyra sudah satu bulan ini mengundurkan diri dari dunia hiburan, alasan pastinya sih kami tidak jelas. Hanya yang kami dengar dari rekan-rekanya ada masalah kesehatan sehingga dia harus bedrest. Kami juga masih menunggu dia kembali loh Tuan Naqi. Pasalnya banyak yang ingin memakai jasa dia. Dan juga sejak Cyra gabung ke agensi kami banyak yang puas dengan jasa yang memakai modelnya Cyra. Sehingga yang lain ingin mengikuti. Namun kalo memang kondisinya Cyra sedang tidak sehat kami bisa buat apa, bukan yang terpenting adalah kesehatan juga," ucap sang Produser. yang jawabanya langsung membuat kedua kelopak matanya panas. Seketika itu ia ingin menangis dengan sekencang-kencangnya.