Jangan Hina Kekuranganku

Jangan Hina Kekuranganku
Saling Menguatkan


"Loe nggak pulang De, ngapain loe di sini terus. Bukanya Alzam musuh loe kenapa malah kayaknya loe yang paling cemas," tanya Naqi sengaja ia ingin mengusir adiknya. Naqi tau kalo Qari cemas dengan Alzam.


"Apaan sih loe Bang, rese banget. Suka-suka gue lah mau nginep kek di sini, mau pulang kek, urusan gue. Kenapa loe yang sewot," sungut Qari, merasa kesal Abangnya terlalu ikut campur dengan urusanya.


"Bukan sewot, hanya saja loe di sini nggak ngebantu apa-apa jadi lebih baik loe pulang ajah. Istirahat di rumah, siap-siap besok selesein laporan kalo nggak selesai tuh laporan siap-siap loe kerja lembur. Gue nggak mau tau loe harus udah bisa tanggung jawab. Buktikan pada Alzam kalo loe memang bisa diandalkan. Kasian kan Alzam kalo sampe dia sakit tapi gue paksa ngerjain laporan gara-gara kekacauan yang loe buat, apa loe nggak kasihan hah?" tanya Naqi, bukan Naqi tidak mau bersama Qari, tapi Naqi kasian kalo harus melihat adiknya juga tidur di rumah sakit.


"Ya elah Bang, baru juga gue, telepon Mamih suruh kirim pakean ke sini. Masa gue malah pulang." rengek Qari.


"Lagian kenapa kamu bisa se'PD itu, langsung minta kirim pakeian. Tanya dulu kek sama Abangnya. Jangan apa-apa ambil keputusan sendiri ajah," dengus Naqi, semakin heran dengan Qari.


"Ya udah gue pulang. Itu Kakak ipar nggak pulang juga, kan dia juga cewek nggak kasian apa tidur di rumah sakit," protes Qari, sengaja agar ia ada temanya pulang, dan Abangnya biar berjaga sendiri.


"Jangan lah dia kan istri gue, kalo gue kedinginan nggak ada yang ngangetin nanti," kelakar Naqi, padahal mah pada kenyataanya Cyra tidak pernah dipake untuk menghangatkan badanya kan.


"Alesan ajah emang loe mah." Qari setelah berpamitan pada semuanya pun akhirnya pulang setelah sebelumnya menelepon supir keluarga.


"De, bobo sini bareng sama Kakak." Cyra meminta Tantri merebahkan badanya bersama Cyra pasalnya pasti Tantri juga lelah seharian mondar-mandir ke sana ke mari.


"Iya De, kamu istirahat saja! Abang tidak mau kalo kamu nanti kecapean. Kan Abang juga mau istirahat ini udah ngantuk." Alzam berbohong agar Tantri mau istirahat. Lagi-lagi ketika Alzam sudah memintanya Tantri langsung nurut. Istirahat bersama Cyra. Sementara Naqi gantian jaga. Ia laki-laki sehingga ia yang memutuskan menjaga Alzam. Sedangkan Alzam setelah meminum obat memang langsung terbuai dialam mimpinya.


Pukul dua dini hati Cyra terbangun dan dia baru sadar kalo memang tengah menginap di di rumah sakit. Cyra melihat Naqi sudah sangat lelah, tetapi masih mencoba membuka matanya, ia takut Alzam terbangun dan membutuhkan seauatu.


Cyra dengan perlahan bangun dan mendekat ke arah Naqi.


"Mas... istirahat dulu yah. Nanti malah sakit. Biar jagain Al gantian dengan Cyra." Cyra mengusap pundak Naqi. Naqi yang memang sudah ngantuk pun mengangguk.


"Ya udah aku istirahat, titip Al yah," ucap Naqi dengan suara dipelankan. "Ra... terima kasih yah." Naqi mengucapkan kalimat sakralnya.


Cyra hanya tersenyum dan mengangguk. Tidak lama pun Naqi langsung menyusuri alam mimpinya, menyusul Tantri.


Ketika Cyra tengah duduk dan memainkan ponsel sebagai alat yang bisa ia gunakan agar tidak mengantuk. Alzam terbangun.


"Al... kamu bangun, ada butuh sesuatu?" Cyra mendekat dan duduk di kursi samping ranjang Alzam.


"Aku haus." ucap Alzam sembari memegang tenggorokanya. Memang Alzam juga sudah diperbolehkan berbuka puas.


Cyra mengambilkan air minum dan membantu Alzam untuk minum.


"Panggil Cyra saja, jangan Nona. Aku tidak terbiasa dengan pangilan itu." Cyra menolak Alzam yang memanggilnya Nona.


"Tapi....(Alzam tidak melanjutkan perkataanya, itu semua karena Cyra yang sudah meletakan jari telunjuknya di depan bibir sebagai tanda bahwa ia tidak mau dibantah.


"Baiklah aku akan pangil Cyra, tapi apa nanti Tuan Naqi tidak marah apabila aku memanggil nama pada Anda, secara Anda adalah istri bos saya?" Alzam merasa tidak enak pada Naqi.


"Tidak, kalo Naqi marah, biar saya yang mengatakan padanya. Kamu santai sajah dia tidak akan menghukum kamu. Aku janji itu," kekeh Cyra. Yah Cyra ingin menghibur Alzam.


Cukup lama terjadi kebisuan antar Alzam dan Cyra. Alzam sebenarnya ingin tau bagai mana tips'nya Cyra menghadapi pandangan orang-orang dengan perbedaanya. Cyra pasti sudah banyak mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakan, dan Alzam ingin meminta masukan agar ia juga bisa meniru langkah Cyra.


"Ra... aku boleh tanya sesuatu tidak? Tapi maaf kalo ini sepertinya agak sensitif, tanpa mengurangi rasa hormat dan membedakan. Aku pengin tanya cara kamu menghadapi orang-orang yang memandang aneh pada kamu. Kamu kan pasti lebih banyak pengalaman, yang mungkin kurang menyenangkan dari orang-orang yang selalu memandang perbedaan soal fisik. Jujur hatiku masih berat menerima ini semua. Aku pengin sehebat kamu. Yang bisa tampil dengan percaya diri dengan perbedaanmu." Alzam berkata dengan lirih.


Sementara Ody menyimak pertanyaan dari Alzam. Sebelum menjawab Ody menarik nafas dalam, dan tersenyum hangat. Ody sangat tau gimana perasaan Alzam saat ini. Pasalnya dia pun dulu merasakan rasa yang sama. Sebelum rasa itu ia kubur dalam-dalam, dan kini Ody sudah sangat kebal dengan padangan orang-orang, tidak ada lagi perasaan minder, dan merasa dibedakan.


"Aku tau banget apa yang kamu rasakan, dan aku pernah merasakan hal itu, terlebih kamu itu mengalami ini semua secara tiba-tiba. Berbeda dengan aku yang memang sudah mengalami ini sejak lahir. Yah meskipun awalnya sedih, terlebih aku masih kecil harus mendapatkan bulyan mentalku nggak baik-baik saja pasti. Belum bisa membela diri dan lain sebagainya itu yang membuat aku sempat minder dan sengaja menutupi kekuranganku dengan hijab, agar orang lain tidak ada yang tau dengan kekuranganku." Cyra justru tertawa ketika mengingat masa kecilnya.


"Ternyata tampil dengan perbedaan itu sangat tidak enak. Banyak pasang mata yang akan mempertanyaakan'nya. Nah aku belum siap untuk berada disituasi semacam itu." Alzam benar-benar merasa nyaman ketika curhat dengan Cyra. Mungkin karena nasib mereka yang sama-sama memiliki perbedaan.


"Itu wajar Al, tapi kamu harus percaya diri, cuek mungkin kunci utamanya yah. Kita cuek sajah orang mau menatap aneh, menatap jijik, menatap heran. Kita cuek tetap fokus dan terus yakinkan diri kita, kalo kita memang pantas untuk bisa tampil sama dengan mereka. Jangan jadikan perbedaan kita sebagai keburukan. Kita justru harus buktikan bahwa biarpun berbeda tetapi kita mampu untuk setara dengan mereka yang sempurna. Kalo bisa lebih unggul sepertinya lebih baik." Cyra mengembangkan senyum dan meminta agar Al jangan berkecil hati. Meskipun Cyra tau itu semua pasti tidak mudah.


"Aku akan mencoba mengikuti saran kamu. Aku akan mencoba cuek, dan tetap yakin bahwa aku bisa tampil beda dengan membuat bangga. Kekurangan tidak menghambat semangatku." Alzam pun ikut semangat. Yah mulai besok ia akan mulai menyesuaikan diri dengan kondisi fisik yang baru.


Nanti ketika lukanya sudah sedikit mengering Alzam akan diminta untuk melatih berjalan dengan alat bantu, ya memang tidak sekaligus. Untuk awal-awla Alzam akan menggunakan korsi roda, tetapi nanti setelah lukanya mengering Alzam akan berlatih jalan menggunakan alat bantu. Mungkin akan menggukana tongkat ketiak atau mungkin alat yang lain yang membuat Alzam lebih nyaman untuk digunakanya.


"Ingat Al, kamu dan aku masih tergolong beruntung hanya berbeda sedikit dari yang sempurna fisiknya. Masih ada banyak yang lebih memperihatinkan dari kondisi kita. Jadi kita harus terus berusaha bangkit dan berjuang. Andai kita bisa sukses kita bisa membantu mereka yang lebih memprhatinkan dari kita. Ayo kita semangat untuk meraih cita-cita kita." Cyra justru lebih semangat dari Alzam.


Sementara Alzam sangat beruntung karena dipertemukan dengan Cyra. Wanita yang sangat baik, dan penuh semangat dan tidak minder dengan perbedaanya.


Alzam berjanji akan mengikuti Cyra tidak berkecil hati dengan kondisi fisiknya.


...****************...


Hai... Othor mau rekomendasiin karya bestie Othor, namanya ka Muda Anna. Jangan lupa wajib banget mampir yah, tekan Fav, like, komen dan bawa bunga juga yah biar othornya semangat up...